Popular Post

Popular Posts

Recent post

Tampilkan postingan dengan label Game Play. Tampilkan semua postingan



Mengetahui Cara Menang Di Slotdisney Daring! 

Ada banyak cara di mana Anda bisa menang di permainan slot UK yang tidak melibatkan upaya menipu. Beruntung banget, karena sebenarnya tidak ada cara apa pun di mana Anda bisa curang saat bermain slot online, karena penggunaan RNG.

Ada begitu banyak kasino online dan permainan slotdisney yang berbeda di dalam kasino online ini yang tersedia untuk kami mainkan. Sehingga Anda ingin mencari permainan terbaik yang sesuai untuk Anda. Tetapi bagaimana Anda tahu slot game mana yang memungkinkan Anda menang paling sering dan jumlah uang tunai terbesar? Yah, itu tidak sesulit yang Anda pikirkan untuk mempertimbangkan pro dan kontra dari berbagai permainan. Dan sehingga Anda dapat menemukan permainan yang memungkinkan Anda untuk menang di slot online.

Bayaran Penawaran Promosi

Semua kasino saling bersaing, sehingga mereka terus-menerus ingin mengalahkan satu sama lain untuk memenangkan waktu para pemain. Mereka melakukan ini dengan mempromosikan situs mereka dengan cara yang akan mendorong Anda untuk bermain. Informasi ini sangat penting dan bermanfaat bagi para pemain.

Untuk beberapa situs, promosi kasino online mereka sangat penting bagi mereka sehingga mereka menawarkan bonus sangat sering, seperti mingguan. Dan meskipun yang lain menawarkan bonus lebih jarang. Anda bahkan tidak harus menjadi pemain dari situs tersebut yang menggunakan game online secara rutin untuk dapat memanfaatkan promo ini juga.

Apa Kemudahan Anda Dalam Bermain Slotdisney?

Slot Sukses Berputar

Dengan bebas berputar untuk diperebutkan di banyak situs dalam permainan judi slotdisney. Dan apakah Anda adalah pemain biasa atau anggota baru ke situs, ini adalah cara yang bagus bagi Anda untuk dapat berpartisipasi secara gratis.

Anda tidak harus mengkredit akun Anda dengan uang tunai untuk dapat menggunakan putaran gratis dan ada potensi bagi Anda untuk dapat memenangkan sejumlah besar uang tunai dengan melakukan hal itu. Apakah Anda ingin meningkatkan peluang untuk menang di gim slot favorit Anda atau mengalami gim baru tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun, inilah saatnya untuk melakukannya.

Pro Paytable

Seringkali, pembayaran dalam permainan slotdisney game diabaikan. Ini mungkin tidak disengaja, itu bukan sesuatu yang diketahui tentang sangat dan karena itu kita tidak cenderung repot tentang hal itu.

Tapi mungkin kita bisa mulai melakukannya ketika kita menyadari bahwa ada manfaat besar untuk melakukannya, baik meningkatkan kenikmatan yang akan kita dapatkan dari pengalaman bermain slot dan potensi uang tunai yang bisa kita peroleh dalam permainan.

Nah, itulah cara menang untuk bermain slotdisney yang perlu Anda ketahui untuk mempermudah dalam permainan. Semoga membantu!
ARTIKEL TENTANG BERMAIN SLOT JOKER123

Judi slot joker123 - Pada tulisan kali ini agen joker123 akan membahas seputar tulisan seputar tutorial bermain slot joker123. Judi slot ialah permainan mesin slot yang dahulunya cuma bisa dimainkan di Indonesia.

Untuk itu yang perlu anda kenal seputar permainan yang kami sediakan ini dapat anda jalan masuk dengan menerapkan komputer maupun hand phone yang sekarang telah tersedia dengan tepat sasaran. Dengan menerapkan perangkat teknologi yang canggih hal yang demikian anda pastinya dapat kian puas dan nyaman dalam melaksanakan perjudian maupun permainan judi slot ini. Untuk itu pastinya kami akan senantiasa memberikan kemudahan untuk anda supaya dapat menerima permainan dengan metode apa bahkan juga tanpa menikmati kesusahan.

Judi slot ialah permainan yang membawa penggemar yang tak sedikit di penduduk Indonesia, cuma sebab untuk memainkan game slot ini tak segala orang mengincar kemenangan lebih – lebih banyak dari orang – orang yang memainkan slot hanya untuk mengisikan waktu lengang dan kami web Disneyslot.club sebagai salah 1 agen judi slot online yang telah ada di Indonesia.

Judi slot joker123 – Pada permainan slot joker123 ini pada kini ini banyak sekali para penggemar yang memetik kemenangan dan memenangkan jackpot sampai ratusan, Tapi tak sedikitnya para penggemar judi online yang mengalami suatu kekalahan di dalam permainan slot joker123. Sebab para penggemar judi online selamanya belum terlampau mengerti langkah bermainnya tanpa mempelajari kiat dan triknya terutama dulu.

Karenanya dari itu lah, permainan slot joker123 di indonesia terlampau mudah dan tak merugikan para anggota online di indonesia. Sebab itu lah para anggota di Indonesia bahkan dapat memainkan permainan slot joker123 untuk menempuh kemenangan yang banyak dan mudah. Permainan slot joker123 ini benar-benar gampang di jalan masuk lewat handphone dan komputer, yang dimana mesti menerapkan jaringan dunia maya.

Sehingga itu, jikalau anda berkeinginan dan hobi bermain permainan slot joker123 ini, karenanya anda dapat bermain dimana saja dan kapan saja menerapkan handphone anda dengan versi android maupun versi Ios. Dengan metode cuma mengunduh aplikasi slot joker123 ke handphone kesayangan anda dan untuk bermain di komputer, karenanya anda tak perlu mengunduh aplikasi slot joker123 ini, tapi anda cuma perlu mengakses web Disneyslot.biz saja.

Dan untuk anda yang berkeinginan bergabung atau mendaftar untuk permainan slot joker123 ini, anda dapat mendaftar di web Disneyslot.biz dengan mengisi form register atau dapat mendaftar lewat costumer service di live chat yang telah disediakan. Adapun data data yang di perlukan di ketika mengisi form register hal yang demikian merupakan Ragam Bank, Nama Rekening, Nomor Rekening, Nomor Handphone, Elektronik. Isilah data data hal yang demikian dengan komplit dan benar supaya anda tak merugikan diri sendiri.

Tunggu apa lagi dan untuk apa lagi anda berdaya upaya lama? Untuk bermain casino di web judi online kami yang sudah terpecaya di segala Indonesia dengan sah dan aman untuk bermain dan seandainya anda beratensi untuk bermain judi online di web kami. Anda cuma tinggal meregistrasikan diri anda dengan data – data yang komplit merupakan ragam bank, nama rekening, nomor rekening dan nomor handphone dan kami akan memberikan akun ID anda untuk bermain judi  online yang berada di web kami dan kami juga memiliki costumer service yang siap melayani 24 jam seputar segala judi online yang anda berkeinginan mainkan di web kami.

by Disneyslot.club

Cerita sek – Kami saling menghormati satu sama lain, meski beda usiaku dengan sang ibu cuma 5 tahun, ia 5 tahun lebih tua dariku ketika itu. Sampai terjadilah momen itu, yang tidak pernah kusangka-sangka sebelumnya. Momen yang walhasil merubah diriku 180 derajat.

Seperti pada sabtu sebelumnya, saya bermaksud main ke rumahnya buat caturan. Kupamit pada istriku dan langsung bergegas ke rumahnya. Udara malam itu memang dingin sekali pengaruh hujan lebat selama 2 jam yang terjadi petang tadi. Singkat kata saya telah berada di pintu rumahnya. Kuketuk pintunya, dan tidak lama pintu itu terbuka. Terbukti si ibu yang membukanya.

“Oh Ibu, ada Barinya bu?” tanyaku ramah.

“Nak Surya? oh Barinya lagi pergi tuh…” jawab si ibu sama ramahnya.

“Ke mana, Bu?”

“Ke pesta pernikahan sahabat SMUnya. Baru aja ia jalan…”

“Oh gitu ya?” sahutku. “Jikalau gitu, aku pamit aja deh…”

“Oh, mengapa buru-buru, kan Nak Surya baru hingga?”

“Ah, nggak. Jikalau Bari nggak ada, aku pamit aja deh…”

“Ah, jangan terburu-buru demikian itu. Temani Ibu ya?”

Cerita Sex Terbaru -Walau agak heran dengan permintaannya, saya walhasil berdasarkan juga. Kuikuti ia masuk. Kamipun tidak lama asyik berbincang-bincang di ruang tamunya. Sampai walhasil si ibu menawariku kopi.

“Oh iya, Nak. Keasyikan ngobrol jadi lupa nawari minum. Sejenak aku siapkan dahulu ya…”

“Ah, Ibu. Nggak usah repot-repot…”

“Ah, nggak kok. Masa repot?” kata si ibu sambil tersenyum ramah. Sesudah itu, ia langsung beranjak ke dapur.

Sambil menunggu, kuambil koran terbitan hari ini yang tergolek di meja tetamu lalu kubaca-baca. Sedang asyik kubaca koran itu, tiba-tiba si ibu memanggil dari dapur.

“Nak… Nak, dapat aku meminta bantu?”

“Oh, ada apa, Bu?”

Di baca Juga : Hadiah Sex Keperawanan Anak Bossku

Spontan saya langsung beranjak dari sofa itu dan seketika menghampirinya. Terbukti kompor gas si ibu agak macet dan ia memintaku memperbaikinya. Tepat sedang memperbaikinya, tidak sengaja saya memperhatikan ke arah gundukan payudara si ibu.

Ketika itu si ibu sedang membungkuk memperhatikanku yang sedang sibuk mengutak-atik kompor gasnya yang macet. Apalagi si ibu cuma mengenakan daster yang belahan dadanya agak rendah. Saya seketika terpana memandangnya.
Kecuali besar, payudaranya juga nampak ranum dan kenyal. Tidak kusangka perempuan ini masih mempunyai payudara seindah itu di usianya yang tidak muda lagi. Panorama cantik itu membikin Kontolku mulai tegak membesar dari balik celana jeans yang kukenakan tanpa kusadari. Saya demikian itu terstimulus memperhatikan estetika payudara si ibu.

Di Baca Juga : Nikmatnya Bercinta Dengan Sepupuku Yang Sedang Hamil

Akibatnya sesudah berupaya sekuat kekuatan mengatur malu sekalian mengatur Kontolku agar tidak kian membesar ukurannya, selesai juga permasalahan kompor itu.

“Wah, Nak Surya hebat!” pujinya di sampingku.

“Ah, nggak permasalahan… hanya permasalahan kecil kok Bu” sahutku.

“Jikalau gitu ibu dapat meminta bantu lagi?” katanya sambil menatapku badung dan tersenyum genit.

Walau saya telah menyangka apa yang akan ia meminta itu, tidak urung hatiku berdegub-debar juga menanti pertanyaannya. Apalagi kulihat ia kian mendekatkan dirinya ke tubuhku.

“A.. aa… pa Bu?” lidahku mendadak kelu, menyadari alangkah dekat wajahnya denganku ketika ini.

Sambil mendesah, si ibu berkata parau, “Ibu ingin kau kecup ibu…”

Sambil asyik berkecupan, diraihnya tangan kananku untuk meremasi payudaranya di sebelah kanan, meski dinasihatinya tangan kiriku ke bokongnya. Tangankupun seketika bergerak pandai. Keduanya seketika bergerak badung menjalari payudara dan bokongnya yang ranum dan montok itu.

Si ibu nampak melenguh-lenguh menikmati badungnya tanganku meremasi payudara dan jari-jariku menelusuri belahan bokongnya. Di lain pihak, tangan si ibu aktif meremasi Kontolku dari luar celanaku, membikin juniorku itu kian meradang saja ukurannya.

Kupandangi dengan sepenuh nafsu tubuhnya yang bugil itu. Luar awam! Umur boleh kepala 4, melainkan bodinya tidak keok dengan bodi para perempuan yang lebih muda. Pedoman-petunjuk ketuaan memang tidak dapat ditutupi, melainkan secara garis besar, ia masih sungguh-sungguh menggiurkan bagi para lelaki mana saja yang menatapnya.

Tubuh Nak Surya keren banget deh… Ibu menyukai sama lelaki macho kayak Nak Surya ini…” kata si ibu smabil menatapku penuh nafsu. Ia mendekatiku lalu memelukku lagi. Kedua tangannya bergerak liar, menyentuh-raba bukit dada dan perut simetrisku, lalu bergerak turun ke arah Kontolku. Sesaat kemudian, kami kembali asyik berkecupan liar dan saling meremas apa yang dapat kami remas.

Cuma sejenak kami menjalankan itu. Selanjutnya, kami saling membaringkan diri di atas karpet tebal di ruangan itu. Kami seakan tahu apa yang mesti dikerjakan berikutnya.

Kami menyusun posisi 69 dan tidak lama kami telah asyik saling menjilati alat vital lawan mainnya. Si ibu nampak termotivasi mengulum kemaluanku sambil asyik mengocoknya. Terkadang ia ikut serta menjilat dan meremasi kantung spermaku.

Rasanya sungguh-sungguh dahsyat kulumannya. Malah kuluman istriku tak sedahsyat kulumannya. Tampaknya si ibu ini benar-benar telah lama tak diraba lelaki, sampai kulumannya nampak demikian itu ganas.

Si ibu ambil posisi di bawah, meski saya bergerak menindih di atas tubuh moleknya. Sambil tersenyum mesum, ia buka selangkangannya lebar-lebar. Memamerkan liang surganya yang sungguh-sungguh cantik nan menggiurkan itu. Membikin jakunku naik-turun berulang kali. Tidak tabah langsung kutuntun Kontolku ke lubang memeknya.

Kugesek-gesekkan sebentar kepala Kontolku di bibir memeknya, sebelum walhasil kudorong perlahan.

“Ssleebb… ssleebbb… bblessshhh…” sedikit demi sedikit Kontolku tertelan liang surganya, memunculkan sensasi sedap yang sulit diterangkan rasanya. Si ibu sendiri nampak meringis-ringis sedap menikmati sodokan kemaluanku yang hangat dan keras ini menjelang liang surganya.

Kontolku terus melaju sampai hingga di komponen terdalam liang surganya. Lalu mulai kupompa ia. Saya bergerak dalam posisi push-up di atasnya. Sementara pantatku bergerak maju-mundur mengebor memeknya. Kian lama gerak pantatku kian kupercepat. Membikin jeritan erotis si ibu kian keras terdengar. Membuatku kian termotivasi dalam menjajah lubang alat kelaminnya.

Peluh mulai mengalir deras membasahi tubuh bugil kami. Si ibu nampak menjerit-jerit keenakan dipompa senjataku. Sepasang tangannya meremasi rambutku. Tidak jarang tangan-tangan itu aktif mencakari punggungku yang liat ini, membikin sedikit pedih di kulitnya sebab kukunya yang agak panjang itu.

Saya sendiri tidak ingin keok. Sambil terus memompa Kontolku dalam-dalam, saya asyik mencumbui bibirnya yang seksi. Saya juga gigit-gigit perlahan lehernya yang mulus kulitnya itu. Terkadang saya menyusui sepasang payudaranya yang menggiurkan itu secara bergantian.

Bokong dan pinggul si ibu nampak bergoyang-goyang liar menyambut sodokan Kontolku, membuatku nyaris edan sebab demikian itu sedap dampaknya di batang Kontolku.

Sekitar 15 menit kemudian si ibu keluar. Ia kian erat memeluk tubuh atletisku yang berair kuyup oleh peluh kami berdua. Kubiarkan ia beristirahat sebentar sesudah orgasmenya itu. Kemudian kembali kuserang ia.

10 menit kemudian, sesudah lebih dari sejam kami bercumbu, jebol juga pertahananku. Kutarik Kontolku keluar dari jepitan memeknya semenit sebelum saya hingga di puncak. Lalu kusemburkan spermaku berkali-kali ke wajah dan payudara si ibu.

Spermaku yang kental dan banyak itu membasahi wajah, leher, payudara dan rambutnya. Dikocoknya batangku, seolah-olah ia tidak puas dengan segala air mani yang kutumpahkan tadi. Setelahnya, ia raih air mani-air mani itu untuk ditelannya sampai habis. Sisanya ia balurkan ke dada dan kedua puting susuku, untuk ia jilati seperti seorang buah hati menjilati sisa-sisa es krimnya. Membuatku meringis-ringis kegelian.

Puas bercumbu, kami sama tergolek di atas sofa. Kami berkelakar sambil sekali-sekali berkecupan dan saling meremas. Sesudahnya saya mandi di rumahnya untuk membersihkan tubuhku dari sisa-sisa pergumulan dahsyat tadi, supaya tak ketahuan istriku. Selesai mandi, si ibu membuatkanku teh manis hangat dengan makanan ringan ringan. Kamipun berbincang-bincang sebentar seperti tak ada terjadi apa-apa di antara kami.

Kali ini semuanya terasa berbeda. Meski saya sungguh-sungguh menyesal sudah mengkhianati istriku, saya tidak dapat menipu diriku sendiri jika perselingkuhan itu rupanya sedap juga. Amat sedap malahan. Ibarat jika selama ini kita cuma makan ‘opor’ di rumah tangga kita, selingkuh berarti kita makan ‘opor’ di luar sana, melainkan dengan jenis, rasa dan sensasi yang berbeda.

Itu saya hingga di depan pagar rumahku sendiri, sesungging senyum tiba-tiba timbul di sudut bibirku. Saya merasa yakin, bahwa perselingkuhan ini bukanlah yang pertama dan terakhir kalinya terjadi dalam hidupku.
Saya Anis, kembali akan berdonasi suatu kisah perihal sepasang suami istri yang baru saja menikah lalu tinggal di suatu tempat pegunungan yang jauh dari keramaian dengan kemauan supaya mereka dapat terhindar dari pergaulan, bahaya lalu lintas dan kesalahpahaman dengan orang lain. Di samping itu, dia juga menghindarkan istrinya dari gangguan laki-laki lain yang menyukainya sebab istrinya betul-betul indah sehingga jadi rebutan di kampung asalnya.

Mereka berdua hidup dalam kesunyian, tapi dia tak kesusahan makanan sebab kecuali dia berkebun dan bertani, juga dia rajin ke sungai untuk menangkap ikan sebagai lauknya. Sebagian bulan kemudian, sang istri mulai mengidam, sehingga memerlukan makanan tertentu pantas selera dan kemauannya sebagaimana layaknya perempuan lainnya yang mengidam.

Suatu hari, sang istri menonjol tak sedap perasaannya dan senantiasa emosional dampak dampak dari bayi dalam kandungan yang dikandungnya.

“Mas, boleh ngga meminta bantu sama kau?” tanya sang istri lembut.
“Soal apa dinda?” sang suami balik bertanya dengan lembut pula.
“Saya berharap sekali makan kepiting, Mas. Boleh ngga Mas mencarikan saya?”
“Wah, wah, wah, bagaimana mungkin kita dapat menerima kepiting di puncak gunung seperti ini?” kata sang suami.
“Bantu cari donk. Berusahalah. Pasti Mas dapat menemukannya. Apabila saya nggak permasalahan, namun yang ini nih,” desak sang istri sambil menunjuk bayi dalam kandungan yang ada dalam perutnya.

Sesudah dia menemukan suatu lubang yang agak besar dan dalam, dia lalu memasukkan tangannya ke dalam lubang itu. Malah mencoba mengeluarkan air dan lumpurnya sampai lubang itu bertambah besar dan dalam, hingga-hingga semua badannya dapat masuk. Suluruh tubuhnya berair kuyup dengan lumpur bercampur peluh sebab dia merasa penasaran dan yakin sekali seandainya dalam lubang itu ada kepitingnya.

Dia gemetar betul-betul ketakutan sehingga dengan tanpa sengaja kencingnya menetes keluar lewat kontolnya yang tergantung lemas.

“Wah, ini ada buah-buahan langka dan nampak cantik sekali” sang suami itu mendengar bunyi dari salah seorang yang kakinya nampak itu. Malah orang itu sempat menyentuh dan menarik-narik kontol sang suami yang dikiranya buah-buahan, sehingga sang suami itu kian ketakutan sampai menyebabkan air kencingnya tambah banyak keluar. Dia tidak berharap bergerak sebab takut dikenal seandainya dia yaitu manusia.

“Buah apa itu sahabat?” tanya salah seorang dari mereka yang berdiri itu sambil turut membatasi dan menarik-narik buah tergantung itu.
Kok demikian itu Mas. Ada apa? Mengapa lari seperti orang ketakutan? Mana kepitingnya?” Pertanyaan sang istri bertubi-tubi pada sang suami, tapi dia konsisten belum cakap menjawab sebab betul-betul lelah dan ketakutan.
“Mm.. maaf dinda, saya tak sukses menangkap kepitingnya” jawab sang suami dengan napas terengah-engah.
“Mengapa Mas? Ada permasalahan apa di sungai?” desak sang istri.
“Anu.. Anu dinda. Susah dicokok sebab lubangnya terlalu dalam. Setelah saja yah,” rayu sang suami pada istrinya.
“Masa cuma kepiting tidak dapat dicokok. Apabila gitu kita gantian saja. Mas jaga rumah dan aku yang akan menangkap kepitingnya” ujar sang istri tak tabah.

Setibanya di sungai hal yang demikian, sang istri turun dan hasilnya menemukan lubang yang baru saja disantroni suaminya. Dia juga merasa penasaran dan yakin seandainya dalam lubang itu ada kepitingnya, sehingga buru-buru dia melepaskan semua bajunya supaya tak dekil lalu masuk ke lubang itu dengan posisi seperti posisi suaminya tadi sewaktu dalam lubang. Belum sempat dia memasukkan tangannya ke lengang-lubang kecil yang ada dalam lubang besar itu, tiba-tiba dia mendengar bunyi orang sedang bicara, malah kedengarannya berjalan menuju ke arahnya.

“Wah, celaka sahabat. Kita didahului orang lain. Buah busuk-busuk itu telah tak ada di tempatnya. Rasanya baru saja dipetik orang lain dengan mengaplikasikan pisau tajam. Dia nyatanya” kata salah seorang dari mereka yang berdiri persis di dekat bokong sang istri itu sambil menyentuh, mengelus dan menikam-nusuk lubang genitalia sang istri sebab dianggapnya sebagai bekas petikan/potongan buah tadi.

Kedua orang hutan itu tak ragu lagi seandainya baru ‘buah’ itu baru saja dipetiknya sebab sewaktu dia menyentuh tempatnya, dia menikmati sedikit berair, berlubang dan halus seperti bekas potongan pisau tajam.

“Untung saja vaginaku halus, mulus, putih tanpa ditumbuhi bulu sehelaipun, sehingga mereka tak curiga seandainya itu yaitu daging montok wanita yang sedang berair sebab ketakutan sehingga mengeluarkan air kencing”, demikian pikir sang istri.
“Ayo sahabat, kita cari dan kejar si pemetik buah cita-cita kita itu. Dia pasti belum jauh dari daerah ini, sebab bekas petikannya masih berair dan getahnya masih menetes” ajak salah seorang dari orang hutan itu.

Kamu mereka langsung pergi dan setuju mencari orang yang dicurigai sudah memetik buah busuk-busuk cita-cita mereka itu.

“OK, kita bagi target. Dia ke kiri dan saya ke kanan. Dia pasti masih berada di sekitar sini sebab bau buah-buahan itu masih betul-betul terasa busuknya”. Kata orang hutan yang satunya lagi seperti yang didengar oleh sang istri dikala keduanya baru saja meninggalkan lubang kepiting itu.

Pikir sang istri, bau busuk itu tentunya yaitu bau kentut. Sesudah itu, sang istri terburu-buru keluar lalu pergi meninggalkan lubang itu sambil berlari menenteng bajunya. Setibanya di rumah, keadannya persis sama dengan situasi suaminya dikala mengalami hal serupa. Dia tidak cakap berkata-kata dan susah dia membeberkan kejadian tadi. Mereka saling menyembunyikan apa yang dialaminya di sungai tadi, sedangkan dalam hati mereka saling curiga perihal kemungkinan kejadian yang sama.

Keesokan harinya, sang suami bersama sang istri setuju untuk berangkat bersama-sama ke sungai mencari kembali kepiting dengan keyakinan seandainya kedua orang hutan kemarin itu tak bakal via di situ lagi sebab buah impiannya telah dianggap tak ada lagi. Keduanya segera menuju ke lubang yang masih diyakini ada kepitingnya.

“Mas, coba sekali lagi. Dia saja yang masuk biar aku yang jaga di luar seandainya-seandainya ada orang yang mengamati kita. Sebaiknya buka saja bajunya Mas biar tak dekil” kata sang istri dikala mereka hingga di dekat lubang itu.

“Bagaimana Mas? Saya bisa kepitingnya?” tanya sang istri pada suaminya sambil membungkuk untuk mengamati situasi suaminya dalam lubang.
“Belum dinda, namun telah hampir kutemukan. Sabarlah sejenak dinda”
“Dia kepitingnya Mas. Jika telah menangkapnya” canda sang istri sambil membatasi dan menarik-narik benda yang tergantung di selangkangan sang suami sambil mengakak terbahak-bahak.

Nampaknya sang istri tidak berharap melepas ‘kepiting’ yang dicokoknya itu, bahkan dia kian memainkannya, mengelus dan mengocoknya sampai kepitingnya itu kian keras, membengkak dan membikin pinggul sang suami bergerak-gerak.

“Sudahlah dinda. Jangan ganggu saya dahulu. Kepitingku itu tidak susah dicokok sebab akan datang sendiri ke rumah, malah sejenak di rumah pasti kuserahkan untuk kau makan sepuasnya” canda sang suami.

Saya sang suami telah tidak bendung lagi dipermainkan kontolnya sementara sang istri tidak berharap stop memainkannya, bahkan terlihat menginginkannya dikala itu, karenanya sang suami menentukan keluar dahulu.

“Apabila gitu kita gantian cari kepitingnya dinda. Saya kecapean” kata sang suami sambil keluar dari lubang itu dan digantikan oleh si istri sesudah dia juga menelanjangi dirinya sebab takut akan dekil bajunya.
“Dia yang jaga di luar yah Mas. Bilang seandainya ada orang lain yang mengamati kita, namun jangan variasi-variasi loh..,” kata sang istri.

Sesudah posisi sang istri sama dengan posisi sang suami tadi, tiba-tiba sang suami menyentuh-raba bokongnya lalu turun ke selangkangan dan terus ke genitalia sang istri dan memainkannya seperti halnya dia dipermainkan tadi.

“Wah, ini ‘kepiting’ betinanya telah kutangkap dinda. Suara sekali dan pasti enak dimakan. Boleh saya makan dinda?” tanya sang suami sambil mengelus dan menikam-nusuk lubang genitalia istrinya yang sedang menungging dalam lubang.

Sang istri menonjol menikmatinya dengan menggerak-gerakkan pinggulnya dalam lubang. Sementara sang suami yang semenjak tadi terstimulus dari dalam lubang tidak berharap stop memainkan, malah adakalanya mengecup dan menjilatinya lalu mengatakan seandainya dia sedang memakan kepitingnya mentah-mentah.

“Ayo Mas. Mana kepitingnya? Adu donk ‘kepiting’nya dengan ‘kepiting’ku” canda sang istri namun menonjol serius sebab memang dia betul-betul telah terstimulus.

Sang suami langsung menasihati mulut ‘kepiting’nya ke mulut ‘kepiting’ sang istri lalu mengadunya. Hasilnya namun pasti, kedua buah langka itu saling bersentuhan di mulut lubang kepiting. Mula-mula sungguh-sungguh susah masuknya sebab ‘kepiting’ sang istri agak masuk ke dalam, tapi sebab sang istri paham dan memang memerlukannya, karenanya bokongnya malahan terdorong sedikit keluar sehingga berada di luar lubang sampai sang suami betul-betul gampang memasukkan kepala ‘kepiting’nya ke dalam mulut ‘kepiting’ sang istri. Melainkan yang dimunculkan dari pertarungan antara kedua ‘kepiting’ langka itu, betul-betul cantik dan terang terdengar sebab berada di mulut lubang, apalagi sedikit berair sebab percampuran antara air khas ‘kepiting’ dengan air sungai serta air lumpur.

“Akhh.. Uuhh.. Ikkhh.. Ookkhh.. Eennakk. Nikkmat sekali kepitingnya Mas. Terus.. Teruss.. Ayo hantam teruss Mass” erang si istri tersentak-sentak sambil menggerak-gerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Si suami juga mengerang hal yang serupa.

Mungkin sebab sang istri sudah merasa lelah menungging, dia minta sang suami untuk stop bergerak sebentar, namun sang suami tak menghiraukannya. Kamu sang istri menarik bokongnya masuk lebih dalam sehingga ‘kepiting’ sang suami dengan sendirinya keluar dan lepas dari lubang ‘kepiting’ sang istri, malah perut sang suami dengan keras menghantam mulut lubang yang disantroni sang istri hal yang demikian. Setelah tidak lama sesudah itu, sang istri kembali menjulurkan keluar bokongnya dalam situasi terbalik yaitu tengadah dalam lubang, sehingga mempermudah sang suami memasukkan kembali ‘kepiting’nya ke dalam mulut ‘kepiting’ sang istri. Pertarungan malahan diawali kembali yang diiringi dengan musik khas yang keluar dari pertarungan kedua ‘kepiting’ itu.

“Decak.. Decukk.. Decikk.. Plagg.. Plugghh.. Pologg” bunyi itulah yang mewarnai kesunyian di sungai itu yang dibarengi pula dengan bunyi napas saling mengejar dari kedua mulut pasangan suami istri yang sedang mengidamkan kepiting itu.
“Maass.. Mass, ‘kepiting’ku berharap pipis” kata sang istri dikala sang suami dengan gencarnya menghentakkan ‘kepiting’nya keluar masuk ke mulut ‘kepiting’ sang istri tanpa menghiraukan kata-kata sang istri.
“Biar saja pipis, sebab ‘kepiting’ku juga berharap pipis, biar berbarengan saja” kata sang suami sambil konsisten mempercepat kocokannya dan menyentuh-raba serta meremas-remas kedua benda kenyal yang ada di dada sang istri, sedangkan tanpa memandangnya sebab lokasinya agak ke dalam.
“Nnikkmatnnya kepitingnya yach” secara serentak kedua pasangan itu tiba-tiba menyuarakan kalimat yang sama dikala ‘kepiting’ keduanya berbarengan mengeluarkan cairan hangat yang dianggapnya sebagai air pipis ‘kepiting’.

Kamu keduanya tergolek di tempatnya masing-masng. Sang suami tergolek di luar lubang sementara sang istri di dalam lubang. Sesudah terdiam sebentar, sang istri lalu keluar dan mengecup pipi dan bibir sang suami yang masih tergolek di pinggir sungai.

“Mas, ayo bangun. Kita pulang aja yuk. Kita telah tangkap dan nikmati kepitingnya. Saya telah puas sekali dan tidak bergairah lagi mencari kepiting beneran” kata sang istri sambil membangunkan suaminya dengan bunyi sedikit berbisik di kupingnya.
“Wah kita terlalu jauh mencari kepiting dinda, meskipun ada kepiting yang kita bawa masing-masing. Lebih enak lagi memakannya, malah tidak pernah habis. Ayo dinda, nanti di rumah kita makan lagi kepiting ini.. Ha.. Hha.. Hha” kata sang suami sambil menata kembali bajunya bersama sang istri lalu keduanya mengakak terbahak sambil berpelukan dan berkecupan, lalu kembali ke rumah.

 di rumah, mereka kembali mengadu ‘kepiting’nya sebagian kali dengan posisi yang lebih membuatnya leluasa bergerak.  dikala itu, sang istri tidak pernah lagi minta suaminya untuk mencari kepiting di sungai dan semenjak itu pula kemauannya kepada kepiting sungguhan sirna.


Bermain sex dengan teman ibu saya

Agen Poker - Panggil saja saya Beni, dahulu saya memiliki kategori belajar yang senantiasa rutin belajar di salah satu rumah sahabat kami, Faris. Saya, Faris, Yadi dan Boby. Tiap-tiap ada tugas atau akan ulangan kami berempat senantiasa belajar kategori hingga menginap, sebab pada dikala itu, si kecil kelas satu masuk sekolah pada siang hari.

Temanku yang bernama Faris dari keluarga yang dapat dibilang kaya dibanding sahabat-sahabat yang lain. Ia yakni si kecil kedua dari 2 bersaudara alisa si kecil ragil. Ayahnya seorang pejabat Depkeu dan ibunya adalah dokter di salah satu RS ternama di kota S, kami umumnya memanggil dengan sebutan tante Imel. Seandainya belajar kami sampi malem otomatis kami bertiga menginap di rumah Faris. Bahkan kadang kami kerap kali diajak bertamasya sama keluarnya Faris.

Agen Slot - Rumah Faris terdiri dari dua lantai. Jika Faris telah tidur di kamarnya yang berada di lantai bawah, kami bertiga kerap kali mendiskusikan kakaknya yang bernama Mela.  yang kami diskusikan tak lain yakni wajah ayunya serta body seksi yang disertai kulit putih mulus terawat. Tetapi anehnya, saya malahan berminat memperhatikan tante Imel, yang usianya kaprah-kaprah 40tahun. Jika memperhatikan tante Imel muncullah impian fantasi sesku yang membikin darahku berdesir tidak menentu. Berhubung tante Imel adalah ibu kandung dari sahabat baikku jadi saya cuma dapat berimajinasi dan hanya dapat memendam rasa ini, saya tak berani cerita pada orang lain.

Semua member kelurga Faris penyuka olahraga, karenanya tiap-tiap pekan senantiasa diisi dengan kesibukan berolahraga. Terutamanya olahraga tenis. Kebetulan saya juga piawai dalam bidang tenis, karenanya saya senantiasa diajak bermain tenis bersama.

Di Baca Juga Sex Bebas Seorang Anak Kuliahan Di Kampus

Saya yang dianggap paling pintar, karenanya saya kerap kali dipasangkan dengan tente Imel seandainya bermain double. Tante Imel mempunyai body yang proporsional dengan tinggi badan sekitar 167cm, baju yang dikenakan tante Imel sewaktu bermain tenis memang senantiasa seksi. Dengan menerapkan rok pendek serta atasan teladan tank top. Kami kerap kali berpelukan serta bersentuhan seandainya kami memenangkan permainan. Dan itu membikin jantungku berdegub tidak menentu serta muncul impian sex kepada tante Imel. Kadang sesudah selesai olahraga, saya seketika masturbasi dengan membayangkan wajah dan tubuh tante Imel yang seksi.

Pada waktu malam pekan, sebab tidak mempunyai pacar saya menghabiskan malamku dengan berkeliling rumit memakai kendaraan beroda empat papaku sendirian. Seluruh temanku pada ngapel termasuk Faris. Ideal di depan rumah Faris, entah apa yang terjadi dengan kendaraan beroda empat yang kubawa tiba-tiba terbatuk-batuk seperti kehabisan BBM. Walaupun waktu itu hujan betul-betul lebatnya dan SPBU terdekat kaprah-kaprah 3km dari lokasi daerah mobilku mogok. Walhasil saya menetapkan untuk meminjam telpon di rumah Faris untuk menelpon papaku atau siapa saja untuk membantuku membelikan BBM.

Di Baca Juga :   Hotnya Tubuh Semok Bu Ria

Sambil hujan-hujanan saya berlari menuju rumah Faris, demikian itu hingga diteras rumahnya, tampak suasananya sepi tidak ada kendaraan beroda empat atau terdengar bunyi dari dalam rumah membuktikan jika rumahnya sedang kosong. Padahal demikian itu saya konsisten saja mencoba memencet bel rumah 2x, namun tidak lama kemudian terdengar bunyi dari dalam rumah.

“Ya…siapa?”. Itu mendengar jawaban itu hatiku seketika berdegub sebab saya betul-betul ketahui dengan bunyi itu
“Beni, tante…maaf tante malem-malem ganggu. Saya kehabisan bensin di depan rumah tante dan berniat berharap pinjam telpon untuk menghubungi papa aku” jawabku.
Kemudian terdengar bunyi langkah menuju pintu dan dikala pintu terbuka tampaklah sesosok wanita separo baya yang tampak betul-betul cantik.

“Beni…malem-malem gini hujan-hujanan, ayo masuk dahulu, seketika masuk saja ke kamar Faris utnuk cari pakaian ganti, terus jika telah selesai ke ruang tengah ya biar tante buatin teh anget” kata tante Imel.
Di dalam kamar dan berganti pakaian, saya masih terbayang tante Imel yang pada waktu malam itu menggunmakan gaun tidur yang tipis yang menampakkan tubuh seksinya.

Itu selesai ganti pakaian saya seketika menuju ruang tengah seperti yang diperintah tante Imel. Kuminum teh hangat bikinan tente Imel, dan kemudian bertanya padanya,

“Kog sepi tante pada kemana?”
“Om, lagi ke rumah saudaranya yang sedang sakit, meskipun Mela tadi dijemput pacarnya berharap diajak jalan dan Faris kau tau sendiri donk kemana ia” jelas tante Imel.
“Kog tante gak ikut serta Om?” tnyaku penasaran.
“Kebetulan mbak Minah(asisten rumah tante Imel) sedang ijin pulang kampung, jadi tante patut jaga rumah deh” jawabnya.
“Oh iya tante, saya berharap pinjem telpon jadi lupa nih” kataku.
“Hahahaa…emang kau lagi mikiran apa kog jadi lupa jika berharap pinjam telpon” kata tante Imel sambil ngakak.
“Hehehee…gak mikir apa-apa kog tante?” jawabku agak malu.

Saya seketika saja menuju ruang keluarga dan lantas telpon ke rumahku namun sama sekali tidak ada jawaban. AKu mencobanya berulang kali konsisten saja tidak ada yang menjawab telponku. Dari belakang tiba-tiba terdengar bunyi tante Imel,

“Gak diangkat Ben?” tanyanya.
“Gak tante, mungkin telah pada tidur” jawabku.
“Ya udah kau tunggu Faris aja, sembari nemenin tante” katanya.
“Iya tante” jawabku singkat.

Kemudian tante Imel mengajakku ke duduk di sofa depan Layar. Sebelum saya sempat duduk di sofa, tante Imel berkata padaku,

“Oya Ben, aku donk ajarin tante tolong Cellin Dion yang My Heart Will Go On, jari-jari atnte masih kagok untuk nyanyiannya-pindah”
“Kapan tante?” tanyaku.
“Kini aja yuk, mumpung kau disini…” ajaknya.

Kami berdua lalu berjalan menuju piano dan duduk berdampingan di kamu piano yang tak terlalu besar. Sebab saya aku perpindahan jari-jari tangan otomatis saya senantiasa senantiasa jari tante Imel yang halus dengan kuku yang terawat dengan memegang. Denyut jantungku terasa makin berdegub apalagi ditambah menghirup bau parfum dari tubuh tante Imel yang membikin batang kontolku jadi mengeras secara membuat.

“Lhoh Ben pelan suaramu jadi bergetar gitu, kau kedinginan ya?” tanya tante Imel.
“Gakpap kok tante, saya cuma…” jawabku terpotong.
“Jangan-jangan kau gak berharap ngajarin tante ya? Atau mungkin kau ada kamu malam pekan dengan pacar kau?” tante tanye Imel penasaran.
“Saya belum punya pacar tante, gak kayak Faris dan yang lainnya” jawabku.

Indah tante Imel aku merapat padaku dan tiba-tiba kepalanya bersandar di bahuku dan ia bertanya padaku,

“Ben, pernah gak Faris bercerita padamu jika ayahnya punya istri lagi yang jauh lebih seksi dan muda dari tante, usianya 27tahunan kaprah-kaprah”

Baca Juga : Olin Remaja Mau Jelita

Mendengar itu saya jadi aku separo mati masak sih ayahnya Faris punya istri lagi walaupun menurutku tante Imel nyaris padahal.

“Masak sih tante, jika saya lihat sih tante sama om mesra-mesraan terus” kataku.

Lagi-lagi duduk tante Imel aku merapat padaku, tangannya diletakkan diatas pahaku dan dengan tak sengaja tanganya tidak batang kontolku yang meraba tadi makin mengeras saja, tante Imel sejak lalu berteriak kecil,

“Ah…”. Tante Imel seketika menatapku yang menunduk malu. Dengan wajah sendu dan sensual ia kembali bertanya padaku,

“Ben, jawab jujur yaaah, kau telah pernah telah intim belum?”
Dan dengan aku dan gugup saya menjawab, “Be..be…belum pernah tante”
“Aku gak jika tante ajarin…sebagai gantinya kau ngajarin tante main piano” katanya.
Saya tidak kuasa menjawab pertanyaan tante Imel tidak namun tiba-tiba tente Imel seketika menyosor mulutku secara liar. Lidahnya terus lantas menjilat segala seluruh mulutku. Setibanya cuma itu tangannya sejak terus meremas bahkan dan rambutku.

“Beni sayang, ayo kita pindah ke kamar aja yuk” ajaknya. Mendengar itu saya aku aku bercampur kaget sebab karena lagi saya dapat dapat kehangatan tubuh tante Imel yang telah lama saya idamkan.

Selanjutnya di kamar tante Imel seketika mendorongku ke kasur dan menindih badanku. Tidak tante Imel seketika melucuti pakaian tidurnya dan terbentanglah toket montok dengan puting kemerahan. Dalm pakaian masih bengong, tiba-tiba tangan tante Imel menarik tanganku dan seketika lantas ke arah toketnya. Tanpa menyia-nyiakan waktu, saya seketika meremas dengan halus sambil memilin putingnya yang makin tegak dan mengeras.

“Sssthhh…oohhh…terus Ben, puasin tante Ben…” racaunya. Sadar saya masih menerapkan pakaian kemudian tante Imel lantas melucuti segala pakaianku dan mengelus-elus selakanganku dan mulai meremas lembut batang kontolku.
“Burungmu besar juga ya Ben…boleh gak tante jilat?”
“Boleh saja jika tante berharap…”

Dengan beringas tante Imel seketika turun dan mulai mejilati batang kontolku. AKu dapat kenikmatan yang luar menikmati sekali. Tante Imel menjilati dan mengulum kontolku dengan piawai sekali. Kurasakan kepala kontolku hingga tidak ujung kerongkongannya. Setibanya lama kemudian tante Imel tidak posisinya menjadi 69. Terlihatlah suatu mengubah panorama, bulu hitam dengan belahan merah dan segumpal daging merah kecil yang berkilau.

“Ayo jilat memek tante Ben” pintanya.

Tanpa sungkan-sungkan dan indah, seketika saja kuarahkan lidahku untuk menjelajah sambil terus menghirup harumnya lantas tante Imel yang bagaikan candu itu.

Dia permainan saling menjilat, tante Imel lantas lantas dan memintaku untuk berdiri sambil tangannya terus menggenggam batang kontolku dan berbaring ke arah memeknya.

“Ayo Ben, bermigrasi sekarang burungmu ke dalam lubang memekku” pintanya. Tante Imel membimbingku dengan menekan tubuhku masukan batang kontolku tidak ke bibir memeknya dan dengan sedikit dorongan alhasil ” Bleeesss….”

“Aaaahhh….” desah tante Imel memecah kesunyian.

Sambil terus menyodokkan kontolku tidak lupa saya meremas-remas toket tante Imel secara bergantian. Tanpa berkata apa-apa, tante Imel tiba-tiba membantingku dan menduduki tubuhku. Ia mulai bergerak turun naik memutar. Saya aku takjub saja memperhatikan keagresifan tante Imel ini. Untuk mengimbangi permainan tante Imel, kuangkat pinggulku melihat kontolku dapat masuk lebih dalam dan tidak lupa tanganku terus memilin putingnya. Mulut kami terus meracau dengan kata-kata yang tidak kepuasan, tante Imel memintaku untuk membalikkan badannya ke posisi semula sambil memintaku untuk menyodoknya lebih menampilkan. Tidak lama kurasakan batang kontolku aku kian dan memek tante Imel juga kurasakan hal yang sama. Usai lama kemudian tubuh kami mengejang dan seperti di komando kami berdua berteriak,

“Arrgghhh…aaahhh….oohhh….”

Dari kemaluanku kurasakan keluar cairan tidak dengan enak kenikmatan dari dalam memek tante Imel dan kami saling berpelukan erat dengan denyut yang memburu sambil terus nafas kenikmatan yang tak tidak dilukiskan dengan kata-kata yang baru saja saya raih bersama tante Imel. Wanita yang selama ini menjadi fantasi sex ku.

Dia adegan yang tidak mungkin kuhapuskan dari ingatanku, tante Imel bertanya,

“Gimana Ben, puas gak? jika lain waktu kita ulang lagi kau keberatan gak?”
“Puas banget tante…iya saya berharap, berharap tante butuh seketika saja kontak saya”
“Makasih ya” katanya sambil aku mesra pipiku.

Usai itu saya dan tante kembali aku dan kemudian kami berdua duduk di beres-beres menunggu Faris pulang untuk mengantarku mencari bensin.

Dia kejadian itu kami masih terus usai mengerjakan terlarang ini secara kekerabatan-kekerabatan.  ini mengumpet dikala saya menetapkan untuk menikah 4 tahun yang lalu.

Tante Imel sejak berpesan padaku, “Jangan pernah khianati istrimu, sebab tante telah dapat bagaimana sakitnya dikhianati suami.”

Dan hingga bermigrasi kami masih telah memegang, bersilaturrahmi dan saling memberi spirit di dikala kami merasa jatuh. Saya betul-betul menghormati mengerjakan ini, sebab pada dasarnya saya betul-betul menghargai tante Imel sebagai istri dan ibu yang memegang.
Sex Dengan Ibu Kost Yang Hot

Cerita sex-Ini merupakan pengalaman aku dengan Bu Edi, tetangga aku, Waktu itu kaprah-kaprah jam 9 pagi aku berniat berkeinginan kerumahnya untuk membayar listrik sebab memang dibantu oleh beliau dengan menyalur listrik di rumahnya krn kebetulan belum pasang listrik sendiri…

Trus sesampai dirumahnya terbukti sepi sekali. Saya kaprah tak ada orang di rumah. Melainkan saya liat pagar tak dikunci, jadi inisiatif saya buka aja kemudian saya ketuk pintu rumah bu Edi…
“Pagi bu” sapaku
“Eh, mas leo…,masuk..”

Ceita Sex Terbaru - Saya malahan lantas masuk kedalam rumah, kulihat Bu Edi pagi itu demikian itu seksi dengan menerapkan daster tanpa lengan yang serba tipis dan mini sehingga tampak tubuh bu edi yang montok..”Wah kalo kayak gini dapat kacau ni otak…” kataku dalam hati

“Ini bu, aku berkeinginan bayar listrik untuk bulan ini dan bulan depan. Aku dobel aja, kebetulan ada rejeki…” saya mengawali diskusi.
“Oalah….mengapa kok pake didobel semua sih mas?? Gak apa2 kok bayar satu aja dahulu, khan tanggalnya jg msh muda gini, barangkali ada kebutuhan mendadak khan dapat digunakan dahulu…” katanya.

Di Baca Juga : Sex Dengan Liza Janda Binal

“Ah gak apa2 kok bu. Mumpung lagi ada aja. Ketimbang ntar kepakai bln depan aku jd linglung bayarnya….” Jawabku.

“Mas leo ini dapat aja..keadaan sulit itu mah mudah mas dapat dikontrol…lagian tetangga dekat aja kok. Santai aja lah” serunya ramah.

“Iya bu gak apa kok…dibayar dobel aja.” Kataku lagi.

“Kalo gitu tunggu ya,,ibu ambil catatannya dahulu..Oh iya mas leo berkeinginan minum apa? Panas apa dingin??” tanyanya lagi.

“Ah gak usah repot2 bu….bentar lagi juga pulang kok..” seruku.

“Udah gak apa2…kopi ya?? Biar gak buru2 pulang…” katanya lagi.

“Boleh deh bu, terima beri…..” jawabku sambil tersenyum.

Ibu Edi malahan lantas masuk kedapur, Sementara saya cuma terdiam sambil menghitung uang dari dompetku untuk memastikannya tak kurang.

Ibu Edi keluar dari dapur dengan membawa secangkir kopi.
“Silakan diminum mas…”

“Terima beri bu..” Jawabku.

Bu Edi duduk disampingku sambil membuka2 lembaran buku catatan pembayaran listrik bulan lalu. Saya mengecup bebauan wangi sekali, ditambah panorama cantik krn daster bu edi agak rendah sehingga saya dapat memandang belahan dadanya yg putih dan padat berisi. Nampaknya bu edi baru selesai mandi. Saya menikmati ****** saya mulai membesar memandang panorama yahud ini…

“Nah ini mas, totalnya masih sama seperti bulan kemarin, delapan puluh lima ribu. Jadi dibayar dobel kah?”

Saya agak kaget sebab pikiranku masih melayang entah kemana.
“Eh….oh…iya bu, jadi bayar dobel. Berarti totalnya berapa bu??” Jawabku sekenanya.
“Berarti ya seratus tujuh puluh ribu…” kata bu edi sambil senyum.
“Oh…eh….ii….iya bu aku bayar segala. Ini a…ada dua ratus ribu aku titipkan segala aja..” kataku gugup. Bagaimana tak. Saat menceritakan jumlah tadi, pose bu edi betul-betul menantang, dengan belahan dada yg terlihat terang dan paha yg menganga..

“Lho kok terkejut?? Mengapa?? Dibayar satu dahulu aja gak apa2 kok mas” katanya.
“eh…anu….nggak kok bu. Beneran aku ada kok. Aku bayar segala aja..” kataku sambil melirik belahan dada bu edi yg demikian itu menantang..

Nampaknya bu edi mengenal saya menyelidiki dadanya yg sekal itu..Melainkan bu edi cuma tersenyum tanpa berupaya menutupinya. “Ya udah kalo gitu gak apa2 deh. Emang mas leo liatin apa sih koq kayaknya jadi gak fokus gitu??”
“Oh…eh…nggak kok bu.., anu….” aduh saya mulai linglung, sementara bu edi tersenyum mengamati ku. “Kopinya diminum gih mas,, keburu dingin lho” serunya sambil tersenyum. “Permasalahan duitnya ntar aja deh, keliatannya mas leo lagi linglung gitu…” katanya sambil tersenyum badung.

Tiba2 bu edi meraba pahaku, “dari tadi ngliatin ini aja mengapa mas??” Tanya bu edi sambil menunjuk dadanya.
“Oh….eh….anu…itu….gak sengaja bu…” jawabku makin gugup
“Gak sengaja apa gak sengaja?? Koq diliatin terus hingga gak berkedip gitu..?” katanya sambil kian mendekat ke saya.
“Menyenangi ya???” Tanyanya lagi
“Berkeinginan??” saya kian tak dapat menjawab. Melainkan kontolku kian tegang krn bu edi mengelus-elus pahaku.

“Eh..m..m…maksud ibu??” Srup bibirnya bu edi lantas melibas bibirku dan tangannya meramas-remas ****** ku, pikiranku betul-betul kacau, saya masih linglung dan belum percaya kalo dikala ini saya berasmara dengan bu edi, yang senantiasa jadi fantasi sex ku. Birahiku malahan mulai bangkit, saya malahan mulai meremas-remas payudara bu edi yang tadinya cuma saya liatin saja. Kami saling melibas dan tangan bu edi terus meremas-remas kontolku. Tanganku malahan mulai menelusup dari jeda-jeda daster bu edi dan masuk ke dalam BHnya. Saya mainkan dan saya pilin-pilin puting susu bu edi yang mulai mengeras.

“Terus mas leo…ssshhs, nikmat banget..” dan tangan bu edi mulai membuka celana jeans ku, saya malahan membantunya dan kemudian kulepas kaosku sehigga sekarang tinggal cd yang merekat.

“Mas…kita ke kamar aja ya…jangan disini nanti diliat orang..” Dan kemudan mengecup bibirku.

Bu edi lantas masuk kekamar dan membuka dasternya, tubuh bu edi sekarang tinggal berbalutkan BH dan cd saja. Kemudian sambil menatapku badung bu edi mulai membuka bh dan cd nya. Sekarang bu edi sudah telanjang bulat dihadapanku…

“Wow bener2 seksi nih….” Gumamku sambil memelototi tubuh bu edi satu per satu dari atas hingga bawah. Tubuh bu edi memang betul-betul mulus, kulitnya putih, payudaranya demikian itu menantang dengan puting kemerahan yg mengacung. Apalagi memek bu edi, demikian itu cantik dengan klitoris yg kelihatan, serta tak ada satu helaipun bulu jembutnya..terlihat sehabis dicukur.

“Kok bahkan bengong mas leo….sini dong”

Bu Edi duduk di tepi ranjang dan kemudian saya mendekat dan menunduk mengecup bibirnya. Tangan bu edi melepaskan cd ku dan keluarlah kontolku.

“Waaahhh….. mas…ini besar banget, apa seperti ini ya kalo orang arab?” Kebetulan memang saya keturunan arab….”lebih besar dari punya suamiku nih….wah muat gak ya??” kata bu edi sambil mengelus-elus ****** ku, kadang-kadang dijilati ujung sampai buah pelirku jg tidak lepas dari jilatan bu edi.
Saya cuma terpejam merasakan servis dari bu edi ini. Bu edi kemudian berdiri dan menciumku kemudian turun kedadaku, putingku di hisap dan dijilati.
Ouh..bu nikmat banget bu, terus bu.

Kemudian bu edi berjongkok dihadapan ku dan menjilat kontolku seperti menjilat es krim.

Kemudian memasuk kan kontolku kemulutnya. Ia malahan mengulum kontolku dengan lihai. Sedap sekali rasanya, lebih enak dari hisapan istriku….

“ahh….Terus bu”, saya malahan mulai memompa kontolku didalam mulut bu edi sehingga mulut bu edi tampak penuh. Adakalanya bu edi menerapkan giginya untuk mengulum kontolku…aaaauuhhhh rasanya benar-benar enak.

Sekitar 10 menit bu edi mengoralku, sebelum kesudahannya menciumi buah pelirku, menjilatinya lalu berdiri dan kembali mengecup bibirku.

Terbukti bu edi betul-betul menyukai foreplay. Rupanya berkali-kali ia menjilat leher sampai belakang telingaku dan memainkan lidahnya di putingku. Bener-bener sensasi yang luar umum. Saya malahan tak tinggal membisu. Sekarang saya remasi payudara bu edi sambil saya jilat lehernya. Payudara nya jg tidak luput dari jilatan dan remasanku hingga saya mulai mengulum putingnya. Bu edi cuma mengeliat-mengeliat dan mendesah mendapatkan perlakuan ini dariku. Adakalanya saya gigit2 kecil putingnya dan bu edi melenguh enak maka….

Pelan saya baringkan bu edi sambil terus melumati payudaranya. Ciumanku turun ke perutnya..”Bener2 putih dan perfect tubuh ini” batinku. “Ahhhh…..sssssshshhh…..ouh…..terus mas….ahhhhh….nikmat banget lidahmu….ahhh….mas leo pinter…..eeehmm..” bu edi mengeliat.

Saya malahan menjulurkan lidahku ke memeknya, asin, terbukti cairannya bu edi banyak banget keluar. Memek yang kemerahan itu bener-bener berair oleh ludahku yg bercampur lendirnya..

Saya malahan mengangkangkan kakinya supaya dapat menjilat lebih dalam, ku jilat klitorisnya lalu saya kulum-kulum dan kadang-kadang kugigit perlahan-perlahan.
Ouch…enak banget mas……terus…..auhhh…ouhhh…, hisap terus mas…”
Saya malahan menjilatnya dan kemudian ku masukkan jari ku kadalam memeknya dan bu cantik malahan menggelinjang keenakan….
Ouch..mas….ahhhhhh….terusin mas…saya gak pernah senikmat ini……jari kau nikmat banget ahhh pinter mas…..shhhh…”
Tidak lama kemudian bu edi menjepit kepalaku dan menjambak rambutku dan saya malahan mepercepat permainan fucking finger ku di memeknya..
“Shhhhh…,uhhhhffff…saya berkeinginan keluar mas..oouuuuhh….hisap terus mas….,ohh……”
Akupun menghisap kuat kuat lubang kenikmatan itu dan “cret..cret..”
Cairan bu edi menyemprot mulutku dan saya malahan menjilatnya hingga bersih.

Bu edi keliatan lemas….saya malahan kembali berjongkok di atas kepala bu edi dan kembali ku sodorkan kontolku..

Bu edi malahan menghisap dengan kuat kontolku..saya membalikkan badanku sehingga posisi kami kini 69, saya membendung badanku dengan lutut dan terus memompa mulut bu edi. Sementara memek bu edi kembali berair dan saya terus mengelus elusnya.

Saya malahan membetuli posisiku dan sekarang kami sama-sama meringkuk..
Kulumat bibir bu edi yang sensual dan menggemaskan, sambil tanganku memainkan klitorisnya..

“Shh..uhf.. enak banget mas…aaahh….masukin kini mas….auuhhhh..cepet mas saya udah ga bendung nih..gatel banget rasanya.”

Bu edi malahan kusuruh mengangkang dan mengangkat kakinya kedepan sampai terlipat meraba payudaranya…

Sekarang bibir memek bu edi timbul keluar dan menganga seakan berteriak meminta dientot. Saya malahan memberi nasihat kontolku ke organ intim wanita bu edi dan mulai menggesek-friksinya..

”sssshhhh….aaahh…uuuhhh ayo maas masukin dong…ahhhhh”.. Saya malahan menancapkan kontolku dengan kencang masuk ke dalam organ intim wanita bu edi yang telah berair.

“Ouhhhh….perlahan-perlahan mas….ahhhhhhhhhh……kontolmu gede banget mas….”. Terbukti memek bu edi masih sempit dan nikmat banget kontolku serasa dipilin-pilin. Saya malahan memompa terus memek bu edi…kian lama kian kencang..

“Ouh..terus mas…..iih…ahhh….sshhhh…”. Kemudian saya stop dan menancapkan kontolku sedalam-dalamnya lalu saya diamkan…..saya ciumin payudara bu edi…lalu saya kulum putingnya…Dan secara tiba2 saya goyang lagi dengan gerakan menekan dan memutar. “Shhhhhh…..ahhhhhh,,,masss pinter banget kau…a.oooohhh…..nikmat mas….” Bu edi meracau tidak karuan. Kemudian tubuh bu edi mengejang dan kontolku terasa dijepit kuat sekali..

“Ouh..saya keluar lagi mas…..nikmat mas…..nikmat banget,”
Saya malahan membalikkan badan bu edi dan terbukti bu edi lantas paham apa mauku dan ia malahan lantas menungging dan sekarang kami dogy style..saya malahan memasukan kontolku kedalam memek bu edi.. “Ouhh…..mas….kau kuat banget….ahhhhhh…..leo…..terus sayang…..enak banget ”

Saya terus memompa memek bu edi sambil meremas-remas payudara bu edi yang bergelantungan..

”Ouh..ahh..terus mas….,saya gak bendung lagi mas….ahhhhh….. “ rintih bu edi. Saya malahan merasa ada yang berkeinginan keluar dari kontolku,,,,saya kian mempercepat kocokanku di memek bu edi. “huffft….aahhh….oh….sayang….saya berkeinginan keluar nih…” seruku. Saya tidak peduli lagi dengan beda umur kami. Saya panggil bu edi dengan sayang. “ahhhh….uuhhh….iya sayang gak apa-apa terusin aja….shhhshhhh…” teriaknya. Ternyata tidak bisa kutahan lebih lama lagi. Dengan tikaman terakhir saya stop dan cret…cret…..cret….ahhhh…..sayang…..uuuhhhh” teriakku mengiringi semprotan spermaku ke memek bu edi. “Auuuuuuuhhhh……oooooohhhh……” rintih bu edi. Saya merasa ada rasa hangat di sekujur kontolku…nampaknya bu edi orgasme lagi..
“aahh….” Kami berdua rebahan di kasur…bu edi tersenyum puas…lalu saya cium bibirnya…..
“makasih mas……nikmat bgt…..” ujar bu edi.
“Iya sayang….saya juga merasa nikmat bgt….puaaaassss sama km….” seruku sambil lalu mengulum bibirnya lagi. Tanganku mulai menyentuh payudaranya lagi.
“mas….aahhhh udah dahulu mas…..capek….ssshhh..”
“Iya sayang,,,,saya cm gemes aja sama ini …” jawabku sambil mencubit payudaranya..

Kami malahan berpakaian lagi. Saat hendak pamit, bu edi melibas bibirku dan meremas kontolku….
“Uangnya dibawa aja dahulu ya…..bln depan aja bayarnya…..” kata bu edi di sela2 kecupan kami.
“Saya balas meremas payudaranya lalu saya kulum lagi bibirnya.
“kalo bulan depan kelamaan….ini gak betah “ kataku sambil menunjuk kontolku.
“Iya mudah….ntar saya sms kalo rumah lagi sepi….ok sayang…..”jawabnya..
“Dengan bersuka ria hati” jawabku dan saya kulum bibirnya lagi sambil saya maikan puting payudaranya….


Saya malahan pamitan pulang. Semenjak itu kami jadi kerap kali ML kalo rumah bu edi lagi sepi. Pun pernah juga di hotel kalo bener2 gak bendung tetapi di rumah lagi ada si kecil-buah hatinya. Dan saya juga kerap kali dibebaskan bayar listrik sebab bu edi puas dengan pelayanan yang saya berikan…

- Copyright © cerita sex - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -