Popular Post

Popular Posts

Recent post

Kenangan Sex Di Masa Sma Dulu


AgenPlaytech-Siang itu suasana di salah satu SMU negeri di Denpasar amat hiruk-pikuk oleh ramainya pengumuman bagi siswa kelas 3 yang akan mengakhiri hari terakhir mereka di sekolah tercinta. Salah seorang gadis yang berbaju abu-abu dengan rambut panjang ikut serta berjubel diantara kerumunan murid-murid lainnya. Ia bernama Udiyani siswa kelas 3 jurusan pariwisata, dengan tinggi yang 169 cm mempermudah bagi dirinya untuk memperhatikan papan pengumuman, tanpa seharusnya berada di kerumunan paling depan.

Udiyani ialah pacarku dikala saya masih berprofesi di sebuah travel agent di Bali, sebelum saya pindah ke Lombok untuk menjadi pemain musik di restoran. Dengan senyum kemenangan ia mendatangi saya yang sedang berdiri tidak jauh dari daerah parkir sepeda motor.

“Mas Adiet.. Saya lulus..,” teriaknya sembari memeluk saya.

Sesudah saya sambut dengan mengulurkan tangan dan mendekapnya erat.
“Syukur deh.. Sayang kau dapat lulus” ujarku ikut serta senang.

judi bola-Pantas agenda sebelum acara pengumuman, Udiyani mengajaku ke Kintamani sekiranya ia lulus. Sebagai ungkapan kegembiraannya atas berhasilnya ia menuntaskan masa SMU dengan bagus.

Tanpa menunggu waktu lagi saya dan Udiyani berangkat ke Kintamani, yang kebetulan siang itu udaranya cukup segar dan memang sebagai lokasi tamasya yang menawarkan panorama alam pegunungannya, Kintamani senantiasa adem, apalagi memasuki senja dinginnya hingga menikam tulang.

Di Baca Juga : Kecanduan Sex Dengan Adik Kandung Ku

Dengan mengendarai motor, saya mengerjakannya tanpa perlu terburu-buru, sebab saya nggak berkeinginan melewatkan ketika-ketika terindah berdua terlewatkan seperti itu saja. Tangan Udiyani memeluk pinggangku erat, adakalanya ia mencumbu belakang telingaku mesra. Tanpa terasa penisku yang berlapiskan celana jeans biru kesukaanku bergerak perlahan, menggambarkan gejolak kelakianku mulai terpengaruh dengan adanya cumbuan-cumbuan Udiyani yang lembut.

Perjalanan ke Kintamani lewat jalan yang berliku-liku, dikanan jalan ada panorama danau bedugul yang amat menawan dengan airnya yang bening, namun sayang petang itu udaranya agak berkabut, sehingga mengganggu jarak pandang kita.

DI Baca Juga : Main Dengan Putri Keraton

Saya dan Udiyani mempertimbangkan untuk stop sesaat, sambil merasakan udara petang itu di Sebuah restoran kecil di tepian jalan yang panoramanya lantas menghadap ke Danau Bedugul. Sambil mengorder minuman hangat, saya mengeluarkan sebatang rokok kesukaanku dan menyalakannya sesaat, sebelum saya menghisapnya dalam-dalam.

Saya dan Udiyani Duduk memilih duduk di daerah yang agak ke pojok, sebab kebetulan juga tempatnya cukup menguntungkan buat merasakan panorama ke Danau. Sesudah menunggu sebagian ketika minuman orderan kita malahan datang. Tanpa menunggu sebagian ketika, sebelum pelayan pergi Udiyani telah secara khusus dahulu meminumnya hal ini di karenakan udara pegunungan yang berkabut telah mulai terasa menikam tulang belulang.

Dengan lembut saya memeluk Udiyani yang nampaknya mulai kedinginan.

“Kau kedinginan sayang?” Tanyaku

“Iyah nih Mas..” katanya perlahan.

Sambil memeluk Udiyani saya membisikan kata-kata mesra.

“Adiet hangatkan yah sayang..!” kataku lembut di belakang alat pendengaran.

Udiyani cuma tersenyum manis, tanpa berkomentar sambil mengedipkan matanya petunjuk sepakat. Udara sepertinya amat menyokong sekali sehingga saya dan Udiyani kian rapat berpelukan. Saat ada keheningan sesaat diantara obrolan kita, tidak pernah saya melewatkan untuk mencium bibir Udiyani yang ranum tanpa terpoles lisptick.

“Ohh.. Mas..” desahnya dikala ciuman lembutku mengantarkannya menjulang.

Kemesraan kita di restoran tidak berlangsung lama, dikarenakan hari mulai memasuki senja. Sesudah membayar minuman yang kita pesan, saya menggandeng tangan Udiyani dengan mesra untuk meninggalkan restoran dan mencari penginapan di sekitar Kintamani yang memang telah dekat dari restoran hal yang demikian.

Tidak lama bersela saya menemukan sebuah hotel yang tempatnya seperti itu layak berdasarkan kita berdua.
Di Hotel itu tersedia restaurant yang pada malam harinya memperkenalkan acara live accustic musik.
Sengaja saya memilih Hotel yang ada fasilitasnya seperti itu, sebab saya juga pemain musik di restoran yang posisiku di band pemegang rythm sekalian vokal.

Sesudah urusan dengan resepsionist selesai, saya mengajak Udiyani berjalan ke arah kamar. Kamar kami amat romantis, di depan ada taman dan pancuran air kecil dari sumber mata air sekitar Kintamani dan ada daerah duduknya yang di hiasi lampu temaram. Di dalam kamar saya lantas rebahan di daerah tidur, sebab perjalanan kita dari denpasar sedikit melelahkan membikin pegal-pegal di persendian.

“Mas.. Saya berkeinginan mandi dahulu yah,” katanya.

“Ntar keburu kedinginan, kini aja mulai terasa nih udaranya,” sahutnya lagi.

“Bila seperti itu kita sekaligus aja mandi bareng,” godaku.

“Boleh.. Siapa takut..” tantangnya kemudian.

Dengan berlari kecil saya mengejar Udiyani yang telah hingga di depan kamar mandi. Setibanya di dalam kamar mandi, saya lantas membuka kaosku dan cuma mengenakan celana pendek.

“Sayang.. Ini kan hari senang kau sesudah kau lulus” kataku kemudian.

“iya saya tahu itu.. Langsung mengapa sayang?”tanya Udiyani mesra.

“Saya berharap memanjakan kau dengan metode memandikan kau mulai dari menggosok semua tubuh kau, menyabuninya dan menyirami dengan shower,” kataku lagi.

“Muachh..” langsung Udiyani mencium bibirku lembut.

“Makasih sayang.. Kau telah manjain saya,” sahutnya lagi.

Dengan lembut saya mulai membuka seragam SMU Udiyani yang masih dikenakan ketika itu. Di mulai dari hemnya saya buka kancing atasnya secara pelan, sambil saya memandangi wajahnya yang manis serta dengan senyumnya yang penuh pesona. Sesudah kancing kedua saya buka, karenanya terpampanglah estetika bukit payudaranya yang berukuran 36b itu mencuat keluar kontras dengan branya yang berwarna hitam. Saya memecahkannya dengan kancing terakhir, sembari saya mencium kecil bukit payudaranya yang lembut.

Tinggallah rok abu-abunya yang belum saya sentuh. Sesaat saya mencium kembali bibirnya yang menantang dengan sorot matanya yang pasrah. Kembali dengan pelan saya membuka rok Udiyani, yang saya awali dengan menurunkan ziper di belakangnya.

“Srett..” suara ziper roknya dikala saya turunkan.

Dengan sekali rengkuh, terlepaslah rok Udiyani meraba lantai. Udiyani ketika itu mengenakan CD warna hitam juga, yang dikombinasikan renda di pinggir dan di komponen tengahnya, sehingga terpampanglah dengan transparan rerumputan hitam lebat via renda Cdnya.

Dengan kedua tangan saya melanjutkam menurunkan CD hitamnya dan terpampanglah panorama yang membikin saya menelan air liur sebagian ketika dan membikin kelakianku terpengaruh. Celana pendek yang saya kenakan sudah nampak sebelum saya melucuti bajunya, ditambah lagi kini ia telah telanjang bulat di depanku.

Dengan lembut saya mulai menyiramkan air dari shower ke semua tubuhnya. Sesudah saya lanjutkan dengan mulai menyabuni punggungnya, pinggulnya yang bahenol, serta betisnya yang tahapan. Sesudah membikin Udiyani menggelinjang perlahan.

“Ohh.. Mas..” desahnya perlahan.

Sesudah komponen belakang selesai saya sabuni, tinggallah komponen depan yang membikin kelakianku kian menggelegak. Saya mulai menggosok komponen lehernya secara khusus dulu, sebab saya tahu, komponen ini yakni komponen yang cukup peka di samping komponen peka yang lainnya yang ada di tubuh Udiyani.

Sesudah tanganku mulai menyentuh sedikit demi sedikit leher tahapan nan mulus miliknya, dengan telapak tanganku yang penuh dengan busa sabun. Saya terdengar desahan lembut Udiyani yang merasakan tiap-tiap gerakan tanganku yang menyusuri permukaan kulit halusnya.

“Ohh.. Mas,” desahnya lembut.

Kemudian tanganku bergerak turun ke arah dadanya yang membusung dan licin sembari kembali menuangkan sabun cair di sekitar payudaranya sekalian ke putingnya yang mulai nampak keras. Sengaja gerakan tanganku di dadanya sedikit melambat, hal ini saya lakukan sekalian menyabuni dan menstimulus payudaranya secara lembut.

Kembali desahan lembut terdengar olehku.

“Ohh.. Mas.. Teruskan”desahnya dengan mata terpejam.

Sesudah cukup bermain di komponen dadanya, kembali tanganku bergerak turun ke arah perutnya yang datar yang cuma sebagian ketika lamanya. Dan usai di tempat yang berambut lebat nan hitam, namun tersusun dengan rapi menyerupai wujud CD. Saya menuangkan sedikit shampoo ke tanganku, kemudian saya lanjutkan dengan menggosok bukit vaginanya dengan lembut. Sesudah tanganku meraba clitorisnya lembut yang memunculkan sensasi tersendiri buat Udiyani.

“Ssshshshshsh..” desisnya perlahan.

Tidak lama saya lanjutkan untuk menggosok untuk lebih ke bawah lagi merupakan di komponen pangkal pahanya yang mulus dan saya menuntaskan tugas terakhir memandikannya di komponen betisnya yang bak bulir padi itu. Sesudah segala komponen tubuh Udiyani penuh dengan busa sabun, kembali saya menyiraminya dengan gagang shower ke semua permukaan tubunya untuk tahap akhir, sebelum saya mencumbu tubuhnya.

“Thanks ya.. Mas.. telah di manjain,” katanya perlahan.

“Dengan bahagia hati kok sayang.. Saya lakukan buat kau,” jawabku mesra.

Kemudian saya memeluk tubuh Udiyani mesra, sembari membimbingya untuk duduk di pinggiran bathtub.
Dan berikutnya saya nyalakan kran airnya. Sembari menunggu airnya penuh, saya jongkok di depannya yang lagi duduk sembari menaikkan salah satu kakinya di pinggiran bathtub. Lidahku mencumbu semua permukaan kakinya yang kemudian saya lanjutkan dengan menghisap lembut jemari kakinya yang lentik dan wangi itu.

Udiyani terpejam mendapatkan perlakuanku yang seperti itu lembut, sehingga melambungkan nafsunya yang memang telah amat terstimulus semenjak permulaan. Lidahku begerak naik menyusuri betisnya yang tahapan dan usai di pahanya yang mulus. Gerakan lidahku kian liar melainkan lembut, sesudah hingga di pangkal pahanya. Saya menjulurkan lidahku kembali ke arah lekukan pangkal pahanya dan hal ini berdampak sekali untuk tubuh Udiyani mendapatkan stimulus dariku.

Dengan kedua tanganku saya mulai menyibak vaginanya yang wangi-wangiannya khas sekali, dan kemudian saya julurkan lidahku yang berair ke permukaan clitorisnya yang mulai nampak perlahan. Kembali tubuh Udiyani mengelinjang perlahan penuh kenikmatan mendapatkan perlakuan ini.

“Hekk.. Sshh.. Mas,” desahnya tidak teratur.

Saya tahu jikalau Udiyani seperti itu merasakan dan suaranya parau melainkan terdengar cukup sensual. Sesudah dengan gerakan mantap saya julurkan lidaku menerobos liang vaginanya yang mulai berair oleh lendir kenikmatan yang keluar dari vaginanya. Tiba-tiba gerakan tangan Udiyani seperti itu pesat merengkuh belakang kepalaku dan menariknya untuk lebih dalam ke permukaan vaginanya.

“Ohh.. Mas.. Saya berkeinginan keluar,” teriaknya kecil.

Tanpa stop gerakan lidahku terus menerobos kian ke dalam dan ini memunculkan sensasi yang lebih hebat untuknya dan di akhiri dengan teriakannya yang panjang.

“Ohh.. Mass..” Udiyani mendesah lembut.

Sesudah menempuh orgasmenya yang kesekian kalinya, saya memberikan peluang buatnya untuk rehat sebentar, sambil saya berdiri menutup kran air yang terbukti telah penuh. Kemudian saya berjalan ke pinggiran bathtub dan duduk disamping Udiyani untuk mencumbunya kembali. Sesudah tubuh Udiyani merosot ke bawah ke arah selangkanganku dan dengan gerakan lembut mulutnya melahap ujung penisku yang memang telah amat keras dari permainan permulaan.

Lidahnya bermain dengan perpaduan hisapan dan liukan ujungnya di rongga mulut miliknya yang imut. Saya mendesah lembut mendapatkan perlakuannya ini.

“Ohh.. Sayang.. Perlahan sekali,” desahku dengan napas terbendung.

Sesudah dengan lembut saya angkat tubuhnya dan memeluk pinggangnya untuk membelakangiku. Dengan lembut tanganku meremas payudaranya dari belakang dan menarik tubuhnya untuk mengambil posisi duduk. Udiyani melebarkan kakinya sembari jemari tangannya yang lentik mengendalikan batang penisku dan menasihatinya ideal di lubang vaginanya yang telah berair oleh lendir. Sesudah Udiyani menurunkan pinggulnya secara lembut, karenanya melesaklah semua batang penisku yang telah menempuh ereksi optimal.

“Ohh.. Shhss,” desah kami beriringan.

Sesudah penisku menembus komponen dalam vaginanya. Tanganku kembali meremas kedua payudaranya dari belakang dan lidahku menjilati punggungnya yang penuh dengan butir-butir air. Jemari tanganku yang kiri memilin ujung putingnya yang keras dan ini membikin bibirnya mendesah perlahan.

“Ssshh..” desahnya penuh erotis.

Sementara tangan kananku menarik wajahnya mendekat ke wajahku. Saya mengulum bibirnya yang masih terbuka membendung enak dengan lembut. Udiyani tidak tinggal membisu dengan menggerakkan pinggulnya memutar seirama dengan gerakan pinggulku yang menghujam vaginanya lebih dalam.

Desahan dan teriakan kecil diantara romansa kami adakalanya terdengar. Dan ini memunculkan kesan erotis tersendiri buat kita. Sesudah sebagian ketika lamanya adegan ini berlangsung. Tiba-tiba tubuh Udiyani bergetar dan kian pesat gerakan pinggulnya.

“Mas.. Saya berkeinginan keluar,” teriaknya.

“Kita keluarkan bersama sayang..” sahutku

“Saya juga berkeinginan keluar nih,” timpalku lagi.

Kembali tanganku menarik wajahnya dan mengulum bibirnya dengan lembut. Dan tanganku satunya memilin ujung puting payudaranya. Dengan erat saya memeluk tubuhnya seperti itu saya menikmati cairan hangat menyirami batang penisku. Dan tidak berlangsung lama penisku juga menyemburkan air mani ke dalam rongga vaginanya.

“ohh.. Mass.. Saya keluar,” teriaknya bergetar.

“Saya juga.. Sayangg..” dengan napas tidak teratur.

Masih dengan posisi saya memeluk tubuhnya dari belakang saya mengulum bibirnya kembali hingga tetes terakhir spermaku dan di akhiri dengan mengecilnya penisku di dalam organ intim wanita Udiayani. Percintaanku dan Udiyani berlangsung kembali sesudah acara makan malam di restoran yang malam itu pengunjungnya cukup ramai.

Selama makan malam berlangsung saya memilih meja yang meghadap lantas ke pentas dan ada di deretan tengah agak di ujung. Di atas meja saya nyalakan sebatang lilin untuk mengantar makan malam kami. Malam itu kian berkesan buat Udiyani, sebab saya mendonasikan sebuah nyanyian karanganku di acara live musik di restoran hal yang demikian untuk dirinya yang sengaja khusus buat dirinya.

Begitulah kisah cintaku yang hingga ketika ini saya masih menyimpanya di dalam hati sebagai kenangan yang manis di dalam hidupku.



Saya Anis, kembali akan berdonasi suatu kisah perihal sepasang suami istri yang baru saja menikah lalu tinggal di suatu tempat pegunungan yang jauh dari keramaian dengan kemauan supaya mereka dapat terhindar dari pergaulan, bahaya lalu lintas dan kesalahpahaman dengan orang lain. Di samping itu, dia juga menghindarkan istrinya dari gangguan laki-laki lain yang menyukainya sebab istrinya betul-betul indah sehingga jadi rebutan di kampung asalnya.

Mereka berdua hidup dalam kesunyian, tapi dia tak kesusahan makanan sebab kecuali dia berkebun dan bertani, juga dia rajin ke sungai untuk menangkap ikan sebagai lauknya. Sebagian bulan kemudian, sang istri mulai mengidam, sehingga memerlukan makanan tertentu pantas selera dan kemauannya sebagaimana layaknya perempuan lainnya yang mengidam.

Suatu hari, sang istri menonjol tak sedap perasaannya dan senantiasa emosional dampak dampak dari bayi dalam kandungan yang dikandungnya.

“Mas, boleh ngga meminta bantu sama kau?” tanya sang istri lembut.
“Soal apa dinda?” sang suami balik bertanya dengan lembut pula.
“Saya berharap sekali makan kepiting, Mas. Boleh ngga Mas mencarikan saya?”
“Wah, wah, wah, bagaimana mungkin kita dapat menerima kepiting di puncak gunung seperti ini?” kata sang suami.
“Bantu cari donk. Berusahalah. Pasti Mas dapat menemukannya. Apabila saya nggak permasalahan, namun yang ini nih,” desak sang istri sambil menunjuk bayi dalam kandungan yang ada dalam perutnya.

Sesudah dia menemukan suatu lubang yang agak besar dan dalam, dia lalu memasukkan tangannya ke dalam lubang itu. Malah mencoba mengeluarkan air dan lumpurnya sampai lubang itu bertambah besar dan dalam, hingga-hingga semua badannya dapat masuk. Suluruh tubuhnya berair kuyup dengan lumpur bercampur peluh sebab dia merasa penasaran dan yakin sekali seandainya dalam lubang itu ada kepitingnya.

Dia gemetar betul-betul ketakutan sehingga dengan tanpa sengaja kencingnya menetes keluar lewat kontolnya yang tergantung lemas.

“Wah, ini ada buah-buahan langka dan nampak cantik sekali” sang suami itu mendengar bunyi dari salah seorang yang kakinya nampak itu. Malah orang itu sempat menyentuh dan menarik-narik kontol sang suami yang dikiranya buah-buahan, sehingga sang suami itu kian ketakutan sampai menyebabkan air kencingnya tambah banyak keluar. Dia tidak berharap bergerak sebab takut dikenal seandainya dia yaitu manusia.

“Buah apa itu sahabat?” tanya salah seorang dari mereka yang berdiri itu sambil turut membatasi dan menarik-narik buah tergantung itu.
Kok demikian itu Mas. Ada apa? Mengapa lari seperti orang ketakutan? Mana kepitingnya?” Pertanyaan sang istri bertubi-tubi pada sang suami, tapi dia konsisten belum cakap menjawab sebab betul-betul lelah dan ketakutan.
“Mm.. maaf dinda, saya tak sukses menangkap kepitingnya” jawab sang suami dengan napas terengah-engah.
“Mengapa Mas? Ada permasalahan apa di sungai?” desak sang istri.
“Anu.. Anu dinda. Susah dicokok sebab lubangnya terlalu dalam. Setelah saja yah,” rayu sang suami pada istrinya.
“Masa cuma kepiting tidak dapat dicokok. Apabila gitu kita gantian saja. Mas jaga rumah dan aku yang akan menangkap kepitingnya” ujar sang istri tak tabah.

Setibanya di sungai hal yang demikian, sang istri turun dan hasilnya menemukan lubang yang baru saja disantroni suaminya. Dia juga merasa penasaran dan yakin seandainya dalam lubang itu ada kepitingnya, sehingga buru-buru dia melepaskan semua bajunya supaya tak dekil lalu masuk ke lubang itu dengan posisi seperti posisi suaminya tadi sewaktu dalam lubang. Belum sempat dia memasukkan tangannya ke lengang-lubang kecil yang ada dalam lubang besar itu, tiba-tiba dia mendengar bunyi orang sedang bicara, malah kedengarannya berjalan menuju ke arahnya.

“Wah, celaka sahabat. Kita didahului orang lain. Buah busuk-busuk itu telah tak ada di tempatnya. Rasanya baru saja dipetik orang lain dengan mengaplikasikan pisau tajam. Dia nyatanya” kata salah seorang dari mereka yang berdiri persis di dekat bokong sang istri itu sambil menyentuh, mengelus dan menikam-nusuk lubang genitalia sang istri sebab dianggapnya sebagai bekas petikan/potongan buah tadi.

Kedua orang hutan itu tak ragu lagi seandainya baru ‘buah’ itu baru saja dipetiknya sebab sewaktu dia menyentuh tempatnya, dia menikmati sedikit berair, berlubang dan halus seperti bekas potongan pisau tajam.

“Untung saja vaginaku halus, mulus, putih tanpa ditumbuhi bulu sehelaipun, sehingga mereka tak curiga seandainya itu yaitu daging montok wanita yang sedang berair sebab ketakutan sehingga mengeluarkan air kencing”, demikian pikir sang istri.
“Ayo sahabat, kita cari dan kejar si pemetik buah cita-cita kita itu. Dia pasti belum jauh dari daerah ini, sebab bekas petikannya masih berair dan getahnya masih menetes” ajak salah seorang dari orang hutan itu.

Kamu mereka langsung pergi dan setuju mencari orang yang dicurigai sudah memetik buah busuk-busuk cita-cita mereka itu.

“OK, kita bagi target. Dia ke kiri dan saya ke kanan. Dia pasti masih berada di sekitar sini sebab bau buah-buahan itu masih betul-betul terasa busuknya”. Kata orang hutan yang satunya lagi seperti yang didengar oleh sang istri dikala keduanya baru saja meninggalkan lubang kepiting itu.

Pikir sang istri, bau busuk itu tentunya yaitu bau kentut. Sesudah itu, sang istri terburu-buru keluar lalu pergi meninggalkan lubang itu sambil berlari menenteng bajunya. Setibanya di rumah, keadannya persis sama dengan situasi suaminya dikala mengalami hal serupa. Dia tidak cakap berkata-kata dan susah dia membeberkan kejadian tadi. Mereka saling menyembunyikan apa yang dialaminya di sungai tadi, sedangkan dalam hati mereka saling curiga perihal kemungkinan kejadian yang sama.

Keesokan harinya, sang suami bersama sang istri setuju untuk berangkat bersama-sama ke sungai mencari kembali kepiting dengan keyakinan seandainya kedua orang hutan kemarin itu tak bakal via di situ lagi sebab buah impiannya telah dianggap tak ada lagi. Keduanya segera menuju ke lubang yang masih diyakini ada kepitingnya.

“Mas, coba sekali lagi. Dia saja yang masuk biar aku yang jaga di luar seandainya-seandainya ada orang yang mengamati kita. Sebaiknya buka saja bajunya Mas biar tak dekil” kata sang istri dikala mereka hingga di dekat lubang itu.

“Bagaimana Mas? Saya bisa kepitingnya?” tanya sang istri pada suaminya sambil membungkuk untuk mengamati situasi suaminya dalam lubang.
“Belum dinda, namun telah hampir kutemukan. Sabarlah sejenak dinda”
“Dia kepitingnya Mas. Jika telah menangkapnya” canda sang istri sambil membatasi dan menarik-narik benda yang tergantung di selangkangan sang suami sambil mengakak terbahak-bahak.

Nampaknya sang istri tidak berharap melepas ‘kepiting’ yang dicokoknya itu, bahkan dia kian memainkannya, mengelus dan mengocoknya sampai kepitingnya itu kian keras, membengkak dan membikin pinggul sang suami bergerak-gerak.

“Sudahlah dinda. Jangan ganggu saya dahulu. Kepitingku itu tidak susah dicokok sebab akan datang sendiri ke rumah, malah sejenak di rumah pasti kuserahkan untuk kau makan sepuasnya” canda sang suami.

Saya sang suami telah tidak bendung lagi dipermainkan kontolnya sementara sang istri tidak berharap stop memainkannya, bahkan terlihat menginginkannya dikala itu, karenanya sang suami menentukan keluar dahulu.

“Apabila gitu kita gantian cari kepitingnya dinda. Saya kecapean” kata sang suami sambil keluar dari lubang itu dan digantikan oleh si istri sesudah dia juga menelanjangi dirinya sebab takut akan dekil bajunya.
“Dia yang jaga di luar yah Mas. Bilang seandainya ada orang lain yang mengamati kita, namun jangan variasi-variasi loh..,” kata sang istri.

Sesudah posisi sang istri sama dengan posisi sang suami tadi, tiba-tiba sang suami menyentuh-raba bokongnya lalu turun ke selangkangan dan terus ke genitalia sang istri dan memainkannya seperti halnya dia dipermainkan tadi.

“Wah, ini ‘kepiting’ betinanya telah kutangkap dinda. Suara sekali dan pasti enak dimakan. Boleh saya makan dinda?” tanya sang suami sambil mengelus dan menikam-nusuk lubang genitalia istrinya yang sedang menungging dalam lubang.

Sang istri menonjol menikmatinya dengan menggerak-gerakkan pinggulnya dalam lubang. Sementara sang suami yang semenjak tadi terstimulus dari dalam lubang tidak berharap stop memainkan, malah adakalanya mengecup dan menjilatinya lalu mengatakan seandainya dia sedang memakan kepitingnya mentah-mentah.

“Ayo Mas. Mana kepitingnya? Adu donk ‘kepiting’nya dengan ‘kepiting’ku” canda sang istri namun menonjol serius sebab memang dia betul-betul telah terstimulus.

Sang suami langsung menasihati mulut ‘kepiting’nya ke mulut ‘kepiting’ sang istri lalu mengadunya. Hasilnya namun pasti, kedua buah langka itu saling bersentuhan di mulut lubang kepiting. Mula-mula sungguh-sungguh susah masuknya sebab ‘kepiting’ sang istri agak masuk ke dalam, tapi sebab sang istri paham dan memang memerlukannya, karenanya bokongnya malahan terdorong sedikit keluar sehingga berada di luar lubang sampai sang suami betul-betul gampang memasukkan kepala ‘kepiting’nya ke dalam mulut ‘kepiting’ sang istri. Melainkan yang dimunculkan dari pertarungan antara kedua ‘kepiting’ langka itu, betul-betul cantik dan terang terdengar sebab berada di mulut lubang, apalagi sedikit berair sebab percampuran antara air khas ‘kepiting’ dengan air sungai serta air lumpur.

“Akhh.. Uuhh.. Ikkhh.. Ookkhh.. Eennakk. Nikkmat sekali kepitingnya Mas. Terus.. Teruss.. Ayo hantam teruss Mass” erang si istri tersentak-sentak sambil menggerak-gerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Si suami juga mengerang hal yang serupa.

Mungkin sebab sang istri sudah merasa lelah menungging, dia minta sang suami untuk stop bergerak sebentar, namun sang suami tak menghiraukannya. Kamu sang istri menarik bokongnya masuk lebih dalam sehingga ‘kepiting’ sang suami dengan sendirinya keluar dan lepas dari lubang ‘kepiting’ sang istri, malah perut sang suami dengan keras menghantam mulut lubang yang disantroni sang istri hal yang demikian. Setelah tidak lama sesudah itu, sang istri kembali menjulurkan keluar bokongnya dalam situasi terbalik yaitu tengadah dalam lubang, sehingga mempermudah sang suami memasukkan kembali ‘kepiting’nya ke dalam mulut ‘kepiting’ sang istri. Pertarungan malahan diawali kembali yang diiringi dengan musik khas yang keluar dari pertarungan kedua ‘kepiting’ itu.

“Decak.. Decukk.. Decikk.. Plagg.. Plugghh.. Pologg” bunyi itulah yang mewarnai kesunyian di sungai itu yang dibarengi pula dengan bunyi napas saling mengejar dari kedua mulut pasangan suami istri yang sedang mengidamkan kepiting itu.
“Maass.. Mass, ‘kepiting’ku berharap pipis” kata sang istri dikala sang suami dengan gencarnya menghentakkan ‘kepiting’nya keluar masuk ke mulut ‘kepiting’ sang istri tanpa menghiraukan kata-kata sang istri.
“Biar saja pipis, sebab ‘kepiting’ku juga berharap pipis, biar berbarengan saja” kata sang suami sambil konsisten mempercepat kocokannya dan menyentuh-raba serta meremas-remas kedua benda kenyal yang ada di dada sang istri, sedangkan tanpa memandangnya sebab lokasinya agak ke dalam.
“Nnikkmatnnya kepitingnya yach” secara serentak kedua pasangan itu tiba-tiba menyuarakan kalimat yang sama dikala ‘kepiting’ keduanya berbarengan mengeluarkan cairan hangat yang dianggapnya sebagai air pipis ‘kepiting’.

Kamu keduanya tergolek di tempatnya masing-masng. Sang suami tergolek di luar lubang sementara sang istri di dalam lubang. Sesudah terdiam sebentar, sang istri lalu keluar dan mengecup pipi dan bibir sang suami yang masih tergolek di pinggir sungai.

“Mas, ayo bangun. Kita pulang aja yuk. Kita telah tangkap dan nikmati kepitingnya. Saya telah puas sekali dan tidak bergairah lagi mencari kepiting beneran” kata sang istri sambil membangunkan suaminya dengan bunyi sedikit berbisik di kupingnya.
“Wah kita terlalu jauh mencari kepiting dinda, meskipun ada kepiting yang kita bawa masing-masing. Lebih enak lagi memakannya, malah tidak pernah habis. Ayo dinda, nanti di rumah kita makan lagi kepiting ini.. Ha.. Hha.. Hha” kata sang suami sambil menata kembali bajunya bersama sang istri lalu keduanya mengakak terbahak sambil berpelukan dan berkecupan, lalu kembali ke rumah.

 di rumah, mereka kembali mengadu ‘kepiting’nya sebagian kali dengan posisi yang lebih membuatnya leluasa bergerak.  dikala itu, sang istri tidak pernah lagi minta suaminya untuk mencari kepiting di sungai dan semenjak itu pula kemauannya kepada kepiting sungguhan sirna.


Bermain sex dengan teman ibu saya

Agen Poker - Panggil saja saya Beni, dahulu saya memiliki kategori belajar yang senantiasa rutin belajar di salah satu rumah sahabat kami, Faris. Saya, Faris, Yadi dan Boby. Tiap-tiap ada tugas atau akan ulangan kami berempat senantiasa belajar kategori hingga menginap, sebab pada dikala itu, si kecil kelas satu masuk sekolah pada siang hari.

Temanku yang bernama Faris dari keluarga yang dapat dibilang kaya dibanding sahabat-sahabat yang lain. Ia yakni si kecil kedua dari 2 bersaudara alisa si kecil ragil. Ayahnya seorang pejabat Depkeu dan ibunya adalah dokter di salah satu RS ternama di kota S, kami umumnya memanggil dengan sebutan tante Imel. Seandainya belajar kami sampi malem otomatis kami bertiga menginap di rumah Faris. Bahkan kadang kami kerap kali diajak bertamasya sama keluarnya Faris.

Agen Slot - Rumah Faris terdiri dari dua lantai. Jika Faris telah tidur di kamarnya yang berada di lantai bawah, kami bertiga kerap kali mendiskusikan kakaknya yang bernama Mela.  yang kami diskusikan tak lain yakni wajah ayunya serta body seksi yang disertai kulit putih mulus terawat. Tetapi anehnya, saya malahan berminat memperhatikan tante Imel, yang usianya kaprah-kaprah 40tahun. Jika memperhatikan tante Imel muncullah impian fantasi sesku yang membikin darahku berdesir tidak menentu. Berhubung tante Imel adalah ibu kandung dari sahabat baikku jadi saya cuma dapat berimajinasi dan hanya dapat memendam rasa ini, saya tak berani cerita pada orang lain.

Semua member kelurga Faris penyuka olahraga, karenanya tiap-tiap pekan senantiasa diisi dengan kesibukan berolahraga. Terutamanya olahraga tenis. Kebetulan saya juga piawai dalam bidang tenis, karenanya saya senantiasa diajak bermain tenis bersama.

Di Baca Juga Sex Bebas Seorang Anak Kuliahan Di Kampus

Saya yang dianggap paling pintar, karenanya saya kerap kali dipasangkan dengan tente Imel seandainya bermain double. Tante Imel mempunyai body yang proporsional dengan tinggi badan sekitar 167cm, baju yang dikenakan tante Imel sewaktu bermain tenis memang senantiasa seksi. Dengan menerapkan rok pendek serta atasan teladan tank top. Kami kerap kali berpelukan serta bersentuhan seandainya kami memenangkan permainan. Dan itu membikin jantungku berdegub tidak menentu serta muncul impian sex kepada tante Imel. Kadang sesudah selesai olahraga, saya seketika masturbasi dengan membayangkan wajah dan tubuh tante Imel yang seksi.

Pada waktu malam pekan, sebab tidak mempunyai pacar saya menghabiskan malamku dengan berkeliling rumit memakai kendaraan beroda empat papaku sendirian. Seluruh temanku pada ngapel termasuk Faris. Ideal di depan rumah Faris, entah apa yang terjadi dengan kendaraan beroda empat yang kubawa tiba-tiba terbatuk-batuk seperti kehabisan BBM. Walaupun waktu itu hujan betul-betul lebatnya dan SPBU terdekat kaprah-kaprah 3km dari lokasi daerah mobilku mogok. Walhasil saya menetapkan untuk meminjam telpon di rumah Faris untuk menelpon papaku atau siapa saja untuk membantuku membelikan BBM.

Di Baca Juga :   Hotnya Tubuh Semok Bu Ria

Sambil hujan-hujanan saya berlari menuju rumah Faris, demikian itu hingga diteras rumahnya, tampak suasananya sepi tidak ada kendaraan beroda empat atau terdengar bunyi dari dalam rumah membuktikan jika rumahnya sedang kosong. Padahal demikian itu saya konsisten saja mencoba memencet bel rumah 2x, namun tidak lama kemudian terdengar bunyi dari dalam rumah.

“Ya…siapa?”. Itu mendengar jawaban itu hatiku seketika berdegub sebab saya betul-betul ketahui dengan bunyi itu
“Beni, tante…maaf tante malem-malem ganggu. Saya kehabisan bensin di depan rumah tante dan berniat berharap pinjam telpon untuk menghubungi papa aku” jawabku.
Kemudian terdengar bunyi langkah menuju pintu dan dikala pintu terbuka tampaklah sesosok wanita separo baya yang tampak betul-betul cantik.

“Beni…malem-malem gini hujan-hujanan, ayo masuk dahulu, seketika masuk saja ke kamar Faris utnuk cari pakaian ganti, terus jika telah selesai ke ruang tengah ya biar tante buatin teh anget” kata tante Imel.
Di dalam kamar dan berganti pakaian, saya masih terbayang tante Imel yang pada waktu malam itu menggunmakan gaun tidur yang tipis yang menampakkan tubuh seksinya.

Itu selesai ganti pakaian saya seketika menuju ruang tengah seperti yang diperintah tante Imel. Kuminum teh hangat bikinan tente Imel, dan kemudian bertanya padanya,

“Kog sepi tante pada kemana?”
“Om, lagi ke rumah saudaranya yang sedang sakit, meskipun Mela tadi dijemput pacarnya berharap diajak jalan dan Faris kau tau sendiri donk kemana ia” jelas tante Imel.
“Kog tante gak ikut serta Om?” tnyaku penasaran.
“Kebetulan mbak Minah(asisten rumah tante Imel) sedang ijin pulang kampung, jadi tante patut jaga rumah deh” jawabnya.
“Oh iya tante, saya berharap pinjem telpon jadi lupa nih” kataku.
“Hahahaa…emang kau lagi mikiran apa kog jadi lupa jika berharap pinjam telpon” kata tante Imel sambil ngakak.
“Hehehee…gak mikir apa-apa kog tante?” jawabku agak malu.

Saya seketika saja menuju ruang keluarga dan lantas telpon ke rumahku namun sama sekali tidak ada jawaban. AKu mencobanya berulang kali konsisten saja tidak ada yang menjawab telponku. Dari belakang tiba-tiba terdengar bunyi tante Imel,

“Gak diangkat Ben?” tanyanya.
“Gak tante, mungkin telah pada tidur” jawabku.
“Ya udah kau tunggu Faris aja, sembari nemenin tante” katanya.
“Iya tante” jawabku singkat.

Kemudian tante Imel mengajakku ke duduk di sofa depan Layar. Sebelum saya sempat duduk di sofa, tante Imel berkata padaku,

“Oya Ben, aku donk ajarin tante tolong Cellin Dion yang My Heart Will Go On, jari-jari atnte masih kagok untuk nyanyiannya-pindah”
“Kapan tante?” tanyaku.
“Kini aja yuk, mumpung kau disini…” ajaknya.

Kami berdua lalu berjalan menuju piano dan duduk berdampingan di kamu piano yang tak terlalu besar. Sebab saya aku perpindahan jari-jari tangan otomatis saya senantiasa senantiasa jari tante Imel yang halus dengan kuku yang terawat dengan memegang. Denyut jantungku terasa makin berdegub apalagi ditambah menghirup bau parfum dari tubuh tante Imel yang membikin batang kontolku jadi mengeras secara membuat.

“Lhoh Ben pelan suaramu jadi bergetar gitu, kau kedinginan ya?” tanya tante Imel.
“Gakpap kok tante, saya cuma…” jawabku terpotong.
“Jangan-jangan kau gak berharap ngajarin tante ya? Atau mungkin kau ada kamu malam pekan dengan pacar kau?” tante tanye Imel penasaran.
“Saya belum punya pacar tante, gak kayak Faris dan yang lainnya” jawabku.

Indah tante Imel aku merapat padaku dan tiba-tiba kepalanya bersandar di bahuku dan ia bertanya padaku,

“Ben, pernah gak Faris bercerita padamu jika ayahnya punya istri lagi yang jauh lebih seksi dan muda dari tante, usianya 27tahunan kaprah-kaprah”

Baca Juga : Olin Remaja Mau Jelita

Mendengar itu saya jadi aku separo mati masak sih ayahnya Faris punya istri lagi walaupun menurutku tante Imel nyaris padahal.

“Masak sih tante, jika saya lihat sih tante sama om mesra-mesraan terus” kataku.

Lagi-lagi duduk tante Imel aku merapat padaku, tangannya diletakkan diatas pahaku dan dengan tak sengaja tanganya tidak batang kontolku yang meraba tadi makin mengeras saja, tante Imel sejak lalu berteriak kecil,

“Ah…”. Tante Imel seketika menatapku yang menunduk malu. Dengan wajah sendu dan sensual ia kembali bertanya padaku,

“Ben, jawab jujur yaaah, kau telah pernah telah intim belum?”
Dan dengan aku dan gugup saya menjawab, “Be..be…belum pernah tante”
“Aku gak jika tante ajarin…sebagai gantinya kau ngajarin tante main piano” katanya.
Saya tidak kuasa menjawab pertanyaan tante Imel tidak namun tiba-tiba tente Imel seketika menyosor mulutku secara liar. Lidahnya terus lantas menjilat segala seluruh mulutku. Setibanya cuma itu tangannya sejak terus meremas bahkan dan rambutku.

“Beni sayang, ayo kita pindah ke kamar aja yuk” ajaknya. Mendengar itu saya aku aku bercampur kaget sebab karena lagi saya dapat dapat kehangatan tubuh tante Imel yang telah lama saya idamkan.

Selanjutnya di kamar tante Imel seketika mendorongku ke kasur dan menindih badanku. Tidak tante Imel seketika melucuti pakaian tidurnya dan terbentanglah toket montok dengan puting kemerahan. Dalm pakaian masih bengong, tiba-tiba tangan tante Imel menarik tanganku dan seketika lantas ke arah toketnya. Tanpa menyia-nyiakan waktu, saya seketika meremas dengan halus sambil memilin putingnya yang makin tegak dan mengeras.

“Sssthhh…oohhh…terus Ben, puasin tante Ben…” racaunya. Sadar saya masih menerapkan pakaian kemudian tante Imel lantas melucuti segala pakaianku dan mengelus-elus selakanganku dan mulai meremas lembut batang kontolku.
“Burungmu besar juga ya Ben…boleh gak tante jilat?”
“Boleh saja jika tante berharap…”

Dengan beringas tante Imel seketika turun dan mulai mejilati batang kontolku. AKu dapat kenikmatan yang luar menikmati sekali. Tante Imel menjilati dan mengulum kontolku dengan piawai sekali. Kurasakan kepala kontolku hingga tidak ujung kerongkongannya. Setibanya lama kemudian tante Imel tidak posisinya menjadi 69. Terlihatlah suatu mengubah panorama, bulu hitam dengan belahan merah dan segumpal daging merah kecil yang berkilau.

“Ayo jilat memek tante Ben” pintanya.

Tanpa sungkan-sungkan dan indah, seketika saja kuarahkan lidahku untuk menjelajah sambil terus menghirup harumnya lantas tante Imel yang bagaikan candu itu.

Dia permainan saling menjilat, tante Imel lantas lantas dan memintaku untuk berdiri sambil tangannya terus menggenggam batang kontolku dan berbaring ke arah memeknya.

“Ayo Ben, bermigrasi sekarang burungmu ke dalam lubang memekku” pintanya. Tante Imel membimbingku dengan menekan tubuhku masukan batang kontolku tidak ke bibir memeknya dan dengan sedikit dorongan alhasil ” Bleeesss….”

“Aaaahhh….” desah tante Imel memecah kesunyian.

Sambil terus menyodokkan kontolku tidak lupa saya meremas-remas toket tante Imel secara bergantian. Tanpa berkata apa-apa, tante Imel tiba-tiba membantingku dan menduduki tubuhku. Ia mulai bergerak turun naik memutar. Saya aku takjub saja memperhatikan keagresifan tante Imel ini. Untuk mengimbangi permainan tante Imel, kuangkat pinggulku melihat kontolku dapat masuk lebih dalam dan tidak lupa tanganku terus memilin putingnya. Mulut kami terus meracau dengan kata-kata yang tidak kepuasan, tante Imel memintaku untuk membalikkan badannya ke posisi semula sambil memintaku untuk menyodoknya lebih menampilkan. Tidak lama kurasakan batang kontolku aku kian dan memek tante Imel juga kurasakan hal yang sama. Usai lama kemudian tubuh kami mengejang dan seperti di komando kami berdua berteriak,

“Arrgghhh…aaahhh….oohhh….”

Dari kemaluanku kurasakan keluar cairan tidak dengan enak kenikmatan dari dalam memek tante Imel dan kami saling berpelukan erat dengan denyut yang memburu sambil terus nafas kenikmatan yang tak tidak dilukiskan dengan kata-kata yang baru saja saya raih bersama tante Imel. Wanita yang selama ini menjadi fantasi sex ku.

Dia adegan yang tidak mungkin kuhapuskan dari ingatanku, tante Imel bertanya,

“Gimana Ben, puas gak? jika lain waktu kita ulang lagi kau keberatan gak?”
“Puas banget tante…iya saya berharap, berharap tante butuh seketika saja kontak saya”
“Makasih ya” katanya sambil aku mesra pipiku.

Usai itu saya dan tante kembali aku dan kemudian kami berdua duduk di beres-beres menunggu Faris pulang untuk mengantarku mencari bensin.

Dia kejadian itu kami masih terus usai mengerjakan terlarang ini secara kekerabatan-kekerabatan.  ini mengumpet dikala saya menetapkan untuk menikah 4 tahun yang lalu.

Tante Imel sejak berpesan padaku, “Jangan pernah khianati istrimu, sebab tante telah dapat bagaimana sakitnya dikhianati suami.”

Dan hingga bermigrasi kami masih telah memegang, bersilaturrahmi dan saling memberi spirit di dikala kami merasa jatuh. Saya betul-betul menghormati mengerjakan ini, sebab pada dasarnya saya betul-betul menghargai tante Imel sebagai istri dan ibu yang memegang.

amarissa dance

Sex Dengan Ibu Kost Yang Hot

Cerita sex-Ini merupakan pengalaman aku dengan Bu Edi, tetangga aku, Waktu itu kaprah-kaprah jam 9 pagi aku berniat berkeinginan kerumahnya untuk membayar listrik sebab memang dibantu oleh beliau dengan menyalur listrik di rumahnya krn kebetulan belum pasang listrik sendiri…

Trus sesampai dirumahnya terbukti sepi sekali. Saya kaprah tak ada orang di rumah. Melainkan saya liat pagar tak dikunci, jadi inisiatif saya buka aja kemudian saya ketuk pintu rumah bu Edi…
“Pagi bu” sapaku
“Eh, mas leo…,masuk..”

Ceita Sex Terbaru - Saya malahan lantas masuk kedalam rumah, kulihat Bu Edi pagi itu demikian itu seksi dengan menerapkan daster tanpa lengan yang serba tipis dan mini sehingga tampak tubuh bu edi yang montok..”Wah kalo kayak gini dapat kacau ni otak…” kataku dalam hati

“Ini bu, aku berkeinginan bayar listrik untuk bulan ini dan bulan depan. Aku dobel aja, kebetulan ada rejeki…” saya mengawali diskusi.
“Oalah….mengapa kok pake didobel semua sih mas?? Gak apa2 kok bayar satu aja dahulu, khan tanggalnya jg msh muda gini, barangkali ada kebutuhan mendadak khan dapat digunakan dahulu…” katanya.

Di Baca Juga : Sex Dengan Liza Janda Binal

“Ah gak apa2 kok bu. Mumpung lagi ada aja. Ketimbang ntar kepakai bln depan aku jd linglung bayarnya….” Jawabku.

“Mas leo ini dapat aja..keadaan sulit itu mah mudah mas dapat dikontrol…lagian tetangga dekat aja kok. Santai aja lah” serunya ramah.

“Iya bu gak apa kok…dibayar dobel aja.” Kataku lagi.

“Kalo gitu tunggu ya,,ibu ambil catatannya dahulu..Oh iya mas leo berkeinginan minum apa? Panas apa dingin??” tanyanya lagi.

“Ah gak usah repot2 bu….bentar lagi juga pulang kok..” seruku.

“Udah gak apa2…kopi ya?? Biar gak buru2 pulang…” katanya lagi.

“Boleh deh bu, terima beri…..” jawabku sambil tersenyum.

Ibu Edi malahan lantas masuk kedapur, Sementara saya cuma terdiam sambil menghitung uang dari dompetku untuk memastikannya tak kurang.

Ibu Edi keluar dari dapur dengan membawa secangkir kopi.
“Silakan diminum mas…”

“Terima beri bu..” Jawabku.

Bu Edi duduk disampingku sambil membuka2 lembaran buku catatan pembayaran listrik bulan lalu. Saya mengecup bebauan wangi sekali, ditambah panorama cantik krn daster bu edi agak rendah sehingga saya dapat memandang belahan dadanya yg putih dan padat berisi. Nampaknya bu edi baru selesai mandi. Saya menikmati ****** saya mulai membesar memandang panorama yahud ini…

“Nah ini mas, totalnya masih sama seperti bulan kemarin, delapan puluh lima ribu. Jadi dibayar dobel kah?”

Saya agak kaget sebab pikiranku masih melayang entah kemana.
“Eh….oh…iya bu, jadi bayar dobel. Berarti totalnya berapa bu??” Jawabku sekenanya.
“Berarti ya seratus tujuh puluh ribu…” kata bu edi sambil senyum.
“Oh…eh….ii….iya bu aku bayar segala. Ini a…ada dua ratus ribu aku titipkan segala aja..” kataku gugup. Bagaimana tak. Saat menceritakan jumlah tadi, pose bu edi betul-betul menantang, dengan belahan dada yg terlihat terang dan paha yg menganga..

“Lho kok terkejut?? Mengapa?? Dibayar satu dahulu aja gak apa2 kok mas” katanya.
“eh…anu….nggak kok bu. Beneran aku ada kok. Aku bayar segala aja..” kataku sambil melirik belahan dada bu edi yg demikian itu menantang..

Nampaknya bu edi mengenal saya menyelidiki dadanya yg sekal itu..Melainkan bu edi cuma tersenyum tanpa berupaya menutupinya. “Ya udah kalo gitu gak apa2 deh. Emang mas leo liatin apa sih koq kayaknya jadi gak fokus gitu??”
“Oh…eh…nggak kok bu.., anu….” aduh saya mulai linglung, sementara bu edi tersenyum mengamati ku. “Kopinya diminum gih mas,, keburu dingin lho” serunya sambil tersenyum. “Permasalahan duitnya ntar aja deh, keliatannya mas leo lagi linglung gitu…” katanya sambil tersenyum badung.

Tiba2 bu edi meraba pahaku, “dari tadi ngliatin ini aja mengapa mas??” Tanya bu edi sambil menunjuk dadanya.
“Oh….eh….anu…itu….gak sengaja bu…” jawabku makin gugup
“Gak sengaja apa gak sengaja?? Koq diliatin terus hingga gak berkedip gitu..?” katanya sambil kian mendekat ke saya.
“Menyenangi ya???” Tanyanya lagi
“Berkeinginan??” saya kian tak dapat menjawab. Melainkan kontolku kian tegang krn bu edi mengelus-elus pahaku.

“Eh..m..m…maksud ibu??” Srup bibirnya bu edi lantas melibas bibirku dan tangannya meramas-remas ****** ku, pikiranku betul-betul kacau, saya masih linglung dan belum percaya kalo dikala ini saya berasmara dengan bu edi, yang senantiasa jadi fantasi sex ku. Birahiku malahan mulai bangkit, saya malahan mulai meremas-remas payudara bu edi yang tadinya cuma saya liatin saja. Kami saling melibas dan tangan bu edi terus meremas-remas kontolku. Tanganku malahan mulai menelusup dari jeda-jeda daster bu edi dan masuk ke dalam BHnya. Saya mainkan dan saya pilin-pilin puting susu bu edi yang mulai mengeras.

“Terus mas leo…ssshhs, nikmat banget..” dan tangan bu edi mulai membuka celana jeans ku, saya malahan membantunya dan kemudian kulepas kaosku sehigga sekarang tinggal cd yang merekat.

“Mas…kita ke kamar aja ya…jangan disini nanti diliat orang..” Dan kemudan mengecup bibirku.

Bu edi lantas masuk kekamar dan membuka dasternya, tubuh bu edi sekarang tinggal berbalutkan BH dan cd saja. Kemudian sambil menatapku badung bu edi mulai membuka bh dan cd nya. Sekarang bu edi sudah telanjang bulat dihadapanku…

“Wow bener2 seksi nih….” Gumamku sambil memelototi tubuh bu edi satu per satu dari atas hingga bawah. Tubuh bu edi memang betul-betul mulus, kulitnya putih, payudaranya demikian itu menantang dengan puting kemerahan yg mengacung. Apalagi memek bu edi, demikian itu cantik dengan klitoris yg kelihatan, serta tak ada satu helaipun bulu jembutnya..terlihat sehabis dicukur.

“Kok bahkan bengong mas leo….sini dong”

Bu Edi duduk di tepi ranjang dan kemudian saya mendekat dan menunduk mengecup bibirnya. Tangan bu edi melepaskan cd ku dan keluarlah kontolku.

“Waaahhh….. mas…ini besar banget, apa seperti ini ya kalo orang arab?” Kebetulan memang saya keturunan arab….”lebih besar dari punya suamiku nih….wah muat gak ya??” kata bu edi sambil mengelus-elus ****** ku, kadang-kadang dijilati ujung sampai buah pelirku jg tidak lepas dari jilatan bu edi.
Saya cuma terpejam merasakan servis dari bu edi ini. Bu edi kemudian berdiri dan menciumku kemudian turun kedadaku, putingku di hisap dan dijilati.
Ouh..bu nikmat banget bu, terus bu.

Kemudian bu edi berjongkok dihadapan ku dan menjilat kontolku seperti menjilat es krim.

Kemudian memasuk kan kontolku kemulutnya. Ia malahan mengulum kontolku dengan lihai. Sedap sekali rasanya, lebih enak dari hisapan istriku….

“ahh….Terus bu”, saya malahan mulai memompa kontolku didalam mulut bu edi sehingga mulut bu edi tampak penuh. Adakalanya bu edi menerapkan giginya untuk mengulum kontolku…aaaauuhhhh rasanya benar-benar enak.

Sekitar 10 menit bu edi mengoralku, sebelum kesudahannya menciumi buah pelirku, menjilatinya lalu berdiri dan kembali mengecup bibirku.

Terbukti bu edi betul-betul menyukai foreplay. Rupanya berkali-kali ia menjilat leher sampai belakang telingaku dan memainkan lidahnya di putingku. Bener-bener sensasi yang luar umum. Saya malahan tak tinggal membisu. Sekarang saya remasi payudara bu edi sambil saya jilat lehernya. Payudara nya jg tidak luput dari jilatan dan remasanku hingga saya mulai mengulum putingnya. Bu edi cuma mengeliat-mengeliat dan mendesah mendapatkan perlakuan ini dariku. Adakalanya saya gigit2 kecil putingnya dan bu edi melenguh enak maka….

Pelan saya baringkan bu edi sambil terus melumati payudaranya. Ciumanku turun ke perutnya..”Bener2 putih dan perfect tubuh ini” batinku. “Ahhhh…..sssssshshhh…..ouh…..terus mas….ahhhhh….nikmat banget lidahmu….ahhh….mas leo pinter…..eeehmm..” bu edi mengeliat.

Saya malahan menjulurkan lidahku ke memeknya, asin, terbukti cairannya bu edi banyak banget keluar. Memek yang kemerahan itu bener-bener berair oleh ludahku yg bercampur lendirnya..

Saya malahan mengangkangkan kakinya supaya dapat menjilat lebih dalam, ku jilat klitorisnya lalu saya kulum-kulum dan kadang-kadang kugigit perlahan-perlahan.
Ouch…enak banget mas……terus…..auhhh…ouhhh…, hisap terus mas…”
Saya malahan menjilatnya dan kemudian ku masukkan jari ku kadalam memeknya dan bu cantik malahan menggelinjang keenakan….
Ouch..mas….ahhhhhh….terusin mas…saya gak pernah senikmat ini……jari kau nikmat banget ahhh pinter mas…..shhhh…”
Tidak lama kemudian bu edi menjepit kepalaku dan menjambak rambutku dan saya malahan mepercepat permainan fucking finger ku di memeknya..
“Shhhhh…,uhhhhffff…saya berkeinginan keluar mas..oouuuuhh….hisap terus mas….,ohh……”
Akupun menghisap kuat kuat lubang kenikmatan itu dan “cret..cret..”
Cairan bu edi menyemprot mulutku dan saya malahan menjilatnya hingga bersih.

Bu edi keliatan lemas….saya malahan kembali berjongkok di atas kepala bu edi dan kembali ku sodorkan kontolku..

Bu edi malahan menghisap dengan kuat kontolku..saya membalikkan badanku sehingga posisi kami kini 69, saya membendung badanku dengan lutut dan terus memompa mulut bu edi. Sementara memek bu edi kembali berair dan saya terus mengelus elusnya.

Saya malahan membetuli posisiku dan sekarang kami sama-sama meringkuk..
Kulumat bibir bu edi yang sensual dan menggemaskan, sambil tanganku memainkan klitorisnya..

“Shh..uhf.. enak banget mas…aaahh….masukin kini mas….auuhhhh..cepet mas saya udah ga bendung nih..gatel banget rasanya.”

Bu edi malahan kusuruh mengangkang dan mengangkat kakinya kedepan sampai terlipat meraba payudaranya…

Sekarang bibir memek bu edi timbul keluar dan menganga seakan berteriak meminta dientot. Saya malahan memberi nasihat kontolku ke organ intim wanita bu edi dan mulai menggesek-friksinya..

”sssshhhh….aaahh…uuuhhh ayo maas masukin dong…ahhhhh”.. Saya malahan menancapkan kontolku dengan kencang masuk ke dalam organ intim wanita bu edi yang telah berair.

“Ouhhhh….perlahan-perlahan mas….ahhhhhhhhhh……kontolmu gede banget mas….”. Terbukti memek bu edi masih sempit dan nikmat banget kontolku serasa dipilin-pilin. Saya malahan memompa terus memek bu edi…kian lama kian kencang..

“Ouh..terus mas…..iih…ahhh….sshhhh…”. Kemudian saya stop dan menancapkan kontolku sedalam-dalamnya lalu saya diamkan…..saya ciumin payudara bu edi…lalu saya kulum putingnya…Dan secara tiba2 saya goyang lagi dengan gerakan menekan dan memutar. “Shhhhhh…..ahhhhhh,,,masss pinter banget kau…a.oooohhh…..nikmat mas….” Bu edi meracau tidak karuan. Kemudian tubuh bu edi mengejang dan kontolku terasa dijepit kuat sekali..

“Ouh..saya keluar lagi mas…..nikmat mas…..nikmat banget,”
Saya malahan membalikkan badan bu edi dan terbukti bu edi lantas paham apa mauku dan ia malahan lantas menungging dan sekarang kami dogy style..saya malahan memasukan kontolku kedalam memek bu edi.. “Ouhh…..mas….kau kuat banget….ahhhhhh…..leo…..terus sayang…..enak banget ”

Saya terus memompa memek bu edi sambil meremas-remas payudara bu edi yang bergelantungan..

”Ouh..ahh..terus mas….,saya gak bendung lagi mas….ahhhhh….. “ rintih bu edi. Saya malahan merasa ada yang berkeinginan keluar dari kontolku,,,,saya kian mempercepat kocokanku di memek bu edi. “huffft….aahhh….oh….sayang….saya berkeinginan keluar nih…” seruku. Saya tidak peduli lagi dengan beda umur kami. Saya panggil bu edi dengan sayang. “ahhhh….uuhhh….iya sayang gak apa-apa terusin aja….shhhshhhh…” teriaknya. Ternyata tidak bisa kutahan lebih lama lagi. Dengan tikaman terakhir saya stop dan cret…cret…..cret….ahhhh…..sayang…..uuuhhhh” teriakku mengiringi semprotan spermaku ke memek bu edi. “Auuuuuuuhhhh……oooooohhhh……” rintih bu edi. Saya merasa ada rasa hangat di sekujur kontolku…nampaknya bu edi orgasme lagi..
“aahh….” Kami berdua rebahan di kasur…bu edi tersenyum puas…lalu saya cium bibirnya…..
“makasih mas……nikmat bgt…..” ujar bu edi.
“Iya sayang….saya juga merasa nikmat bgt….puaaaassss sama km….” seruku sambil lalu mengulum bibirnya lagi. Tanganku mulai menyentuh payudaranya lagi.
“mas….aahhhh udah dahulu mas…..capek….ssshhh..”
“Iya sayang,,,,saya cm gemes aja sama ini …” jawabku sambil mencubit payudaranya..

Kami malahan berpakaian lagi. Saat hendak pamit, bu edi melibas bibirku dan meremas kontolku….
“Uangnya dibawa aja dahulu ya…..bln depan aja bayarnya…..” kata bu edi di sela2 kecupan kami.
“Saya balas meremas payudaranya lalu saya kulum lagi bibirnya.
“kalo bulan depan kelamaan….ini gak betah “ kataku sambil menunjuk kontolku.
“Iya mudah….ntar saya sms kalo rumah lagi sepi….ok sayang…..”jawabnya..
“Dengan bersuka ria hati” jawabku dan saya kulum bibirnya lagi sambil saya maikan puting payudaranya….


Saya malahan pamitan pulang. Semenjak itu kami jadi kerap kali ML kalo rumah bu edi lagi sepi. Pun pernah juga di hotel kalo bener2 gak bendung tetapi di rumah lagi ada si kecil-buah hatinya. Dan saya juga kerap kali dibebaskan bayar listrik sebab bu edi puas dengan pelayanan yang saya berikan…

Cerita Sex-Pada kans ini kami berkeinginan mencoba memberikan terhadap anda sebuah cerita dewasa terupdate, mungkin saja ada diantara anda yang menyenangi membaca mengenai cerita yang beraroma porno. Untuk itu kami berkeinginan memberikan sedikit cerita ini, lantas saja jikalau semacam itu anda lihat Cerita Dewasa Sekertarisku yakni Pemuasku yang akan kami berikan dibawah ini.

ini berawal dari waktu saya lulus dari perguaruan tinggi dan saya mulai mencari profesi, orang tuakupun menginjinkan saya merantau mencari profesi, mungkin berdasarkan orang tuaku saya telah dewasa, telah tahu bagus dan buruknya kehidupan. singakt cerita nasib mujurpun saya dapati dari daerah saya berprofesi yang sekian lama. Cerita nya saya diangkat dengan atasanku sebagai kepala cabang di sebuah kawasan. Pada permulaan bulan senantiasa menyampaikan pagi yang menawan. masa laporan bertumpuk-tumpuk sudah melalui, mana kantong juga masih tebal. dunia sudah melayaniku dengan amat memuaskan dan merubahku dari seorang lelaki kampung yang lugu menjadi laki –laki kampong yang liar.

Cerita Sex Terbaru - Posisi kantorku ada di lantai belasan. dengan ruang di pojokan dan panorama penuh ke arah jalur. pagi hari mataku dibasuh oleh lalu lalang paha yang mulus dan dada penuh wanita wanita karir yang terpampang di lensa mataku. dasar wanita, senantiasa berkeinginan dikagumi. dan saya tidak malu untuk mengakui kalau senantiasa saya mengagumi mereka. dan tentu merasakan pula. dengan teropongku. dan dengan yang lain pula.

perusahaan daerah saya hidup bukanlah yang terbesar diantara ribuan perusahaan yang sama yang ada di jakarta. melainkan terang bukan yang terkecil, sebab perusahaan ini sudah sependapat membayarku dengan gaji yang lumayan tinggi. sedangkan untuk itu saya wajib menyerahkan segalanya. semua waktuku, meninggalkan hobbyku, sahabatku, dan semuanya.

Di Baca Juga : Bermain Sex Dengan Anak Pembantu Yang Bohay

sebab itu saya senantiasa merasa untuk wajib mempunyai sesuatu kesibukan yang dapat meredakan tekanan ini. dan sebab terang waktuku sudah dibeli lunas perusahaan daerah saya berprofesi, Untuk menghilangkan kejenuhan profesi yang terlalu banyak, saya mulai mencari hiburan melewati berselancar website seks yang mungkin dapat memuaskan saya. lalu tak lagi. menghadirkan website \\\"Cerita dewasa\\\" cukup yang cukup menghibur. lalu tak terlalu lagi. karenanya berkeinginan tak berkeinginan saya menyampaikan perlombaan mengasyikan ideal di meja kerjaku. dan siapa lagi bintang utamanya jikalau bukan saya. dan tentu saja salah seorang buah hati buah, Sekretarisku “Nofi”, ia seorang dari kota yang sama denganku.

Mulanya asal usulan yang sama membikin kami merasa lebih dekat dibanding dengan sahabat yang lain. saya membikin kans untuk menjadi lebih dekat. lalu bobot profesi yang sama. membikin kami kian dekat, tapi terang buatku untuk berpacaran bukanlah suatu opsi. saya tidak berkeinginan terikat untuk sementara waktu.

Di Baca Juga : Sex Dengan Mila Nungging

dahulu saya merasa rambutnya yang panjang dan senantiasa harum itu semacam itu menarik. saya katakan itu padanya dan kami menjadi kian dekat. lalu saya juga merasa matanya yakni mata terindah yang pernah saya temui. saya juga katakan itu dan kami juga kian dekat. terakhir saya mulai merasa jikalau dadanya yang sedang sedang saja itulah yang paling menawan di dunia, juga bokong yang kelihatan di bawah pinggang yang ramping itu. apalagi jikalau ke bawah lagi, pahanya putih mulus hingga kaki terbungkus sepatu hak tinggi itu yakni kekuatan tarik yang tidak bisa kutahan lagi. tapi ini tak saya katakan.

Kadang-kadang saya tersenyum sendiri menghirup kopi. lalu meraih sebuah laporan di mejaku. Sebagian dikala mataku terpaku, membayangkan tubuh menawan Nofi tanpa busana dan meliuk liuk dan hayalanku kian jauh.
Saya memastikan menghubungi nofi dengan alasan soal laporan, bunyi merdu kembali bergumam akrab, berisi penjelasan dan sedikit gurau. ia memang tak pernah canggung menghadapiku. pengakuannya saya sudah dianggapnya sebagai saudara tuanya sendiri. dan pengakuanku saya menganggapnya sebagai korban yang potensial. tentu saja cukup pengakuan dalam hati.

‘udah kau kesini aja terangin lantas. saya gak nyambung.’
ceklek. telfon kututup. kans kubuka.
tak lama menungu si sintal itu datang. blazer tanpa dalaman membikin saya terkesiap. juga milikku. da di du ia membeberkan ini itu sambil duduk didepanku. mataku berprofesi keras, ke wajahnya biar ia tankap keseriusanku, sejenak ke belahan dadanya.

saya menghela napas, menonjolkan ketidaknyamanan atas keterangannya dan posisi duduk kami.
‘udah, coba kau ke samping sini, terangkan lagi, gak sedap ngeliat huruf terbalik.’
ia beranjak, lalu pidah ke sampingku. bagiku gerakannya seperti potongan film bioskop dalam gerak lambat mengelilingi meja besar milikku dan berdiri disampingku. lalu merunduk. tubuh kami semacam itu dekat. Lalu nofi kembali menyerocos membeberkan laporan tanpa keadaan sulit itu. sambil memainkan kata oh ini, oh itu, tangan kananku hinggap di pinggulnya. entah ia sadar ata tak, yang terang yanti membisu saja.

gerakan tanganku yang mulai badung, dan menyentuh kawasan pinggul menawan itu.
yanti tiba tiba membisu.
‘pak …’, protesnya. sambil mendelik.
‘sst…’, kataku sambil tersenyum dan sambil melanjutkan kesibukan tanganku, melainkan kali ini agak ke bawah.
‘pak, aku tak menyenangi …’
hmmmp, kuraih pundaknya yang rendah sebab merunduk, kutarik dan xxx dengan lidahku yang mendidih. ia menolak. wajar. namanya juga pembukaan.
dikala rongga mulutku dipenuhi oleh daun alat pendengarnya ia berbisik.
‘jangan pak ..’

saya tidak peduli. pegangan tangan kiriku di rambutnya kupererat mencegah leher levelnya menjauh dari bibirku yang lapar. tangan kananku membasuh punggungnya, bokongnya juga pahanya. lalu kubisikkan.‘saya sayang kau nof’, tentu saja itu gombal,’amat sayang’.
entah bagaimana rincinya, namun saya rasa perubahan itu berlangsung cuma sebagian menit. dan sekarang kami sudah saling berpagutan. bibir kami mengeluarkan jurus jurus andalan dan pamungkas seolah saling berupaya untuk menumbangkan. dan tanganku … saya tidak ingat sudah kemana saja. yang pasti bokong itu sekarang kuremas tanpa terhalang lagi oleh rok span yng diaplikasikan nofi, matanya terpejam penuh penghayatan. napasnya memburu deras. tangan kirinya bergantung di meja dan tangan kanannya menjambak rambutku. tubuhnya masih meliuk liuk penuh sensasi.

kami bergumul kian liar. lonjakan lonjakan kami kian tidak terkontrol. gelombang itu tidak bisa terbendung lagi. terasa panas seolah ada diubun ubun. lalu kurengkuh tubuhnya dengan amat erat. kami saling menempel dengan amat erat.
kami berpelukan lama. melepas ketgangan ini. dan berangsur cicil mengembalikan kesadaran kami. ruangan yang tadinya kelihatan melarikan diri sedikit demi sedikit menjadi terang.
meja, tempat duduk, deretan sebagai saksi bisu.

Mulai dikala itu Nofi sekretarisku yakni pemuas nafsuku, entah hingga kapan hubunga ini akan usai

#agenonline, #agenjudionline, #judionline, #agentaruhanjudionline, #situstaruhanjudi,
#judi bola,#situs judi bola,#judi bola online,#agen judi bola,#bandar judi bola terbesar di dunia
Cerita Sex -Sesudah kejadian kemarin yang saya share terhadap pembaca dewasa “mesum didalam kendaraan beroda empat” ketika itu saya sedang makan di kantin bersama Sinta, kami berkelakar sambil gosipin menunggu jam kuliah masuk, ketika itu pukul 13.00 dapat kebayang jam seperti itu kantin pasti penuh, saking asyknya kita berkelakar saya dikejutkan dengan seseorang yang menpuk pundakku.

Hari itu Cantik tampil dengan penampilan barunya merupakan rambutnya yang panjang itu dicat cokelat sehingga terlihat seperti cewek indo. Ia menonjol seperti itu cantik dengan pakaian pink yang bahunya terbuka dipadu celana panjang putih.

Dengan sifat Cantik yang gaul itu mereka pesat akrab dan omongannya nyambung.“Dasar aligator darat” seperti itu gumamku dalam hati sambil menyedot minumanku.Tidak lama kemudian HP Sinta berdering lalu ia pamitan sebab ada komitmen berharap melakukan tugas klasifikasi dengan sahabatnya di perpustakaan..

“Ke kost gua gimana ? gua sih dah beres ga ada apa-apa lagi” usulan DimasKami bahkan mengiyakan ketimbang menunggu dua jam lebih di kampus, di kostnya kan banyak film jadi dapat nonton dahulu. Kami bahkan berjalan ke gerbang samping yang menuju ke kostnya sesudah membayar makan.

Cuma dalam lima menit kami telah tiba di tujuan. Kostnya cukup besar dan baik sebab termasuk kost yang mahal di tempat sini, terdiri dari dua tingkat dengan kamar mandi di kamar masing-masing.

Cerita Sex Terbaru -Penghuninya campur pria-wanita, melainkan berdasarkan Dimas lebih dari setengahnya wanita, makannya ia betah di sini.“Welcome to my room, sori yah rada semrawut” ia membukakan pintu dan mempersilahkan kami masuk ke kamarnya di tingkat dua.

Saya bukan pertama kalinya saya ke sini, saya malah pernah ML disini ketika one night stand dengannya. Pada temboknya terpampang sebagian poster pemain sepak bola, juga ada sebuah poster anime Kenshin. Foto pacarnya yang kuliah di luar negri dipajang diatas meja belajarnya yang sedikit acak-acakan.

Kami ngobrol-ngobrol sambil merasakan snack sampai alhasil obrolan kami mulai menjurus ke dilema seks. Dimas tanpa basa-basi menawarkan nonton film bokep koleksinya, dipilihnya salah satu vcd bokep Jepang unggulannya.

Di Baca Juga : Sex Janda Bertubuh mungil Bersama Cika

Saya tak ingat judulnya, yang pasti adegannya membuatku merinding. Kami bertiga tenang menatapi layar komputer seakan terhanyut dalam adegan yang pemerkosaan masal seorang wanita oleh sebagian pria, air mani pria-pria itu berhamburan membasahi si wanita.

Darahku serasa memanas dan selangkanganku mulai berair. Cantik di sebelahku juga mulai gundah, ia menonjol menggesek-gesekkan kedua pahanya. Dan, si Dimas….oh ia meremas-remas tangan Cantik, ia juga mulai berani mengelus lengannya.

Memandang respons Cantik yang malu-malu berharap dan telah terstimulasi berat, Dimas makin berani mendekatkan mulutnya ke pundak Cantik yang terbuka. Cantik menggelinjang kecil menikmati tiupan napas Dimas pada leher dan pundaknya.

Sebab telah merasa horny, ditambah lagi Dimas dan Cantik mulai beraksi, akupun tak malu-malu lagi mengekspresikan nafsuku pada Cantik yang duduk paling dekat denganku. Tanganku merayap melewati komponen bawah pakaiannya dan terus menyelinap ke balik bra-nya.

Saya bisa menikmati putingnya makin mengeras saat kumain-mainkan dengan jariku. Mulutku saling berpagutan dengannya, lidah kami saling bertarung dan bertukar air liur. Sementara di sebelah sana, Dimas mulai menjilati leher dan pundaknya, disibakkannya rambut panjang itu lalu dihirupnya wangi tubuhnya sebelum cupangannya berlanjut ke leher dan belakang kupingnya.

Cantik mendesah terbendung merasakan perlakuan ini, tangannya mulai bergerak meraih penis Dimas yang masih tertutup celana jeansnya, disentuh-rabanya benda yang telah mengeras itu dari luar. Kecupan Dimas menurun lagi ke bahu Cantik sambil menurunkan baju dengan bahu terbuka itu secara pelan-lahan, suatu sistem profesional dan erotis dalam menelanjangi seorang wanita.

Saya juga ikut serta menurunkan baju Cantik dari sebelah kiri sehingga baju itu kini menggantung di perutnya. Dengan cekatan Dimas menurunkan cup BH kanannya dan lantas melibasnya dengan rakus.

Cantik melenguh menikmati payudaranya dihisap kuat oleh Dimas. Saya kini melepaskan pakaianku sendiri sampai bugil lalu mendekati Dimas yang telah merebahkan tubuh Cantik di ranjangnya. Kupeluk pinggangnya dari belakang dan melepaskan sabuknya disusul resleting celananya.

Dimas stop sebentar untuk membiarkanku melucuti dirinya, disaat yang sama Cantik juga melepasi bajunya. Sekarang kami bertiga telah telanjang bulat. Kami memerintah Dimas rebahan di ranjang supaya dapat menservis penisnya. Penis yang telah mengeras kukocok dan kujilati, lalu kumasukkan ke mulutku.

Bersama dengan Cantik, kami bergantian melayani ‘adik’ Dimas dengan jilatan dan emutan. Cantik menjalankan aktivitasnya dengan terngkurap diatas tubuh Dimas dengan kata lain mereka dalam posisi 69, jadi Dimas dapat merasakan Miss V Cantik sementara kami berdua merasakan penisnya.

Dimas amat merasakan Miss V Cantik, hal ini terlihat dari sistem ia menjilat dan menyedot liang itu, sesekali bunyi hisapannya terdengar terang sehingga membikin Cantik mengerang pendek. Sebagian menit kemudian Cantik mengerang lebih panjang dan bunyi seruput Dimas terdengar lebih terang, terbukti Cantik telah menempuh orgasme pertama.

Dimas mengganti posisi, Cantik diperintah tengkurap di ranjang dan bokongnya diangkat menungging, Dimas sendiri mengambil posisi di belakangnya dan menasehati senjatanya ke Miss V Cantik. Cantik merintih sambil meremas sprei merasakan penis Dimas melesak masuk membelah bibir bawahnya.

Dikala penis itu masuk beberapa, Dimas menghentakkan pinggulnya dengan bertenaga sehingga penisnya amblas seluruhnya dalam Miss V Cantik. Tubuhnya tersentak perlahan dengan mata membelakak dicontoh dengan erangan nikmatnya.

Dimas memompa Cantik dengan gerakan-gerakan yang mantap dan erotis sehingga Cantik tak cakap berkata apa-apa kecuali mengap-mengap keenakan. Kedua tangannya menjelajahi payudara Cantik yang berukuran sedang melainkan padat, kedua putingnya dipencet-pencet atau dipelintir.

Saya sendiri yang tak bendung cuma menonton mengambil posisi berselonjor di depan Cantik, kedua pahaku kubuka lebar dan kudekatkan ke wajah Cantik.“Dah…jilatin punya gua yah…ga bendung nih !”Cantik mulai menjilati paha dan vaginaku, lidahnya menarikan-nari menggelikitik klitorisku yang telah menegang sementara tangannya meraih payudaraku dan mencubit-cubit putingku.

Lidah Cantik memberi stimulasi tidak terkira pada kemaluanku sehingga saya tak bendung untuk tidak mendesah. Desahan kami bertiga bahkan terdengar memenuhi kamar ini. Kami berganti posisi menjadi woman on top, Cantik bergoyang di atas penis Dimas dan saya naik ke wajah Dimas berhadapan dengan Cantik, sekarang vaginaku dilayani oleh Dimas dengan lidahnya.

Sambil terus bergoyang saya berkecupan dengan Cantik, saya kembali merasakan lidah sesama jenisku, kami bercipokan sambil mengeluarkan desahan-desahan terbendung. Kecupan Cantik terus turun ke leherku sampai stop di payudara kananku, sebuah gigitan kecil disertai hisapan pada tempat itu membuatku menggeliat, disusul tangan Dimas menjulur dari bawah mencaplok yang kiri.

Ooohh…sepertinya komponen sensitifku diserang segala, lidah Dimas yang dikeraskan itu melesak masuk lebih dalam dan bergoyang menggelikitik dinding kemaluanku, tangannya yang satu meremas dan terkadang menepuk pantatku yang sekal.

Saya kian erat mendekap Cantik sambil satu tanganku meremas payudaranya. Tidak lama kemudian saya merasa sesuatu yang mendesak keluar dari bawah sana, ahh…saya tidak cakap lagi membendung cairan cinta yang mulai membasahi vaginaku.

Hal yang sama juga dialami Cantik tidak lama kemudian, ia melepas emutannya pada putingku, napasnya makin memburu dan ia menaik-turunkan tubuhnya dengan lebih pesat.

Tubuh kami berdua mengejang hebat dan erangan klimaks keluar dari mulut kami. Dimas menikam-nusukkan jarinya ke vaginaku membikin cairan itu makin membanjir dan tubuhku makin tidak terkendali, saya mendesah panjang tanpa mempedulikan rasa sakit dari kuku Cantik yang mencakar lenganku.

Cairanku diseruput Dimas dengan rakusnya, Miss V Cantik juga mengeluarkan banyak cairan sehingga memunculkan suara kecipak air. Goyangan kami mulai mereda, kami berpelukan merasakan sisa-sisa orgasme barusan, kami menghimpun napas kami yang kacau balau, peluh seperti embun membasahi dahi dan tubuh kami.

Akibatnya kujatuhkan diriku ke samping dan Cantik jatuh di dekapan Dimas. Dimas menoleh ke samping bertatapan muka denganku lalu memaksimalkan senyum, terlihat mulutnya masih berair oleh cairan cintaku. Hebat juga ia, dapat membikin dua wanita klimaks dalam waktu hampir berbarengan, seperti itu pujiku dalam hati.

“Gimana girls, ready for next round ? gua belum keluar nih” katanya sambil mengelus rambut panjang Cantik.

“Hhhh…lu duaan aja dahulu deh, gua kumpul daya dahulu. Heh sialan lu Ndah, gunakan cakar-cakaran semua sakit tau, nih !” omelku menunjukkan bekas cakaran di lengan kiriku yang sedikit berdarah sambil mencubit lengannya.

“Hihihi…sory dong Ci, tadi kan kita lagi lupa daratan lagi, yang penting kan enjoy juga” jawabnya santai sambil tersenyum kecil.Sejenak kemudian Dimas telah membalikkan tubuh Cantik menjadi tengadah dibawahnya, lalu kembali penisnya dimasukkan ke Miss V Cantik diiringi desahannya.

Ranjang ini telah mulai bergetar lagi oleh goyangan tubuh mereka. Sambil menggenjot Dimas meraih payudaraku dan memencetnya lembut sebagai sinyal mengajakku seketika bergabung.“Ntar yah, gua mo minum dahulu nih, haus” kataku sambil bangkit berdiri dan mengambil sebuah gelas, saya membuka kran dispenser yang berlokasi di dekat jendela untuk mengisi air.

Dikala sedang meneguk air tiba-tiba saya mendengar bunyi kresek-kresek di pintu. Kutajamkan pendengaranku dan memandang ada seperti bayang-bayang di celah bawah pintu, pasti seseorang mengintip kami pikirku.

Saya tadinya bermaksud memberitahu mereka, melainkan sebaiknya kuselidiki sendiri sebab mereka sedang sibuk berpacu dengan nafsu hingga tak seperti itu menghiraukanku. Kusingkap sedikit tirai jendela untuk memandang siapa di luar sana, ada seseorang pria sedang melekatkan kupingnya pada pintu, ia juga berupaya mencari-cari lubang untuk mengintip, melainkan wajahnya tak terang.

Dalam pikiranku terbesit sebaiknya kuajak saja ia untuk meramaikan, mumpung saya daritadi belum disantroni penis sebab Dimas sedang asyik menggumuli Cantik. Karenanya sebelumnya saya memandang dahulu sekeliling apa ada orang lain lagi kecuali ia, letak kamar ini cukup strategis agak ujung dan jauh dari keramaian,

Sesudah yakin tak ada siapa saja lagi kecuali pengintip ini kuberanikan diri membuka pintu mengagetkannya. Perlahan-perlahan gagang pintu kuputar dan…hiya…orang itu terdorong masuk sebab sedang menyandarkan tubuhnya pada pintu, dengan cekatan pintu kembali kututup. Orang itu benar-benar kaget, keder, dan terstimulasi memandang sekelilingnya bugil dan ada yang bersenggama pula.

Dimas dan Cantik yang sedang berasyik-masyuk kontan ikut serta kaget, Cantik menyambar guling untuk menutupi tubuhnya dan menjerit kecil. Baru-baru saya tahu ia ialah kacung di kost ini, namanya Dadan, usianya masih 17 tahun, buah hatinya tinggi kurus dan berkulit sawo matang.

Tadinya ia hanya berharap mengambil barang di gudang yang kebetulan mesti melewati kamar ini, saat itu lah ia mendengar bunyi-bunyi aneh dan tersulut untuk mendengar dan mengintipnya. Ia lantas tertunduk-patuh meminta maaf berkali-kali sebab dimarahi Dimas yang merasa gusar diintip olehnya.

Tetapi saat Dimas merenggut kerah pakaian pemuda itu dan hendak memukulnya buru-buru saya mencegah dan menenangkan si Dimas yang bertemperamen tinggi.

“Ehhh…udah-udah, ia kan ga sengaja tadi, kita juga yang salah terlalu keras suaranya…udah lu sana aja terusin pestanya sama Cantik, biar ia gua yang urus, lagian di sini kurang cowoknya” bujukku mengedipkan sebelah mata pada Dimas.

Kuelus-elus dada Dimas dan berupaya menenangkannya, sesudah kubujuk-bujuk alhasil ia mundur juga.“Hening Mas, lu orang terusin aja, biar gua urus yang ini”

Akupun tersenyum padanya mencoba mengajak bicara sambil memegangi kedua lengannya, kurasakan tubuhnya masih agak gemetar dan tertunduk, entah sebab tegang, terkejut, atau malu.

“Nama lu Dadan ya ?” tanyaku dengan lembut dan dijawab dengan anggukan kepalanya.“Lu tadi udah ngeliat apa aja Dan ?” tanyaku lebih lanjut

“Belum liat apa-apa kok Non, sumpah…aku hanya denger bunyi-bunyi terus aku cari tau” jawabnya terbata-bata

“Terus kau tau apa yang kita kerjain barusan itu ?” dijawab lagi dengan anggukan kepala“Kau pernah ngerasain ngentot sebelumnya ?”

“Nggak pernah Non, paling hanya liat di VCD sambil coli”

“Ya udah Dan, berhubung kau udah disini gimana seandainya mbak ajarin kau soal gituan” saya tersenyum lagi dan mengangkat wajahnya yang tertunduk, sedangkan gugup melainkan matanya terus ke arah tubuhku yang polos, sejenak-sejenak juga memandang ke arah Cantik

“Sini Mbak bukain pakaiannya, biar enakan, ayo…jangan malu-malu disini segala bugil kok !” kulucuti bajunya tanpa menunggu responnya, ia masih malu-malu menutupi penisnya dengan tangan.

Kutepis tangannya dan kugenggam penis yang masih separo tegang itu, saya berlutut di depannya dan mulai menjilati benda itu, kemasukkan komponen kepalanya ke mulutku dan kuemut perlahan. Saya melirik ke atas memandang respons wajahnya dengan mata merem-melek dan menelan air liur melihat saya mengoralnya.

Makin kukocok benda itu terasa makin keras dan besar, memang ga jumbo size sih, namanya juga ABG, melainkan kerasnya lumayan.“Hmmmhhh…Mbak…geli mbak !” erangnya gemetaran.“Udah jangan ceriwis, diberikan nikmat gratisan pun bawel, nanti juga ketagihan kok” jawabku.

Tiba-tiba terdengarlah bunyi musik heavy metal mengalun di kamar ini, sambil terus menyepong kulirikkan bola mataku ke arah bunyi. Rupanya si Dimas menyalakan MP3 di komputernya dan menyetel volume suaranya untuk meredam bunyi kami.

Kemudian mereka yang tadinya melongo memperhatikanku mengerjai buah hati muda telah mulai lagi dengan aktivitas mereka. Sekarang Dimas menaikkan kedua tungkai Cantik ke bahunya dan kembali melesakkan penisnya ke vaginanya.

Sesudah sebagian kumainkan dalam mulutku, penis itu mulai berkedut-kedut, pemiliknya juga mendesah makin tidak karuan. Akupun kian dalam menelan benda itu sampai meraba daging lunak di tenggorokanku.

“Mbak…ohhh…enakk banget mbak…aahhh !” desahnya panjang berbarengan dengan spermanya yang ngecret di dalam mulutkuPipiku hingga kempot mengisap dan menelan cairan itu dengan enak, tidak setetes bahkan ketinggalan. Kemudian akupun bangkit berdiri sambil konsisten menggenggam penisnya yang masih ngaceng melainkan agak berkurang tegangnya.

“Gimana Dan, pernah diginiin ga sama cewek sebelumnya, rasanya gimana ?” tanyaku dengan senyum badung.“Baru pertama kali mbak…he-eh emang nikmat banget” katanya masih dengan napas terengah-engah.

“Saya baru pemanasan Dan, masih banyak yang lebih nikmat kok, yuk sini deh !” kataku seraya menaikkan bokong ke meja belajar dan mekangkangkan kedua belah paha mulusku.Kubimbing penisnya ke arah vaginaku yang terungkap lebar, sesudah pas target kusuruh ia menggerakkan pinggulnya ke depan.

Blesss….terbenamlah penis itu ke dalamku diiringi desahan enak kami. Tanpa kuajari lagi ia mulai menggerak-gerakkan pinggulnya maju-mundur, sodokannya sedangkan terasa makin mantap melainkan rasanya masih ada yang kurang merupakan ia tak memberi stimulasi pada komponen sensitifku lainnya, maklumlah namanya juga perjaka, masih amatiran.

Saya mesti terus berinisiatif mengajarinya, karenanya kutarik kepalanya mendekati payudaraku yang membusung, kusuruh ia mengeyotnya sepuas hati. Barulah ia mulai berani menjilati dan mengulum payudaraku, malah tangan satunya sekarang aktif menggerayangi payudaraku yang lain.


Entah sebab terlalu nafsu atau kelepasan ia gigit putingku yang kanan dengan cukup keras, hingga saya menjerit.“Aakkhh…Dan sakit, jangan keras-keras dong !”Di seberang sana Cantik telah diwujudkan orgasme entah yang keberapa kalinya.

Tidak hingga lima menit selanjutnya Dimas bahkan mendesah panjang menempuh klimaksnya, ia mencabut penisnya dari Miss V Cantik dan menumpahkan isinya diatas perut rata Cantik. Merekapun ambrol bersebelahan, Cantik mengusap-ngusapkan air mani itu ke tubuhnya dan menjilati sisi-sisanya di jari.

Dadan masih terus menyodokku dari depan, gairahku makin memuncak saja, vaginaku terasa makin panas pengaruh friksi dengan penisnya, bunyi erangan kami terlarut bersama dengan dentuman musik rock dari komputer.

Bosan dengan posisi ini, ia memintaku ganti gaya. Saya kami menjalankannya dengan gaya berdiri, saya berpegangan pada tepi meja sambil disodok dari belakang, dengan posisi demikian tangannya lebih bebas menggerayangi payudaraku yang bertumpu, putingku dipencet dan dipilin-pilin sesekali agak kasar hingga benda itu mencuat tegang.

“Dan…tambah cepet dong…mbak udah berharap nih…!!” saya mengerang lirih ketika kurasakan klimaks telah diambang.

“Ooohhh…ahhh…aku juga….kok rasanya tambah…nikmat mbak” sahutnya dengan menambah goyangannya

“Keluarin di…dalam….jangan cabut kontol lu…ahh” kataku dengan bunyi bergetarKamipun menempuh orgasme bersama, tubuhku menggelinjang hebat, saya berteriak seolah mengiringi nyanyian di komputer, kepalaku terangkat dan mataku merem-melek.

Ia Dadan juga mendesah enak menikmati orgasme pertamanya bersama seorang wanita. Spermanya menyembur banyak sekali di dalam rahimku, cairan hangat dan kental itu juga membasahi tempat selangkanganku serta beberapa meleleh turun ke pahaku.

Tubuhku lemas bersimbah keringat dan jatuh terduduk di bangku terdekat. Kubentangkan pahaku lebar-lebar supaya komponen itu mendapatkan angin segar, soalnya rasanya panas banget sesudah seperti itu lama bergesekan. Liang kenikmatanku terlihat menganga dan sisa-sisa cairan persengamaan masih menetes sehingga membasahi bangku di bawahnya.

“Memperhatikan berharap lagi dong Mbak, abis memek Mbak legit banget sih, lagi yah Mbak !” pintanya sambil menggenggam penisnya yang masih tegang itu di dekat wajahku.“Iyah, melainkan nanti yah, Mbak rehat sejenak” jawabku sambil mengelap peluh di wajahku dengan tisu.

Kulihat Dimas bangkit dan mendekatiku, senjatanya telah dalam posisi siap tempur lagi sesudah cukup rehat. Ia belai rambutku dan meraih tanganku untuk digenggamkan pada penisnya.

“Yuk, Cit…sambil kumpulin daya, beri senjata gua amunisi dahulu dong !” pintanyaAkupun memijati benda itu disisipi jilatan. Memandang si Dadan yang bengong saya bahkan menarik tangannya memerintah berdiri di sisi kananku.

Karenanya dihadapanku kini mengacunglah dua batang senjata yang saling berhadapan dan masing-masing kugenggam dengan kedua tanganku. Kugerakkan tangaku mengocok keduanya, mulutku juga ikut serta melayani silih berganti.

Merasa cukup dengan pemanasan, Dimas menyuruhku stop, dan menyuruhku bangun dahulu, lalu ia duduki bangku itu baru menyuruhku duduk lagi di pangkuannya (sepertinya berharap gaya berpangkuan deh).

Dengan agak kasar ia memerintah Dadan menyingkir“Heh, sana lo….kali ini giliran gua tau, jangan ganggu lagi !”

“Eee…udah jangan galak ah, gitu-gitu juga ia kan yang tolong-tolong lu orang di sini” sahutku mengelus lengan Dimas.“Dan lu meminta mbak yang itu aja buat ngajarin lu” lanjutku “Dah berharap yang ajarin ia bentar kan, masih pemula nih”

Saya Dadan tak segrogi ketika pertama main denganku barusan, ia menindih tubuh Cantik yang masih berbaring. Cantik mengajarinya teknik berkecupan, nampaknya Dadan pesat dalam mempelajari teknik-teknik bercumbu yang kami ajarkan,

Sejenak saja ia telah terlihat bertarung lidah dengan panasnya bersama Cantik, tangannya juga sekarang lebih aktif menjelajahi lekuk-lekuk tubuh Cantik memberi stimulasi. Cantik yang gairahnya telah bangkit lagi menanggapi dengan tidak keok hebat.

Ia berguling ke samping sehingga ia sekarang di atas Dadan, lidahnya konsisten bermain-main dengan lidah lawannya sementara tangan lembutnya meraih penis pemuda tanggung itu serta mengocoknya, Dadan mendesah-desah tidak karuan menghadapi keliaran Cantik.

Cantik memberi nasihat penis itu menjelang vaginanya, dengan posisi berlutut ia turunkan tubuhnya sampai penis itu melesak masuk ke dalamnya. Kemudian mulailah ia menaik-turunkan tubuhnya dengan gencar membikin pemuda tanggung itu kelabakan. Kedua tangan Dadan mencengkram kedua payudara Cantik dan meremasinya dengan bernafsu.

Di daerah lain saya sedang asyik menggoyangkan tubuhku di pangkuan Dimas. Vaginaku dihujam penisnya yang sekeras batu itu. Otot-otot kemaluanku serasa berkontraksi makin pesat memijati miliknya.

Tangannya yang mendekapku dari belakang terus saja menggerayangi payudaraku dengan tipe remasan lembut dan kasar. Kutengokkan wajahku supaya dapat berkecupan dengannya, lidah kami saling membelit dan bertarung dengan panasnya.

Sebagian menit kemudian mulutnya merambat ke telingaku, dengusan napasnya dan jilatannya membuatku merinding dan makin terbakar libido. Mulutnya terus mengembara ke tenguk, leher, dan pundakku meninggalkan bekas liur ataupun bercak merah.

Tanpa terasa goyangan tubuh kami kian dahsyat hingga tempat duduknya ikut serta bergoyang, seandainya saja bahannya jelek mungkin telah patah tuh bangku. Posisi ini berlangsung 20 menit lamanya sebab kami seperti itu terhanyut menikmatinya. Selama itu terdengar dua SMS yang masuk ke ponselku melainkan tidak kuhiraukan supaya tidak merusak suasana.

Akibatnya akupun tidak dapat membendung orgasmeku, tubuhku kembali menggelinjang dahsyat, pandanganku serasa berkunang-kunang. Pas saya akan seketika keluar, ia makin bergairah, tubuhku ditekan-tekan sehingga penisnya menikam lebih dalam, tangannya bahkan kian kasar meremasi payudaraku.

“Aaaahhkkkk….!” jeritku berbarengan dengan nyanyian mp3 yang hampir berakhirKugenggam erat lengan Dimas dan menggigit bibir menikmati gelombang dahsyat itu melanda tubuhku. Saya menikmati cairan cinta yang mengalir hangat pada selangkanganku.

Akupun alhasil bersandar lemas dalam dekapannya, penisnya konsisten menancap di vaginaku, napas kami tersenggal-senggal dan keringatpun berderai dengan derasnya. Kemudian ia angkat tubuhku sampai penisnya tercabut, tangan satunya menyelinap ke lipatan pahaku.

Diangkatnya tubuhku dengan kedua lengan, saya menjerit kecil ketika ia tiba-tiba menaikkanku ke lengannya sebab terkejut dan takut jatuh. Dibawanya saya ke ranjang lalu diwariskan di sana, nafasku belum teratur sehingga terlihat sekali dadaku turun naik seperti gunung berharap meletus.

Indah disebelah kami Dadan sedang menindih tubuh telanjang Cantik dengan gerak naik-turun yang pesat. Cantik cuma dapat menggelinjang dan mendesah, rambut panjangnya telah kusut tidak karuan, matanya menatap kosong pada kami.

“Lagi yah Ci, dikit lagi tanggung gua belum keluar nih” pinta Dimas sambil merenggangkan kedua pahaku.Saya cuma pasrah saja mencontoh apa maunya. Dengan lancar penisnya yang telah berair dan licin itu meluncur ke dalam vaginaku, saya mendesis dan meremas sprei ketika ia hentakkan pinggulnya sampai segala penisnya masuk.

Indah dari komputer entah telah berganti berapa kali, kali ini yang mengalun ialah nyanyiannya Aerosmith yang diaplikasikan soundtrack film ‘Armageddon’nya Bruce Willis. Indah ini mengiringi permainan kami dalam babak ini. Perkasa juga si Dimas ini, ia masih cakap menggenjotku dengan frekuensi tinggi hingga tubuhku terguncang hebat, meskipun sebelumnya ia telah membuatku dan Cantik orgasme, tenaganya jauh lebih meningkat dibanding saat pertama kali one night stand denganku setahun lalu.

Saya menggenggam tangan Cantik dan bertatapan wajah dengannya“Udah berapa kali Ndah ?” tanyaku bergetar“Nggak tau…udah aahh…keenakan…ga hitung…lagi” jawabnya dengan mata merem melek.

Saya makin tidak terkontrol, kepalaku kugelengkan ke kiri-kanan, terkadang saya menggigit jari saking nikmatnya kocokan Dimas.

Ia mempermainkan birahiku dengan sengaja tak meraba payudaraku memperbolehkannya bergoyang-goyang seirama badanku, sehingga saya sendiri yang berinisiatif meraih tangannya dan meletakkannya di payudaraku, barulah ia mulai memencet-mencet putingku membuatku kian terbakar.

Akibatnya akupun telah tak kuat lagi, perasaan itu kuekspresikan dengan sebuah erangan panjang dan menarik sprei di bawahku sampai semrawut.“Udah dahulu dong, Mas…gua gimana dapat kuliah ntar !” pintaku dengan terengah-engahTubuhku berair seperti mandi saja, habis AC kamarnya lagi rusak sih, sementara ini hanya ada kipas angin berukuran sedang, walaupun iklim di Jakarta tau sendiri kan seperti apa gerahnya.

Indah dengan kondisiku, ia biarkan saya beristirahat, diciumnya bibirku dengan lembut disertai sedikit kata-kata manis dan kebanggaan, sesudah itu ia beralih ke Cantik untuk memecahkan hajatnya yang tinggal sedikit lagi. Kuseka dahiku yang berderai peluh lalu kulirikkan arlojiku, 20 menit lagi jam tiga, mesti seketika siap-siap kembali ke kampus.

Cantik yang sedang dalam posisi dogie digarap dari dua arah oleh mereka. Dadan yang menyodoknya dari belakang alhasil klimaks, ia mengeluarkan penisnya dan menyiramkan isinya di punggung dan bokong Cantik.

Ia Dimas yang sedang menyetubuhi mulut Cantik juga tidak lama kemudian menyusul, ia mengerang sambil membendung kepala Cantik pada penisnya. Cantik sendiri cuma dapat mengerang terbendung dan matanya merem melek mendapatkan semprotan air mani Dimas, terlihat cairan putih itu meleleh sedikit di pinggir bibir mungilnya.

Dimas roboh di sisiku dengan memeluk Cantik yang menyandarkan kepalanya ke dada bidangnya, si Dadan terduduk lemas di bawah ranjang (sebab ranjang telah penuh sesak). Sesudah tubuhku cukup stabil, perlahan-perlahan saya bangkit menuju kamar mandi dengan langkah gontai.

Disana saya mencuci muka, dan membersihkan ceceran air mani di tubuhku dengan air. Cantik masuk saat saya sedang duduk di WC membuang air kecil.

“Huh…ngagetin aja lu Dah, rambut acak-acakan kaya kuntilanak gitu lagi !” ujarku“Kuntilanak pakaiannya putih oi, ga bugil gini” jawabnya asal, lalu menyalakan kran wastafel.

Sesudah selesai beres-beres diri, kami mengenakan kembali baju kami untuk kembali kuliah.  itu jam telah menonjolkan hampir pukul tiga, karenanya itu kami agak terburu-buru hingga saya melupakan ponselku sehingga pulang kuliah saya mesti balik lagi ke sini untuk mengambilnya.

Kami berlari-lari kecil ke kampus, mana ruang kuliahku di lantai tiga lagi, saya hingga ke kelas telat lima menit, untung belum melebihi toleransi keterlambatan. Di kelas bahkan saya tak dapat konsentrasi sebab kecuali masih lelah, dosennya, Pak Iwan ngomongnya juga slow motion, bikin ngantuk saja sehingga sebagian kali saya menguap.

Temanku di sebelah malah bertanya“Baru bangun tidur lu Ci ? kok kusut gitu” sebab make up ku memang agak luntur waktu cuci muka tadi“Iyah nih masih ngantuk tadi di kost temen belum cukup tidurnya” jawabku tersenyum dipaksa Lelah sekali hari itu sehingga seperti itu hingga di rumah saya lantas tiduran dan bangun jam tujuh malam, baru mandi untuk bersiap-siap menunggu jemputan Verna dan lainnya untuk nge-dugem malam itu.

game slot,
slot game indonesia,
joker gaming,
kingkong slot,
agen slot indonesia,
AGEN SLOT,
BANDAR SLOT,
AGEN SLOT ONLINE,
JUDI SLOT ONLINE TERPERCAYA,
SLOT GAME ONLINE TERPERCAYA

- Copyright © cerita sex - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -