Popular Post

Popular Posts

Recent post

Tampilkan postingan dengan label agenslot. Tampilkan semua postingan



Mengetahui Cara Menang Di Slotdisney Daring! 

Ada banyak cara di mana Anda bisa menang di permainan slot UK yang tidak melibatkan upaya menipu. Beruntung banget, karena sebenarnya tidak ada cara apa pun di mana Anda bisa curang saat bermain slot online, karena penggunaan RNG.

Ada begitu banyak kasino online dan permainan slotdisney yang berbeda di dalam kasino online ini yang tersedia untuk kami mainkan. Sehingga Anda ingin mencari permainan terbaik yang sesuai untuk Anda. Tetapi bagaimana Anda tahu slot game mana yang memungkinkan Anda menang paling sering dan jumlah uang tunai terbesar? Yah, itu tidak sesulit yang Anda pikirkan untuk mempertimbangkan pro dan kontra dari berbagai permainan. Dan sehingga Anda dapat menemukan permainan yang memungkinkan Anda untuk menang di slot online.

Bayaran Penawaran Promosi

Semua kasino saling bersaing, sehingga mereka terus-menerus ingin mengalahkan satu sama lain untuk memenangkan waktu para pemain. Mereka melakukan ini dengan mempromosikan situs mereka dengan cara yang akan mendorong Anda untuk bermain. Informasi ini sangat penting dan bermanfaat bagi para pemain.

Untuk beberapa situs, promosi kasino online mereka sangat penting bagi mereka sehingga mereka menawarkan bonus sangat sering, seperti mingguan. Dan meskipun yang lain menawarkan bonus lebih jarang. Anda bahkan tidak harus menjadi pemain dari situs tersebut yang menggunakan game online secara rutin untuk dapat memanfaatkan promo ini juga.

Apa Kemudahan Anda Dalam Bermain Slotdisney?

Slot Sukses Berputar

Dengan bebas berputar untuk diperebutkan di banyak situs dalam permainan judi slotdisney. Dan apakah Anda adalah pemain biasa atau anggota baru ke situs, ini adalah cara yang bagus bagi Anda untuk dapat berpartisipasi secara gratis.

Anda tidak harus mengkredit akun Anda dengan uang tunai untuk dapat menggunakan putaran gratis dan ada potensi bagi Anda untuk dapat memenangkan sejumlah besar uang tunai dengan melakukan hal itu. Apakah Anda ingin meningkatkan peluang untuk menang di gim slot favorit Anda atau mengalami gim baru tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun, inilah saatnya untuk melakukannya.

Pro Paytable

Seringkali, pembayaran dalam permainan slotdisney game diabaikan. Ini mungkin tidak disengaja, itu bukan sesuatu yang diketahui tentang sangat dan karena itu kita tidak cenderung repot tentang hal itu.

Tapi mungkin kita bisa mulai melakukannya ketika kita menyadari bahwa ada manfaat besar untuk melakukannya, baik meningkatkan kenikmatan yang akan kita dapatkan dari pengalaman bermain slot dan potensi uang tunai yang bisa kita peroleh dalam permainan.

Nah, itulah cara menang untuk bermain slotdisney yang perlu Anda ketahui untuk mempermudah dalam permainan. Semoga membantu!



Pada ketika itu Lisa yang edang asik bermasturbasi di dalam kamar mandi khusus Guru tiba-tiba terkagetkan oleh bunyi pintu yang terdobrak. Singkat cerita terbukti yang mendobrak pintu itu ialah seorang Guru di sekolah itu juga.

Agen Playtech-Sebab Terpergok Oleh guru yang bernama Jaka, denga terpaksa Lisa semestinya melayani nafsu sex Jaka. Berkeinginan tahu kelanjutan ceritanya, Segera aja yuk baca dan simak bagus bagus cerita dewasa ini.

Pada petang hari itu, dari sebuah sudut bangunan sebuah sekolah dasar yang berlokasi di pinggir kota “A”, terdengar bunyi desah-desahan yang nyaris tidak terdengar oleh orang lain. Desahan-desahan itu erdengar seperti terbendung pada balik pintu kamar mandi guru sekolah MA ( Madrasah Aliyah ) di kota “A” itu.

Sebab mendengar desahan itu, pada waktu itu sesosok pria yang tengah berdiri dan merekatkan kupingnya. Dengan seksama ia-malahan memperdengarkan desahan-desahn yang terdengar menonjol mengasyikan sekali
Ucap saja nama Pria itu Jaka, ia ialah seorang guru olahraga pada sekolah itu yang umurnya sekitar 26 tahun. Didalam kamar mandi ada sesosok perempuan dengan berbusana islamik dan rok panjang berwarna cokelat muda menonjol sedang terduduk di pinggir bak mandi dengan menggunakan hijab panjang membalut kepalanya. Dengan jari lentik dan rok panjang yang sudah tersingkap, nampak memainkan klitorisnya.

Dengan mata yang tertutup, seakan-akan wanita itu sudah melayang ke dunia lain. Bibir tipis dari guru indah yang berhijab itu kadang-kadang mengeluarkan desahan-desahan kecil kenikmatan-nya. Dan Kini perempuan indah berhijab itu menonjol bermigrasi posisi menghadap tembok sembari membungkuk membendung tubuhnya di tembok kamar mandi dengan posisi sedikit menungging.
Dengan dicontoh tangan kanannya yang tertopang dinding dan dengan tangan satunya memainkan klitorisnya dari depan, wanita indah itu mulai mendesah.
“ Uuuh… mmhhh… Sss… Aghhh… … ”, desah wanita berhijab itu perlahan terbendung.
Mulailah aliran peluh mengalir mengaliri keningnya. Dikala GURU berhijab itu hampir menerima tiba klimaks-nnya, dengan tiba-tiba terdengar bunyi,
“ Gubraaak… ”,
Ternyata bunyi itu ialah suara pintu kamar mandi yang didobrak dengan paksa, lalu,
“ Hah… Ustazah Lisa… ”, sebut terkejut pria yang berdiri di depan pintu kamar mandi itu.

Agen Slot-Mata Pria itu ketika itu tak berkedip sedikitpun saat mengamati perempuan indah berseragam itu sedang memaikan klitorisnya. Lalu wanita itupun tersentak terkejut,
“ Apa…. Ustad Jaka…. ”, katanya terkejut separo berteriak.

Sebab terpergok oleh ustad Jaka wanita itupun tak tahu akan bertingkah apa pada ketika itu. Yang dipanggil Ustazah Lisa alias perempuan berhijab itu, ia segera jongkok merapatkan kakinya untuk menutupi Kewanitaanya dari penglihatan Ustad Jaka. Tetapi percuma saja Lisa menutupi kewanitaanya, ia yang saat itu terkejut pada ketika itu tangannya masih berada diantara pahanya, tepatnya di Zona Kewanitaan Lisa.

“ Apa yang Ustad Jaka lakukan, pesat pergi dari sini !!! ”, sebut panik Lisa mengusir Jaka.

Pada ketika itu wajahnya yang indah terbalut hijab hitam sedada itu menonjol pucat sebab takut dan malu. Yang dibentak, bukannya keluar tetapi malahan pesat-pesat masuk dan menutup pintu kamar kamar mandi dan menguncinya.

“ Ngapain pak??!!… Keluar!! ”, bentak Lisa sekali lagi sembari konsisten berjongkok sambil membenahi rok panjangnya ke bawah yang tadinya tersingkap hingga sepinggul.
“ Ustazah Lisa ”, kata Jaka sembari mendeka dan mendekap tubuh guru perempuan berhijab itu. Perempuan itu terhenyak terkejut, tetapi tak berani berteriak sebab takut bila-bila ada orang yang mengenal bila ia bermasturbasi di kamar mandi sekolah.

“ Jangaan pak ”, ronta Lisa sembari berupaya melepaskan dekapannya.

Perempuan berhijab itu menggeser tubuhnya untuk melepaskan diri dari dekapan pria hal yang demikian, melainkan ia konsisten mendekap Lisa erat-erat. Hingga-hingga GURU berhijab itu hampir menubruk dinding.
“ Bantu… jangan paak ”, pintanya dengan bunyi memelas ketakutan.

Tapi pria setengah baya hal yang demikian tak menggubris rengekan wanita berhijab yang berumur 23 tahun itu, malahan ia malahan mendekatkan wajahnya serta menciumi leher Lisa yang tertutup hijab.
“ Jangaaan Pak, bantu jangan lakukan ini…. ”, pinta Lisa merengek.

Di Baca Juga : Menantu Jadi Budak Seks Mertua Yang Ganas

Dikala itu Jaka menonjol seperti itu beringas dengan napas mendengus sambil menciumi leher yang tertutup hijab hitam.
Tangannya mulai menyentuh-raba buah dada guru berhijab itu dari luar pakaian seragam cokelat mudanya. Lisa sadar bila ia terjebak makanya ia berupaya melawan. Dengan sekuat kekuatan didukung tubuhnya dan sukses. Pria itu terjatuh di lantai kamar mandi. Memanfatkan keadaan itu, Lisa bergegas ke arah pintu. Tapi ketika hendak mencoba membuka grendel pintu kamar mandi, tangan guru berhijab itu terbendung oleh tangan Jaka yang kekar.

“ Pak… lepaskan saya… bantu pak… ”, kata Lisa meronta.

Tapi Jaka yang telah kesetanan itu tak mendengarkannya lagi. Pria itu malahan memiting tangan kanan guru indah berhijab itu ke belakang dengan kasar, sedang tangannya yang lain membendung tangan kiri Lisa di dinding. Perempuan berhijab itu terjebak menonjol tubuhnya seperti terkunci dan tak dapat bergerak.
“ Jakamm … sakit… lepaskan ”, pinta Lisa dengan bunyi memelas.

“ Ustazah Lisa… biarkan saya… ”, bisik pria itu ketelinga Lisa yang tertutup hijab itu disertai dengusan.
“ Ahhh lepaskan ”, pinta guru MA ( madrasah Aliyah ) yang indah itu memohon lagi seperti itu mengenal tubuh kekar pria itu menekan tubuh Lisa ke dinding.

Perempuan berhijab hitam itu menonjol panik ketakutan saat merasa ada benda yang keras kenyal menekan kearah pantatnya yang tertutup rok panjang berwarna cokelat muda itu. Guru perempuan itu kian memberontak berupaya melepaskan kuncian tangan Jaka.

“ Sebaiknya Ustazah Lisa jangan bising, nanti ada orang yang dengar. Biarlah aku dipukuli orang melainkan aku akan cerita ke segala orang bila Ustazah Lisa masturbasi di kamar mandi ”, ancam Jaka.

Ancamannya seperti itu mengena sehingga guru indah berhijab itu menghentikan konfrontasinya. Mengenal mangsanya mengendurkan konfrontasi, tangan-tangan kekar pria itu menarik kedua tangan Lisa merapat kedinding sampai saling berhimpitan.

“ Jangan pak, kumhon jangan ”, pinta guru berhijab itu memelas terhadap Jaka.

Tetapi sia-sia, tangan kanan pria itu dengan bebas menyentuh-raba buah dada Lisa sambil kadang-kadang meremasnya. Padahal tangan kiri pria itu mengunci kedua pergelangan tangan Lisa yang merapat didinding. Ekspresi wajah berbalutkan hijab hitam itu nampak ketakutan bercampur sendu.

“ Aahh Ustazah Lisa… .nenennya gede banget eummhhh… ”, kata-kata dekil sekalian memuji estetika tubuh Lisa keluar dari mulutnya.
Kurang puas menyentuh buah dada perempuan berhijab itu dari luar blazer lengan panjang berwarna cokelat muda hal yang demikian, tangan Jaka yang kasar meyusup masuk kedalam pakaian yang dikenakan Lisa.
“ Ammpuun pak lepaskan ”, mohon Lisa kala pria itu mulai memeras kedua buah dadanya.
Tapi Jaka tak menggubrisnya, malahan guru indah berhijab itu menikmati kejantanan pria itu telah betul-betul keras sekali menubruk-nabrak bokongnya. Ini segala menggambarkan ia benar benar telah betul-betul berkeinginan menyetubuhi Lisa.

“ Ugghh… Sayang… puaskan kejantananku kini yah ? ”, bisik Jaka perlahan penuh nafsu sambil menarik rok panjang semata kaki cokelat muda Lisa keatas.

“ Pakk… jangan… jangan. Bantu kasihanilah aku ”, kata guru berhijab itu memelas putus hasrat.

Nampaknya apa saja yang dikatakan Lisa tak bisa menahan nafsu setan Jaka.

Sebentar Lisa tak menikmati tangan kanan pria itu menyentuh-raba tubuhnya. Penasaran apa yang dijalankannya, guru berhijab itu menoleh ke belakang dan betapa kagetnya Lisa ketika mengamati pria itu mengeluarkan kejantanan-nya. Padahal Lisa tak mengamati dengan terang, melainkan ia dapat mengamati wujud kejantanan pria hal yang demikian.
Menonjol betul-betul besar dan hitam legam keluar dari kandang-nya. Belum sirna rasa terkejut Lisa, Jaka menekan tubuh perempuan berhijab hitam itu sampai merekat ke dinding. Dirasakannya benda kenyal dan keras itu sedang menggesek-gesek dan menubruk bokong Lisa.

“ Sss… Aghhh… pantatmu montok banget sayang… ”, kata Jaka sembari meremas remas bokong guru indah berhijab itu.
Lisa terhenyak terkejut sebab teringat saat bermasturbasi tadi ia melepas celana dalam dan masih tergantung di pintu kamar mandi. Lisa menonjol telah pasrah sebab meras tak mungkin lepas. Terasa oleh guru berhijab itu sebuah benda keras dan kenyal sedang menggesek-gesek belahan kewanitaan miliknya yang licin seperti mencari-cari target. Hasilnya benda itu stop ideal di celah bibir kewanitaan Lisa.

“ Ampun pak… Jangan… bantu kumohon… ”, pinta Lisa lagi putus hasrat kala menyadari dalam hitungan detik kejantanan Jaka akan lantas masuk kedalam tubuhnya.
“ Oughhh… Ssss… ahhh… Ustazah Lisa udah lama aku pengen bercumbu sama kau. kau sungguh montok sekali… ”, jawabnya tanpa memperdulikan permohonan perempuan berhijab itu.
Dan tiba tiba terasa oleh Lisa pria hal yang demikian mulai bergerak menyeruak masuk membelah bibir kewanitaan miliknya. Panik, Lisa sekuat kekuatan mencoba melawan dengan sisa-sisa harapannya. Tapi bukannya terlepas tetapi malahan sebab gerakan tubuh Lisa kejantanan pria itu malahan makin terbenam masuk ke dalam lubang kewanitaan miliknya.“ Aaaah tidaaak… ”, jeritnya dalam hati saat menikmati batang kejantanan pria itu membenam memenuhi kewanitaannya.
Ekspresi wajah indah terbungkus hijab hitam itu menonjol berkeinginan menangis sembari menggigit bibirnya. Sungguh , kewanitaan Lisa yang telah berair saat bermasturbasi tadi malahan mempermudah batang kejantanan Jaka itu masuk. Kejantanan yang besar itu malahan masuk pelan menggesek dinding lubang kewanitaan Lisa dengan gerakan perlahan tetapi pasti.

“ Uugghh… eummm… Lisa, memek kau nikmat banget… oughhh… aghhh… ”, racau Jaka ke alat pendengar Lisa yang tertutupi hijab saat kejantanan-nya dibenamkan kedalam rahim Lisa.
“ Eghhh… eummmh… ”, desah Lisa seolah membalas racauan sedap Jaka.

Wajah indah yang terbungkus hijab hitam itu menonjol sedikit mengernyit seakan membendung perih sebab mungkin belum pernah ada benda sebesar itu masuk ke dalam kewanitaannya. Dikala batangan itu amblas, Lisa terdiam, antara kebingungan, takut, takjub, sedap dan terkejut. Semuanya itu berkecamuk dikepalanya. Lisa cuma pasrah, tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Seakan ia tak menduga bahwa akan menerima fantasi sex untuk bercumbu di kamar mandi sekolah dan disetubuhi dari belakang kesampaian juga. Tetapi bedanya persetubuhan ini bukan dengan sosok pria yang ada dalam fantasinya selama ini. Tetapi kenyataannya, malahan seorang penjaga sekolah yang sedang mendesah-desah dibelakang Lisa, dan yang sedang membenamkan kejantanan-nya di kewanitaan Lisa.

Kenyataan yang semestinya diterima Lisa kala Jakalah yang sedang asyik merasakan dan memompa kejantanan-nya keluar masuk di lubang kewanitaan miliknya.

“ Oughhh… sayang… oughhh… sedap rasanya ”, desah Jaka sambil meracau berkali kali.

“ Sshh… ngghh… emmm… ”, desah Lisa kecil seakan mulai menikmati nikmatnya genjotan Jaka.

Guru Olah raga itu terus menyodok dan memompa kejantanan miliknya sedalam-dalamnya tanpa henti. Kedua tangan Lisa masih dibendung oleh tangannya yang kekar di dinding kamar mandi. Makin lama perempuan indah berhijab ini hanyut oleh getaran libido yang mulai menebarkan rasa sedap yang menjalar keseluruh tubuhnya.
“ Sss… ahhh… emmm… Ough… ”, desah Lisa perlahan dengan tubuh yang terguncang-guncang mendapatkan sodokan kejantanan Jaka dari belakang.
“ Hemmm… Sedap-kan sayang… ? ”, tanya Jaka tiba tiba.

Dikala itu Lisa cuma terdiam malu, ia tak berani berkomentar sembari menundukkan wajahnya yang terbungkus hijab itu sembari mencoba menghindari usaha bibir Jaka yang berkeinginan mencium pipi kanannya.




“ Ayo tunggingin dikit dong sayang bokong kau… ”, pinta Jaka sembari menarik bongkahan bokong guru berhijab itu keatas.
Tanpa menjawab, lalu Lisa-malahan menunggingkan bokongnya sedikit seperti permintaan Jaka.

“ Eumm… bokong kau memang montok banget sayang, nggak salah apa yang saya khayalkan selama ini ”, ujar Jaka sembari meremas remas pantat Lisa dengan gemas dan bernafsu.
Sambil tangan kirinya membendung pinggul guru indah berhijab itu, Jaka kembali menyodokkan kejantanan-nya kembali.

“ Sss… Aghhh… pak perlahan-perlahan… Oughhh… ”, pinta Lisa kala menikmati penetrasinya terasa lebih dalam dari sebelumnya.
Mungkin sebab perempuan berhijab itu menunggingkan bokongnya sehingga posisi kewanitaan itu benar-benar bebas hambatan. Jaka tak memperlambat sodokannya malahan dipercepat, membikin Lisa mulai mendesah perlahan penuh sedap.

“ Ssss…. Aghhhh… ”, desah Lisa perlahan kala menikmati friksi kejantanan Jaka di liang kewanitaannya.
Sebab mengamati tubuh Lisa yang terdorong dorong ke depan, Jaka dengan sengaja melepaskan kedua tangan Lisa sehingga dia bisa membendung tekanan tubuh pria itu dengan kedua tangan Lisa bergantung pada tembok.

“ Ssss… ahhh… gilakkk… sungguh kenikmatan yag luar lazim… ouhhh… ” sebut Jaka.

Jaka yang merasakan kewanitaan lisa, kedua-tangannya-malahan meremas remas pantat bulat padat milik guru indah berhijab itu sambil tak stop menyodok-nyodokkan kejantanan-nya “ Oughhh… .… sayyangghh… oughhh… . ”, desah Jaka kian pesat. “ Ohh… ngghh… pp… pak… ja… jangan bising pak… ”, pinta Lisa sebab takut desahannya didengar orang.
“ I… i… iyahh… Innhh… emhh abis memek kau nikmat banget… aghhh… ”, katanya perlahan dengan napas menderu.

Sodokan demi sodokan pria hal yang demikian kian pesat. Kurang puas meremas-remas pantat guru indah berhijab itu, Jaka menguakkan belahan bokong Lisa. Dan satu jari pria itu mulai membelai anus Lisa. Kontan Lisa menggeliat sembari menggoyang bokongnya kekanan dan kekiri sebab kegelian.

“ Oughhh… Ustad Jaka… oughhh… .” ,
Lisa tak lagi mendesah melainkan mendesah sebab rasa sedap yang tercipta dari sodokan kejantanan Jaka ditambah friksi jarinya yang membelai anus milik gadis berhijab itu. Segala seperti racikan yang ideal membikin guru SD berhijab itu lupa diri membuatnya tak bisa menahan desahan sedap yang keluar dari bibirnya.

“ Ooghh… Oughhh… .hh… ngghh… ”, desah Lisa menggila ketika jari Jaka menikam-nusuk didalam anus guru berhijab itu, dan secara spontan bokong Lisa-malahan kian menungging.
Tiap-tiap kali pria itu menarik kejantanan-nya jari ditusukkan kedalam anus Lisa. Gerakan dua insan yang berlainan tipe itu kian panas. Bokong guru indah berhijab itu menonjol bergetar-getar hebat kala kejantanan dan selangkangan Jaka membentur-bentur keras pantat Lisa. Kepala Lisa yang terbalut oleh hijab hitam itu menonjol mengangguk-angguk kepayahan mendapatkan sodokan Jaka sedari tadi.

Desahan dan racauan dari mulut kedua mahluk lain tipe ini juga kian tak karuan. Pakaian seragam GURU yang berwarana cokelat muda serta hijab yang dikenakan Lisa menonjol berair kuyup imbas peluh serta temperatur lembab dan panasnya persetubuhan itu.
“ Aghhh… a… saya… ingin keluar… uohhh… Lisa… ”, desah Jaka yang akan menempuh klimaksnya.

“ Oughhh… . eummm… Ahhh… ”, desah Lisa keras sembari merapatkan tubuhnya ke dinding yang dicontoh Jaka dengan menyodokkan kejantanan-nya dalam-dalam. Malahan Jaka juga menusukkan jarinya hingga amblas kedalam lubang anus Lisa.

“ Ouhhh… uhhhh… . ”, desah panjang Lisa yang terbendung pedoman ia sudah menempuh Klimaks-nya. (walau kenyataannya guru berhijab itu habis diperkosa).

Ditelannya air liurnya sendiri sembari merasakan sisa kenikmatan puncak orgasme tadi, sedang kejantanan Jaka terbukti masih sibuk memompa liang kewanitaan Lisa. Kedua tangannya memcengkeram bokong yang bulat dan padat itu sambil memompa kejantanan-nya dengan ganas. Dan,
“ Oughhh … Lisaa… Ssss… . ahhh… ”, erang Jaka sembari menghentakkan kejantanan-nya rapat-rapat ke bokong Lisa sambil menekan tubuh guru berhijab itu sampai tersudut pada dinding kamar mandi.

Ekspresi wajah indah terbungkus hijab itu menonjol terkejut kala menyadari kejantanan Jaka menyemburkan air mani hangat memenuhi rahim miliknya. Berkali-kali pria itu menghentakkan kejantanan-nya dalam-dalam membikin tubuh Lisa terdorong ke tembok.

“ Oughhh… eummm… ahhh… ”, desah Lisa sang guru berhijab itu tanpa sadar turut merasakan sensasi Jaka menjelajahi di dalam liang kewanitaan Lisa.

Denyutan serta semburan air maninya yang masih hangat berhamburan membasahi rahim Lisa. Sekilas raut wajah guru indah berhijab itu seakan tersadar kembali. Lalu Dirapatkan tubuhnya kedinding dan menarik napas sembari teringat bila ia memang telah ingin menstruasi. Dalam hati Lisa cuma dapat ingin air maninya tak membuahi telor dirahimnya.
“ Ouhhh… Lisa … eumm… ”, desah pria itu sembari mencoba mengecup pipi Lisa.

Guru berhijab itu menolak sembari mensupport Jaka dengan mata melotot. Memandang Lisa yang protes, Jaka lantas membenahi bajunya tanpa membersihkan kejantanan-nya yang masih dilumuri cairan kewanitaan guru berhijab itu.

“ Kencang keluar pak ”, bentak Lisa dengan bunyi lantang sambil membenahi rok panjangnya.
Jaka tanpa berkata apa-apa segera keluar dari kamar mandi. Guru berhijab itu lalu segera membersihkan alat kelaminnya dari air mani Jaka yang mengalir keluar.
“ Hihhh… banyak seklai air mani ia… huhhh… ”, sebut Lisa dalam hati.

Singkat crita sesudah Lisa membenahi pakaian seragamnya, dengan sistem mengendap endap Lisa-malahan keluar dari kamar mandi dengan hati berdegub yang bercampur takut jika hingga ada orang yang mengenal apa yang terjadi tadi di kamar mandi tadi. Lalu Lisa-malahan pulang dengan perasaan kecewa sebab ia ia baru saja berkaitan sex secara paksa oleh Pria yang tak pantas dengan yang diharapkannya.



Agen Playtech-Sesudah kami berkenalan, lalu kami berdialog sejenak di kantin SMA, Sesudah tak berapa lama, tiba-tiba ia berbisik di alat pendengar aku, katanya, “Kau menawan sekali deh Shinta..”, sambil matanya tertuju pada belahan dada aku. Muka aku segera merah, terkejut dan dadaku berdenyut cepat. Tiba-tiba terdengar bunyi “Pritt…!”, petunjuk bahwa babak ke-2 akan diawali, aku segera mengajaknya balik ke lapangan.

Dalam perjalanan ke lapangan, kami lewat kelas-kelas kosong. Tiba-tiba ia menarik tanganku masuk ke dalam kelas 3 Fis 1, lalu ia segera menutup pintu. Aku segera bertanya padanya, ” Ada apa Indera…, babak ke-2 telah berharap mulai nih…, kau tak takut dicariin pelatih kau?”.
Ia tak membalas pertanyaanku, tetapi segera memelukku dari belakang, dan ia berbisik lagi padaku, “Badan kau baik sekali ya Shin..”.
Aku tak dapat berperilaku apa-apa kecuali berbalik badan dan menatap matanya serta tersenyum padanya.


Agen Slot-Ia segera mengecup bibirku dan aku yang belum pernah berkecupan dengan cowok, tak dapat berperilaku apa-apa kecuali memperbolehkan lidahnya masuk ke dalam mulutku. Sesudah kaprah-kaprah 5 menit bercinta, mulai tangannya menyentuh dan meremas dadaku. Aku pasrah saja padanya, sebab terus jelas aku belum pernah menikmati kenikmatan seperti ini. Tangannya masuk ke dalam pakaian cheers no.3-ku, dan mulai memainkan puting payudaraku, lalu ia menyingkapkan bajuku dan melepaskan rokku sampai aku tinggal mengenakan BH dan celana dalam saja.

Lalu dia membuka pakaian basket dan celananya, sehingga dia cuma mengenakan celana dalam saja. Menonjol terang di depanku bahwa “penis”-nya telah tegang di balik celana dalamnya. Dia mengendalikan tanganku dan memberi nasehat tanganku ke dalam celana dalamnya. Aku menikmati “penis”-nya yang besar dan tegang itu dan dia memintaku untuk meremas-remas penisnya. Dia memaksaku untuk membuka celana dalamnya, sesudah aku membuka celana dalamnya, nampak terang penisnya yang telah ereksi. Besar juga pikirku, hampir sejengkal tanganku kaprah-kaprah panjangnya.

Di Baca Juga : terbuai sex akibat pelet

Baru kali ini aku memandang alat kelamin cowok secara segera, umumnya aku cuma memandang dari film biru saja jika aku diajak nonton oleh sahabat-sahabat dekatku. Dikala aku masih terpana memandang penisnya, ia melepas BH dan celana dalamku, tentu saja dengan sedikit bantuanku. Sesudah dia menyingkirkan baju dalamku, badannya yang tinggi dan atletis layaknya sebagai seorang pemain basket itu, menindih badanku di atas meja kelas dan dia mulai menjilati puting payudaraku hingga aku benar-benar menggeliat keenakan, kurasakan berair pada bibir kemaluanku, aku baru tahu bahwa inilah yang akan terjadi padaku jika aku benar-benar terstimulasi.

Lalu tangannya yang kekar itu mulai menyentuh bibir kemaluanku dan mulai memainkan clitorisku sambil kadang kala mencubitnya. Aku yang benar-benar terstimulasi tak dapat berperilaku apa-apa kecuali mendesah dan menggeliat di atas meja. Cukup lama dia memainkan tangannya di kemaluanku, lalu dia mulai menjilati bibir komponen bawah kemaluanku dengan nafsunya, tangan kanannya masih memainkan clitorisku. Tak lama aku bertahan pada permainannya itu, kaprah-kaprah 5 menit kemudian, aku menikmati darahku naik ke ubun-ubun dan aku menikmati sesuatu kenikmatan yang amat luar awam, badanku meregang dan aku menikmati cairan hangat mengalir dari liang kemaluanku, Indera tanpa ragu menjilati cairan yang keluar sedikit demi sedikit itu dengan nafsunya hingga cuma air liurnya saja yang membasahi kemaluanku. Badanku terasa lemas sekali, lalu Indera duduk di pinggir meja dan memandangi wajahku yang telah berair bermandikan peluh.
Dia berkata padaku sambil tersenyum, “Kau menonjol capek banget ya Shin…”. Aku cuma tersenyum.

Ia mengambil pakaian basketnya dan mengelap cucuran peluh pada wajahku, aku benar-benar terkagum padanya, “Bagus banget nih cowo”, pikirku. Seperti telah paham, aku jongkok di hadapannya, lalu mulai mengelus-ngelus penisnya, sambil kadang kala menjilati dan menciuminya, aku juga tak tahu bagaimana aku dapat bereaksi seperti itu, yang ada di pikiranku cuma membalas perbuatannya padaku, dan sistem yang kulakukan ini pernah kulihat dari salah satu film yang pernah kutonton.
Indera cuma meregangkan badannya ke belakang sambil mengeluarkan bunyi-bunyi yang malahan makin membuatku mau memasukkan penisnya ke dalam mulutku, tak berapa lama kemudian aku mengendalikan pangkal genitalianya itu dan mulai membimbingnya masuk ke dalam mulutku, terasa benar ujung penisnya itu meraba dinding tenggorokanku dikala hampir segala komponen batang genitalianya masuk ke dalam mulutku, lalu aku mulai memainkan penisnya di dalam mulutku, terasa benar kemaluanku mulai mengeluarkan cairan berair lagi, petunjuk jika aku telah benar-benar terstimulasi padanya.

Kaprah-kaprah 5 menit aku menjalankan oral seks pada Indera, tiba-tiba badan Indera yang telah berair dengan peluh itu mulai bergoyang-goyang keras sambil dia berkata, “aarghh…, Aku udah gak bendung lagi nih Shin…, Aku berharap keluarr…”.
Aku yang tak benar-benar memerhatikan omongannya itu masih saja terus memainkan penisnya, hingga kurasakan cairan hangat kental putih dan agak asin keluar dari lubang alat kelamin Indera, aku segera mengeluarkan penisnya itu dan seperti kesetanan, aku malahan menelan cairan spermanya, dan malahan menghisap penisnya hingga cairan spermanya benar-benar habis. Aku duduk sejenak di kursi kelas, dan kuperhatikan Indera yang tiduran di meja sambil mencoba memelankan ritme napasnya yang terengah-engah.

Aku cuma tersenyum padanya, lalu Indera bangun dan menghampiriku, Ia juga cuma tersenyum padaku. Cukup lama kami berpandangan dengan situasi bugil dan berair berkeringat.
“Kau menawan dan bagus banget Shin”, katanya tiba-tiba. Aku cuma ngakak kecil dan mulai mengecup bibirnya. Indera membalas dengan nafsu sambil memasukkan tangannya ke dalam lubang kemaluanku. Cukup lama kami bercinta, lalu dia berkata, “Shin…, boleh nggak Aku emm…, itumu…”.
“Itu apa Ndra?”, tanya aku.
“Itu…, masa kau gak tahu sih?”, balasnya lagi.
sebelun aku menjawab, aku menikmati kepala batang genitalianya telah meraba bibir kemaluanku. “Crestt.., creest”, terasa ada yang robek dalam kemaluanku dan sedikit darah keluar.
Kemudian Indera berkata, “Shin kau rupanya masih perawan!”, aku cuma dapat tersenyum dan menikmati sedikit perih di kemaluanku terasa agak serat waktu separo genitalianya masuk ke vaginaku. Digerak-gerakan pelan batang genitalianya yang besar melainkan sesudah agak lama entah kenapa rasa sakit itu sirna dan yang ada cuma ada rasa geli, sedap dan sedap dikala Indera menggoyangkan badannya maju mundur perlahan-perlahan aku tak bendung lagi seraya mendesah kecil keenakan. Kemudian kian kencang saja Indera memainkan jurusnya yang maju mundur kadang kala menggoyangnya ke kiri ke kanan, dan dipuntir-puntir putingku yang pink yang kian membuatku menggelepar-gelepar seperti ikan yang dilempar ke daratan.

Peluh telah membasahi badan kita berdua. Aku sadari jika ketika itu perbuatan kita berdua dapat saja dipergoki orang, melainkan aku rasa kemungkinanya kecil sebab kelas itu agak terpencil. “Ahh…, ahh…, ahh”, aku mendesah dengan bunyi kecil sebab takut kedengaran orang lain. Kulihat wajah Indera yang menutup matanya dan terenggah-engah napasnya.

Cukup lama juga Indera bermain denganku, memang benar kata orang jika atlet itu kuat dalam bersenggama. “Ahh…, aww…, aww”, geli dalam lubang kemaluanku tak tertahankan. Tiba-tiba kurasakan sesuatu yang lain yang belum pernah kurasakan, cairan hangat kurasakan keluar dari dalam vaginaku.
Oh, itu mungkin yang kata orang orgasme pikirku. Badanku terasa rileks sekali dan mengejang. Mulutku ditutup oleh Indera mungkin dia takut jika aku mendesah terlalu keras. Meja kelas yang agak tua itu bergoyang-goyang sebab ulah kita berdua. Aku masih menikmati bagaimana Indera berupaya untuk menempuh puncak orgasmenya, lalu dia duduk di kursi dan menyuruhku untuk duduk di genitalianya. Aku berdasarkan saja dan perlahan-perlahan aku duduk di genitalianya. Indera mengendalikan pinggulku dan menaik-turunkan diriku. Aku belum pernah aku menikmati kenikmatan yang seperti ini. Aku mendesah-desah dan Indera kian motivasi menaik-turunkan diriku. Lalu badan Indera mengejang dan berkata, “Shin aku berharap keluarr”, kini malahan giliranku yang motivasi mengasah gerakan tubuhku supaya Indera dapat juga menempuh klimaksnya, melainkan lama Indera mengeluarkan penisnya dan terdengar dia mendesah panjang, “Ahh Shin…, Aku keluar”. Kulihat air maninya berceceran di lantai dan beberapa ada yang di meja. Lalu kami berdua duduk lemas dengan saling berpandangan. Dia berkata, “Kau nyesel yah Shin?”, aku menggeleng sambil berkata, “Nggak kok Ndra…, sekaligus buat pengalaman bagiku.”

Lalu tangannya yang kekar itu mulai menyentuh bibir kemaluanku dan mulai memainkan clitorisku sambil kadang kala mencubitnya. Aku yang benar-benar terstimulasi tak dapat berperilaku apa-apa kecuali mendesah dan menggeliat di atas meja. Cukup lama dia memainkan tangannya di kemaluanku, lalu dia mulai menjilati bibir komponen bawah kemaluanku dengan nafsunya, tangan kanannya masih memainkan clitorisku. Tak lama aku bertahan pada permainannya itu, kaprah-kaprah 5 menit kemudian, aku menikmati darahku naik ke ubun-ubun dan aku menikmati sesuatu kenikmatan yang amat luar awam, badanku meregang dan aku menikmati cairan hangat mengalir dari liang kemaluanku, Indera tanpa ragu menjilati cairan yang keluar sedikit demi sedikit itu dengan nafsunya hingga cuma air liurnya saja yang membasahi kemaluanku. Badanku terasa lemas sekali, lalu Indera duduk di pinggir meja dan memandangi wajahku yang telah berair bermandikan peluh.
Dia berkata padaku sambil tersenyum, “Kau menonjol capek banget ya Shin…”. Aku cuma tersenyum.

Ia mengambil pakaian basketnya dan mengelap cucuran peluh pada wajahku, aku benar-benar terkagum padanya, “Bagus banget nih cowo”, pikirku. Seperti telah paham, aku jongkok di hadapannya, lalu mulai mengelus-ngelus penisnya, sambil kadang kala menjilati dan menciuminya, aku juga tak tahu bagaimana aku dapat bereaksi seperti itu, yang ada di pikiranku cuma membalas perbuatannya padaku, dan sistem yang kulakukan ini pernah kulihat dari salah satu film yang pernah kutonton.
Indera cuma meregangkan badannya ke belakang sambil mengeluarkan bunyi-bunyi yang malahan makin membuatku mau memasukkan penisnya ke dalam mulutku, tak berapa lama kemudian aku mengendalikan pangkal genitalianya itu dan mulai membimbingnya masuk ke dalam mulutku, terasa benar ujung penisnya itu meraba dinding tenggorokanku dikala hampir segala komponen batang genitalianya masuk ke dalam mulutku, lalu aku mulai memainkan penisnya di dalam mulutku, terasa benar kemaluanku mulai mengeluarkan cairan berair lagi, petunjuk jika aku telah benar-benar terstimulasi padanya.

Kaprah-kaprah 5 menit aku menjalankan oral seks pada Indera, tiba-tiba badan Indera yang telah berair dengan peluh itu mulai bergoyang-goyang keras sambil dia berkata, “aarghh…, Aku udah gak bendung lagi nih Shin…, Aku berharap keluarr…”.
Aku yang tak benar-benar memerhatikan omongannya itu masih saja terus memainkan penisnya, hingga kurasakan cairan hangat kental putih dan agak asin keluar dari lubang alat kelamin Indera, aku segera mengeluarkan penisnya itu dan seperti kesetanan, aku malahan menelan cairan spermanya, dan malahan menghisap penisnya hingga cairan spermanya benar-benar habis. Aku duduk sejenak di kursi kelas, dan kuperhatikan Indera yang tiduran di meja sambil mencoba memelankan ritme napasnya yang terengah-engah.

Aku cuma tersenyum padanya, lalu Indera bangun dan menghampiriku, Ia juga cuma tersenyum padaku. Cukup lama kami berpandangan dengan situasi bugil dan berair berkeringat.
“Kau menawan dan bagus banget Shin”, katanya tiba-tiba. Aku cuma ngakak kecil dan mulai mengecup bibirnya. Indera membalas dengan nafsu sambil memasukkan tangannya ke dalam lubang kemaluanku. Cukup lama kami bercinta, lalu dia berkata, “Shin…, boleh nggak Aku emm…, itumu…”.
“Itu apa Ndra?”, tanya aku.
“Itu…, masa kau gak tahu sih?”, balasnya lagi.
sebelun aku menjawab, aku menikmati kepala batang genitalianya telah meraba bibir kemaluanku. “Crestt.., creest”, terasa ada yang robek dalam kemaluanku dan sedikit darah keluar.
Kemudian Indera berkata, “Shin kau rupanya masih perawan!”, aku cuma dapat tersenyum dan menikmati sedikit perih di kemaluanku terasa agak serat waktu separo genitalianya masuk ke vaginaku. Digerak-gerakan pelan batang genitalianya yang besar melainkan sesudah agak lama entah kenapa rasa sakit itu sirna dan yang ada cuma ada rasa geli, sedap dan sedap dikala Indera menggoyangkan badannya maju mundur perlahan-perlahan aku tak bendung lagi seraya mendesah kecil keenakan. Kemudian kian kencang saja Indera memainkan jurusnya yang maju mundur kadang kala menggoyangnya ke kiri ke kanan, dan dipuntir-puntir putingku yang pink yang kian membuatku menggelepar-gelepar seperti ikan yang dilempar ke daratan.

Peluh telah membasahi badan kita berdua. Aku sadari jika ketika itu perbuatan kita berdua dapat saja dipergoki orang, melainkan aku rasa kemungkinanya kecil sebab kelas itu agak terpencil. “Ahh…, ahh…, ahh”, aku mendesah dengan bunyi kecil sebab takut kedengaran orang lain. Kulihat wajah Indera yang menutup matanya dan terenggah-engah napasnya.

Cukup lama juga Indera bermain denganku, memang benar kata orang jika atlet itu kuat dalam bersenggama. “Ahh…, aww…, aww”, geli dalam lubang kemaluanku tak tertahankan. Tiba-tiba kurasakan sesuatu yang lain yang belum pernah kurasakan, cairan hangat kurasakan keluar dari dalam vaginaku.
Oh, itu mungkin yang kata orang orgasme pikirku. Badanku terasa rileks sekali dan mengejang. Mulutku ditutup oleh Indera mungkin dia takut jika aku mendesah terlalu keras. Meja kelas yang agak tua itu bergoyang-goyang sebab ulah kita berdua. Aku masih menikmati bagaimana Indera berupaya untuk menempuh puncak orgasmenya, lalu dia duduk di kursi dan menyuruhku untuk duduk di genitalianya. Aku berdasarkan saja dan perlahan-perlahan aku duduk di genitalianya. Indera mengendalikan pinggulku dan menaik-turunkan diriku. Aku belum pernah aku menikmati kenikmatan yang seperti ini. Aku mendesah-desah dan Indera kian motivasi menaik-turunkan diriku. Lalu badan Indera mengejang dan berkata, “Shin aku berharap keluarr”, kini malahan giliranku yang motivasi mengasah gerakan tubuhku supaya Indera dapat juga menempuh klimaksnya, melainkan lama Indera mengeluarkan penisnya dan terdengar dia mendesah panjang, “Ahh Shin…, Aku keluar”. Kulihat air maninya berceceran di lantai dan beberapa ada yang di meja. Lalu kami berdua duduk lemas dengan saling berpandangan. Dia berkata, “Kau nyesel yah Shin?”, aku menggeleng sambil berkata, “Nggak kok Ndra…, sekaligus buat pengalaman bagiku.”


Agen Slot-Hai, perkenalkan namaku Andrew xx, si kecil bungsu pasangan Ronny xx dan Widya xx (samaran), Keduanya pengusaha-pengusaha senior di Indonesia. Sedangkan terlalu kecil untuk berkompetisi dengan Liem Sioe Liong atau Prajogo Pangestu, melainkan kami masih cukup punya namalah di Jakarta. Apalagi kalo di lokasi pabrik Papa di Semarang atau konveksi Mama di Tangerang.. Eh, saya lupa. Saya umum dipanggil Andru, melainkan di rumah saya dipanggil A Bee atau Abi. By the way, sesungguhnya ini yaitu kisah tahun 1990. Ya, ini yaitu kisah 13 tahun yang lalu..

Tahun itu, saya baru naik kelas 2 SMP. Umurku ketika itu masih 13 tahun dan akan 14 Desember nanti. Mm.. SMP-ku dahulu lumayan ngetop, kini ngga terlalu.. kini hanya tinggal ngetop mahal dan borjunya aja. Saya sendiri termasuk yang ‘miskin’ di sana, abis saya hanya didampingi jemput sama ciecie-ku aja sedang yang laen kadang dianter jemput sama sopir pake kendaraan beroda empat sendiri (baca: yang diberi ortunya buat ia)
Kakak perempuanku yang sulung, Sinta, melainkan dipanggilnya Sian buat temen sekolah/kuliahnya. Cie Sian baru-baru aja mulai kuliah. Usianya waktu itu 18 tahun. Sedang kakak perempuanku yang kedua, Sandra, yang umum dipanggil Sandra atau Apin, baru masuk SMA dan usianya 15. Hehehe.. kalo berangkat saya dan Cie Pin menyukai nebeng Cie Sian. Namun kalo pulang, Cie Pin naik bus sedang saya dijemput Cie Sian. Namun mulai kelas 2 ini saya telah bertekat pulang naik metro mini atau bajaj sama temen-temen. Cie Sian cuman tersenyum aja saya bilang gitu..
Agen Playtect-Hanya gara-gara naik bus itu, Tante Vi, sekretaris Mama khusus buat di rumah –dan gara-gara kekhususannya itu kami menyukai ejek ia butler alias “kepala pelayan” hehehe- jadi sedikit sewot. Namun pantasnya, uang sakuku jadi bertambah. Katanya sih buat naik taksi atau makan di jalan kalo laper. Ya, lumayanlah. Buat ukuran si kecil SMP tahun 1990, yang walaupun di sekolahan termasuk yang miskin, melainkan uang sakuku yang duaratus ribu sehari mungkin ngga kebayang sama temen-temenku yang sok kaya. Lagian saya buat apa bilang-bilang.. kalo gini kan ketauan mana yang temen mana yang bukan.. soalnya si kecil SMP ku itu dari dulunya, juga pada waktu itu, malahan hingga kini. Tenar matre.

Well, dan gara-gara kata matre itu pula yang bikin saya dapat ngeseks sama Vonny, si kecil kelas 3 yang benar-benar menawan melainkan benar-benar memilih pasangan jalannya itu. Juga sama Mbak Maya, temen SMA nya Cie Pin. Hehehe, untung aja Ci Pin ngga pernah tau sampe kini.. pasti heboh waktu itu kalo ia tahu.

Eh, melainkan.. saya pertama kali ngerasain yang namanya ‘ngentot’ bukan sama mereka ini loh.. Pasti kalian ngga pernah kebayang deh sama siapa saya pertama kali ngerasain badan cewek. Oh, bukan sama Tante Vi tadi.. apalagi sama perek atau pelacur (itu sih jijay!hii..) Berharap tahu? Sama seorang sales promotion girl bernama Marlena.

Di Baca Juga : Perselingkuhanku Dengan Jonas

Ceritanya, siang-siang pulang sekolah kami iseng pengen tau seperti apa sih yang namanya Pameran Produk Indonesia (PPI) di silang Monas. Well, kami liat-liat di sana terbukti sepi-sepi aja selain di sebagian stand/gedung pameran seperti kendaraan beroda empat. Dan di stand itulah ketika itu saya tersadar telah terpisah sendirian dari temen-temenku.. Rese’ nih pada ngga bilang-bilang kalo kehilangan..

“Siang, Ko.. pulang sekolah ya?” seorang dara putih manis berlesung pipit dan berbulu ikal sepundak menegurku dengan senyum yang paaling cantik cantik yang pernah kusaksikan seumur hidupku. Saya balas tersenyum pada SPG yang ramah melainkan agak sok akrab itu, “Iya Cie..”, Saya panggil ia Cie karena terang-terang usianya lebih tua ketimbang saya, mungkin 21 atau 22 tahunan. Saya kan masih 13 tahun dan pasti keliatan sebab saya kurus, kecil, pendek, dan masi pake celana SMP..

Ciecie itu ngakak sumringah, “Ih, kau ini pasti lantas kemari abis sekolah.. nakal, ya?!” candanya dengan senyum menarik hati. Saya terkekeh juga, sedangkan rada keki dibilang nakal, “Emang iya. Namun saya kan udah bilang Cie Sian berkeinginan kemari..”, Ciecie itu tersenyum ramah, “Ciecie kau usia berapa?”, “18..”, jawabnya.

Ia tersenyum, “Mmh ya bolehlah.. berarti kau ngga kelayapan..”
Saya ngakak, “Hehehe ciecie dapat aja.. ”
Lalu saya menudingnya, “Ciecie ini namanya siapa?”
Dengan gaya bak peragawati, ia membenarkan posisi nametag-nya yang miring sehingga bisa terang kubaca, “M-a-r-l-e-n-a.. Namanya menawan, Cie..”
Ia tersenyum, “Aduh makasih banget, tapinya ngga ada recehan nih.. pake brosur aja ya?”
Saya tersenyum dan mengambil juga brosur yang dia tawarkan.
“Wow, ni kendaraan beroda empat keren juga, nih..” saya hingga bersiul kagum-terkagum pada barang dagangannya.. (well, ketika itu teknologi DOHC baru pertama kali timbul di Indonesia.. wajar dong kalo saya ketika itu terkagum berat..)
“Iya, dong.. siapa dahulu yang jualan” katanya tersenyum sambil menepuk dada.

Dan ketika itulah saya mulai memandang pakaian kausnya ketatnya yang menampilkan buah dadanya yang lumayan besar.. hmm.. dan rok mininya yang ketat tipis sepaha itu, seolah-olah sekiranya kakinya terbuka sedikit lebih lebar karenanya saya bisa memandang celana dalamnya.. Karenanya tak usah ditunggu lagi, saya langsung mencontoh kemanapun dia bergerak menjelaskan presisi dan kesanggupan kendaraan beroda empat itu, sambil berterima kasih jadi orang pendek.

Hehehee.. Beneran deh, dengan tinggiku ketika itu yang 134 cm, kalian seolah-olah dapat mengintip isi rok mini Cie Lena yang tingginya 170 cm lebih dan pake sepatu hak tinggi pula. Makanya saya tak menyia-nyiakan kans untuk duduk di dalam kendaraan beroda empat sementara ciecie itu membeberkan dari luar dengan sebelah kaki menginjak sandaran kaki..
Namun saya yakin mukaku menjadi kemerah-merahan, karena ciecie ini dari tadi bagaikan ngakak maklum dan betul-betul sapuan matanya menyapu wajahku terus-menerus.. hingga tiba-tiba saya bagai tersadar dari lamunan..

“..gimana? udah keliatan belon?”
saya terkaget-terkejut di daerah duduk menatap wajahnya yang tersenyum manis, “apanya, nih?”
ia tersenyum lalu gerakan matanya menunjuk arah diantara kedua kakinya yang membuka sambil berkata perlahan, “..celana dalemnya ciecie..”

nah, kebayang kan gimana malunya dan merahnya mukaku ketika itu ditembak lantas semacam itu.. untung ia ngomongnya ngga kenceng. Lalu ia mendekatkan diri padaku dan berkata, “dari tadi ciecie liat kau berupaya liat dalemannya ciecie, jadi tadi ciecie sengaja angkat kaki sedikit biar kau engga penasaran.. udah liat, kan? Ciecie pake warna cokelat muda..”. Saya yakin mukaku semerah kepiting rebus. Namun Cie Lena tersenyum maklum dan membimbingku bangkit dari daerah duduk sopir dan berkata keras, “Turut Ciecie ya Ko kecil.. Ciecie akan kasi liat kesanggupan ini kendaraan beroda empat agar dapat bilang-bilang sama Papa, ya?”

Dan seorang pria muda berdasi yang berdiri tak jauh dari kami tersenyum lebar mendengar ucapannya itu sambil mengacungkan ibu jari. Namun kulihat Cie Lena cuek aja, pun mengerdipkan sebelah matanya padaku.
Kami menuju pekarangan parkir luar dimana sebuah kendaraan beroda empat serupa dipamerkan –dan nampaknya dapat dicoba. Cie Lena memintaku duduk di depan sedang ia sendiri menyetir.

Gugup juga saya waktu liat ia di bangku sopir duduk agak mekangkang sehingga dengan rok mini super pendeknya saya tahu pasti terdapat celah terbuka yang sekiranya saya duduknya maju sedikit pasti saya dapat memandang.. ehmm.. anunya.. yang katanya cokelat muda itu..

Cie Lena ngakak geli melihatku rada panik. Melajukan kendaraan beroda empat keluar rumit silang Monas, dia berkata, “Nah kini kau dapat liat celana dalam Ciecie puas-puas tanpa perlu takut ketauan..”
Saya benar-benar malu. Namun saya tak dapat membendung diriku untuk menyandarkan kepalaku ke dashboard sehingga dapat mengintip sesuatu diantara kedua paha mulus ciecie ini..

Ia tersenyum, “Namamu siapa sih, Say?”
“A Bee.”
Ia tersenyum, “Nama yang baik.”
Lalu ia menoleh menatapku sejenak, “Kau belum pernah liat cewek telanjang ya, Say?”
Saya menggeleng perlahan.
“Pengen tau, ya?” ia tersenyum, “Pasti pernah nyoba ngintipin ciecie-mu ya?”
Kali ini saya mengangguk perlahan.
Ia ngakak.
“Berharap liat Ciecie telanjang ngga, Say?”
Saya hanya dapat menelan air liur gugup. Ciecie seseksi ini berkeinginan telanjang di depanku?
Ia tersenyum, “Namun Say, Ciecie boleh meminta duit kau sedikit ya? Ciecie perlu bayar uang kuliah sama beli buku nih..”
Saya masih terdiam membayangkan ia telanjang di depanku.. Waah, pasti di antara kakinya itu ada..
“Kau boleh liat badan Ciecie semuanya, Say..” katanya memutus lamunanku, “Ciecie sayang sama kau, abis kau mungil sih..”
“Ciecie emang butuhnya berapa duit?” saya memberanikan diri bertanya.
Ia tersenyum dan jarinya menunjuk angka 1..
“I Pay..”
Hanya segitu? Yah, kalo hanya segitu sih.. uang sakuku sehari juga lebih dari itu.. Aduh, dengan uang segitu, ia berkeinginan telanjang di depanku agar ia dapat kuliah..
“Cie..” kataku nekat, gejolak di kepalaku telah memuncak di nafas dan kontolku nih..
“..tapinya saya boleh kecup Ciecie, ya?”
Cie Lena agak terkejut, saya terlalu polos atau kurang didik, ya?
Namun ia tersenyum.
“Makasih, A Bee Sayang..”

Lalu, Cie Lena menuntun kendaraan beroda empat model itu ke sebuah daerah di Kota (saya ngga tau namanya, waktu itu kami kan tinggalnya di Pondok Cantik sedang sejauh-jauhnya saya main kan hanya di Blok M). Dia memasukkan kendaraan beroda empat ke garasi sebuah rumah kecil di pemukiman yang padat dan jalannya ampun deh jeleknyaa..

Lalu Cie Lena menyilakan saya keluar. Sempat kulihat dia tersenyum pada seorang Empeh-empeh yang via, Kudengar dia membahasakan saya ini adik sepupu yang hari ini dititip sebab orang tuanya sedang pergi. Wah, jikalau sampe sebegitu-begitunya, ini pasti beneran daerah tinggalnya.. Lalu saya menirunya masuk ke dalam rumah itu. (Hihihi saya amati dia mengambil si kecil kunci pintu depan dari balik keset.. Kalo saya maling, habis telah isi rumah ini..)

“Ini kontrakan Ciecie..” katanya sambil menunjuk ke ruangan dalam, “Ciecie tinggal berempat di sini.”
“Yang lainnya kalo ngga kerja ya kuliah..” katanya ketika saya bertanya mana yang lain.

Dia membuka kamarnya dan menyilakan saya masuk sementara dia ke ruangan lain –mungkin mengambil minuman. Saya amati kamarnya benar-benar rapi, mirip seperti kamarnya Ci Sian. Bedanya cuma buku-buku kuliahannya benar-benar sedikit sedang di kamarnya Ci Sian kemanapun kita mengamati isinya buku.. Ah, Ciecie ini memang butuh bantuan banyak.

Lalu Cie Lena datang membawa minuman. Tersenyum ramah. Meletakkan gelas di meja belajarnya lalu mengunci pintu dan berdiri bersandar di pintu sambil memandangiku. Saya duduk di bangku belajarnya, separuh gugup. Habis ini, saya akan memandang cewek bugil autentik-aslian di depanku.. Nampaknya ia benar-benar paham kegugupanku sebab dia lalu berjongkok di sampingku dan memelukku erat-erat. Menciumku perlahan. Lalu berkata, “Udah siap liat bodi Ciecie?”, Saya mengangguk pelan. Ia tersenyum dan berdiri sambil membelai pipiku. Dia mulai berdiri menjaga sedikit jarak supaya saya dapat memandang segala dengan terang.

Sebenarnya kalo dipikir-pikir ketika itu dia menjalankannya dengan pesat, kok.. Namun dalam tegangku, segala gerakannya jadi slow motion. Dia mulai dengan membuka kaus ketat tipisnya. Melemparnya ke daerah tidur. Tersenyum lebar, dia menepuk perutnya yang putih kecoklatan itu sambil membikin gerakan menciumku.. Lalu dia menarik sesuatu di belakang rok mininya sehingga terjatuh dia menutupi jemari-jemari kakinya memperlihatkan celana dalam cokelat muda yang tadi dia katakan..

Hingga di sini, saya tak kuat duduk.. batang kontolku menegang dan sakit kalo saya konsisten duduk. Dia pun mendekat dan memelukku. Mmmhh.. sedangkan jadi sedikit sesak nafas, melainkan saya benar-benar bahagia.. wajahku sekarang terbenam di antara belahan buah dadanya.. sedang perutnya melekat pada dadaku.. Oh, saya tentu saja balas memeluknya.. dan terpeluk olehku pinggul dan bokongnya yang sekel itu.. Dan ketika terpegang olehku celana dalamnya, spontan saya masukkan jari-jariku ke dalamnya, membuatnya menjerit kecil.. “Aih.. ngga sabaran banget sih Ko kecilku ini..”

Spontan dia melucuti celana dalamnya lalu mengangkat kaki kirinya memeluk pantatku sehingga rambut tipis jembutnya menggesek-gesek perutku.. Aduh ciecie ini.. saya kan pengin liat.. Namun dia menciumku di pipi dan membimbingku ke cermin yang tertempel di lemarinya menampakkan segala badan telanjangnya selain di sekitar tetek itu.. Saya paham. Saya ke belakangnya dan membuka kaitan BH nya sehingga menonjol juga kesudahannya puncak gunung yang cokelat muda cantik itu.. membuatku langsung menarik tubuhnya menghadapku.. dan mulai meremasinya buah dada itu.. Dia sedikit melenguh dan terduduk di bangku.. Menyandarkan punggungnya di sandaran bangku sehingga dadanya membusung sedang posisi pinggul dan otomatis memeknya tersodor bagai mau disampaikan.. Saya ciumi teteknya itu lalu saya hisap kuat-kuat membuatnya menggelinjang hingga kesudahannya dengan satu sentakan dia mendorongku jatuh ke daerah tidurrnya..
Dia bangkit berdiri separuh membuka pahanya sambil bertolak pinggang menampilkan dadanya yang masih mancung dan ranum itu..

Aduh saya ngga kuat lagi. Saya buka celana ku sehingga batang kontolku mencuat keluar dengan bebas mengambil posisi tempur.. kucopot juga bajuku sehingga tinggal singletku. Sementara itu dia cuma tersenyum saja.
Lalu dia membatasi kontolku, yang langsung saja kian tegang dan membesar..
“Aduh si Ko kecil ini..” katanya sambil menggeleng-gelengkan kepala, “Udah kerangsang, ya?”
“Iya, cie.. ”
Ia hanya tercekikik, dengan genggamannya membendung kulit kulup ku supaya tak menutupi kepala kontolku, dia menotol-notolkan telunjuknya pada kepala kontolku.. dan tiap kali jarinya meraba kulit kepala kontolku, tiap kali itu saya merasa tersetrum oleh rasa geli-geli yang aneh..
“Hhh..,” saya hingga mendesah kenikmatan, “Cie, ‘maen’ yuk?”
Ia menatapku geli..
“Maen petak umpet?”
Saya menggeleng tidak tabah, “Bukaan. Kayak yang di film-film..”
“Film apa? Donald Duck?”

“Be Ef, Cie.. Ngentot..” kesudahannya keluar juga kata itu dari mulutku..
Namun ia pun menowel hidungku, “Kecil nakal, ya? Kau-kecil udah nonton BF. Kau udah pernah ‘maen’, ya? sama siapa?”
Saya menggeleng perlahan, “Nonton doang. Pengen sama Ciecie..”
“Namun ciecie mana puas ‘maen’ sama kau. Kau kan masih si kecil kecil..”
Lalu ia menunjuk burung-ku
“Punya kau itu kekecilan. Lagian kau orang kan belum pernah ‘maen’, belon tau patut ngapain..”
Adduuh.. saya udah kepengen banget niih..
“Cie Len.. boleh dong, ya? saya kasi Ciecie tiga ratus deh..” saya merengek..
Ia pun ngakak, “Kau ini patut si kecil orang super kaya.. membuang duit kayak membuang sampah..”
Adduuh.. bantu Cie.. cepet dong..
Ia lalu mengecup bibirku sehingga batang kontolku tidak urung meraba tempat sekitar pangkal pahanya..

“Duit segitu itu setengah uang kuliah Ciecie satu semester, tau nggak?!”
Adduuh Ciecie ini gimana sii.. saya udah ngga bendung nii..
“Cie Len.. ayo dong Cie..”
Cie Lena menghela nafas panjang, lalu menatapku sambil menggigit-gigit bibirnya sebelum kesudahannya berkata “Sebenarnya Ciecie ngga pengen semacam ini. Tadinya niat Ciecie sama kau tuh hanya telanjang aja..”
“Namun Ciecie memang butuh uangnya..”
Lalu dia menghela nafas panjang lagi, “Namun kau ini masih si kecil kecil. Ciecie ngga berkeinginan ngerusak kau..”

Saya menatapnya protes. Dia pasti memandang tatapan protesku, melainkan dia menonjol berdaya upaya keras. Namun kesudahannya dia menggelengkan kepala lalu mengecup bibirku. Lalu tubuh telanjangnya itu menengkurap menindih tubuh telanjangku..Dia menciumiku sementara tangan kirinya meraba-sentuh kepala kontolku dan ampun deh rasanya luar umum.. (terbukti butuh sebagian tahun kemudian baru saya sadar kalo orang belum pernah kepegang cewek, cukup diraba kepala kontolnya rasanya telah selangit..)

Saya meronta, menggelinjang keenakan.. sekalian tak puas.. saya mau ngentot! Dan akhirmya dia memenuhi keinginanku.. dia menapakkan kaki kirinya di atas ranjang sedang kaki kanannya di lantai, dalam posisi separuh berlutut sehingga kepala kontolku (yang mungkin masi terlalu kecil buat ia sebab usiaku toh juga masi kecil) sedikit melesak di antara dua bukit berhutan jarang itu.. Lalu.. dia menekan bokongnya sedang dia membusungkan dadanya dan mendongak sehingga pandanganku cuma berisi payudara dan puting susu kecoklatannya itu.. plus bonus ujung hidungnya..

Slepp.. nampaknya kepala kontolku telah mulai melesak masuk.. Dia lalu mengambil posisi berlutut, kedua lututnya tertekuk di atas kasur dan pinggulnya menindihku.. Lalu dia sekali lagi mendesakkan pinggulnya.. Bless.. kesudahannya masuk juga.. Saya terpikat menikmati friksi kontolku dengan dinding dalam memeknya.. Dia tersenyum lagi. Lalu mulai menggoyang-goyangkan bokongnya.. membikin sensasi luar umum pada tiap gerakannya yang membikin kontolku bergesekan dengan dinding memeknya.. Ohh.. hh.. Badanku rasanya perlahan-perlahan terbakar oleh perasaan geli-geli yang menjalar yang dingin..

Lalu dia kian mempercepat gerakannya. Sedap jalaran geli tadi kian melebar ke segala permukaan kulit tubuhku dan pada ketika nampaknya tidak tertahankan lagi.. tiba-tiba..
Srr.. srr.. srr.. kurasakan saya ‘kencing’ dan perasaan geli itu mulai menguap meninggalkan bekas bergetar dingin pada sekujur badanku.. Gerakan Cie Lena stop.. Kontolku telah terlalu lemas sehingga tak bisa bertahan lebih lama dalam liang memeknya.. Cie Lena memelukku sekali lagi.. Menciumku..

“Gimana, Bee..? Kesampaian, ya..?” katanya dengan senyum menarik hati..
“Aku kan ‘maen’ sama Ciecie..?”
Saya.. saya tak bisa menjawab. Saya menutup mataku saja sambil tersenyum lebar..
Dan saya pikir ia puas dengan jawaban itu. Soalnya ia mulai menciumku dan memainkan burungku sekali lagi dengan jemari lentiknya..

Ah.. Cie Lena.

Tetapi ini, 13 tahun kemudian, ia masih belum menikah dan sekarang berprofesi sebagai karyawanku di sebuah wilayah perkantoran di xx.. Ya tentu saja kami masih sering kali menjalankannya. Namun mungkin tak terlalu sering kali sebab kami masing-masing telah punya pacar.  saja, dikala kenangan atau gairah itu datang, sedang pacarku tak ada di daerah, saya tahu ke mana saya dapat menyalurkan hasratku..

- Copyright © cerita sex - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -