Recent post
Tampilkan postingan dengan label Slot Game. Tampilkan semua postingan
Mengetahui
Cara Menang Di Slotdisney Daring!
Ada banyak cara di mana Anda bisa menang di permainan
slot UK yang tidak melibatkan upaya menipu. Beruntung banget, karena sebenarnya
tidak ada cara apa pun di mana Anda bisa curang saat bermain slot online,
karena penggunaan RNG.
Ada begitu
banyak kasino online dan permainan slotdisney yang berbeda di dalam
kasino online ini yang tersedia untuk kami mainkan. Sehingga Anda ingin mencari
permainan terbaik yang sesuai untuk Anda. Tetapi bagaimana Anda tahu slot game
mana yang memungkinkan Anda menang paling sering dan jumlah uang tunai
terbesar? Yah, itu tidak sesulit yang Anda pikirkan untuk mempertimbangkan pro
dan kontra dari berbagai permainan. Dan sehingga Anda dapat menemukan permainan
yang memungkinkan Anda untuk menang di slot online.
Bayaran
Penawaran Promosi
Semua kasino
saling bersaing, sehingga mereka terus-menerus ingin mengalahkan satu sama lain
untuk memenangkan waktu para pemain. Mereka melakukan ini dengan mempromosikan
situs mereka dengan cara yang akan mendorong Anda untuk bermain. Informasi ini sangat
penting dan bermanfaat bagi para pemain.
Untuk
beberapa situs, promosi kasino online mereka sangat penting bagi mereka
sehingga mereka menawarkan bonus sangat sering, seperti mingguan. Dan meskipun
yang lain menawarkan bonus lebih jarang. Anda bahkan tidak harus menjadi pemain
dari situs tersebut yang menggunakan game online secara rutin untuk dapat
memanfaatkan promo ini juga.
Apa Kemudahan Anda Dalam Bermain Slotdisney?
Slot Sukses
Berputar
Dengan bebas
berputar untuk diperebutkan di banyak situs dalam permainan judi slotdisney.
Dan apakah Anda adalah pemain biasa atau anggota baru ke situs, ini adalah cara
yang bagus bagi Anda untuk dapat berpartisipasi secara gratis.
Anda tidak
harus mengkredit akun Anda dengan uang tunai untuk dapat menggunakan putaran
gratis dan ada potensi bagi Anda untuk dapat memenangkan sejumlah besar uang
tunai dengan melakukan hal itu. Apakah Anda ingin meningkatkan peluang untuk menang
di gim slot favorit Anda atau mengalami gim baru tanpa harus mengeluarkan biaya
sepeser pun, inilah saatnya untuk melakukannya.
Pro Paytable
Seringkali,
pembayaran dalam permainan slotdisney game diabaikan. Ini mungkin tidak
disengaja, itu bukan sesuatu yang diketahui tentang sangat dan karena itu kita
tidak cenderung repot tentang hal itu.
Tapi mungkin
kita bisa mulai melakukannya ketika kita menyadari bahwa ada manfaat besar
untuk melakukannya, baik meningkatkan kenikmatan yang akan kita dapatkan dari
pengalaman bermain slot dan potensi uang tunai yang bisa kita peroleh dalam
permainan.
Nah, itulah
cara menang untuk bermain slotdisney yang perlu Anda ketahui untuk
mempermudah dalam permainan. Semoga membantu!
Petunjuk Main Tembak Ikan Joke123 Gaming
Kali Ini Kita Web tembak ikan joker123 Membahas Seputar ARTIKEL PETUNJUK MAIN TEMBAK IKAN JOKER123 GAMING. Disneyslot.biz yaitu salah satu laman daftar tembak ikan joker123 yaitu laman penyedia permainan game ikan yang pastinya kau telah tak asing lagi dengan macam permainan game ikan yang satu ini yaitu salah satu macam permainan game ikan ini yang telah tenar di benua asia tenggara dan termasuk salah satunya ialah negara Indonesia.
Dengan laman Disneyslot.biz memakai perangkat teknologi yang canggih hal yang demikian kau pastinya dapat kian puas dan nyaman dalam melaksanakan perjudian game ikan. Nah…Bagi kau yang memang gemar memainkan permainan game ikan ini karenanya Kita betul-betul sarankan terhadap kau untuk bermain permainan tembak ikan joker123 ini di dalam laman Disneyslot.biz sebab bisa di pastikan kau akan menerima bermacam-macam macam profit dan juga kenyamanan serta kepuasan bermain permainan yang hakekatnya.
Game Ikan Online – Permainan game ikan ini yaitu permainan yang membawa penggemar yang tak sedikit di penduduk Indonesia, cuma sebab untuk memainkan permainan game ikan ini tak seluruh orang mengincar kemenangan lebih-lebih banyak dari orang-orang yang memainkan permainan game ikan ini cuma hanya untuk mengisikan waktu senggang. Kita laman Disneyslot.biz sebagai salah satu laman tembak ikan joker123 yang telah ada di Indonesia dan sebelum Kita menuju ke topik pembahasan utama Kita perihal ARTIKEL PETUNJUK MAIN TEMBAK IKAN JOKER123 GAMING, kali ini admin Kita akan membahas perihal laman Disneyslot.biz yang yaitu laman legal daftar game ikan legal di benua asia yang termasuk Indonesia.
Ada sebagian metode yang bisa menolong kau untuk meningkatkan persentasi tingkat kemenangan di dalam bermain permainan tembak ikan joker123. Dan untuk bermain permainan ini dapat melewati telepon seluler, komputer dan komputer jinjing.
Adapun nasehat dalam memainkan tembak ikan joker123 ini, tiap-tiap peluru yang diterapkan memiliki harga atau skor. Apabila kau senantiasa menembak ikan-ikan dengan ukuran kecil, telah pasti upah yang kau temukan tak sebanding dengan peluru yang kau pakai. Minimal harga 1 peluru dalam 1 tembakan yaitu 50 Kredit atau Rp. 500. Ikan kecil memiliki skor Odds 2. Artinya dikala kau membunuh ikan kecil hal yang demikian karenanya kau mendapat 500 x 2 = 1000 koin atau Rp. 1.000.
Terang dikala kau menembak ikan besar, profit yang didapat jauh lebih besar. Untuk dapat mendapat kemenangan besar, telah pasti sikap Tabah yakni hal yang betul-betul diperlukan. Telah pasti seorang pemain tak boleh terburu-buru dikala bermain atau bertaruh. Dengan bermain secara hening, karenanya hasil yang didapat dalam game tembak ikan joker123 tak cukup optimal. Malah kesempatan kau untuk meraih kemenangan kian kecil.
Judi Ikan Online – Terdapat 3 macam senjata yang lazimnya disediakan oleh agen tembak ikan joker123. Normal Shooting Speed yaitu Senjata ini lazimnya dipergunakan untuk mengincar ikan-ikan kecil dimana perkamu dari Odds yaitu 2 sampai 6. Accelerate Shooting Speed yaitu Senjata ini memiliki kecakapan paling pesat dalam hal membunuh ikan. Tentu saja senjata ini diterapkan untuk membunuh ikan-ikan dengan ukuran besar ataupun ikan-ikan Jackpot berupa Naga Emas.
Aim For The Sasaran yaitu senjata ini mempunyai kelebihan untuk mengunci ikan yang sudah kau targetkan. Karenanya pakai 3 macam senjata ini sebaik mungkin untuk lebih mendapat profit ataupun kemenangan besar dalam macam tembak ikan joker123 ini. Tutorial bermain tembak ikan joker123 terampuh selanjutnya yaitu mengenal kapan mesti stop bermain Joker123 ini. Apabila seorang pemain sudah berusaha keras untuk meraih kemenangan akan melainkan masih belum kunjung mendapat hasil pantas dengan harapan.
Dengan demikian Pembahasan Tulisan Ini Kita Bagikan Seputar ARTIKEL PETUNJUK MAIN TEMBAK IKAN JOKER123 GAMING. Semoga tulisan Kita hari ini sungguh berkhasiat bagi kau. Agen Disneyslot.biz menyuarakan terima beri terhadap kau yang telah ingin melowongkan waktunya untuk membaca tulisan-tulisan menarik yang telah Kita sediakan pada tulisan sebelumnya.
Telah tak perlu kau ragukan lagi laman Disneyslot.biz ini. Lantas Daftar, Bergabung dan Bermainlah bersama laman Tembak Ikan Joker123 terbaik dan terpercaya di indonesia. Pemain akan banyak menerima profit yang besar apabila bermain di web Disneyslot.biz ini. Untuk registrasi tak perlu pusing dan repot, Pemain dapat seketika klik livechat di sebelah kanan bawah ini, Costumer Service Kita akan senantiasa siap 24jam melayani kau pemain yang terhormat. Terima Beri.
ARTIKEL TENTANG BERMAIN SLOT JOKER123
Untuk itu yang perlu anda kenal seputar permainan yang kami sediakan ini dapat anda jalan masuk dengan menerapkan komputer maupun hand phone yang sekarang telah tersedia dengan tepat sasaran. Dengan menerapkan perangkat teknologi yang canggih hal yang demikian anda pastinya dapat kian puas dan nyaman dalam melaksanakan perjudian maupun permainan judi slot ini. Untuk itu pastinya kami akan senantiasa memberikan kemudahan untuk anda supaya dapat menerima permainan dengan metode apa bahkan juga tanpa menikmati kesusahan.
Judi slot ialah permainan yang membawa penggemar yang tak sedikit di penduduk Indonesia, cuma sebab untuk memainkan game slot ini tak segala orang mengincar kemenangan lebih – lebih banyak dari orang – orang yang memainkan slot hanya untuk mengisikan waktu lengang dan kami web Disneyslot.club sebagai salah 1 agen judi slot online yang telah ada di Indonesia.
Judi slot joker123 – Pada permainan slot joker123 ini pada kini ini banyak sekali para penggemar yang memetik kemenangan dan memenangkan jackpot sampai ratusan, Tapi tak sedikitnya para penggemar judi online yang mengalami suatu kekalahan di dalam permainan slot joker123. Sebab para penggemar judi online selamanya belum terlampau mengerti langkah bermainnya tanpa mempelajari kiat dan triknya terutama dulu.
Karenanya dari itu lah, permainan slot joker123 di indonesia terlampau mudah dan tak merugikan para anggota online di indonesia. Sebab itu lah para anggota di Indonesia bahkan dapat memainkan permainan slot joker123 untuk menempuh kemenangan yang banyak dan mudah. Permainan slot joker123 ini benar-benar gampang di jalan masuk lewat handphone dan komputer, yang dimana mesti menerapkan jaringan dunia maya.
Sehingga itu, jikalau anda berkeinginan dan hobi bermain permainan slot joker123 ini, karenanya anda dapat bermain dimana saja dan kapan saja menerapkan handphone anda dengan versi android maupun versi Ios. Dengan metode cuma mengunduh aplikasi slot joker123 ke handphone kesayangan anda dan untuk bermain di komputer, karenanya anda tak perlu mengunduh aplikasi slot joker123 ini, tapi anda cuma perlu mengakses web Disneyslot.biz saja.
Dan untuk anda yang berkeinginan bergabung atau mendaftar untuk permainan slot joker123 ini, anda dapat mendaftar di web Disneyslot.biz dengan mengisi form register atau dapat mendaftar lewat costumer service di live chat yang telah disediakan. Adapun data data yang di perlukan di ketika mengisi form register hal yang demikian merupakan Ragam Bank, Nama Rekening, Nomor Rekening, Nomor Handphone, Elektronik. Isilah data data hal yang demikian dengan komplit dan benar supaya anda tak merugikan diri sendiri.
Tunggu apa lagi dan untuk apa lagi anda berdaya upaya lama? Untuk bermain casino di web judi online kami yang sudah terpecaya di segala Indonesia dengan sah dan aman untuk bermain dan seandainya anda beratensi untuk bermain judi online di web kami. Anda cuma tinggal meregistrasikan diri anda dengan data – data yang komplit merupakan ragam bank, nama rekening, nomor rekening dan nomor handphone dan kami akan memberikan akun ID anda untuk bermain judi online yang berada di web kami dan kami juga memiliki costumer service yang siap melayani 24 jam seputar segala judi online yang anda berkeinginan mainkan di web kami.
by Disneyslot.club
Saya Anis, kembali akan berdonasi suatu kisah perihal sepasang suami istri yang baru saja menikah lalu tinggal di suatu tempat pegunungan yang jauh dari keramaian dengan kemauan supaya mereka dapat terhindar dari pergaulan, bahaya lalu lintas dan kesalahpahaman dengan orang lain. Di samping itu, dia juga menghindarkan istrinya dari gangguan laki-laki lain yang menyukainya sebab istrinya betul-betul indah sehingga jadi rebutan di kampung asalnya.
Mereka berdua hidup dalam kesunyian, tapi dia tak kesusahan makanan sebab kecuali dia berkebun dan bertani, juga dia rajin ke sungai untuk menangkap ikan sebagai lauknya. Sebagian bulan kemudian, sang istri mulai mengidam, sehingga memerlukan makanan tertentu pantas selera dan kemauannya sebagaimana layaknya perempuan lainnya yang mengidam.
Suatu hari, sang istri menonjol tak sedap perasaannya dan senantiasa emosional dampak dampak dari bayi dalam kandungan yang dikandungnya.
“Mas, boleh ngga meminta bantu sama kau?” tanya sang istri lembut.
“Soal apa dinda?” sang suami balik bertanya dengan lembut pula.
“Saya berharap sekali makan kepiting, Mas. Boleh ngga Mas mencarikan saya?”
“Wah, wah, wah, bagaimana mungkin kita dapat menerima kepiting di puncak gunung seperti ini?” kata sang suami.
“Bantu cari donk. Berusahalah. Pasti Mas dapat menemukannya. Apabila saya nggak permasalahan, namun yang ini nih,” desak sang istri sambil menunjuk bayi dalam kandungan yang ada dalam perutnya.
Sesudah dia menemukan suatu lubang yang agak besar dan dalam, dia lalu memasukkan tangannya ke dalam lubang itu. Malah mencoba mengeluarkan air dan lumpurnya sampai lubang itu bertambah besar dan dalam, hingga-hingga semua badannya dapat masuk. Suluruh tubuhnya berair kuyup dengan lumpur bercampur peluh sebab dia merasa penasaran dan yakin sekali seandainya dalam lubang itu ada kepitingnya.
Dia gemetar betul-betul ketakutan sehingga dengan tanpa sengaja kencingnya menetes keluar lewat kontolnya yang tergantung lemas.
“Wah, ini ada buah-buahan langka dan nampak cantik sekali” sang suami itu mendengar bunyi dari salah seorang yang kakinya nampak itu. Malah orang itu sempat menyentuh dan menarik-narik kontol sang suami yang dikiranya buah-buahan, sehingga sang suami itu kian ketakutan sampai menyebabkan air kencingnya tambah banyak keluar. Dia tidak berharap bergerak sebab takut dikenal seandainya dia yaitu manusia.
“Buah apa itu sahabat?” tanya salah seorang dari mereka yang berdiri itu sambil turut membatasi dan menarik-narik buah tergantung itu.
Kok demikian itu Mas. Ada apa? Mengapa lari seperti orang ketakutan? Mana kepitingnya?” Pertanyaan sang istri bertubi-tubi pada sang suami, tapi dia konsisten belum cakap menjawab sebab betul-betul lelah dan ketakutan.
“Mm.. maaf dinda, saya tak sukses menangkap kepitingnya” jawab sang suami dengan napas terengah-engah.
“Mengapa Mas? Ada permasalahan apa di sungai?” desak sang istri.
“Anu.. Anu dinda. Susah dicokok sebab lubangnya terlalu dalam. Setelah saja yah,” rayu sang suami pada istrinya.
“Masa cuma kepiting tidak dapat dicokok. Apabila gitu kita gantian saja. Mas jaga rumah dan aku yang akan menangkap kepitingnya” ujar sang istri tak tabah.
Setibanya di sungai hal yang demikian, sang istri turun dan hasilnya menemukan lubang yang baru saja disantroni suaminya. Dia juga merasa penasaran dan yakin seandainya dalam lubang itu ada kepitingnya, sehingga buru-buru dia melepaskan semua bajunya supaya tak dekil lalu masuk ke lubang itu dengan posisi seperti posisi suaminya tadi sewaktu dalam lubang. Belum sempat dia memasukkan tangannya ke lengang-lubang kecil yang ada dalam lubang besar itu, tiba-tiba dia mendengar bunyi orang sedang bicara, malah kedengarannya berjalan menuju ke arahnya.
“Wah, celaka sahabat. Kita didahului orang lain. Buah busuk-busuk itu telah tak ada di tempatnya. Rasanya baru saja dipetik orang lain dengan mengaplikasikan pisau tajam. Dia nyatanya” kata salah seorang dari mereka yang berdiri persis di dekat bokong sang istri itu sambil menyentuh, mengelus dan menikam-nusuk lubang genitalia sang istri sebab dianggapnya sebagai bekas petikan/potongan buah tadi.
Kedua orang hutan itu tak ragu lagi seandainya baru ‘buah’ itu baru saja dipetiknya sebab sewaktu dia menyentuh tempatnya, dia menikmati sedikit berair, berlubang dan halus seperti bekas potongan pisau tajam.
“Untung saja vaginaku halus, mulus, putih tanpa ditumbuhi bulu sehelaipun, sehingga mereka tak curiga seandainya itu yaitu daging montok wanita yang sedang berair sebab ketakutan sehingga mengeluarkan air kencing”, demikian pikir sang istri.
“Ayo sahabat, kita cari dan kejar si pemetik buah cita-cita kita itu. Dia pasti belum jauh dari daerah ini, sebab bekas petikannya masih berair dan getahnya masih menetes” ajak salah seorang dari orang hutan itu.
Kamu mereka langsung pergi dan setuju mencari orang yang dicurigai sudah memetik buah busuk-busuk cita-cita mereka itu.
“OK, kita bagi target. Dia ke kiri dan saya ke kanan. Dia pasti masih berada di sekitar sini sebab bau buah-buahan itu masih betul-betul terasa busuknya”. Kata orang hutan yang satunya lagi seperti yang didengar oleh sang istri dikala keduanya baru saja meninggalkan lubang kepiting itu.
Pikir sang istri, bau busuk itu tentunya yaitu bau kentut. Sesudah itu, sang istri terburu-buru keluar lalu pergi meninggalkan lubang itu sambil berlari menenteng bajunya. Setibanya di rumah, keadannya persis sama dengan situasi suaminya dikala mengalami hal serupa. Dia tidak cakap berkata-kata dan susah dia membeberkan kejadian tadi. Mereka saling menyembunyikan apa yang dialaminya di sungai tadi, sedangkan dalam hati mereka saling curiga perihal kemungkinan kejadian yang sama.
Keesokan harinya, sang suami bersama sang istri setuju untuk berangkat bersama-sama ke sungai mencari kembali kepiting dengan keyakinan seandainya kedua orang hutan kemarin itu tak bakal via di situ lagi sebab buah impiannya telah dianggap tak ada lagi. Keduanya segera menuju ke lubang yang masih diyakini ada kepitingnya.
“Mas, coba sekali lagi. Dia saja yang masuk biar aku yang jaga di luar seandainya-seandainya ada orang yang mengamati kita. Sebaiknya buka saja bajunya Mas biar tak dekil” kata sang istri dikala mereka hingga di dekat lubang itu.
“Bagaimana Mas? Saya bisa kepitingnya?” tanya sang istri pada suaminya sambil membungkuk untuk mengamati situasi suaminya dalam lubang.
“Belum dinda, namun telah hampir kutemukan. Sabarlah sejenak dinda”
“Dia kepitingnya Mas. Jika telah menangkapnya” canda sang istri sambil membatasi dan menarik-narik benda yang tergantung di selangkangan sang suami sambil mengakak terbahak-bahak.
Nampaknya sang istri tidak berharap melepas ‘kepiting’ yang dicokoknya itu, bahkan dia kian memainkannya, mengelus dan mengocoknya sampai kepitingnya itu kian keras, membengkak dan membikin pinggul sang suami bergerak-gerak.
“Sudahlah dinda. Jangan ganggu saya dahulu. Kepitingku itu tidak susah dicokok sebab akan datang sendiri ke rumah, malah sejenak di rumah pasti kuserahkan untuk kau makan sepuasnya” canda sang suami.
Saya sang suami telah tidak bendung lagi dipermainkan kontolnya sementara sang istri tidak berharap stop memainkannya, bahkan terlihat menginginkannya dikala itu, karenanya sang suami menentukan keluar dahulu.
“Apabila gitu kita gantian cari kepitingnya dinda. Saya kecapean” kata sang suami sambil keluar dari lubang itu dan digantikan oleh si istri sesudah dia juga menelanjangi dirinya sebab takut akan dekil bajunya.
“Dia yang jaga di luar yah Mas. Bilang seandainya ada orang lain yang mengamati kita, namun jangan variasi-variasi loh..,” kata sang istri.
Sesudah posisi sang istri sama dengan posisi sang suami tadi, tiba-tiba sang suami menyentuh-raba bokongnya lalu turun ke selangkangan dan terus ke genitalia sang istri dan memainkannya seperti halnya dia dipermainkan tadi.
“Wah, ini ‘kepiting’ betinanya telah kutangkap dinda. Suara sekali dan pasti enak dimakan. Boleh saya makan dinda?” tanya sang suami sambil mengelus dan menikam-nusuk lubang genitalia istrinya yang sedang menungging dalam lubang.
Sang istri menonjol menikmatinya dengan menggerak-gerakkan pinggulnya dalam lubang. Sementara sang suami yang semenjak tadi terstimulus dari dalam lubang tidak berharap stop memainkan, malah adakalanya mengecup dan menjilatinya lalu mengatakan seandainya dia sedang memakan kepitingnya mentah-mentah.
“Ayo Mas. Mana kepitingnya? Adu donk ‘kepiting’nya dengan ‘kepiting’ku” canda sang istri namun menonjol serius sebab memang dia betul-betul telah terstimulus.
Sang suami langsung menasihati mulut ‘kepiting’nya ke mulut ‘kepiting’ sang istri lalu mengadunya. Hasilnya namun pasti, kedua buah langka itu saling bersentuhan di mulut lubang kepiting. Mula-mula sungguh-sungguh susah masuknya sebab ‘kepiting’ sang istri agak masuk ke dalam, tapi sebab sang istri paham dan memang memerlukannya, karenanya bokongnya malahan terdorong sedikit keluar sehingga berada di luar lubang sampai sang suami betul-betul gampang memasukkan kepala ‘kepiting’nya ke dalam mulut ‘kepiting’ sang istri. Melainkan yang dimunculkan dari pertarungan antara kedua ‘kepiting’ langka itu, betul-betul cantik dan terang terdengar sebab berada di mulut lubang, apalagi sedikit berair sebab percampuran antara air khas ‘kepiting’ dengan air sungai serta air lumpur.
“Akhh.. Uuhh.. Ikkhh.. Ookkhh.. Eennakk. Nikkmat sekali kepitingnya Mas. Terus.. Teruss.. Ayo hantam teruss Mass” erang si istri tersentak-sentak sambil menggerak-gerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Si suami juga mengerang hal yang serupa.
Mungkin sebab sang istri sudah merasa lelah menungging, dia minta sang suami untuk stop bergerak sebentar, namun sang suami tak menghiraukannya. Kamu sang istri menarik bokongnya masuk lebih dalam sehingga ‘kepiting’ sang suami dengan sendirinya keluar dan lepas dari lubang ‘kepiting’ sang istri, malah perut sang suami dengan keras menghantam mulut lubang yang disantroni sang istri hal yang demikian. Setelah tidak lama sesudah itu, sang istri kembali menjulurkan keluar bokongnya dalam situasi terbalik yaitu tengadah dalam lubang, sehingga mempermudah sang suami memasukkan kembali ‘kepiting’nya ke dalam mulut ‘kepiting’ sang istri. Pertarungan malahan diawali kembali yang diiringi dengan musik khas yang keluar dari pertarungan kedua ‘kepiting’ itu.
“Decak.. Decukk.. Decikk.. Plagg.. Plugghh.. Pologg” bunyi itulah yang mewarnai kesunyian di sungai itu yang dibarengi pula dengan bunyi napas saling mengejar dari kedua mulut pasangan suami istri yang sedang mengidamkan kepiting itu.
“Maass.. Mass, ‘kepiting’ku berharap pipis” kata sang istri dikala sang suami dengan gencarnya menghentakkan ‘kepiting’nya keluar masuk ke mulut ‘kepiting’ sang istri tanpa menghiraukan kata-kata sang istri.
“Biar saja pipis, sebab ‘kepiting’ku juga berharap pipis, biar berbarengan saja” kata sang suami sambil konsisten mempercepat kocokannya dan menyentuh-raba serta meremas-remas kedua benda kenyal yang ada di dada sang istri, sedangkan tanpa memandangnya sebab lokasinya agak ke dalam.
“Nnikkmatnnya kepitingnya yach” secara serentak kedua pasangan itu tiba-tiba menyuarakan kalimat yang sama dikala ‘kepiting’ keduanya berbarengan mengeluarkan cairan hangat yang dianggapnya sebagai air pipis ‘kepiting’.
Kamu keduanya tergolek di tempatnya masing-masng. Sang suami tergolek di luar lubang sementara sang istri di dalam lubang. Sesudah terdiam sebentar, sang istri lalu keluar dan mengecup pipi dan bibir sang suami yang masih tergolek di pinggir sungai.
“Mas, ayo bangun. Kita pulang aja yuk. Kita telah tangkap dan nikmati kepitingnya. Saya telah puas sekali dan tidak bergairah lagi mencari kepiting beneran” kata sang istri sambil membangunkan suaminya dengan bunyi sedikit berbisik di kupingnya.
“Wah kita terlalu jauh mencari kepiting dinda, meskipun ada kepiting yang kita bawa masing-masing. Lebih enak lagi memakannya, malah tidak pernah habis. Ayo dinda, nanti di rumah kita makan lagi kepiting ini.. Ha.. Hha.. Hha” kata sang suami sambil menata kembali bajunya bersama sang istri lalu keduanya mengakak terbahak sambil berpelukan dan berkecupan, lalu kembali ke rumah.
di rumah, mereka kembali mengadu ‘kepiting’nya sebagian kali dengan posisi yang lebih membuatnya leluasa bergerak. dikala itu, sang istri tidak pernah lagi minta suaminya untuk mencari kepiting di sungai dan semenjak itu pula kemauannya kepada kepiting sungguhan sirna.
Mereka berdua hidup dalam kesunyian, tapi dia tak kesusahan makanan sebab kecuali dia berkebun dan bertani, juga dia rajin ke sungai untuk menangkap ikan sebagai lauknya. Sebagian bulan kemudian, sang istri mulai mengidam, sehingga memerlukan makanan tertentu pantas selera dan kemauannya sebagaimana layaknya perempuan lainnya yang mengidam.
Suatu hari, sang istri menonjol tak sedap perasaannya dan senantiasa emosional dampak dampak dari bayi dalam kandungan yang dikandungnya.
“Mas, boleh ngga meminta bantu sama kau?” tanya sang istri lembut.
“Soal apa dinda?” sang suami balik bertanya dengan lembut pula.
“Saya berharap sekali makan kepiting, Mas. Boleh ngga Mas mencarikan saya?”
“Wah, wah, wah, bagaimana mungkin kita dapat menerima kepiting di puncak gunung seperti ini?” kata sang suami.
“Bantu cari donk. Berusahalah. Pasti Mas dapat menemukannya. Apabila saya nggak permasalahan, namun yang ini nih,” desak sang istri sambil menunjuk bayi dalam kandungan yang ada dalam perutnya.
Sesudah dia menemukan suatu lubang yang agak besar dan dalam, dia lalu memasukkan tangannya ke dalam lubang itu. Malah mencoba mengeluarkan air dan lumpurnya sampai lubang itu bertambah besar dan dalam, hingga-hingga semua badannya dapat masuk. Suluruh tubuhnya berair kuyup dengan lumpur bercampur peluh sebab dia merasa penasaran dan yakin sekali seandainya dalam lubang itu ada kepitingnya.
Dia gemetar betul-betul ketakutan sehingga dengan tanpa sengaja kencingnya menetes keluar lewat kontolnya yang tergantung lemas.
“Wah, ini ada buah-buahan langka dan nampak cantik sekali” sang suami itu mendengar bunyi dari salah seorang yang kakinya nampak itu. Malah orang itu sempat menyentuh dan menarik-narik kontol sang suami yang dikiranya buah-buahan, sehingga sang suami itu kian ketakutan sampai menyebabkan air kencingnya tambah banyak keluar. Dia tidak berharap bergerak sebab takut dikenal seandainya dia yaitu manusia.
“Buah apa itu sahabat?” tanya salah seorang dari mereka yang berdiri itu sambil turut membatasi dan menarik-narik buah tergantung itu.
Kok demikian itu Mas. Ada apa? Mengapa lari seperti orang ketakutan? Mana kepitingnya?” Pertanyaan sang istri bertubi-tubi pada sang suami, tapi dia konsisten belum cakap menjawab sebab betul-betul lelah dan ketakutan.
“Mm.. maaf dinda, saya tak sukses menangkap kepitingnya” jawab sang suami dengan napas terengah-engah.
“Mengapa Mas? Ada permasalahan apa di sungai?” desak sang istri.
“Anu.. Anu dinda. Susah dicokok sebab lubangnya terlalu dalam. Setelah saja yah,” rayu sang suami pada istrinya.
“Masa cuma kepiting tidak dapat dicokok. Apabila gitu kita gantian saja. Mas jaga rumah dan aku yang akan menangkap kepitingnya” ujar sang istri tak tabah.
Setibanya di sungai hal yang demikian, sang istri turun dan hasilnya menemukan lubang yang baru saja disantroni suaminya. Dia juga merasa penasaran dan yakin seandainya dalam lubang itu ada kepitingnya, sehingga buru-buru dia melepaskan semua bajunya supaya tak dekil lalu masuk ke lubang itu dengan posisi seperti posisi suaminya tadi sewaktu dalam lubang. Belum sempat dia memasukkan tangannya ke lengang-lubang kecil yang ada dalam lubang besar itu, tiba-tiba dia mendengar bunyi orang sedang bicara, malah kedengarannya berjalan menuju ke arahnya.
“Wah, celaka sahabat. Kita didahului orang lain. Buah busuk-busuk itu telah tak ada di tempatnya. Rasanya baru saja dipetik orang lain dengan mengaplikasikan pisau tajam. Dia nyatanya” kata salah seorang dari mereka yang berdiri persis di dekat bokong sang istri itu sambil menyentuh, mengelus dan menikam-nusuk lubang genitalia sang istri sebab dianggapnya sebagai bekas petikan/potongan buah tadi.
Kedua orang hutan itu tak ragu lagi seandainya baru ‘buah’ itu baru saja dipetiknya sebab sewaktu dia menyentuh tempatnya, dia menikmati sedikit berair, berlubang dan halus seperti bekas potongan pisau tajam.
“Untung saja vaginaku halus, mulus, putih tanpa ditumbuhi bulu sehelaipun, sehingga mereka tak curiga seandainya itu yaitu daging montok wanita yang sedang berair sebab ketakutan sehingga mengeluarkan air kencing”, demikian pikir sang istri.
“Ayo sahabat, kita cari dan kejar si pemetik buah cita-cita kita itu. Dia pasti belum jauh dari daerah ini, sebab bekas petikannya masih berair dan getahnya masih menetes” ajak salah seorang dari orang hutan itu.
Kamu mereka langsung pergi dan setuju mencari orang yang dicurigai sudah memetik buah busuk-busuk cita-cita mereka itu.
“OK, kita bagi target. Dia ke kiri dan saya ke kanan. Dia pasti masih berada di sekitar sini sebab bau buah-buahan itu masih betul-betul terasa busuknya”. Kata orang hutan yang satunya lagi seperti yang didengar oleh sang istri dikala keduanya baru saja meninggalkan lubang kepiting itu.
Pikir sang istri, bau busuk itu tentunya yaitu bau kentut. Sesudah itu, sang istri terburu-buru keluar lalu pergi meninggalkan lubang itu sambil berlari menenteng bajunya. Setibanya di rumah, keadannya persis sama dengan situasi suaminya dikala mengalami hal serupa. Dia tidak cakap berkata-kata dan susah dia membeberkan kejadian tadi. Mereka saling menyembunyikan apa yang dialaminya di sungai tadi, sedangkan dalam hati mereka saling curiga perihal kemungkinan kejadian yang sama.
Keesokan harinya, sang suami bersama sang istri setuju untuk berangkat bersama-sama ke sungai mencari kembali kepiting dengan keyakinan seandainya kedua orang hutan kemarin itu tak bakal via di situ lagi sebab buah impiannya telah dianggap tak ada lagi. Keduanya segera menuju ke lubang yang masih diyakini ada kepitingnya.
“Mas, coba sekali lagi. Dia saja yang masuk biar aku yang jaga di luar seandainya-seandainya ada orang yang mengamati kita. Sebaiknya buka saja bajunya Mas biar tak dekil” kata sang istri dikala mereka hingga di dekat lubang itu.
“Bagaimana Mas? Saya bisa kepitingnya?” tanya sang istri pada suaminya sambil membungkuk untuk mengamati situasi suaminya dalam lubang.
“Belum dinda, namun telah hampir kutemukan. Sabarlah sejenak dinda”
“Dia kepitingnya Mas. Jika telah menangkapnya” canda sang istri sambil membatasi dan menarik-narik benda yang tergantung di selangkangan sang suami sambil mengakak terbahak-bahak.
Nampaknya sang istri tidak berharap melepas ‘kepiting’ yang dicokoknya itu, bahkan dia kian memainkannya, mengelus dan mengocoknya sampai kepitingnya itu kian keras, membengkak dan membikin pinggul sang suami bergerak-gerak.
“Sudahlah dinda. Jangan ganggu saya dahulu. Kepitingku itu tidak susah dicokok sebab akan datang sendiri ke rumah, malah sejenak di rumah pasti kuserahkan untuk kau makan sepuasnya” canda sang suami.
Saya sang suami telah tidak bendung lagi dipermainkan kontolnya sementara sang istri tidak berharap stop memainkannya, bahkan terlihat menginginkannya dikala itu, karenanya sang suami menentukan keluar dahulu.
“Apabila gitu kita gantian cari kepitingnya dinda. Saya kecapean” kata sang suami sambil keluar dari lubang itu dan digantikan oleh si istri sesudah dia juga menelanjangi dirinya sebab takut akan dekil bajunya.
“Dia yang jaga di luar yah Mas. Bilang seandainya ada orang lain yang mengamati kita, namun jangan variasi-variasi loh..,” kata sang istri.
Sesudah posisi sang istri sama dengan posisi sang suami tadi, tiba-tiba sang suami menyentuh-raba bokongnya lalu turun ke selangkangan dan terus ke genitalia sang istri dan memainkannya seperti halnya dia dipermainkan tadi.
“Wah, ini ‘kepiting’ betinanya telah kutangkap dinda. Suara sekali dan pasti enak dimakan. Boleh saya makan dinda?” tanya sang suami sambil mengelus dan menikam-nusuk lubang genitalia istrinya yang sedang menungging dalam lubang.
Sang istri menonjol menikmatinya dengan menggerak-gerakkan pinggulnya dalam lubang. Sementara sang suami yang semenjak tadi terstimulus dari dalam lubang tidak berharap stop memainkan, malah adakalanya mengecup dan menjilatinya lalu mengatakan seandainya dia sedang memakan kepitingnya mentah-mentah.
“Ayo Mas. Mana kepitingnya? Adu donk ‘kepiting’nya dengan ‘kepiting’ku” canda sang istri namun menonjol serius sebab memang dia betul-betul telah terstimulus.
Sang suami langsung menasihati mulut ‘kepiting’nya ke mulut ‘kepiting’ sang istri lalu mengadunya. Hasilnya namun pasti, kedua buah langka itu saling bersentuhan di mulut lubang kepiting. Mula-mula sungguh-sungguh susah masuknya sebab ‘kepiting’ sang istri agak masuk ke dalam, tapi sebab sang istri paham dan memang memerlukannya, karenanya bokongnya malahan terdorong sedikit keluar sehingga berada di luar lubang sampai sang suami betul-betul gampang memasukkan kepala ‘kepiting’nya ke dalam mulut ‘kepiting’ sang istri. Melainkan yang dimunculkan dari pertarungan antara kedua ‘kepiting’ langka itu, betul-betul cantik dan terang terdengar sebab berada di mulut lubang, apalagi sedikit berair sebab percampuran antara air khas ‘kepiting’ dengan air sungai serta air lumpur.
“Akhh.. Uuhh.. Ikkhh.. Ookkhh.. Eennakk. Nikkmat sekali kepitingnya Mas. Terus.. Teruss.. Ayo hantam teruss Mass” erang si istri tersentak-sentak sambil menggerak-gerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Si suami juga mengerang hal yang serupa.
Mungkin sebab sang istri sudah merasa lelah menungging, dia minta sang suami untuk stop bergerak sebentar, namun sang suami tak menghiraukannya. Kamu sang istri menarik bokongnya masuk lebih dalam sehingga ‘kepiting’ sang suami dengan sendirinya keluar dan lepas dari lubang ‘kepiting’ sang istri, malah perut sang suami dengan keras menghantam mulut lubang yang disantroni sang istri hal yang demikian. Setelah tidak lama sesudah itu, sang istri kembali menjulurkan keluar bokongnya dalam situasi terbalik yaitu tengadah dalam lubang, sehingga mempermudah sang suami memasukkan kembali ‘kepiting’nya ke dalam mulut ‘kepiting’ sang istri. Pertarungan malahan diawali kembali yang diiringi dengan musik khas yang keluar dari pertarungan kedua ‘kepiting’ itu.
“Decak.. Decukk.. Decikk.. Plagg.. Plugghh.. Pologg” bunyi itulah yang mewarnai kesunyian di sungai itu yang dibarengi pula dengan bunyi napas saling mengejar dari kedua mulut pasangan suami istri yang sedang mengidamkan kepiting itu.
“Maass.. Mass, ‘kepiting’ku berharap pipis” kata sang istri dikala sang suami dengan gencarnya menghentakkan ‘kepiting’nya keluar masuk ke mulut ‘kepiting’ sang istri tanpa menghiraukan kata-kata sang istri.
“Biar saja pipis, sebab ‘kepiting’ku juga berharap pipis, biar berbarengan saja” kata sang suami sambil konsisten mempercepat kocokannya dan menyentuh-raba serta meremas-remas kedua benda kenyal yang ada di dada sang istri, sedangkan tanpa memandangnya sebab lokasinya agak ke dalam.
“Nnikkmatnnya kepitingnya yach” secara serentak kedua pasangan itu tiba-tiba menyuarakan kalimat yang sama dikala ‘kepiting’ keduanya berbarengan mengeluarkan cairan hangat yang dianggapnya sebagai air pipis ‘kepiting’.
Kamu keduanya tergolek di tempatnya masing-masng. Sang suami tergolek di luar lubang sementara sang istri di dalam lubang. Sesudah terdiam sebentar, sang istri lalu keluar dan mengecup pipi dan bibir sang suami yang masih tergolek di pinggir sungai.
“Mas, ayo bangun. Kita pulang aja yuk. Kita telah tangkap dan nikmati kepitingnya. Saya telah puas sekali dan tidak bergairah lagi mencari kepiting beneran” kata sang istri sambil membangunkan suaminya dengan bunyi sedikit berbisik di kupingnya.
“Wah kita terlalu jauh mencari kepiting dinda, meskipun ada kepiting yang kita bawa masing-masing. Lebih enak lagi memakannya, malah tidak pernah habis. Ayo dinda, nanti di rumah kita makan lagi kepiting ini.. Ha.. Hha.. Hha” kata sang suami sambil menata kembali bajunya bersama sang istri lalu keduanya mengakak terbahak sambil berpelukan dan berkecupan, lalu kembali ke rumah.
di rumah, mereka kembali mengadu ‘kepiting’nya sebagian kali dengan posisi yang lebih membuatnya leluasa bergerak. dikala itu, sang istri tidak pernah lagi minta suaminya untuk mencari kepiting di sungai dan semenjak itu pula kemauannya kepada kepiting sungguhan sirna.
Sex Dengan Ibu Kost Yang Hot
Trus sesampai dirumahnya terbukti sepi sekali. Saya kaprah tak ada orang di rumah. Melainkan saya liat pagar tak dikunci, jadi inisiatif saya buka aja kemudian saya ketuk pintu rumah bu Edi…
“Pagi bu” sapaku
“Eh, mas leo…,masuk..”
Ceita Sex Terbaru - Saya malahan lantas masuk kedalam rumah, kulihat Bu Edi pagi itu demikian itu seksi dengan menerapkan daster tanpa lengan yang serba tipis dan mini sehingga tampak tubuh bu edi yang montok..”Wah kalo kayak gini dapat kacau ni otak…” kataku dalam hati
“Ini bu, aku berkeinginan bayar listrik untuk bulan ini dan bulan depan. Aku dobel aja, kebetulan ada rejeki…” saya mengawali diskusi.
“Oalah….mengapa kok pake didobel semua sih mas?? Gak apa2 kok bayar satu aja dahulu, khan tanggalnya jg msh muda gini, barangkali ada kebutuhan mendadak khan dapat digunakan dahulu…” katanya.
Di Baca Juga : Sex Dengan Liza Janda Binal
“Ah gak apa2 kok bu. Mumpung lagi ada aja. Ketimbang ntar kepakai bln depan aku jd linglung bayarnya….” Jawabku.
“Mas leo ini dapat aja..keadaan sulit itu mah mudah mas dapat dikontrol…lagian tetangga dekat aja kok. Santai aja lah” serunya ramah.
“Iya bu gak apa kok…dibayar dobel aja.” Kataku lagi.
“Kalo gitu tunggu ya,,ibu ambil catatannya dahulu..Oh iya mas leo berkeinginan minum apa? Panas apa dingin??” tanyanya lagi.
“Ah gak usah repot2 bu….bentar lagi juga pulang kok..” seruku.
“Udah gak apa2…kopi ya?? Biar gak buru2 pulang…” katanya lagi.
“Boleh deh bu, terima beri…..” jawabku sambil tersenyum.
Ibu Edi malahan lantas masuk kedapur, Sementara saya cuma terdiam sambil menghitung uang dari dompetku untuk memastikannya tak kurang.
Ibu Edi keluar dari dapur dengan membawa secangkir kopi.
“Silakan diminum mas…”
“Terima beri bu..” Jawabku.
Bu Edi duduk disampingku sambil membuka2 lembaran buku catatan pembayaran listrik bulan lalu. Saya mengecup bebauan wangi sekali, ditambah panorama cantik krn daster bu edi agak rendah sehingga saya dapat memandang belahan dadanya yg putih dan padat berisi. Nampaknya bu edi baru selesai mandi. Saya menikmati ****** saya mulai membesar memandang panorama yahud ini…
“Nah ini mas, totalnya masih sama seperti bulan kemarin, delapan puluh lima ribu. Jadi dibayar dobel kah?”
Saya agak kaget sebab pikiranku masih melayang entah kemana.
“Eh….oh…iya bu, jadi bayar dobel. Berarti totalnya berapa bu??” Jawabku sekenanya.
“Berarti ya seratus tujuh puluh ribu…” kata bu edi sambil senyum.
“Oh…eh….ii….iya bu aku bayar segala. Ini a…ada dua ratus ribu aku titipkan segala aja..” kataku gugup. Bagaimana tak. Saat menceritakan jumlah tadi, pose bu edi betul-betul menantang, dengan belahan dada yg terlihat terang dan paha yg menganga..
“Lho kok terkejut?? Mengapa?? Dibayar satu dahulu aja gak apa2 kok mas” katanya.
“eh…anu….nggak kok bu. Beneran aku ada kok. Aku bayar segala aja..” kataku sambil melirik belahan dada bu edi yg demikian itu menantang..
Nampaknya bu edi mengenal saya menyelidiki dadanya yg sekal itu..Melainkan bu edi cuma tersenyum tanpa berupaya menutupinya. “Ya udah kalo gitu gak apa2 deh. Emang mas leo liatin apa sih koq kayaknya jadi gak fokus gitu??”
“Oh…eh…nggak kok bu.., anu….” aduh saya mulai linglung, sementara bu edi tersenyum mengamati ku. “Kopinya diminum gih mas,, keburu dingin lho” serunya sambil tersenyum. “Permasalahan duitnya ntar aja deh, keliatannya mas leo lagi linglung gitu…” katanya sambil tersenyum badung.
Tiba2 bu edi meraba pahaku, “dari tadi ngliatin ini aja mengapa mas??” Tanya bu edi sambil menunjuk dadanya.
“Oh….eh….anu…itu….gak sengaja bu…” jawabku makin gugup
“Gak sengaja apa gak sengaja?? Koq diliatin terus hingga gak berkedip gitu..?” katanya sambil kian mendekat ke saya.
“Menyenangi ya???” Tanyanya lagi
“Berkeinginan??” saya kian tak dapat menjawab. Melainkan kontolku kian tegang krn bu edi mengelus-elus pahaku.
“Eh..m..m…maksud ibu??” Srup bibirnya bu edi lantas melibas bibirku dan tangannya meramas-remas ****** ku, pikiranku betul-betul kacau, saya masih linglung dan belum percaya kalo dikala ini saya berasmara dengan bu edi, yang senantiasa jadi fantasi sex ku. Birahiku malahan mulai bangkit, saya malahan mulai meremas-remas payudara bu edi yang tadinya cuma saya liatin saja. Kami saling melibas dan tangan bu edi terus meremas-remas kontolku. Tanganku malahan mulai menelusup dari jeda-jeda daster bu edi dan masuk ke dalam BHnya. Saya mainkan dan saya pilin-pilin puting susu bu edi yang mulai mengeras.
“Terus mas leo…ssshhs, nikmat banget..” dan tangan bu edi mulai membuka celana jeans ku, saya malahan membantunya dan kemudian kulepas kaosku sehigga sekarang tinggal cd yang merekat.
“Mas…kita ke kamar aja ya…jangan disini nanti diliat orang..” Dan kemudan mengecup bibirku.
Bu edi lantas masuk kekamar dan membuka dasternya, tubuh bu edi sekarang tinggal berbalutkan BH dan cd saja. Kemudian sambil menatapku badung bu edi mulai membuka bh dan cd nya. Sekarang bu edi sudah telanjang bulat dihadapanku…
“Wow bener2 seksi nih….” Gumamku sambil memelototi tubuh bu edi satu per satu dari atas hingga bawah. Tubuh bu edi memang betul-betul mulus, kulitnya putih, payudaranya demikian itu menantang dengan puting kemerahan yg mengacung. Apalagi memek bu edi, demikian itu cantik dengan klitoris yg kelihatan, serta tak ada satu helaipun bulu jembutnya..terlihat sehabis dicukur.
“Kok bahkan bengong mas leo….sini dong”
Bu Edi duduk di tepi ranjang dan kemudian saya mendekat dan menunduk mengecup bibirnya. Tangan bu edi melepaskan cd ku dan keluarlah kontolku.
“Waaahhh….. mas…ini besar banget, apa seperti ini ya kalo orang arab?” Kebetulan memang saya keturunan arab….”lebih besar dari punya suamiku nih….wah muat gak ya??” kata bu edi sambil mengelus-elus ****** ku, kadang-kadang dijilati ujung sampai buah pelirku jg tidak lepas dari jilatan bu edi.
Saya cuma terpejam merasakan servis dari bu edi ini. Bu edi kemudian berdiri dan menciumku kemudian turun kedadaku, putingku di hisap dan dijilati.
Ouh..bu nikmat banget bu, terus bu.
Kemudian bu edi berjongkok dihadapan ku dan menjilat kontolku seperti menjilat es krim.
Kemudian memasuk kan kontolku kemulutnya. Ia malahan mengulum kontolku dengan lihai. Sedap sekali rasanya, lebih enak dari hisapan istriku….
“ahh….Terus bu”, saya malahan mulai memompa kontolku didalam mulut bu edi sehingga mulut bu edi tampak penuh. Adakalanya bu edi menerapkan giginya untuk mengulum kontolku…aaaauuhhhh rasanya benar-benar enak.
Sekitar 10 menit bu edi mengoralku, sebelum kesudahannya menciumi buah pelirku, menjilatinya lalu berdiri dan kembali mengecup bibirku.
Terbukti bu edi betul-betul menyukai foreplay. Rupanya berkali-kali ia menjilat leher sampai belakang telingaku dan memainkan lidahnya di putingku. Bener-bener sensasi yang luar umum. Saya malahan tak tinggal membisu. Sekarang saya remasi payudara bu edi sambil saya jilat lehernya. Payudara nya jg tidak luput dari jilatan dan remasanku hingga saya mulai mengulum putingnya. Bu edi cuma mengeliat-mengeliat dan mendesah mendapatkan perlakuan ini dariku. Adakalanya saya gigit2 kecil putingnya dan bu edi melenguh enak maka….
Pelan saya baringkan bu edi sambil terus melumati payudaranya. Ciumanku turun ke perutnya..”Bener2 putih dan perfect tubuh ini” batinku. “Ahhhh…..sssssshshhh…..ouh…..terus mas….ahhhhh….nikmat banget lidahmu….ahhh….mas leo pinter…..eeehmm..” bu edi mengeliat.
Saya malahan menjulurkan lidahku ke memeknya, asin, terbukti cairannya bu edi banyak banget keluar. Memek yang kemerahan itu bener-bener berair oleh ludahku yg bercampur lendirnya..
Saya malahan mengangkangkan kakinya supaya dapat menjilat lebih dalam, ku jilat klitorisnya lalu saya kulum-kulum dan kadang-kadang kugigit perlahan-perlahan.
Ouch…enak banget mas……terus…..auhhh…ouhhh…, hisap terus mas…”
Saya malahan menjilatnya dan kemudian ku masukkan jari ku kadalam memeknya dan bu cantik malahan menggelinjang keenakan….
Ouch..mas….ahhhhhh….terusin mas…saya gak pernah senikmat ini……jari kau nikmat banget ahhh pinter mas…..shhhh…”
Tidak lama kemudian bu edi menjepit kepalaku dan menjambak rambutku dan saya malahan mepercepat permainan fucking finger ku di memeknya..
“Shhhhh…,uhhhhffff…saya berkeinginan keluar mas..oouuuuhh….hisap terus mas….,ohh……”
Akupun menghisap kuat kuat lubang kenikmatan itu dan “cret..cret..”
Cairan bu edi menyemprot mulutku dan saya malahan menjilatnya hingga bersih.
Bu edi keliatan lemas….saya malahan kembali berjongkok di atas kepala bu edi dan kembali ku sodorkan kontolku..
Bu edi malahan menghisap dengan kuat kontolku..saya membalikkan badanku sehingga posisi kami kini 69, saya membendung badanku dengan lutut dan terus memompa mulut bu edi. Sementara memek bu edi kembali berair dan saya terus mengelus elusnya.
Saya malahan membetuli posisiku dan sekarang kami sama-sama meringkuk..
Kulumat bibir bu edi yang sensual dan menggemaskan, sambil tanganku memainkan klitorisnya..
“Shh..uhf.. enak banget mas…aaahh….masukin kini mas….auuhhhh..cepet mas saya udah ga bendung nih..gatel banget rasanya.”
Bu edi malahan kusuruh mengangkang dan mengangkat kakinya kedepan sampai terlipat meraba payudaranya…
Sekarang bibir memek bu edi timbul keluar dan menganga seakan berteriak meminta dientot. Saya malahan memberi nasihat kontolku ke organ intim wanita bu edi dan mulai menggesek-friksinya..
”sssshhhh….aaahh…uuuhhh ayo maas masukin dong…ahhhhh”.. Saya malahan menancapkan kontolku dengan kencang masuk ke dalam organ intim wanita bu edi yang telah berair.
“Ouhhhh….perlahan-perlahan mas….ahhhhhhhhhh……kontolmu gede banget mas….”. Terbukti memek bu edi masih sempit dan nikmat banget kontolku serasa dipilin-pilin. Saya malahan memompa terus memek bu edi…kian lama kian kencang..
“Ouh..terus mas…..iih…ahhh….sshhhh…”. Kemudian saya stop dan menancapkan kontolku sedalam-dalamnya lalu saya diamkan…..saya ciumin payudara bu edi…lalu saya kulum putingnya…Dan secara tiba2 saya goyang lagi dengan gerakan menekan dan memutar. “Shhhhhh…..ahhhhhh,,,masss pinter banget kau…a.oooohhh…..nikmat mas….” Bu edi meracau tidak karuan. Kemudian tubuh bu edi mengejang dan kontolku terasa dijepit kuat sekali..
“Ouh..saya keluar lagi mas…..nikmat mas…..nikmat banget,”
Saya malahan membalikkan badan bu edi dan terbukti bu edi lantas paham apa mauku dan ia malahan lantas menungging dan sekarang kami dogy style..saya malahan memasukan kontolku kedalam memek bu edi.. “Ouhh…..mas….kau kuat banget….ahhhhhh…..leo…..terus sayang…..enak banget ”
Saya terus memompa memek bu edi sambil meremas-remas payudara bu edi yang bergelantungan..
”Ouh..ahh..terus mas….,saya gak bendung lagi mas….ahhhhh….. “ rintih bu edi. Saya malahan merasa ada yang berkeinginan keluar dari kontolku,,,,saya kian mempercepat kocokanku di memek bu edi. “huffft….aahhh….oh….sayang….saya berkeinginan keluar nih…” seruku. Saya tidak peduli lagi dengan beda umur kami. Saya panggil bu edi dengan sayang. “ahhhh….uuhhh….iya sayang gak apa-apa terusin aja….shhhshhhh…” teriaknya. Ternyata tidak bisa kutahan lebih lama lagi. Dengan tikaman terakhir saya stop dan cret…cret…..cret….ahhhh…..sayang…..uuuhhhh” teriakku mengiringi semprotan spermaku ke memek bu edi. “Auuuuuuuhhhh……oooooohhhh……” rintih bu edi. Saya merasa ada rasa hangat di sekujur kontolku…nampaknya bu edi orgasme lagi..
“aahh….” Kami berdua rebahan di kasur…bu edi tersenyum puas…lalu saya cium bibirnya…..
“makasih mas……nikmat bgt…..” ujar bu edi.
“Iya sayang….saya juga merasa nikmat bgt….puaaaassss sama km….” seruku sambil lalu mengulum bibirnya lagi. Tanganku mulai menyentuh payudaranya lagi.
“mas….aahhhh udah dahulu mas…..capek….ssshhh..”
“Iya sayang,,,,saya cm gemes aja sama ini …” jawabku sambil mencubit payudaranya..
Kami malahan berpakaian lagi. Saat hendak pamit, bu edi melibas bibirku dan meremas kontolku….
“Uangnya dibawa aja dahulu ya…..bln depan aja bayarnya…..” kata bu edi di sela2 kecupan kami.
“Saya balas meremas payudaranya lalu saya kulum lagi bibirnya.
“kalo bulan depan kelamaan….ini gak betah “ kataku sambil menunjuk kontolku.
“Iya mudah….ntar saya sms kalo rumah lagi sepi….ok sayang…..”jawabnya..
“Dengan bersuka ria hati” jawabku dan saya kulum bibirnya lagi sambil saya maikan puting payudaranya….
Saya malahan pamitan pulang. Semenjak itu kami jadi kerap kali ML kalo rumah bu edi lagi sepi. Pun pernah juga di hotel kalo bener2 gak bendung tetapi di rumah lagi ada si kecil-buah hatinya. Dan saya juga kerap kali dibebaskan bayar listrik sebab bu edi puas dengan pelayanan yang saya berikan…
Cerita Sex -Sesudah kejadian kemarin yang saya share terhadap pembaca dewasa “mesum didalam kendaraan beroda empat” ketika itu saya sedang makan di kantin bersama Sinta, kami berkelakar sambil gosipin menunggu jam kuliah masuk, ketika itu pukul 13.00 dapat kebayang jam seperti itu kantin pasti penuh, saking asyknya kita berkelakar saya dikejutkan dengan seseorang yang menpuk pundakku.
Hari itu Cantik tampil dengan penampilan barunya merupakan rambutnya yang panjang itu dicat cokelat sehingga terlihat seperti cewek indo. Ia menonjol seperti itu cantik dengan pakaian pink yang bahunya terbuka dipadu celana panjang putih.
Dengan sifat Cantik yang gaul itu mereka pesat akrab dan omongannya nyambung.“Dasar aligator darat” seperti itu gumamku dalam hati sambil menyedot minumanku.Tidak lama kemudian HP Sinta berdering lalu ia pamitan sebab ada komitmen berharap melakukan tugas klasifikasi dengan sahabatnya di perpustakaan..
“Ke kost gua gimana ? gua sih dah beres ga ada apa-apa lagi” usulan DimasKami bahkan mengiyakan ketimbang menunggu dua jam lebih di kampus, di kostnya kan banyak film jadi dapat nonton dahulu. Kami bahkan berjalan ke gerbang samping yang menuju ke kostnya sesudah membayar makan.
Cuma dalam lima menit kami telah tiba di tujuan. Kostnya cukup besar dan baik sebab termasuk kost yang mahal di tempat sini, terdiri dari dua tingkat dengan kamar mandi di kamar masing-masing.
Cerita Sex Terbaru -Penghuninya campur pria-wanita, melainkan berdasarkan Dimas lebih dari setengahnya wanita, makannya ia betah di sini.“Welcome to my room, sori yah rada semrawut” ia membukakan pintu dan mempersilahkan kami masuk ke kamarnya di tingkat dua.
Saya bukan pertama kalinya saya ke sini, saya malah pernah ML disini ketika one night stand dengannya. Pada temboknya terpampang sebagian poster pemain sepak bola, juga ada sebuah poster anime Kenshin. Foto pacarnya yang kuliah di luar negri dipajang diatas meja belajarnya yang sedikit acak-acakan.
Kami ngobrol-ngobrol sambil merasakan snack sampai alhasil obrolan kami mulai menjurus ke dilema seks. Dimas tanpa basa-basi menawarkan nonton film bokep koleksinya, dipilihnya salah satu vcd bokep Jepang unggulannya.
Di Baca Juga : Sex Janda Bertubuh mungil Bersama Cika
Saya tak ingat judulnya, yang pasti adegannya membuatku merinding. Kami bertiga tenang menatapi layar komputer seakan terhanyut dalam adegan yang pemerkosaan masal seorang wanita oleh sebagian pria, air mani pria-pria itu berhamburan membasahi si wanita.
Darahku serasa memanas dan selangkanganku mulai berair. Cantik di sebelahku juga mulai gundah, ia menonjol menggesek-gesekkan kedua pahanya. Dan, si Dimas….oh ia meremas-remas tangan Cantik, ia juga mulai berani mengelus lengannya.
Memandang respons Cantik yang malu-malu berharap dan telah terstimulasi berat, Dimas makin berani mendekatkan mulutnya ke pundak Cantik yang terbuka. Cantik menggelinjang kecil menikmati tiupan napas Dimas pada leher dan pundaknya.
Sebab telah merasa horny, ditambah lagi Dimas dan Cantik mulai beraksi, akupun tak malu-malu lagi mengekspresikan nafsuku pada Cantik yang duduk paling dekat denganku. Tanganku merayap melewati komponen bawah pakaiannya dan terus menyelinap ke balik bra-nya.
Saya bisa menikmati putingnya makin mengeras saat kumain-mainkan dengan jariku. Mulutku saling berpagutan dengannya, lidah kami saling bertarung dan bertukar air liur. Sementara di sebelah sana, Dimas mulai menjilati leher dan pundaknya, disibakkannya rambut panjang itu lalu dihirupnya wangi tubuhnya sebelum cupangannya berlanjut ke leher dan belakang kupingnya.
Cantik mendesah terbendung merasakan perlakuan ini, tangannya mulai bergerak meraih penis Dimas yang masih tertutup celana jeansnya, disentuh-rabanya benda yang telah mengeras itu dari luar. Kecupan Dimas menurun lagi ke bahu Cantik sambil menurunkan baju dengan bahu terbuka itu secara pelan-lahan, suatu sistem profesional dan erotis dalam menelanjangi seorang wanita.
Saya juga ikut serta menurunkan baju Cantik dari sebelah kiri sehingga baju itu kini menggantung di perutnya. Dengan cekatan Dimas menurunkan cup BH kanannya dan lantas melibasnya dengan rakus.
Cantik melenguh menikmati payudaranya dihisap kuat oleh Dimas. Saya kini melepaskan pakaianku sendiri sampai bugil lalu mendekati Dimas yang telah merebahkan tubuh Cantik di ranjangnya. Kupeluk pinggangnya dari belakang dan melepaskan sabuknya disusul resleting celananya.
Dimas stop sebentar untuk membiarkanku melucuti dirinya, disaat yang sama Cantik juga melepasi bajunya. Sekarang kami bertiga telah telanjang bulat. Kami memerintah Dimas rebahan di ranjang supaya dapat menservis penisnya. Penis yang telah mengeras kukocok dan kujilati, lalu kumasukkan ke mulutku.
Bersama dengan Cantik, kami bergantian melayani ‘adik’ Dimas dengan jilatan dan emutan. Cantik menjalankan aktivitasnya dengan terngkurap diatas tubuh Dimas dengan kata lain mereka dalam posisi 69, jadi Dimas dapat merasakan Miss V Cantik sementara kami berdua merasakan penisnya.
Dimas amat merasakan Miss V Cantik, hal ini terlihat dari sistem ia menjilat dan menyedot liang itu, sesekali bunyi hisapannya terdengar terang sehingga membikin Cantik mengerang pendek. Sebagian menit kemudian Cantik mengerang lebih panjang dan bunyi seruput Dimas terdengar lebih terang, terbukti Cantik telah menempuh orgasme pertama.
Dimas mengganti posisi, Cantik diperintah tengkurap di ranjang dan bokongnya diangkat menungging, Dimas sendiri mengambil posisi di belakangnya dan menasehati senjatanya ke Miss V Cantik. Cantik merintih sambil meremas sprei merasakan penis Dimas melesak masuk membelah bibir bawahnya.
Dikala penis itu masuk beberapa, Dimas menghentakkan pinggulnya dengan bertenaga sehingga penisnya amblas seluruhnya dalam Miss V Cantik. Tubuhnya tersentak perlahan dengan mata membelakak dicontoh dengan erangan nikmatnya.
Dimas memompa Cantik dengan gerakan-gerakan yang mantap dan erotis sehingga Cantik tak cakap berkata apa-apa kecuali mengap-mengap keenakan. Kedua tangannya menjelajahi payudara Cantik yang berukuran sedang melainkan padat, kedua putingnya dipencet-pencet atau dipelintir.
Saya sendiri yang tak bendung cuma menonton mengambil posisi berselonjor di depan Cantik, kedua pahaku kubuka lebar dan kudekatkan ke wajah Cantik.“Dah…jilatin punya gua yah…ga bendung nih !”Cantik mulai menjilati paha dan vaginaku, lidahnya menarikan-nari menggelikitik klitorisku yang telah menegang sementara tangannya meraih payudaraku dan mencubit-cubit putingku.
Lidah Cantik memberi stimulasi tidak terkira pada kemaluanku sehingga saya tak bendung untuk tidak mendesah. Desahan kami bertiga bahkan terdengar memenuhi kamar ini. Kami berganti posisi menjadi woman on top, Cantik bergoyang di atas penis Dimas dan saya naik ke wajah Dimas berhadapan dengan Cantik, sekarang vaginaku dilayani oleh Dimas dengan lidahnya.
Sambil terus bergoyang saya berkecupan dengan Cantik, saya kembali merasakan lidah sesama jenisku, kami bercipokan sambil mengeluarkan desahan-desahan terbendung. Kecupan Cantik terus turun ke leherku sampai stop di payudara kananku, sebuah gigitan kecil disertai hisapan pada tempat itu membuatku menggeliat, disusul tangan Dimas menjulur dari bawah mencaplok yang kiri.
Ooohh…sepertinya komponen sensitifku diserang segala, lidah Dimas yang dikeraskan itu melesak masuk lebih dalam dan bergoyang menggelikitik dinding kemaluanku, tangannya yang satu meremas dan terkadang menepuk pantatku yang sekal.
Saya kian erat mendekap Cantik sambil satu tanganku meremas payudaranya. Tidak lama kemudian saya merasa sesuatu yang mendesak keluar dari bawah sana, ahh…saya tidak cakap lagi membendung cairan cinta yang mulai membasahi vaginaku.
Hal yang sama juga dialami Cantik tidak lama kemudian, ia melepas emutannya pada putingku, napasnya makin memburu dan ia menaik-turunkan tubuhnya dengan lebih pesat.
Tubuh kami berdua mengejang hebat dan erangan klimaks keluar dari mulut kami. Dimas menikam-nusukkan jarinya ke vaginaku membikin cairan itu makin membanjir dan tubuhku makin tidak terkendali, saya mendesah panjang tanpa mempedulikan rasa sakit dari kuku Cantik yang mencakar lenganku.
Cairanku diseruput Dimas dengan rakusnya, Miss V Cantik juga mengeluarkan banyak cairan sehingga memunculkan suara kecipak air. Goyangan kami mulai mereda, kami berpelukan merasakan sisa-sisa orgasme barusan, kami menghimpun napas kami yang kacau balau, peluh seperti embun membasahi dahi dan tubuh kami.
Akibatnya kujatuhkan diriku ke samping dan Cantik jatuh di dekapan Dimas. Dimas menoleh ke samping bertatapan muka denganku lalu memaksimalkan senyum, terlihat mulutnya masih berair oleh cairan cintaku. Hebat juga ia, dapat membikin dua wanita klimaks dalam waktu hampir berbarengan, seperti itu pujiku dalam hati.
“Gimana girls, ready for next round ? gua belum keluar nih” katanya sambil mengelus rambut panjang Cantik.
“Hhhh…lu duaan aja dahulu deh, gua kumpul daya dahulu. Heh sialan lu Ndah, gunakan cakar-cakaran semua sakit tau, nih !” omelku menunjukkan bekas cakaran di lengan kiriku yang sedikit berdarah sambil mencubit lengannya.
“Hihihi…sory dong Ci, tadi kan kita lagi lupa daratan lagi, yang penting kan enjoy juga” jawabnya santai sambil tersenyum kecil.Sejenak kemudian Dimas telah membalikkan tubuh Cantik menjadi tengadah dibawahnya, lalu kembali penisnya dimasukkan ke Miss V Cantik diiringi desahannya.
Ranjang ini telah mulai bergetar lagi oleh goyangan tubuh mereka. Sambil menggenjot Dimas meraih payudaraku dan memencetnya lembut sebagai sinyal mengajakku seketika bergabung.“Ntar yah, gua mo minum dahulu nih, haus” kataku sambil bangkit berdiri dan mengambil sebuah gelas, saya membuka kran dispenser yang berlokasi di dekat jendela untuk mengisi air.
Dikala sedang meneguk air tiba-tiba saya mendengar bunyi kresek-kresek di pintu. Kutajamkan pendengaranku dan memandang ada seperti bayang-bayang di celah bawah pintu, pasti seseorang mengintip kami pikirku.
Saya tadinya bermaksud memberitahu mereka, melainkan sebaiknya kuselidiki sendiri sebab mereka sedang sibuk berpacu dengan nafsu hingga tak seperti itu menghiraukanku. Kusingkap sedikit tirai jendela untuk memandang siapa di luar sana, ada seseorang pria sedang melekatkan kupingnya pada pintu, ia juga berupaya mencari-cari lubang untuk mengintip, melainkan wajahnya tak terang.
Dalam pikiranku terbesit sebaiknya kuajak saja ia untuk meramaikan, mumpung saya daritadi belum disantroni penis sebab Dimas sedang asyik menggumuli Cantik. Karenanya sebelumnya saya memandang dahulu sekeliling apa ada orang lain lagi kecuali ia, letak kamar ini cukup strategis agak ujung dan jauh dari keramaian,
Sesudah yakin tak ada siapa saja lagi kecuali pengintip ini kuberanikan diri membuka pintu mengagetkannya. Perlahan-perlahan gagang pintu kuputar dan…hiya…orang itu terdorong masuk sebab sedang menyandarkan tubuhnya pada pintu, dengan cekatan pintu kembali kututup. Orang itu benar-benar kaget, keder, dan terstimulasi memandang sekelilingnya bugil dan ada yang bersenggama pula.
Dimas dan Cantik yang sedang berasyik-masyuk kontan ikut serta kaget, Cantik menyambar guling untuk menutupi tubuhnya dan menjerit kecil. Baru-baru saya tahu ia ialah kacung di kost ini, namanya Dadan, usianya masih 17 tahun, buah hatinya tinggi kurus dan berkulit sawo matang.
Tadinya ia hanya berharap mengambil barang di gudang yang kebetulan mesti melewati kamar ini, saat itu lah ia mendengar bunyi-bunyi aneh dan tersulut untuk mendengar dan mengintipnya. Ia lantas tertunduk-patuh meminta maaf berkali-kali sebab dimarahi Dimas yang merasa gusar diintip olehnya.
Tetapi saat Dimas merenggut kerah pakaian pemuda itu dan hendak memukulnya buru-buru saya mencegah dan menenangkan si Dimas yang bertemperamen tinggi.
“Ehhh…udah-udah, ia kan ga sengaja tadi, kita juga yang salah terlalu keras suaranya…udah lu sana aja terusin pestanya sama Cantik, biar ia gua yang urus, lagian di sini kurang cowoknya” bujukku mengedipkan sebelah mata pada Dimas.
Kuelus-elus dada Dimas dan berupaya menenangkannya, sesudah kubujuk-bujuk alhasil ia mundur juga.“Hening Mas, lu orang terusin aja, biar gua urus yang ini”
Akupun tersenyum padanya mencoba mengajak bicara sambil memegangi kedua lengannya, kurasakan tubuhnya masih agak gemetar dan tertunduk, entah sebab tegang, terkejut, atau malu.
“Nama lu Dadan ya ?” tanyaku dengan lembut dan dijawab dengan anggukan kepalanya.“Lu tadi udah ngeliat apa aja Dan ?” tanyaku lebih lanjut
“Belum liat apa-apa kok Non, sumpah…aku hanya denger bunyi-bunyi terus aku cari tau” jawabnya terbata-bata
“Terus kau tau apa yang kita kerjain barusan itu ?” dijawab lagi dengan anggukan kepala“Kau pernah ngerasain ngentot sebelumnya ?”
“Nggak pernah Non, paling hanya liat di VCD sambil coli”
“Ya udah Dan, berhubung kau udah disini gimana seandainya mbak ajarin kau soal gituan” saya tersenyum lagi dan mengangkat wajahnya yang tertunduk, sedangkan gugup melainkan matanya terus ke arah tubuhku yang polos, sejenak-sejenak juga memandang ke arah Cantik
“Sini Mbak bukain pakaiannya, biar enakan, ayo…jangan malu-malu disini segala bugil kok !” kulucuti bajunya tanpa menunggu responnya, ia masih malu-malu menutupi penisnya dengan tangan.
Kutepis tangannya dan kugenggam penis yang masih separo tegang itu, saya berlutut di depannya dan mulai menjilati benda itu, kemasukkan komponen kepalanya ke mulutku dan kuemut perlahan. Saya melirik ke atas memandang respons wajahnya dengan mata merem-melek dan menelan air liur melihat saya mengoralnya.
Makin kukocok benda itu terasa makin keras dan besar, memang ga jumbo size sih, namanya juga ABG, melainkan kerasnya lumayan.“Hmmmhhh…Mbak…geli mbak !” erangnya gemetaran.“Udah jangan ceriwis, diberikan nikmat gratisan pun bawel, nanti juga ketagihan kok” jawabku.
Tiba-tiba terdengarlah bunyi musik heavy metal mengalun di kamar ini, sambil terus menyepong kulirikkan bola mataku ke arah bunyi. Rupanya si Dimas menyalakan MP3 di komputernya dan menyetel volume suaranya untuk meredam bunyi kami.
Kemudian mereka yang tadinya melongo memperhatikanku mengerjai buah hati muda telah mulai lagi dengan aktivitas mereka. Sekarang Dimas menaikkan kedua tungkai Cantik ke bahunya dan kembali melesakkan penisnya ke vaginanya.
Sesudah sebagian kumainkan dalam mulutku, penis itu mulai berkedut-kedut, pemiliknya juga mendesah makin tidak karuan. Akupun kian dalam menelan benda itu sampai meraba daging lunak di tenggorokanku.
“Mbak…ohhh…enakk banget mbak…aahhh !” desahnya panjang berbarengan dengan spermanya yang ngecret di dalam mulutkuPipiku hingga kempot mengisap dan menelan cairan itu dengan enak, tidak setetes bahkan ketinggalan. Kemudian akupun bangkit berdiri sambil konsisten menggenggam penisnya yang masih ngaceng melainkan agak berkurang tegangnya.
“Gimana Dan, pernah diginiin ga sama cewek sebelumnya, rasanya gimana ?” tanyaku dengan senyum badung.“Baru pertama kali mbak…he-eh emang nikmat banget” katanya masih dengan napas terengah-engah.
“Saya baru pemanasan Dan, masih banyak yang lebih nikmat kok, yuk sini deh !” kataku seraya menaikkan bokong ke meja belajar dan mekangkangkan kedua belah paha mulusku.Kubimbing penisnya ke arah vaginaku yang terungkap lebar, sesudah pas target kusuruh ia menggerakkan pinggulnya ke depan.
Blesss….terbenamlah penis itu ke dalamku diiringi desahan enak kami. Tanpa kuajari lagi ia mulai menggerak-gerakkan pinggulnya maju-mundur, sodokannya sedangkan terasa makin mantap melainkan rasanya masih ada yang kurang merupakan ia tak memberi stimulasi pada komponen sensitifku lainnya, maklumlah namanya juga perjaka, masih amatiran.
Saya mesti terus berinisiatif mengajarinya, karenanya kutarik kepalanya mendekati payudaraku yang membusung, kusuruh ia mengeyotnya sepuas hati. Barulah ia mulai berani menjilati dan mengulum payudaraku, malah tangan satunya sekarang aktif menggerayangi payudaraku yang lain.
Entah sebab terlalu nafsu atau kelepasan ia gigit putingku yang kanan dengan cukup keras, hingga saya menjerit.“Aakkhh…Dan sakit, jangan keras-keras dong !”Di seberang sana Cantik telah diwujudkan orgasme entah yang keberapa kalinya.
Tidak hingga lima menit selanjutnya Dimas bahkan mendesah panjang menempuh klimaksnya, ia mencabut penisnya dari Miss V Cantik dan menumpahkan isinya diatas perut rata Cantik. Merekapun ambrol bersebelahan, Cantik mengusap-ngusapkan air mani itu ke tubuhnya dan menjilati sisi-sisanya di jari.
Dadan masih terus menyodokku dari depan, gairahku makin memuncak saja, vaginaku terasa makin panas pengaruh friksi dengan penisnya, bunyi erangan kami terlarut bersama dengan dentuman musik rock dari komputer.
Bosan dengan posisi ini, ia memintaku ganti gaya. Saya kami menjalankannya dengan gaya berdiri, saya berpegangan pada tepi meja sambil disodok dari belakang, dengan posisi demikian tangannya lebih bebas menggerayangi payudaraku yang bertumpu, putingku dipencet dan dipilin-pilin sesekali agak kasar hingga benda itu mencuat tegang.
“Dan…tambah cepet dong…mbak udah berharap nih…!!” saya mengerang lirih ketika kurasakan klimaks telah diambang.
“Ooohhh…ahhh…aku juga….kok rasanya tambah…nikmat mbak” sahutnya dengan menambah goyangannya
“Keluarin di…dalam….jangan cabut kontol lu…ahh” kataku dengan bunyi bergetarKamipun menempuh orgasme bersama, tubuhku menggelinjang hebat, saya berteriak seolah mengiringi nyanyian di komputer, kepalaku terangkat dan mataku merem-melek.
Ia Dadan juga mendesah enak menikmati orgasme pertamanya bersama seorang wanita. Spermanya menyembur banyak sekali di dalam rahimku, cairan hangat dan kental itu juga membasahi tempat selangkanganku serta beberapa meleleh turun ke pahaku.
Tubuhku lemas bersimbah keringat dan jatuh terduduk di bangku terdekat. Kubentangkan pahaku lebar-lebar supaya komponen itu mendapatkan angin segar, soalnya rasanya panas banget sesudah seperti itu lama bergesekan. Liang kenikmatanku terlihat menganga dan sisa-sisa cairan persengamaan masih menetes sehingga membasahi bangku di bawahnya.
“Memperhatikan berharap lagi dong Mbak, abis memek Mbak legit banget sih, lagi yah Mbak !” pintanya sambil menggenggam penisnya yang masih tegang itu di dekat wajahku.“Iyah, melainkan nanti yah, Mbak rehat sejenak” jawabku sambil mengelap peluh di wajahku dengan tisu.
Kulihat Dimas bangkit dan mendekatiku, senjatanya telah dalam posisi siap tempur lagi sesudah cukup rehat. Ia belai rambutku dan meraih tanganku untuk digenggamkan pada penisnya.
“Yuk, Cit…sambil kumpulin daya, beri senjata gua amunisi dahulu dong !” pintanyaAkupun memijati benda itu disisipi jilatan. Memandang si Dadan yang bengong saya bahkan menarik tangannya memerintah berdiri di sisi kananku.
Karenanya dihadapanku kini mengacunglah dua batang senjata yang saling berhadapan dan masing-masing kugenggam dengan kedua tanganku. Kugerakkan tangaku mengocok keduanya, mulutku juga ikut serta melayani silih berganti.
Merasa cukup dengan pemanasan, Dimas menyuruhku stop, dan menyuruhku bangun dahulu, lalu ia duduki bangku itu baru menyuruhku duduk lagi di pangkuannya (sepertinya berharap gaya berpangkuan deh).
Dengan agak kasar ia memerintah Dadan menyingkir“Heh, sana lo….kali ini giliran gua tau, jangan ganggu lagi !”
“Eee…udah jangan galak ah, gitu-gitu juga ia kan yang tolong-tolong lu orang di sini” sahutku mengelus lengan Dimas.“Dan lu meminta mbak yang itu aja buat ngajarin lu” lanjutku “Dah berharap yang ajarin ia bentar kan, masih pemula nih”
Saya Dadan tak segrogi ketika pertama main denganku barusan, ia menindih tubuh Cantik yang masih berbaring. Cantik mengajarinya teknik berkecupan, nampaknya Dadan pesat dalam mempelajari teknik-teknik bercumbu yang kami ajarkan,
Sejenak saja ia telah terlihat bertarung lidah dengan panasnya bersama Cantik, tangannya juga sekarang lebih aktif menjelajahi lekuk-lekuk tubuh Cantik memberi stimulasi. Cantik yang gairahnya telah bangkit lagi menanggapi dengan tidak keok hebat.
Ia berguling ke samping sehingga ia sekarang di atas Dadan, lidahnya konsisten bermain-main dengan lidah lawannya sementara tangan lembutnya meraih penis pemuda tanggung itu serta mengocoknya, Dadan mendesah-desah tidak karuan menghadapi keliaran Cantik.
Cantik memberi nasihat penis itu menjelang vaginanya, dengan posisi berlutut ia turunkan tubuhnya sampai penis itu melesak masuk ke dalamnya. Kemudian mulailah ia menaik-turunkan tubuhnya dengan gencar membikin pemuda tanggung itu kelabakan. Kedua tangan Dadan mencengkram kedua payudara Cantik dan meremasinya dengan bernafsu.
Di daerah lain saya sedang asyik menggoyangkan tubuhku di pangkuan Dimas. Vaginaku dihujam penisnya yang sekeras batu itu. Otot-otot kemaluanku serasa berkontraksi makin pesat memijati miliknya.
Tangannya yang mendekapku dari belakang terus saja menggerayangi payudaraku dengan tipe remasan lembut dan kasar. Kutengokkan wajahku supaya dapat berkecupan dengannya, lidah kami saling membelit dan bertarung dengan panasnya.
Sebagian menit kemudian mulutnya merambat ke telingaku, dengusan napasnya dan jilatannya membuatku merinding dan makin terbakar libido. Mulutnya terus mengembara ke tenguk, leher, dan pundakku meninggalkan bekas liur ataupun bercak merah.
Tanpa terasa goyangan tubuh kami kian dahsyat hingga tempat duduknya ikut serta bergoyang, seandainya saja bahannya jelek mungkin telah patah tuh bangku. Posisi ini berlangsung 20 menit lamanya sebab kami seperti itu terhanyut menikmatinya. Selama itu terdengar dua SMS yang masuk ke ponselku melainkan tidak kuhiraukan supaya tidak merusak suasana.
Akibatnya akupun tidak dapat membendung orgasmeku, tubuhku kembali menggelinjang dahsyat, pandanganku serasa berkunang-kunang. Pas saya akan seketika keluar, ia makin bergairah, tubuhku ditekan-tekan sehingga penisnya menikam lebih dalam, tangannya bahkan kian kasar meremasi payudaraku.
“Aaaahhkkkk….!” jeritku berbarengan dengan nyanyian mp3 yang hampir berakhirKugenggam erat lengan Dimas dan menggigit bibir menikmati gelombang dahsyat itu melanda tubuhku. Saya menikmati cairan cinta yang mengalir hangat pada selangkanganku.
Akupun alhasil bersandar lemas dalam dekapannya, penisnya konsisten menancap di vaginaku, napas kami tersenggal-senggal dan keringatpun berderai dengan derasnya. Kemudian ia angkat tubuhku sampai penisnya tercabut, tangan satunya menyelinap ke lipatan pahaku.
Diangkatnya tubuhku dengan kedua lengan, saya menjerit kecil ketika ia tiba-tiba menaikkanku ke lengannya sebab terkejut dan takut jatuh. Dibawanya saya ke ranjang lalu diwariskan di sana, nafasku belum teratur sehingga terlihat sekali dadaku turun naik seperti gunung berharap meletus.
Indah disebelah kami Dadan sedang menindih tubuh telanjang Cantik dengan gerak naik-turun yang pesat. Cantik cuma dapat menggelinjang dan mendesah, rambut panjangnya telah kusut tidak karuan, matanya menatap kosong pada kami.
“Lagi yah Ci, dikit lagi tanggung gua belum keluar nih” pinta Dimas sambil merenggangkan kedua pahaku.Saya cuma pasrah saja mencontoh apa maunya. Dengan lancar penisnya yang telah berair dan licin itu meluncur ke dalam vaginaku, saya mendesis dan meremas sprei ketika ia hentakkan pinggulnya sampai segala penisnya masuk.
Indah dari komputer entah telah berganti berapa kali, kali ini yang mengalun ialah nyanyiannya Aerosmith yang diaplikasikan soundtrack film ‘Armageddon’nya Bruce Willis. Indah ini mengiringi permainan kami dalam babak ini. Perkasa juga si Dimas ini, ia masih cakap menggenjotku dengan frekuensi tinggi hingga tubuhku terguncang hebat, meskipun sebelumnya ia telah membuatku dan Cantik orgasme, tenaganya jauh lebih meningkat dibanding saat pertama kali one night stand denganku setahun lalu.
Saya menggenggam tangan Cantik dan bertatapan wajah dengannya“Udah berapa kali Ndah ?” tanyaku bergetar“Nggak tau…udah aahh…keenakan…ga hitung…lagi” jawabnya dengan mata merem melek.
Saya makin tidak terkontrol, kepalaku kugelengkan ke kiri-kanan, terkadang saya menggigit jari saking nikmatnya kocokan Dimas.
Ia mempermainkan birahiku dengan sengaja tak meraba payudaraku memperbolehkannya bergoyang-goyang seirama badanku, sehingga saya sendiri yang berinisiatif meraih tangannya dan meletakkannya di payudaraku, barulah ia mulai memencet-mencet putingku membuatku kian terbakar.
Akibatnya akupun telah tak kuat lagi, perasaan itu kuekspresikan dengan sebuah erangan panjang dan menarik sprei di bawahku sampai semrawut.“Udah dahulu dong, Mas…gua gimana dapat kuliah ntar !” pintaku dengan terengah-engahTubuhku berair seperti mandi saja, habis AC kamarnya lagi rusak sih, sementara ini hanya ada kipas angin berukuran sedang, walaupun iklim di Jakarta tau sendiri kan seperti apa gerahnya.
Indah dengan kondisiku, ia biarkan saya beristirahat, diciumnya bibirku dengan lembut disertai sedikit kata-kata manis dan kebanggaan, sesudah itu ia beralih ke Cantik untuk memecahkan hajatnya yang tinggal sedikit lagi. Kuseka dahiku yang berderai peluh lalu kulirikkan arlojiku, 20 menit lagi jam tiga, mesti seketika siap-siap kembali ke kampus.
Cantik yang sedang dalam posisi dogie digarap dari dua arah oleh mereka. Dadan yang menyodoknya dari belakang alhasil klimaks, ia mengeluarkan penisnya dan menyiramkan isinya di punggung dan bokong Cantik.
Ia Dimas yang sedang menyetubuhi mulut Cantik juga tidak lama kemudian menyusul, ia mengerang sambil membendung kepala Cantik pada penisnya. Cantik sendiri cuma dapat mengerang terbendung dan matanya merem melek mendapatkan semprotan air mani Dimas, terlihat cairan putih itu meleleh sedikit di pinggir bibir mungilnya.
Dimas roboh di sisiku dengan memeluk Cantik yang menyandarkan kepalanya ke dada bidangnya, si Dadan terduduk lemas di bawah ranjang (sebab ranjang telah penuh sesak). Sesudah tubuhku cukup stabil, perlahan-perlahan saya bangkit menuju kamar mandi dengan langkah gontai.
Disana saya mencuci muka, dan membersihkan ceceran air mani di tubuhku dengan air. Cantik masuk saat saya sedang duduk di WC membuang air kecil.
“Huh…ngagetin aja lu Dah, rambut acak-acakan kaya kuntilanak gitu lagi !” ujarku“Kuntilanak pakaiannya putih oi, ga bugil gini” jawabnya asal, lalu menyalakan kran wastafel.
Sesudah selesai beres-beres diri, kami mengenakan kembali baju kami untuk kembali kuliah. itu jam telah menonjolkan hampir pukul tiga, karenanya itu kami agak terburu-buru hingga saya melupakan ponselku sehingga pulang kuliah saya mesti balik lagi ke sini untuk mengambilnya.
Kami berlari-lari kecil ke kampus, mana ruang kuliahku di lantai tiga lagi, saya hingga ke kelas telat lima menit, untung belum melebihi toleransi keterlambatan. Di kelas bahkan saya tak dapat konsentrasi sebab kecuali masih lelah, dosennya, Pak Iwan ngomongnya juga slow motion, bikin ngantuk saja sehingga sebagian kali saya menguap.
Temanku di sebelah malah bertanya“Baru bangun tidur lu Ci ? kok kusut gitu” sebab make up ku memang agak luntur waktu cuci muka tadi“Iyah nih masih ngantuk tadi di kost temen belum cukup tidurnya” jawabku tersenyum dipaksa Lelah sekali hari itu sehingga seperti itu hingga di rumah saya lantas tiduran dan bangun jam tujuh malam, baru mandi untuk bersiap-siap menunggu jemputan Verna dan lainnya untuk nge-dugem malam itu.
game slot,
slot game indonesia,
joker gaming,
kingkong slot,
agen slot indonesia,
AGEN SLOT,
BANDAR SLOT,
AGEN SLOT ONLINE,
JUDI SLOT ONLINE TERPERCAYA,
SLOT GAME ONLINE TERPERCAYA
Hari itu Cantik tampil dengan penampilan barunya merupakan rambutnya yang panjang itu dicat cokelat sehingga terlihat seperti cewek indo. Ia menonjol seperti itu cantik dengan pakaian pink yang bahunya terbuka dipadu celana panjang putih.
Dengan sifat Cantik yang gaul itu mereka pesat akrab dan omongannya nyambung.“Dasar aligator darat” seperti itu gumamku dalam hati sambil menyedot minumanku.Tidak lama kemudian HP Sinta berdering lalu ia pamitan sebab ada komitmen berharap melakukan tugas klasifikasi dengan sahabatnya di perpustakaan..
“Ke kost gua gimana ? gua sih dah beres ga ada apa-apa lagi” usulan DimasKami bahkan mengiyakan ketimbang menunggu dua jam lebih di kampus, di kostnya kan banyak film jadi dapat nonton dahulu. Kami bahkan berjalan ke gerbang samping yang menuju ke kostnya sesudah membayar makan.
Cuma dalam lima menit kami telah tiba di tujuan. Kostnya cukup besar dan baik sebab termasuk kost yang mahal di tempat sini, terdiri dari dua tingkat dengan kamar mandi di kamar masing-masing.
Cerita Sex Terbaru -Penghuninya campur pria-wanita, melainkan berdasarkan Dimas lebih dari setengahnya wanita, makannya ia betah di sini.“Welcome to my room, sori yah rada semrawut” ia membukakan pintu dan mempersilahkan kami masuk ke kamarnya di tingkat dua.
Saya bukan pertama kalinya saya ke sini, saya malah pernah ML disini ketika one night stand dengannya. Pada temboknya terpampang sebagian poster pemain sepak bola, juga ada sebuah poster anime Kenshin. Foto pacarnya yang kuliah di luar negri dipajang diatas meja belajarnya yang sedikit acak-acakan.
Kami ngobrol-ngobrol sambil merasakan snack sampai alhasil obrolan kami mulai menjurus ke dilema seks. Dimas tanpa basa-basi menawarkan nonton film bokep koleksinya, dipilihnya salah satu vcd bokep Jepang unggulannya.
Di Baca Juga : Sex Janda Bertubuh mungil Bersama Cika
Saya tak ingat judulnya, yang pasti adegannya membuatku merinding. Kami bertiga tenang menatapi layar komputer seakan terhanyut dalam adegan yang pemerkosaan masal seorang wanita oleh sebagian pria, air mani pria-pria itu berhamburan membasahi si wanita.
Darahku serasa memanas dan selangkanganku mulai berair. Cantik di sebelahku juga mulai gundah, ia menonjol menggesek-gesekkan kedua pahanya. Dan, si Dimas….oh ia meremas-remas tangan Cantik, ia juga mulai berani mengelus lengannya.
Memandang respons Cantik yang malu-malu berharap dan telah terstimulasi berat, Dimas makin berani mendekatkan mulutnya ke pundak Cantik yang terbuka. Cantik menggelinjang kecil menikmati tiupan napas Dimas pada leher dan pundaknya.
Sebab telah merasa horny, ditambah lagi Dimas dan Cantik mulai beraksi, akupun tak malu-malu lagi mengekspresikan nafsuku pada Cantik yang duduk paling dekat denganku. Tanganku merayap melewati komponen bawah pakaiannya dan terus menyelinap ke balik bra-nya.
Saya bisa menikmati putingnya makin mengeras saat kumain-mainkan dengan jariku. Mulutku saling berpagutan dengannya, lidah kami saling bertarung dan bertukar air liur. Sementara di sebelah sana, Dimas mulai menjilati leher dan pundaknya, disibakkannya rambut panjang itu lalu dihirupnya wangi tubuhnya sebelum cupangannya berlanjut ke leher dan belakang kupingnya.
Cantik mendesah terbendung merasakan perlakuan ini, tangannya mulai bergerak meraih penis Dimas yang masih tertutup celana jeansnya, disentuh-rabanya benda yang telah mengeras itu dari luar. Kecupan Dimas menurun lagi ke bahu Cantik sambil menurunkan baju dengan bahu terbuka itu secara pelan-lahan, suatu sistem profesional dan erotis dalam menelanjangi seorang wanita.
Saya juga ikut serta menurunkan baju Cantik dari sebelah kiri sehingga baju itu kini menggantung di perutnya. Dengan cekatan Dimas menurunkan cup BH kanannya dan lantas melibasnya dengan rakus.
Cantik melenguh menikmati payudaranya dihisap kuat oleh Dimas. Saya kini melepaskan pakaianku sendiri sampai bugil lalu mendekati Dimas yang telah merebahkan tubuh Cantik di ranjangnya. Kupeluk pinggangnya dari belakang dan melepaskan sabuknya disusul resleting celananya.
Dimas stop sebentar untuk membiarkanku melucuti dirinya, disaat yang sama Cantik juga melepasi bajunya. Sekarang kami bertiga telah telanjang bulat. Kami memerintah Dimas rebahan di ranjang supaya dapat menservis penisnya. Penis yang telah mengeras kukocok dan kujilati, lalu kumasukkan ke mulutku.
Bersama dengan Cantik, kami bergantian melayani ‘adik’ Dimas dengan jilatan dan emutan. Cantik menjalankan aktivitasnya dengan terngkurap diatas tubuh Dimas dengan kata lain mereka dalam posisi 69, jadi Dimas dapat merasakan Miss V Cantik sementara kami berdua merasakan penisnya.
Dimas amat merasakan Miss V Cantik, hal ini terlihat dari sistem ia menjilat dan menyedot liang itu, sesekali bunyi hisapannya terdengar terang sehingga membikin Cantik mengerang pendek. Sebagian menit kemudian Cantik mengerang lebih panjang dan bunyi seruput Dimas terdengar lebih terang, terbukti Cantik telah menempuh orgasme pertama.
Dimas mengganti posisi, Cantik diperintah tengkurap di ranjang dan bokongnya diangkat menungging, Dimas sendiri mengambil posisi di belakangnya dan menasehati senjatanya ke Miss V Cantik. Cantik merintih sambil meremas sprei merasakan penis Dimas melesak masuk membelah bibir bawahnya.
Dikala penis itu masuk beberapa, Dimas menghentakkan pinggulnya dengan bertenaga sehingga penisnya amblas seluruhnya dalam Miss V Cantik. Tubuhnya tersentak perlahan dengan mata membelakak dicontoh dengan erangan nikmatnya.
Dimas memompa Cantik dengan gerakan-gerakan yang mantap dan erotis sehingga Cantik tak cakap berkata apa-apa kecuali mengap-mengap keenakan. Kedua tangannya menjelajahi payudara Cantik yang berukuran sedang melainkan padat, kedua putingnya dipencet-pencet atau dipelintir.
Saya sendiri yang tak bendung cuma menonton mengambil posisi berselonjor di depan Cantik, kedua pahaku kubuka lebar dan kudekatkan ke wajah Cantik.“Dah…jilatin punya gua yah…ga bendung nih !”Cantik mulai menjilati paha dan vaginaku, lidahnya menarikan-nari menggelikitik klitorisku yang telah menegang sementara tangannya meraih payudaraku dan mencubit-cubit putingku.
Lidah Cantik memberi stimulasi tidak terkira pada kemaluanku sehingga saya tak bendung untuk tidak mendesah. Desahan kami bertiga bahkan terdengar memenuhi kamar ini. Kami berganti posisi menjadi woman on top, Cantik bergoyang di atas penis Dimas dan saya naik ke wajah Dimas berhadapan dengan Cantik, sekarang vaginaku dilayani oleh Dimas dengan lidahnya.
Sambil terus bergoyang saya berkecupan dengan Cantik, saya kembali merasakan lidah sesama jenisku, kami bercipokan sambil mengeluarkan desahan-desahan terbendung. Kecupan Cantik terus turun ke leherku sampai stop di payudara kananku, sebuah gigitan kecil disertai hisapan pada tempat itu membuatku menggeliat, disusul tangan Dimas menjulur dari bawah mencaplok yang kiri.
Ooohh…sepertinya komponen sensitifku diserang segala, lidah Dimas yang dikeraskan itu melesak masuk lebih dalam dan bergoyang menggelikitik dinding kemaluanku, tangannya yang satu meremas dan terkadang menepuk pantatku yang sekal.
Saya kian erat mendekap Cantik sambil satu tanganku meremas payudaranya. Tidak lama kemudian saya merasa sesuatu yang mendesak keluar dari bawah sana, ahh…saya tidak cakap lagi membendung cairan cinta yang mulai membasahi vaginaku.
Hal yang sama juga dialami Cantik tidak lama kemudian, ia melepas emutannya pada putingku, napasnya makin memburu dan ia menaik-turunkan tubuhnya dengan lebih pesat.
Tubuh kami berdua mengejang hebat dan erangan klimaks keluar dari mulut kami. Dimas menikam-nusukkan jarinya ke vaginaku membikin cairan itu makin membanjir dan tubuhku makin tidak terkendali, saya mendesah panjang tanpa mempedulikan rasa sakit dari kuku Cantik yang mencakar lenganku.
Cairanku diseruput Dimas dengan rakusnya, Miss V Cantik juga mengeluarkan banyak cairan sehingga memunculkan suara kecipak air. Goyangan kami mulai mereda, kami berpelukan merasakan sisa-sisa orgasme barusan, kami menghimpun napas kami yang kacau balau, peluh seperti embun membasahi dahi dan tubuh kami.
Akibatnya kujatuhkan diriku ke samping dan Cantik jatuh di dekapan Dimas. Dimas menoleh ke samping bertatapan muka denganku lalu memaksimalkan senyum, terlihat mulutnya masih berair oleh cairan cintaku. Hebat juga ia, dapat membikin dua wanita klimaks dalam waktu hampir berbarengan, seperti itu pujiku dalam hati.
“Gimana girls, ready for next round ? gua belum keluar nih” katanya sambil mengelus rambut panjang Cantik.
“Hhhh…lu duaan aja dahulu deh, gua kumpul daya dahulu. Heh sialan lu Ndah, gunakan cakar-cakaran semua sakit tau, nih !” omelku menunjukkan bekas cakaran di lengan kiriku yang sedikit berdarah sambil mencubit lengannya.
“Hihihi…sory dong Ci, tadi kan kita lagi lupa daratan lagi, yang penting kan enjoy juga” jawabnya santai sambil tersenyum kecil.Sejenak kemudian Dimas telah membalikkan tubuh Cantik menjadi tengadah dibawahnya, lalu kembali penisnya dimasukkan ke Miss V Cantik diiringi desahannya.
Ranjang ini telah mulai bergetar lagi oleh goyangan tubuh mereka. Sambil menggenjot Dimas meraih payudaraku dan memencetnya lembut sebagai sinyal mengajakku seketika bergabung.“Ntar yah, gua mo minum dahulu nih, haus” kataku sambil bangkit berdiri dan mengambil sebuah gelas, saya membuka kran dispenser yang berlokasi di dekat jendela untuk mengisi air.
Dikala sedang meneguk air tiba-tiba saya mendengar bunyi kresek-kresek di pintu. Kutajamkan pendengaranku dan memandang ada seperti bayang-bayang di celah bawah pintu, pasti seseorang mengintip kami pikirku.
Saya tadinya bermaksud memberitahu mereka, melainkan sebaiknya kuselidiki sendiri sebab mereka sedang sibuk berpacu dengan nafsu hingga tak seperti itu menghiraukanku. Kusingkap sedikit tirai jendela untuk memandang siapa di luar sana, ada seseorang pria sedang melekatkan kupingnya pada pintu, ia juga berupaya mencari-cari lubang untuk mengintip, melainkan wajahnya tak terang.
Dalam pikiranku terbesit sebaiknya kuajak saja ia untuk meramaikan, mumpung saya daritadi belum disantroni penis sebab Dimas sedang asyik menggumuli Cantik. Karenanya sebelumnya saya memandang dahulu sekeliling apa ada orang lain lagi kecuali ia, letak kamar ini cukup strategis agak ujung dan jauh dari keramaian,
Sesudah yakin tak ada siapa saja lagi kecuali pengintip ini kuberanikan diri membuka pintu mengagetkannya. Perlahan-perlahan gagang pintu kuputar dan…hiya…orang itu terdorong masuk sebab sedang menyandarkan tubuhnya pada pintu, dengan cekatan pintu kembali kututup. Orang itu benar-benar kaget, keder, dan terstimulasi memandang sekelilingnya bugil dan ada yang bersenggama pula.
Dimas dan Cantik yang sedang berasyik-masyuk kontan ikut serta kaget, Cantik menyambar guling untuk menutupi tubuhnya dan menjerit kecil. Baru-baru saya tahu ia ialah kacung di kost ini, namanya Dadan, usianya masih 17 tahun, buah hatinya tinggi kurus dan berkulit sawo matang.
Tadinya ia hanya berharap mengambil barang di gudang yang kebetulan mesti melewati kamar ini, saat itu lah ia mendengar bunyi-bunyi aneh dan tersulut untuk mendengar dan mengintipnya. Ia lantas tertunduk-patuh meminta maaf berkali-kali sebab dimarahi Dimas yang merasa gusar diintip olehnya.
Tetapi saat Dimas merenggut kerah pakaian pemuda itu dan hendak memukulnya buru-buru saya mencegah dan menenangkan si Dimas yang bertemperamen tinggi.
“Ehhh…udah-udah, ia kan ga sengaja tadi, kita juga yang salah terlalu keras suaranya…udah lu sana aja terusin pestanya sama Cantik, biar ia gua yang urus, lagian di sini kurang cowoknya” bujukku mengedipkan sebelah mata pada Dimas.
Kuelus-elus dada Dimas dan berupaya menenangkannya, sesudah kubujuk-bujuk alhasil ia mundur juga.“Hening Mas, lu orang terusin aja, biar gua urus yang ini”
Akupun tersenyum padanya mencoba mengajak bicara sambil memegangi kedua lengannya, kurasakan tubuhnya masih agak gemetar dan tertunduk, entah sebab tegang, terkejut, atau malu.
“Nama lu Dadan ya ?” tanyaku dengan lembut dan dijawab dengan anggukan kepalanya.“Lu tadi udah ngeliat apa aja Dan ?” tanyaku lebih lanjut
“Belum liat apa-apa kok Non, sumpah…aku hanya denger bunyi-bunyi terus aku cari tau” jawabnya terbata-bata
“Terus kau tau apa yang kita kerjain barusan itu ?” dijawab lagi dengan anggukan kepala“Kau pernah ngerasain ngentot sebelumnya ?”
“Nggak pernah Non, paling hanya liat di VCD sambil coli”
“Ya udah Dan, berhubung kau udah disini gimana seandainya mbak ajarin kau soal gituan” saya tersenyum lagi dan mengangkat wajahnya yang tertunduk, sedangkan gugup melainkan matanya terus ke arah tubuhku yang polos, sejenak-sejenak juga memandang ke arah Cantik
“Sini Mbak bukain pakaiannya, biar enakan, ayo…jangan malu-malu disini segala bugil kok !” kulucuti bajunya tanpa menunggu responnya, ia masih malu-malu menutupi penisnya dengan tangan.
Kutepis tangannya dan kugenggam penis yang masih separo tegang itu, saya berlutut di depannya dan mulai menjilati benda itu, kemasukkan komponen kepalanya ke mulutku dan kuemut perlahan. Saya melirik ke atas memandang respons wajahnya dengan mata merem-melek dan menelan air liur melihat saya mengoralnya.
Makin kukocok benda itu terasa makin keras dan besar, memang ga jumbo size sih, namanya juga ABG, melainkan kerasnya lumayan.“Hmmmhhh…Mbak…geli mbak !” erangnya gemetaran.“Udah jangan ceriwis, diberikan nikmat gratisan pun bawel, nanti juga ketagihan kok” jawabku.
Tiba-tiba terdengarlah bunyi musik heavy metal mengalun di kamar ini, sambil terus menyepong kulirikkan bola mataku ke arah bunyi. Rupanya si Dimas menyalakan MP3 di komputernya dan menyetel volume suaranya untuk meredam bunyi kami.
Kemudian mereka yang tadinya melongo memperhatikanku mengerjai buah hati muda telah mulai lagi dengan aktivitas mereka. Sekarang Dimas menaikkan kedua tungkai Cantik ke bahunya dan kembali melesakkan penisnya ke vaginanya.
Sesudah sebagian kumainkan dalam mulutku, penis itu mulai berkedut-kedut, pemiliknya juga mendesah makin tidak karuan. Akupun kian dalam menelan benda itu sampai meraba daging lunak di tenggorokanku.
“Mbak…ohhh…enakk banget mbak…aahhh !” desahnya panjang berbarengan dengan spermanya yang ngecret di dalam mulutkuPipiku hingga kempot mengisap dan menelan cairan itu dengan enak, tidak setetes bahkan ketinggalan. Kemudian akupun bangkit berdiri sambil konsisten menggenggam penisnya yang masih ngaceng melainkan agak berkurang tegangnya.
“Gimana Dan, pernah diginiin ga sama cewek sebelumnya, rasanya gimana ?” tanyaku dengan senyum badung.“Baru pertama kali mbak…he-eh emang nikmat banget” katanya masih dengan napas terengah-engah.
“Saya baru pemanasan Dan, masih banyak yang lebih nikmat kok, yuk sini deh !” kataku seraya menaikkan bokong ke meja belajar dan mekangkangkan kedua belah paha mulusku.Kubimbing penisnya ke arah vaginaku yang terungkap lebar, sesudah pas target kusuruh ia menggerakkan pinggulnya ke depan.
Blesss….terbenamlah penis itu ke dalamku diiringi desahan enak kami. Tanpa kuajari lagi ia mulai menggerak-gerakkan pinggulnya maju-mundur, sodokannya sedangkan terasa makin mantap melainkan rasanya masih ada yang kurang merupakan ia tak memberi stimulasi pada komponen sensitifku lainnya, maklumlah namanya juga perjaka, masih amatiran.
Saya mesti terus berinisiatif mengajarinya, karenanya kutarik kepalanya mendekati payudaraku yang membusung, kusuruh ia mengeyotnya sepuas hati. Barulah ia mulai berani menjilati dan mengulum payudaraku, malah tangan satunya sekarang aktif menggerayangi payudaraku yang lain.
Entah sebab terlalu nafsu atau kelepasan ia gigit putingku yang kanan dengan cukup keras, hingga saya menjerit.“Aakkhh…Dan sakit, jangan keras-keras dong !”Di seberang sana Cantik telah diwujudkan orgasme entah yang keberapa kalinya.
Tidak hingga lima menit selanjutnya Dimas bahkan mendesah panjang menempuh klimaksnya, ia mencabut penisnya dari Miss V Cantik dan menumpahkan isinya diatas perut rata Cantik. Merekapun ambrol bersebelahan, Cantik mengusap-ngusapkan air mani itu ke tubuhnya dan menjilati sisi-sisanya di jari.
Dadan masih terus menyodokku dari depan, gairahku makin memuncak saja, vaginaku terasa makin panas pengaruh friksi dengan penisnya, bunyi erangan kami terlarut bersama dengan dentuman musik rock dari komputer.
Bosan dengan posisi ini, ia memintaku ganti gaya. Saya kami menjalankannya dengan gaya berdiri, saya berpegangan pada tepi meja sambil disodok dari belakang, dengan posisi demikian tangannya lebih bebas menggerayangi payudaraku yang bertumpu, putingku dipencet dan dipilin-pilin sesekali agak kasar hingga benda itu mencuat tegang.
“Dan…tambah cepet dong…mbak udah berharap nih…!!” saya mengerang lirih ketika kurasakan klimaks telah diambang.
“Ooohhh…ahhh…aku juga….kok rasanya tambah…nikmat mbak” sahutnya dengan menambah goyangannya
“Keluarin di…dalam….jangan cabut kontol lu…ahh” kataku dengan bunyi bergetarKamipun menempuh orgasme bersama, tubuhku menggelinjang hebat, saya berteriak seolah mengiringi nyanyian di komputer, kepalaku terangkat dan mataku merem-melek.
Ia Dadan juga mendesah enak menikmati orgasme pertamanya bersama seorang wanita. Spermanya menyembur banyak sekali di dalam rahimku, cairan hangat dan kental itu juga membasahi tempat selangkanganku serta beberapa meleleh turun ke pahaku.
Tubuhku lemas bersimbah keringat dan jatuh terduduk di bangku terdekat. Kubentangkan pahaku lebar-lebar supaya komponen itu mendapatkan angin segar, soalnya rasanya panas banget sesudah seperti itu lama bergesekan. Liang kenikmatanku terlihat menganga dan sisa-sisa cairan persengamaan masih menetes sehingga membasahi bangku di bawahnya.
“Memperhatikan berharap lagi dong Mbak, abis memek Mbak legit banget sih, lagi yah Mbak !” pintanya sambil menggenggam penisnya yang masih tegang itu di dekat wajahku.“Iyah, melainkan nanti yah, Mbak rehat sejenak” jawabku sambil mengelap peluh di wajahku dengan tisu.
Kulihat Dimas bangkit dan mendekatiku, senjatanya telah dalam posisi siap tempur lagi sesudah cukup rehat. Ia belai rambutku dan meraih tanganku untuk digenggamkan pada penisnya.
“Yuk, Cit…sambil kumpulin daya, beri senjata gua amunisi dahulu dong !” pintanyaAkupun memijati benda itu disisipi jilatan. Memandang si Dadan yang bengong saya bahkan menarik tangannya memerintah berdiri di sisi kananku.
Karenanya dihadapanku kini mengacunglah dua batang senjata yang saling berhadapan dan masing-masing kugenggam dengan kedua tanganku. Kugerakkan tangaku mengocok keduanya, mulutku juga ikut serta melayani silih berganti.
Merasa cukup dengan pemanasan, Dimas menyuruhku stop, dan menyuruhku bangun dahulu, lalu ia duduki bangku itu baru menyuruhku duduk lagi di pangkuannya (sepertinya berharap gaya berpangkuan deh).
Dengan agak kasar ia memerintah Dadan menyingkir“Heh, sana lo….kali ini giliran gua tau, jangan ganggu lagi !”
“Eee…udah jangan galak ah, gitu-gitu juga ia kan yang tolong-tolong lu orang di sini” sahutku mengelus lengan Dimas.“Dan lu meminta mbak yang itu aja buat ngajarin lu” lanjutku “Dah berharap yang ajarin ia bentar kan, masih pemula nih”
Saya Dadan tak segrogi ketika pertama main denganku barusan, ia menindih tubuh Cantik yang masih berbaring. Cantik mengajarinya teknik berkecupan, nampaknya Dadan pesat dalam mempelajari teknik-teknik bercumbu yang kami ajarkan,
Sejenak saja ia telah terlihat bertarung lidah dengan panasnya bersama Cantik, tangannya juga sekarang lebih aktif menjelajahi lekuk-lekuk tubuh Cantik memberi stimulasi. Cantik yang gairahnya telah bangkit lagi menanggapi dengan tidak keok hebat.
Ia berguling ke samping sehingga ia sekarang di atas Dadan, lidahnya konsisten bermain-main dengan lidah lawannya sementara tangan lembutnya meraih penis pemuda tanggung itu serta mengocoknya, Dadan mendesah-desah tidak karuan menghadapi keliaran Cantik.
Cantik memberi nasihat penis itu menjelang vaginanya, dengan posisi berlutut ia turunkan tubuhnya sampai penis itu melesak masuk ke dalamnya. Kemudian mulailah ia menaik-turunkan tubuhnya dengan gencar membikin pemuda tanggung itu kelabakan. Kedua tangan Dadan mencengkram kedua payudara Cantik dan meremasinya dengan bernafsu.
Di daerah lain saya sedang asyik menggoyangkan tubuhku di pangkuan Dimas. Vaginaku dihujam penisnya yang sekeras batu itu. Otot-otot kemaluanku serasa berkontraksi makin pesat memijati miliknya.
Tangannya yang mendekapku dari belakang terus saja menggerayangi payudaraku dengan tipe remasan lembut dan kasar. Kutengokkan wajahku supaya dapat berkecupan dengannya, lidah kami saling membelit dan bertarung dengan panasnya.
Sebagian menit kemudian mulutnya merambat ke telingaku, dengusan napasnya dan jilatannya membuatku merinding dan makin terbakar libido. Mulutnya terus mengembara ke tenguk, leher, dan pundakku meninggalkan bekas liur ataupun bercak merah.
Tanpa terasa goyangan tubuh kami kian dahsyat hingga tempat duduknya ikut serta bergoyang, seandainya saja bahannya jelek mungkin telah patah tuh bangku. Posisi ini berlangsung 20 menit lamanya sebab kami seperti itu terhanyut menikmatinya. Selama itu terdengar dua SMS yang masuk ke ponselku melainkan tidak kuhiraukan supaya tidak merusak suasana.
Akibatnya akupun tidak dapat membendung orgasmeku, tubuhku kembali menggelinjang dahsyat, pandanganku serasa berkunang-kunang. Pas saya akan seketika keluar, ia makin bergairah, tubuhku ditekan-tekan sehingga penisnya menikam lebih dalam, tangannya bahkan kian kasar meremasi payudaraku.
“Aaaahhkkkk….!” jeritku berbarengan dengan nyanyian mp3 yang hampir berakhirKugenggam erat lengan Dimas dan menggigit bibir menikmati gelombang dahsyat itu melanda tubuhku. Saya menikmati cairan cinta yang mengalir hangat pada selangkanganku.
Akupun alhasil bersandar lemas dalam dekapannya, penisnya konsisten menancap di vaginaku, napas kami tersenggal-senggal dan keringatpun berderai dengan derasnya. Kemudian ia angkat tubuhku sampai penisnya tercabut, tangan satunya menyelinap ke lipatan pahaku.
Diangkatnya tubuhku dengan kedua lengan, saya menjerit kecil ketika ia tiba-tiba menaikkanku ke lengannya sebab terkejut dan takut jatuh. Dibawanya saya ke ranjang lalu diwariskan di sana, nafasku belum teratur sehingga terlihat sekali dadaku turun naik seperti gunung berharap meletus.
Indah disebelah kami Dadan sedang menindih tubuh telanjang Cantik dengan gerak naik-turun yang pesat. Cantik cuma dapat menggelinjang dan mendesah, rambut panjangnya telah kusut tidak karuan, matanya menatap kosong pada kami.
“Lagi yah Ci, dikit lagi tanggung gua belum keluar nih” pinta Dimas sambil merenggangkan kedua pahaku.Saya cuma pasrah saja mencontoh apa maunya. Dengan lancar penisnya yang telah berair dan licin itu meluncur ke dalam vaginaku, saya mendesis dan meremas sprei ketika ia hentakkan pinggulnya sampai segala penisnya masuk.
Indah dari komputer entah telah berganti berapa kali, kali ini yang mengalun ialah nyanyiannya Aerosmith yang diaplikasikan soundtrack film ‘Armageddon’nya Bruce Willis. Indah ini mengiringi permainan kami dalam babak ini. Perkasa juga si Dimas ini, ia masih cakap menggenjotku dengan frekuensi tinggi hingga tubuhku terguncang hebat, meskipun sebelumnya ia telah membuatku dan Cantik orgasme, tenaganya jauh lebih meningkat dibanding saat pertama kali one night stand denganku setahun lalu.
Saya menggenggam tangan Cantik dan bertatapan wajah dengannya“Udah berapa kali Ndah ?” tanyaku bergetar“Nggak tau…udah aahh…keenakan…ga hitung…lagi” jawabnya dengan mata merem melek.
Saya makin tidak terkontrol, kepalaku kugelengkan ke kiri-kanan, terkadang saya menggigit jari saking nikmatnya kocokan Dimas.
Ia mempermainkan birahiku dengan sengaja tak meraba payudaraku memperbolehkannya bergoyang-goyang seirama badanku, sehingga saya sendiri yang berinisiatif meraih tangannya dan meletakkannya di payudaraku, barulah ia mulai memencet-mencet putingku membuatku kian terbakar.
Akibatnya akupun telah tak kuat lagi, perasaan itu kuekspresikan dengan sebuah erangan panjang dan menarik sprei di bawahku sampai semrawut.“Udah dahulu dong, Mas…gua gimana dapat kuliah ntar !” pintaku dengan terengah-engahTubuhku berair seperti mandi saja, habis AC kamarnya lagi rusak sih, sementara ini hanya ada kipas angin berukuran sedang, walaupun iklim di Jakarta tau sendiri kan seperti apa gerahnya.
Indah dengan kondisiku, ia biarkan saya beristirahat, diciumnya bibirku dengan lembut disertai sedikit kata-kata manis dan kebanggaan, sesudah itu ia beralih ke Cantik untuk memecahkan hajatnya yang tinggal sedikit lagi. Kuseka dahiku yang berderai peluh lalu kulirikkan arlojiku, 20 menit lagi jam tiga, mesti seketika siap-siap kembali ke kampus.
Cantik yang sedang dalam posisi dogie digarap dari dua arah oleh mereka. Dadan yang menyodoknya dari belakang alhasil klimaks, ia mengeluarkan penisnya dan menyiramkan isinya di punggung dan bokong Cantik.
Ia Dimas yang sedang menyetubuhi mulut Cantik juga tidak lama kemudian menyusul, ia mengerang sambil membendung kepala Cantik pada penisnya. Cantik sendiri cuma dapat mengerang terbendung dan matanya merem melek mendapatkan semprotan air mani Dimas, terlihat cairan putih itu meleleh sedikit di pinggir bibir mungilnya.
Dimas roboh di sisiku dengan memeluk Cantik yang menyandarkan kepalanya ke dada bidangnya, si Dadan terduduk lemas di bawah ranjang (sebab ranjang telah penuh sesak). Sesudah tubuhku cukup stabil, perlahan-perlahan saya bangkit menuju kamar mandi dengan langkah gontai.
Disana saya mencuci muka, dan membersihkan ceceran air mani di tubuhku dengan air. Cantik masuk saat saya sedang duduk di WC membuang air kecil.
“Huh…ngagetin aja lu Dah, rambut acak-acakan kaya kuntilanak gitu lagi !” ujarku“Kuntilanak pakaiannya putih oi, ga bugil gini” jawabnya asal, lalu menyalakan kran wastafel.
Sesudah selesai beres-beres diri, kami mengenakan kembali baju kami untuk kembali kuliah. itu jam telah menonjolkan hampir pukul tiga, karenanya itu kami agak terburu-buru hingga saya melupakan ponselku sehingga pulang kuliah saya mesti balik lagi ke sini untuk mengambilnya.
Kami berlari-lari kecil ke kampus, mana ruang kuliahku di lantai tiga lagi, saya hingga ke kelas telat lima menit, untung belum melebihi toleransi keterlambatan. Di kelas bahkan saya tak dapat konsentrasi sebab kecuali masih lelah, dosennya, Pak Iwan ngomongnya juga slow motion, bikin ngantuk saja sehingga sebagian kali saya menguap.
Temanku di sebelah malah bertanya“Baru bangun tidur lu Ci ? kok kusut gitu” sebab make up ku memang agak luntur waktu cuci muka tadi“Iyah nih masih ngantuk tadi di kost temen belum cukup tidurnya” jawabku tersenyum dipaksa Lelah sekali hari itu sehingga seperti itu hingga di rumah saya lantas tiduran dan bangun jam tujuh malam, baru mandi untuk bersiap-siap menunggu jemputan Verna dan lainnya untuk nge-dugem malam itu.
game slot,
slot game indonesia,
joker gaming,
kingkong slot,
agen slot indonesia,
AGEN SLOT,
BANDAR SLOT,
AGEN SLOT ONLINE,
JUDI SLOT ONLINE TERPERCAYA,
SLOT GAME ONLINE TERPERCAYA
Navigation



