Recent post
Tampilkan postingan dengan label Casino Online. Tampilkan semua postingan
Sex Dengan Tante Toket Besar Dan Bergairah
Pada suatu petang, dikala aku sedang merasakan film porno dan sedang dalam tahap amat berkeinginan menjalankan relasi seks, (mungkin seseorang bila sekali telah menikmati nikmatnya relasi seks, akan susah untuk melupakannya) tiba-tiba berdering telepon dan tentu saja membuatku terhentak lantas dan dengan sedikit mengomel aku bangkit dan menjawab teleponnya (pembaca bisa menikmati bila kita sedang merasakan sesuatu, terus ada hal yang mengganggu).
Dengan berat aku menjawab, “Halo.., berkeinginan cari siapa..?”
Lalu terdengar bunyi seorang wanita, “Aku berkeinginan mencari Endy, Endynya ada..?”
Dengan sedikit rasa berkeinginan tahu, aku jawab, “Yah, aku Endy, disana siapa yach..?”
Kemudian terdengar bunyi yang agak genit namun amat menstimulus, “Hayo.., telah lupa yach sama aku, meski belum juga satu bulan..!”
Hati aku segera berdegub-debar, lalu aku bertanya kembali, “Disana Tante Nisa yach..?”
Dan terdengar bunyi, “Emangnya kau pikir sapa, sembarangan aja..!”
Lalu aku malah berkata, “Ada kebutuhan apa Tante..?”
Dengan perlahan melainkan agak sebal, Tante Nisa berkata, “Kau kayak nggak tau aja, rumah tante lagi sepi nih, kecuali itu tante lagi pengen nih, kau dapat khan nolongin tante..?”
Dengan sedikit badung aku bertanya lagi, “Nolongin apa tante..?”
BandarSLot-Tante Nisa yang mungkin telah sebal sekali, lalu berkata, “Kau ini bodoh atau pura-pura bodoh sich, udah hampir satu bulan nich.. apa kau nggak berkeinginan kenikmatan kayak waktu itu..?”
Dalam hati, tentu aku saja aku telah amat berkeinginan sebab kecuali stimulus dari film porno yang aku tonton, aku juga tak merasa puas akan onani yang aku kerap lakukan.
Lalu aku berkata, “Tante tunggu yach, aku seketika kesana, paling cuman 10 menitan.”
Dan Tante Nisa menjawab, “Yach udah.., cepatan yach, tante tunggu nih..!”
Di Baca Juga : Poker Adalah Permainan Kartu Yang Populer Di Dunia
Dalam 10 menit, aku telah tiba di rumah Tante Nisa, dan rupanya Tante Nisa telah menunggu aku di depan rumahnya, nampak Tante Nisa menerapkan setelan piyama. Lalu kami malah masuk ke dalam rumah dengan napas terengah-engah.
Aku berkata, “Tante ini bikin capek aku aja..!”
Dan dengan agak manja, Tante Nisa berkata, “Masak gitu aja capek, namun kau juga bisa enaknya khan, kau ini juga kok masih juga panggil tante, khan udah dibilang panggil aja dengan Nisa, gimana sech..!”
Dengan tertunduk aku berkata, “Iya juga sech, aku lupa tante.. eh.. Nisa maksud aku.”
Kami berkecupan hampir 3 menit, lalu aku melepaskan kecupan aku dan bertanya, “Nit, aku bole nanya nggak..?”
“Yach.., nanya aja, emang mengapa..? jawab Tante Nisa.
Lalu aku berkata kembali, “Kalo bole tau, kau pake celana dalam warna apa hari ini..?”
Dan Tante Nisa berkata, “Eh kau.. memalukan, masak nanya hal yang gituan..?”
Aku berkata lagi, “Masak nggak bole sich..?”
Tante Nisa berkata, “Yach udah.., kau lihat aja sendiri..!”
Lalu tangan aku mulai bergerilya di sekitar kawasan pinggang ke bawah dan dengan perlahan aku mulai membuka celana piyama nya dan telihat bila Tante Nisa menerapkan CD warna putih dan nampak bayang-bayang kehitam-hitaman di sekitar lipatan kakinya.
Di Baca Juga : 5 Macam Permainan Mesin Slot
Lalu Tante Nisa berkata, “Nah udah tau khan, kok masih membisu aja, kayak ngak pernah gituan aja..!”
Dengan tersenyum aku lalu mengendong Tante Nisa seketika menuju kamarnya.
Tante Nisa berkata, “Kau ini kok nggak sabaran sech..?”
Lalu tangan aku mulai bergerak ke belakang untuk mencari kait dan membuka BH-nya tante, namun dengan tersenyum Tante Nisa berkata, “Ini figur baru Ndy.., kaitnya berlokasi di depan.”
Dan tangan Tante Nisa sendiri yang melepaskan kait BH-nya, sehingga tampaklah oleh aku payudara Tante Nisa yang masih cepat. Aku seketika menenggelamkan wajah aku ke dalam payudaranya. Dengan gerakan meremas dan mulut aku menghisap putingnya, Tante Nisa mulai terstimulasi, ini nampak dari erangan Tante Nisa .
“Uuh.. sedap sekali.. terus Ndy.. ehmm..”
Lalu tangan aku mulai bergerak ke bawah, masuk ke dalam celananya dan mulai meraba komponen di sekitar selangkangannya, sedangkan cuma dari luar celana dalamnya.
Lalu tante berkata dengan sedikit tertekan, “Ndy.. tante nggak bendung lagi nih..!”
Tanpa berdaya upaya panjang lagi, aku seketika melepaskan celana sekalian CD Tante Nisa, sebab nafsu aku juga sudah memuncak. Lalu terlihatlah alat vital Tante Nisa yang ditumbuhi bulu-bulu yang terawat dengan rapih. Kepala aku seketika turun dan seketika menjilati alat vital Tante Nisa.
Terdengar Tante Nisa menjerit, “Aduh Ndy.., enak sekali.. terus.. tante merasa enak terus Ndy.. uh.. uh.. ahh..”
Tiba-tiba tubuh Tante Nisa mengejang dan pinggangnya terangkat ke atas. Aku mengenal bila Tante Nisa telah hampir menempuh klimaksnya, namun aku seketika menghentikan permainan aku, sehingga nampak bila Tante Nisa amat kecewa dan berkata, “Kau kok gitu sech Ndy..!”
Aku berkata lagi, “Nit, nanti aku akan memberikan kenikmatan yang sebetulnya, namun kini kau patut meluruskan kembali dahulu adik aku ini..!” sambil memperlihatkan batang alat vital aku yang telah agak mengecil.
Goyangan Maut Tante Dona Sangat nikmat
Cerita sek – Namun sebagai pegawai swasta yang bekerja, aku memiliki keterbatasan waktu, tidak mudah bagiku untuk mencari wanita tersebut. Hal ini yang mendorong aku untuk mengiklankan diriku pada sebuah surat kabar berbahasa Inggris, untuk menawarkan jasa ‘full body massage’. Uang bagiku tidak masalah, karena aku berasal dari keluarga menengah dan gajiku cukup, namun kepuasan yang ku dapat jauh dari itu. Sehingga aku tidak memasang tarif untuk jasaku itu, diberi berapapun kuterima.
Sepanjang hari itu, sejak iklanku terbit banyak respon yang kudapat, sebagian dari mereka hanya iseng belaka, atau hanya ingin ngobrol. Di sore hari, kurang lebih pukul 18.00 seorang wanita menelponku.
“Hallo dengan Ivan?” suara merdu terdengar dari sana.
“Ya saya sendiri” jawabku.
Dan seterusnya dia mulai menanyakan ciri-ciriku. Selanjutnya, “Eh ngomong-ngomong, berapa sich panjangnya kamu punya?” katanya.
“Yah normal sajalah sekitar 18 cm dengan diameter 6 cm.” jawabku.
“Wah lumayan juga yach, lalu apakah jasa kamu ini termasuk semuanya,” lanjutnya.
“Apa saja yang kamu butuhkan, kamu pasti puas dech..” jawabku. Dan yang agak mengejutkan adalah bahwa dia meminta kesediaanku untuk melakukannya dengan ditonton suaminya. Namun kurasa, wah ini pengalaman baru buatku.
Agenslot - “Ivan?” katanya.
“Ya saya Ivan,” jawabku. Lalu ia mencermatiku dari atas hingga bawah sebelum ia mempersilakan aku masuk ke dalam. Pasti dia tidak ingin sembarang orang menyentuh istrinya, pikirku.
“OK, masuklah” katanya. Kamar itu begitu luas dan gelap sekali. Aku memandang sekeliling, sebuah TV berukuran 52″ sedang memperlihatkan blue film.
Aku terpana melihatnya, rambutnya sebahu berwarna pirang, kulitnya mulus sekali, wajahnya cantik, pokoknya perfect! Aku masih terpana dan menahan liurku, ketika dia berkata “Lho kok bingung sich”.
“Akh enggak..” kataku sambil membalas salamnya.
“Kamu mandi dulu dech biar segar, tuch di kamar mandi,” katanya.
“Oke tunggu yach sebentar,” jawabku sambil melangkah ke kamar mandi. Sementara, suaminya hanya menyaksikan dari sofa dikegelapan. Cepat-cepat kubersihkan badanku biar wangi. Dan segera setelah itu kukenakan celana pendek dan kaos.
Aku melangkah keluar, “Yuk kita mulai,” katanya.
Dengan sedikit gugup aku menghampiri tempat tidurnya. Dan dengan bodohnya aku bertanya, “Boleh aku lepaskan pakaianku?”, dia tertawa kecil dan menjawab, “terserah kau saja..”.
Segera kulepaskan pakaianku, dia terbelalak melihatku dalam keadaan polos, “Ahk.. ehm..” dan segera mengajakku masuk ke dalam bed cover juga. “Kamu cantik sekali Donna” kataku lirih.
Aku tak habis pikir ada wanita secantik ini yang pernah kulihat dan suaminya memperbolehkan orang lain menjamahnya, ah.. betapa beruntungnya aku ini. “Ah kamu bisa saja,” kata Donna
“Van.. mulailah sayang..” bisik Tante Donna, membuyarkan fantasi seks-ku padanya. Sorotan kedua matanya yang sedikit sipit kelihatan begitu sejuk dalam pandanganku, hidungnya yang putih membangir mendengus pelan, dan bibirnya yang ranum kemerahan terlihat basah setengah terbuka, duh cantiknya. Kukecup lembut bibir Tante Donna yang setengah terbuka. Begitu terasa hangat dan lunak. Kupejamkan kedua mataku menikmati kelembutan bibir hangatnya, terasa manis.
Kedua jemari tanganku masih mengusap-usap sembari sesekali meremas pelan kedua belah pantatnya yang bulat pada dan kenyal. Bibirnya yang terasa hangat dan lunak berulang kali memagut bibirku sebelah bawah dan aku membalasnya dengan memagut bibirnya yang sebelah atas. ooh.., terasa begitu nikmatnya. Dengusan pelan nafasnya beradu dengan dengusan nafasku dan berulang kali pula hidungnya yang kecil membangir beradu mesra dengan hidungku.
“Ohh apa yang akan kau lakukan.. akh..” tanyanya sambil memejamkan mata menahan kenikmatan yang dirasakannya. Beberapa saat kemudian tangan itu malah mendorong kepalaku semakin bawah dan.., “Nyam-nyam..” nikmat sekali kemaluan Tante Donna. Oh, bukit kecil yang berwarna merah merangsang birahiku.
Kusibakkan kedua bibir kemaluannya dan, “Creep..” ujung hidungku kupaksakan masuk ke dalam celah kemaluan yang sudah sedari tadi becek itu.
“Aaahh.. kamu nakaal,” jeritnya cukup keras. Terus terang kemaluannya adalah terindah yang pernah kucicipi, bibir kemaluannya yang merah merekah dengan bentuk yang gemuk dan lebar itu membuatku semakin bernafsu saja. Bergiliran kutarik kecil kedua belah bibir kemaluan itu dengan mulutku. “Ooohh lidahmu.. ooh nikmatnya Ivan..” lirih Tante Donna.
Sementara aku asyik menikmati bibir kemaluannya, ia terus mendesah merasakan kegelian, persis seorang gadis perawan yang baru merasakan seks untuk pertama kali, kasihan wanita ini dan betapa bodohnya suaminya yang hanya memandangku dari kegelapan.
“Okh Van.. indah sekali punyamu ini..” katanya padaku, lidahnya langsung menjulur kearah kepala kemaluanku yang sudah sedari tadi tegang dan amat keras itu.
“Mungkin ini nggak akan cukup kalau masuk di.. aah mm.. nggmm,” belum lagi kata-kata isengnya keluar aku sudah menghunjamkan burungku kearah mulutnya dan, “Croop..” langsung memenuhi rongganya yang mungil itu. Matanya menatapku dengan pandangan lucu, sementara aku sedang meringis merasakan kegelian yang justru semakin membuat senjataku tegang dan keras.
“Aduuh enaak.. oohh enaknya Tante oohh..” sementara ia terus menyedot dan mengocok batang kemaluanku keluar masuk mulutnya yang kini tampak semakin sesak. Tangan kananku meraih payudara besarnya yang menggelayut bergoyang kesana kemari sembari tangan sebelah kiriku memberi rabaan di punggungnya yang halus itu. Sesekali ia menggigit kecil kepala kemaluanku dalam mulutnya, “Mm.. hmm..” hanya itu yang keluar dari mulutnya, seiring telapak tanganku yang meremas keras daging empuk di dadanya.
“Crop..” ia mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya. Aku langsung menyergap pinggulnya dan lagi-lagi daerah selangkangan dengan bukit berbulu itu kuserbu dan kusedot cairan mani yang sepertinya sudah membanjir di bibir kemaluannya.
“Aoouuhh.. Tante nggak tahan lagi sayang ampuun.. Vann.. hh masukin sekarang juga, ayoo..” pintanya sambil memegang pantatku. Segera kuarahkan kemaluanku ke selangkangannya yang tersibak di antara pinggangku menempatkan posisi liang kemaluannya yang terbuka lebar, pelan sekali kutempelkan di bibir kemaluannya dan mendorongnya perlahan, “Ngg.. aa.. aa.. aa.. ii.. oohh masuuk.. aduuh besar sekali sayang, oohh..” ia merintih, wajahnya memucat seperti orang yang terluka iris.
Aku tahu kalau itu adalah reaksi dari bibir kemaluannya yang terlalu rapat untuk ukuran burungku. Dan Tante Donna merupakan wanita yang kesekian kalinya mengatakan hal yang sama. Namun jujur saja, ia adalah wanita setengah baya tercantik dan terseksi dari semua wanita yang pernah kutiduri. Buah dadanya yang membusung besar itu langsung kuhujani dengan kecupan-kecupan pada kedua putingnya secara bergiliran, sesekali aku juga berusaha mengimbangi gerakan turun naiknya diatas pinggangku dengan cara mengangkat-angkat dan memiringkan pinggul hingga membuatnya semakin bernafsu, namun tetap menjaga ketahananku dengan menghunjamkan kemaluanku pada setiap hitungan kelima.
Tangannya menekan-nekan kepalaku kearah buah dadanya yang tersedot keras sementara burungku terus keluar masuk semakin lancar dalam liang senggamanya yang sudah terasa banjir dan amat becek itu. Puting susunya yang ternyata merupakan titik nikmatnya kugigit kecil hingga wanita itu berteriak kecil merintih menahan rasa nikmat sangat hebat, untung saja kamar tidur tersebut terletak di lantai dua yang cukup jauh untuk mendengar teriakan-teriakan kami berdua. Puas memainkan kedua buah dadanya, kedua tanganku meraih kepalanya dan menariknya kearah wajahku, sampai disitu mulut kami beradu, kami saling memainkan lidah dalam rongga mulut secara bergiliran. Setelah itu lidahku menjalar liar di pipinya naik kearah kelopak matanya melumuri seluruh wajah cantik itu, dan menggigit daun telinganya. Genjotan pinggulnya semakin keras menghantam pangkal pahaku, burungku semakin terasa membentur dasar liang senggama.
“Ooohh.. aa.. aahh.. aahh.. mmhh gelii oohh enaknya, Vann.. ooh,” desah Tante Donna.
“Yaahh enaak juga Tante.. oohh rasanya nikmat sekali, yaahh.. genjot yang keras Tante, nikmat sekali seperti ini, oohh enaakk.. oohh Tante oohh..” kata-kataku yang polos itu keluar begitu saja tanpa kendali. Tanganku yang tadi berada di atas kini beralih meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu. Setiap ia menekan ke bawah dan menghempaskan kemaluannya tertusuk burungku, secara otomatis tanganku meremas keras bongkahan pantatnya. Secara refleks pula kemaluannya menjepit dan berdenyut seperti menyedot batang kejantananku.
Hanya sepuluh menit setelah itu goyangan tubuh Tante Donna terasa menegang, aku mengerti kalau itu adalah gejala orgasme yang akan segera diraihnya, “Vann.. aahh aku nngaak.. nggak kuaat aahh.. aahh.. oohh..”
“Taahaan Tante.. tunggu saya dulu ngg.. ooh enaknya Tante.. tahan dulu .. jangan keluarin dulu..” Tapi sia-sia saja, tubuh Tante Donna menegang kaku, tangannya mencengkeram erat di pundakku, dadanya menjauh dari wajahku hingga kedua telapak tanganku semakin leluasa memberikan remasan pada buah dadanya. Aku sadar sulitnya menahan orgasme itu, hingga aku meremas keras payudaranya untuk memaksimalkan kenikmatan orgasme itu padanya. “Ooo.. ngg.. aahh.. sayang sayang.. sayang.. ooh enaak.. Tante kelauaar.. oohh.. oohh..” teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu. Aku merasakan jepitan kemaluannya disekeliling burungku mengeras dan terasa mencengkeram erat sekali, desiran zat cair kental terasa menyemprot enam kali di dalam liang kemaluannya sampai sekitar sepuluh detik kemudian ia mulai lemas dalam pelukanku.
Sementara itu makin kupercepat gerakanku, makin terdengar dengan jelas suara gesekan antara kemaluan saya dengan kemaluannya yang telah dibasahi oleh cairan dari kemaluan Tante Donna. “Aaakhh.. enakk!” desah Tante Donna sedikit teriak.
“Tante.. saya mau keluar nich.. eesshh..” desahku pada Tante Donna.
“Keluarkanlah sayang.. eesshh..” jawabnya sambil mendesah.
“Uuugghh.. aaggh.. eenak Tante..” teriakku agak keras dengan bersamaannya spermaku yang keluar dan menyembur di dalam kemaluan Tante Donna.
“Hemm.. hemm..” suara itu cukup mengagetkanku. Ternyata suaminya yang sedari tadi hanya menonton kini telah bangkit dan melepas kimononya. “Sekarang giliranku, terima kasih kau telah membangkitkanku kau boleh meninggalkan kami sekarang,” katanya seraya memberikan segepok uang padaku.
Aku segera memakai pakaianku, dan melangkah keluar. Tante Donna mengantarkanku kepintu sambil sambil menghadiahkanku sebuah kecupan kecil, katanya “Terima kasih yach.. sekarang giliran suamiku, karena ia butuh melihat permainanku dengan orang lain sebelum ia melakukannya.”
“Terima kasih kembali, kalau Tante butuh saya lagi hubungi saya saja,” jawabku sambil membalas kecupannya dan melangkah keluar.
“Akh.. betapa beruntungnya aku dapat ‘order’ melayani wanita seperti Tante Donna,” pikirku puas. Ternyata ada juga suami yang rela mengorbankan istrinya untuk digauli orang lain untuk memenuhi hasratnya.
Petunjuk Main Tembak Ikan Joke123 Gaming
Kali Ini Kita Web tembak ikan joker123 Membahas Seputar ARTIKEL PETUNJUK MAIN TEMBAK IKAN JOKER123 GAMING. Disneyslot.biz yaitu salah satu laman daftar tembak ikan joker123 yaitu laman penyedia permainan game ikan yang pastinya kau telah tak asing lagi dengan macam permainan game ikan yang satu ini yaitu salah satu macam permainan game ikan ini yang telah tenar di benua asia tenggara dan termasuk salah satunya ialah negara Indonesia.
Dengan laman Disneyslot.biz memakai perangkat teknologi yang canggih hal yang demikian kau pastinya dapat kian puas dan nyaman dalam melaksanakan perjudian game ikan. Nah…Bagi kau yang memang gemar memainkan permainan game ikan ini karenanya Kita betul-betul sarankan terhadap kau untuk bermain permainan tembak ikan joker123 ini di dalam laman Disneyslot.biz sebab bisa di pastikan kau akan menerima bermacam-macam macam profit dan juga kenyamanan serta kepuasan bermain permainan yang hakekatnya.
Game Ikan Online – Permainan game ikan ini yaitu permainan yang membawa penggemar yang tak sedikit di penduduk Indonesia, cuma sebab untuk memainkan permainan game ikan ini tak seluruh orang mengincar kemenangan lebih-lebih banyak dari orang-orang yang memainkan permainan game ikan ini cuma hanya untuk mengisikan waktu senggang. Kita laman Disneyslot.biz sebagai salah satu laman tembak ikan joker123 yang telah ada di Indonesia dan sebelum Kita menuju ke topik pembahasan utama Kita perihal ARTIKEL PETUNJUK MAIN TEMBAK IKAN JOKER123 GAMING, kali ini admin Kita akan membahas perihal laman Disneyslot.biz yang yaitu laman legal daftar game ikan legal di benua asia yang termasuk Indonesia.
Ada sebagian metode yang bisa menolong kau untuk meningkatkan persentasi tingkat kemenangan di dalam bermain permainan tembak ikan joker123. Dan untuk bermain permainan ini dapat melewati telepon seluler, komputer dan komputer jinjing.
Adapun nasehat dalam memainkan tembak ikan joker123 ini, tiap-tiap peluru yang diterapkan memiliki harga atau skor. Apabila kau senantiasa menembak ikan-ikan dengan ukuran kecil, telah pasti upah yang kau temukan tak sebanding dengan peluru yang kau pakai. Minimal harga 1 peluru dalam 1 tembakan yaitu 50 Kredit atau Rp. 500. Ikan kecil memiliki skor Odds 2. Artinya dikala kau membunuh ikan kecil hal yang demikian karenanya kau mendapat 500 x 2 = 1000 koin atau Rp. 1.000.
Terang dikala kau menembak ikan besar, profit yang didapat jauh lebih besar. Untuk dapat mendapat kemenangan besar, telah pasti sikap Tabah yakni hal yang betul-betul diperlukan. Telah pasti seorang pemain tak boleh terburu-buru dikala bermain atau bertaruh. Dengan bermain secara hening, karenanya hasil yang didapat dalam game tembak ikan joker123 tak cukup optimal. Malah kesempatan kau untuk meraih kemenangan kian kecil.
Judi Ikan Online – Terdapat 3 macam senjata yang lazimnya disediakan oleh agen tembak ikan joker123. Normal Shooting Speed yaitu Senjata ini lazimnya dipergunakan untuk mengincar ikan-ikan kecil dimana perkamu dari Odds yaitu 2 sampai 6. Accelerate Shooting Speed yaitu Senjata ini memiliki kecakapan paling pesat dalam hal membunuh ikan. Tentu saja senjata ini diterapkan untuk membunuh ikan-ikan dengan ukuran besar ataupun ikan-ikan Jackpot berupa Naga Emas.
Aim For The Sasaran yaitu senjata ini mempunyai kelebihan untuk mengunci ikan yang sudah kau targetkan. Karenanya pakai 3 macam senjata ini sebaik mungkin untuk lebih mendapat profit ataupun kemenangan besar dalam macam tembak ikan joker123 ini. Tutorial bermain tembak ikan joker123 terampuh selanjutnya yaitu mengenal kapan mesti stop bermain Joker123 ini. Apabila seorang pemain sudah berusaha keras untuk meraih kemenangan akan melainkan masih belum kunjung mendapat hasil pantas dengan harapan.
Dengan demikian Pembahasan Tulisan Ini Kita Bagikan Seputar ARTIKEL PETUNJUK MAIN TEMBAK IKAN JOKER123 GAMING. Semoga tulisan Kita hari ini sungguh berkhasiat bagi kau. Agen Disneyslot.biz menyuarakan terima beri terhadap kau yang telah ingin melowongkan waktunya untuk membaca tulisan-tulisan menarik yang telah Kita sediakan pada tulisan sebelumnya.
Telah tak perlu kau ragukan lagi laman Disneyslot.biz ini. Lantas Daftar, Bergabung dan Bermainlah bersama laman Tembak Ikan Joker123 terbaik dan terpercaya di indonesia. Pemain akan banyak menerima profit yang besar apabila bermain di web Disneyslot.biz ini. Untuk registrasi tak perlu pusing dan repot, Pemain dapat seketika klik livechat di sebelah kanan bawah ini, Costumer Service Kita akan senantiasa siap 24jam melayani kau pemain yang terhormat. Terima Beri.
Cerita sek – Kami saling menghormati satu sama lain, meski beda usiaku dengan sang ibu cuma 5 tahun, ia 5 tahun lebih tua dariku ketika itu. Sampai terjadilah momen itu, yang tidak pernah kusangka-sangka sebelumnya. Momen yang walhasil merubah diriku 180 derajat.
Seperti pada sabtu sebelumnya, saya bermaksud main ke rumahnya buat caturan. Kupamit pada istriku dan langsung bergegas ke rumahnya. Udara malam itu memang dingin sekali pengaruh hujan lebat selama 2 jam yang terjadi petang tadi. Singkat kata saya telah berada di pintu rumahnya. Kuketuk pintunya, dan tidak lama pintu itu terbuka. Terbukti si ibu yang membukanya.
“Oh Ibu, ada Barinya bu?” tanyaku ramah.
“Nak Surya? oh Barinya lagi pergi tuh…” jawab si ibu sama ramahnya.
“Ke mana, Bu?”
“Ke pesta pernikahan sahabat SMUnya. Baru aja ia jalan…”
“Oh gitu ya?” sahutku. “Jikalau gitu, aku pamit aja deh…”
“Oh, mengapa buru-buru, kan Nak Surya baru hingga?”
“Ah, nggak. Jikalau Bari nggak ada, aku pamit aja deh…”
“Ah, jangan terburu-buru demikian itu. Temani Ibu ya?”
Cerita Sex Terbaru -Walau agak heran dengan permintaannya, saya walhasil berdasarkan juga. Kuikuti ia masuk. Kamipun tidak lama asyik berbincang-bincang di ruang tamunya. Sampai walhasil si ibu menawariku kopi.
“Oh iya, Nak. Keasyikan ngobrol jadi lupa nawari minum. Sejenak aku siapkan dahulu ya…”
“Ah, Ibu. Nggak usah repot-repot…”
“Ah, nggak kok. Masa repot?” kata si ibu sambil tersenyum ramah. Sesudah itu, ia langsung beranjak ke dapur.
Sambil menunggu, kuambil koran terbitan hari ini yang tergolek di meja tetamu lalu kubaca-baca. Sedang asyik kubaca koran itu, tiba-tiba si ibu memanggil dari dapur.
“Nak… Nak, dapat aku meminta bantu?”
“Oh, ada apa, Bu?”
Di baca Juga : Hadiah Sex Keperawanan Anak Bossku
Spontan saya langsung beranjak dari sofa itu dan seketika menghampirinya. Terbukti kompor gas si ibu agak macet dan ia memintaku memperbaikinya. Tepat sedang memperbaikinya, tidak sengaja saya memperhatikan ke arah gundukan payudara si ibu.
Ketika itu si ibu sedang membungkuk memperhatikanku yang sedang sibuk mengutak-atik kompor gasnya yang macet. Apalagi si ibu cuma mengenakan daster yang belahan dadanya agak rendah. Saya seketika terpana memandangnya.
Kecuali besar, payudaranya juga nampak ranum dan kenyal. Tidak kusangka perempuan ini masih mempunyai payudara seindah itu di usianya yang tidak muda lagi. Panorama cantik itu membikin Kontolku mulai tegak membesar dari balik celana jeans yang kukenakan tanpa kusadari. Saya demikian itu terstimulus memperhatikan estetika payudara si ibu.
Di Baca Juga : Nikmatnya Bercinta Dengan Sepupuku Yang Sedang Hamil
Akibatnya sesudah berupaya sekuat kekuatan mengatur malu sekalian mengatur Kontolku agar tidak kian membesar ukurannya, selesai juga permasalahan kompor itu.
“Wah, Nak Surya hebat!” pujinya di sampingku.
“Ah, nggak permasalahan… hanya permasalahan kecil kok Bu” sahutku.
“Jikalau gitu ibu dapat meminta bantu lagi?” katanya sambil menatapku badung dan tersenyum genit.
Walau saya telah menyangka apa yang akan ia meminta itu, tidak urung hatiku berdegub-debar juga menanti pertanyaannya. Apalagi kulihat ia kian mendekatkan dirinya ke tubuhku.
“A.. aa… pa Bu?” lidahku mendadak kelu, menyadari alangkah dekat wajahnya denganku ketika ini.
Sambil mendesah, si ibu berkata parau, “Ibu ingin kau kecup ibu…”
Sambil asyik berkecupan, diraihnya tangan kananku untuk meremasi payudaranya di sebelah kanan, meski dinasihatinya tangan kiriku ke bokongnya. Tangankupun seketika bergerak pandai. Keduanya seketika bergerak badung menjalari payudara dan bokongnya yang ranum dan montok itu.
Si ibu nampak melenguh-lenguh menikmati badungnya tanganku meremasi payudara dan jari-jariku menelusuri belahan bokongnya. Di lain pihak, tangan si ibu aktif meremasi Kontolku dari luar celanaku, membikin juniorku itu kian meradang saja ukurannya.
Kupandangi dengan sepenuh nafsu tubuhnya yang bugil itu. Luar awam! Umur boleh kepala 4, melainkan bodinya tidak keok dengan bodi para perempuan yang lebih muda. Pedoman-petunjuk ketuaan memang tidak dapat ditutupi, melainkan secara garis besar, ia masih sungguh-sungguh menggiurkan bagi para lelaki mana saja yang menatapnya.
Tubuh Nak Surya keren banget deh… Ibu menyukai sama lelaki macho kayak Nak Surya ini…” kata si ibu smabil menatapku penuh nafsu. Ia mendekatiku lalu memelukku lagi. Kedua tangannya bergerak liar, menyentuh-raba bukit dada dan perut simetrisku, lalu bergerak turun ke arah Kontolku. Sesaat kemudian, kami kembali asyik berkecupan liar dan saling meremas apa yang dapat kami remas.
Cuma sejenak kami menjalankan itu. Selanjutnya, kami saling membaringkan diri di atas karpet tebal di ruangan itu. Kami seakan tahu apa yang mesti dikerjakan berikutnya.
Kami menyusun posisi 69 dan tidak lama kami telah asyik saling menjilati alat vital lawan mainnya. Si ibu nampak termotivasi mengulum kemaluanku sambil asyik mengocoknya. Terkadang ia ikut serta menjilat dan meremasi kantung spermaku.
Rasanya sungguh-sungguh dahsyat kulumannya. Malah kuluman istriku tak sedahsyat kulumannya. Tampaknya si ibu ini benar-benar telah lama tak diraba lelaki, sampai kulumannya nampak demikian itu ganas.
Si ibu ambil posisi di bawah, meski saya bergerak menindih di atas tubuh moleknya. Sambil tersenyum mesum, ia buka selangkangannya lebar-lebar. Memamerkan liang surganya yang sungguh-sungguh cantik nan menggiurkan itu. Membikin jakunku naik-turun berulang kali. Tidak tabah langsung kutuntun Kontolku ke lubang memeknya.
Kugesek-gesekkan sebentar kepala Kontolku di bibir memeknya, sebelum walhasil kudorong perlahan.
“Ssleebb… ssleebbb… bblessshhh…” sedikit demi sedikit Kontolku tertelan liang surganya, memunculkan sensasi sedap yang sulit diterangkan rasanya. Si ibu sendiri nampak meringis-ringis sedap menikmati sodokan kemaluanku yang hangat dan keras ini menjelang liang surganya.
Kontolku terus melaju sampai hingga di komponen terdalam liang surganya. Lalu mulai kupompa ia. Saya bergerak dalam posisi push-up di atasnya. Sementara pantatku bergerak maju-mundur mengebor memeknya. Kian lama gerak pantatku kian kupercepat. Membikin jeritan erotis si ibu kian keras terdengar. Membuatku kian termotivasi dalam menjajah lubang alat kelaminnya.
Peluh mulai mengalir deras membasahi tubuh bugil kami. Si ibu nampak menjerit-jerit keenakan dipompa senjataku. Sepasang tangannya meremasi rambutku. Tidak jarang tangan-tangan itu aktif mencakari punggungku yang liat ini, membikin sedikit pedih di kulitnya sebab kukunya yang agak panjang itu.
Saya sendiri tidak ingin keok. Sambil terus memompa Kontolku dalam-dalam, saya asyik mencumbui bibirnya yang seksi. Saya juga gigit-gigit perlahan lehernya yang mulus kulitnya itu. Terkadang saya menyusui sepasang payudaranya yang menggiurkan itu secara bergantian.
Bokong dan pinggul si ibu nampak bergoyang-goyang liar menyambut sodokan Kontolku, membuatku nyaris edan sebab demikian itu sedap dampaknya di batang Kontolku.
Sekitar 15 menit kemudian si ibu keluar. Ia kian erat memeluk tubuh atletisku yang berair kuyup oleh peluh kami berdua. Kubiarkan ia beristirahat sebentar sesudah orgasmenya itu. Kemudian kembali kuserang ia.
10 menit kemudian, sesudah lebih dari sejam kami bercumbu, jebol juga pertahananku. Kutarik Kontolku keluar dari jepitan memeknya semenit sebelum saya hingga di puncak. Lalu kusemburkan spermaku berkali-kali ke wajah dan payudara si ibu.
Spermaku yang kental dan banyak itu membasahi wajah, leher, payudara dan rambutnya. Dikocoknya batangku, seolah-olah ia tidak puas dengan segala air mani yang kutumpahkan tadi. Setelahnya, ia raih air mani-air mani itu untuk ditelannya sampai habis. Sisanya ia balurkan ke dada dan kedua puting susuku, untuk ia jilati seperti seorang buah hati menjilati sisa-sisa es krimnya. Membuatku meringis-ringis kegelian.
Puas bercumbu, kami sama tergolek di atas sofa. Kami berkelakar sambil sekali-sekali berkecupan dan saling meremas. Sesudahnya saya mandi di rumahnya untuk membersihkan tubuhku dari sisa-sisa pergumulan dahsyat tadi, supaya tak ketahuan istriku. Selesai mandi, si ibu membuatkanku teh manis hangat dengan makanan ringan ringan. Kamipun berbincang-bincang sebentar seperti tak ada terjadi apa-apa di antara kami.
Kali ini semuanya terasa berbeda. Meski saya sungguh-sungguh menyesal sudah mengkhianati istriku, saya tidak dapat menipu diriku sendiri jika perselingkuhan itu rupanya sedap juga. Amat sedap malahan. Ibarat jika selama ini kita cuma makan ‘opor’ di rumah tangga kita, selingkuh berarti kita makan ‘opor’ di luar sana, melainkan dengan jenis, rasa dan sensasi yang berbeda.
Itu saya hingga di depan pagar rumahku sendiri, sesungging senyum tiba-tiba timbul di sudut bibirku. Saya merasa yakin, bahwa perselingkuhan ini bukanlah yang pertama dan terakhir kalinya terjadi dalam hidupku.
Perselingkuhan Istriku
Tiap-tiap bulan Mas Seno melowongkan masa-masa untuk kembali melepas rindu. Mas Seno sosok lelaki yang bertanggungjawab dan perhatian dengan keluarga. Tiap-tiap tanggal muda ia tak jarang kali mentransfer duit untuk kebutuhan saya dan anakku. Tak tak banyak uang yang Mas Seno kirim, satu bulan ia memberi saya 25 juta. Saya dapat mengerjakan pembelian barang apa saja yang saya inginkan.
Cerita sex -Perawatan tak jarang kali menjadi nomor satu, untuk mengawal penampilan karena saya masih muda. Haru stetap indah dan segar. Padahal tubuhku yang sexy ini jarang dijamah suamiku. Mas Seno gembira banget hidup denganku, saya bisa memberikan kepuasan seks untuknya. Melainkan Mas Seno kekuatannya sudah tak sekuat dahulu, mudah loyo dan capek.
Paling sekali aja udah merasa puas, sedangkan sebenarnya saya tak merasakan kepuasan dari Mas Seno. Rasanya hambar bersangkutan seks dengan Mas Seno, namun inginkan bagaimana lagi ini sudah kewajibanku. Apalagi Hanya satu bulan sekali pulangnya, bagiku kepuasan seksku paling berkurang. Hiburanku melulu bermain dengan sahabat-sahabat ngemall dan pergi kemana aja.
Di Baca Juga : Sex Yang Luar Biasa Dengan Cewekku
Tiap-tiap jalan dengan rekan rasanya ngiri segala kisah seputar suaminya, sementara suamiku jauh disana. Kadang temanku sering kali mengolok-olok saya , melainkan yasudahlah itu melulu lawakan sesaat. Pada waktu hal yang demikian Mas Seno tak bisa pulang sekitar 3 bulan karena disana sedang menunggui tumbuhan sawitnya. Selama 3 bulan hal yang demikian berasa 3 tahun, melulu meteri yang saya bisa.
Batinku tertekan karena senantiasa jauh kebutuhan akan seks saya tak terlampiaskan. Saya suntuk masing-masing hari saya pergi dengan temanku. Temanku memiliki nama Hendra, ia dahulu rekan sekolah saya. Ia masih bujang belum menikah, anda amsih tak jarang WA atau BBM-an. Dan melulu ia yang tak jarang kali punya masa-masa kosong guna saya. Mungkin kegiatannya melulu berkuliah dan nokrong, namanya buah hati muda.
Di Baca Juga : Kehilangan Perawanku
Ia menjadi rekan curhat saya, ia tau semua keluh kesah saya. Kadang apabila berjumpa dengan Hendra saya memerintah anakku supaya tak menimbulkan fitnah. Anakku malah sungguh-sungguh terbiasa dengan Hendra. Paling saya ke cafe atau ke timezone andai putriku turut denganku. Tiap-tiap kali berjumpa saya senantiasa mengisahkan rumah tangga saya dengan Mas Seno.
Dikala hal yang demikian Hendra senantiasa menyerahkan tuntunan agar saya tak jarang kali tabah. Memang tak bagus andai berumah tangga melainkan tak beralamat serumah. Berkeinginan bagaimana lagi saya tak bisa hidup di Kalimantan. Waktu hal yang demikian Hendra mengajakku pergi nonton, saya bergegas pergi guna meghilangkan penat. Kita nonton film romantic, berasa masih jaman pacaran saja.
Di Baca Juga : Sex Dengan Dua Pembantu Sexy
Hendra memang tipical cowok yang romantic namun hingga ketika ini ia masih asyik jomblo. Sesudah film berakhir saya dan Hendra kembali ke rumah. Hari Hendra mengajakku pergi ke puncak dengan anakku. Ya nggak papa sih asal sama buah hati saya inginkan aja. Setibanya di lokasi tinggal saya bersiap-siap packing guna satu hari setelah hari ini.
Keesokan harinya saya sudah bersiap guna pergi bertamasya ke puncak. Saya sudah ijin dengan Mas Senp, melainkan saya sengaja menutupi andai saya pergi dengan Hendra. Sebetulnya nggak terdapat apa-apa Hanya saya fobia mas Seno berprasangka buruk kepada ku. Saya, putriku dan Bik Sumi berangkat mengarah ke rumah Hendra. Menonjol Hendra telah menantikan di depan lokasi tinggal dengan membawa ransel tas.
Penampilan buah hati muda kece banget saya malah nggak inginkan keok dong,
“ayo Hen anda pergi..”
“Iya Karin tunggu sejenak kameraku ketinggalan..”
Sesudah semua telah siap saya dan Hendra mengarah ke puncak, perjalan selama 3 jam dari rumah. Sepanjang perjalanan putriku membisu tak menangis tampaknya ia paling happy. Ia dan Bik Sumi tertidur pulas karena jalan macet sempurna,mungkin karena hari libur. Setibanya di villa ideal jam 1 siang, Hendra mengorder kamar 1,
“loh Hen kok Hanya pesan kamar satu sih..?”
“kan satu Villa terdapat dua kamar di dalamnya Rin, ketimbang sewa tak sedikit kamar kan sayang membuang uang..”
“ Oh gitu yah, yaudah, hhe… ”
Sesudah kunci diserahkan kita berempat mengarah ke kamar. Memang benar apa kata Hendra masuk ke kamar terdapat ruang tetamu bed 2. Dan di dalam terdapat ruangan 1 lagi guna Hendra tidur. Saya, putriku dan Bik Sumi rehat di dua bed depan. Ya okelah, anda siap bertamasya 2 hari disini. Udara yang paling dingin menjadikan putriku cuma diam di kamar didampingi Bik Sumi.
Saya dan Hendra pergi untuk menikmati panorama dan ke kebun teh. Hendra berperilaku laksana suamiku jadi terkenang mas Seno. Jalan ke kebun teh paling jauh peluh mengalir turun membasahi pipiku. Tiba-tiba Hendra mengelus keringatku. Saya terdiam dan memandangi Hendra. Dalam hati berdiskusi perhatian banget sama saya, apke mengelus peluh dan menggandeng tanganku ketika berjalan.
Saya terbawa kondisi dan menikmati udarab yang paling dingin ini. Saya dan Hendra berdiri di kios pinggiran disitu jual minuman hangat serta jagung bakar yang khas. Saya stop di kios hal yang demikian rehat sebentar,
“kau sudah ijin sama suami anda kan Rin..?”tanya Hendra.
“telah..ia mengijinkan kok..”
“yasudah berarti aman tak bakal muncul keadaan sulit, lama banget Mas Seno nggakpulang Rin..”
“iya Hen lama banget, kangen sih namun inginkan gimana lagi. Pengen banget nyusul melainkan saya kurang layak disana, saya sepatutnya bersabar menantikan suamiku kembali dan saya sepatutnya menopang rasa……..”
“rasa apa Rin..”
“enggak kok..Hen lazim suami istri malah butuh bersangkutan layaknya pasangan..”
“sedangkan saya belum menikah saya tahu kok Rin apa yang anda maksud..”
Dengan tak banyak malu saya menatap wajah Hendra. Saya curhat seputar pribadiku, ia menyadarinya. Ia membelai rambutku sambil menyerahkan pengertian. Rasanya nyaman banget sedang di samping Hendra. Ideal lagi curhat Hendra mendekap ku dengan tiba-tiba, saya paling kaget. Saya berfikiran mungkin melulu pelukan seorang kawan saja.
Waktu kian petang, saya sepatutnya kembali ke villa. Hingga di kamar putriku sudah tertidur pulas. Saya mencuci badan mandi agar menonjol fresh. Dengan mengenakan pakaian santai laksana rok pendek dan saya berdandan. Sesudah mandi saya dan Hendra duduk di ruang Tv anda televisi. Ia dia menggelitik saya hingga saya aku keras.
Saya sudah mengantuk , saya pergi ke lokasi tidurku. Hendra masih menyaksikan tv, tengah malam Hendra mendekati lokasi tidurku. Ntah malam itu, ia rehat disampingku unik selimutku. Saya sungguh paling kaget. Meskipun disamping saya terdapat Bik Sumi, saya takut andai mereka terbangun menyaksikan saya rehat dengan Hendra,
“Hen, apaan sih kok rehat disini..”
“saya pengen menikmati malamku bersamamu Rin,..”
“jangan Hen saya sudah berkeluarga saya nggak barangkali menghianati Ma Seno..”
“sudahlah tak boleh menolak saya tahu anda rindu usapan laki-laki kan?”
Hendra tak menghirup kening saya segera bibir saya ia aku. Meskipun samping bed saya terdapat putri dan pembantuku. Rasanya nggak meski banget,
“pindah di kamar saya yuk Rin..”
Tanpa berfikir panjang Hendra menggendong saya mengarah ke kamarnya. Ntah apa yang akan aku Hendra saya paling terbawa suasana. Seperti lazim ia awam saya tak jarang kali digodanya. Layaknya suami istri yang sedang aku di ranjang. Kembali mendekap saya dengan erat, saya yang aku lingeri tanpa bra seakan payudaraku aku di dada Hendra.
Gairah nafsuku hadir dengan tiba-tiba, Hendra menghirup bibirku dengan paling . Lingeriku tersingkap menonjol pahaku yang mulus. Amat nafsu betul-betul Hendra, saya terbawa dan menjawab betul-betul itu. Hendra membuka lingeriku saya melulu ciuman saja. Payudaraku menggantung aku Hendra menonjol kian nampak.
Tangannya siap menerkam payudaraku ini, saya ditidurkan. Tangan Hendra meremas payudaraku, ia berjuang membangkitkan gairah seksku. Mulut menghirup dan mengulum putting susuku. Tangan kanan memainkan jemarinya memutar putting dan meremas-remas,
“saya horny banget Hen…”
“meski aja Rin saya akan puasin anda malam ini..”
Terus menjadikan ku kian horny, kedua payudara ia mainkan paling lama. Sedap banget permainan Hendra malam ini. Hendra mencungkil payudaraku, ia melepas celananya. Menonjol dari dalam celana dalam penis Hendra tegak berdiri,
“buka dia dong Hen…”
Hendra menuruti perintahku, dan wowww penis yang paling besar nampak lebat. Hendra membuka celana dalamku, kakiku ia buka lebar. Selakanganku ia jilat hingga tubuhku menggeliat karena sampai. Tangannya pulang bermain dimemekku yang besar yang rimbun bakal bulu-bulunya,
“memekmu menggemaskan..” sebab Hendra
Panorama yang sungguh-sungguh estetis menantang Hendra guna betul-betul memainkannya. Tangannya membuka lipatan-lipatan memekku. Dibuka lebar dan ia berjuang mencari lubang memekku itu. Ia mengairi memekku dengan dia ujung luar lubang itu. terus ia aku hingga saya sampai, terbit cairan. Melainkan Hendra kian energik cairan itu tak dipedulikan meleleh ,
“ahhhh..ahhh…Hend ciumi lagi Hen..aku lagi lubang memekku” kata-kata hal yang demikian keluar dari mulutku.
Amat lama ia memainkan saya, hingga saya sampai kuasa. Hendra pulang k etas menghirup bibirku, dadanya bergesekan dengan payudaraku sementara penis bergesekan dengan memekku. Nafsu aku hal yang demikian terus memuncak. Sampai saatnya Hendra mengupayakan memasukkan Penisnya,
“akkkhhhh…akkkhhh…masuk lagi terus ke dalam Hen terus….”
Separuh batang penis masuk , “ohhhhh…ooohhh… lagi Hen terus dorong penismu masuklagi.. “ahhhhhhhhhhhh…..telah masuk Hen mari Hen mainkan di dalam”
Hendra mengocok setengah di dalam, maju mundur gerakannya. Keringatku mengalir turun membasahi tubuhku. Hendra menyaksikan payudaraku menonjol montok, ia sampai kuasa dia. Sambil memainkan penisnya, mulut Hendra dia putting susuku yang berwarna kecoklatan,
“ouughhh sampai ougghhhh…..” hendra terus menggoyangkan gerakan-gerakan sampai.
Saya memeluknya erat dan sampai kuasa saya menerbitkan cairan lagi,
“Hen saya terbit nih..lagi Hen bikin sampai lagi..” saya tak jarang kali aku lebih Hendra malah tak jarang kali pun permintaanku. Saya sudah pasrah dan sungguh-sungguh menikmati goyangan penis Hendra di dalam lubang kenimatanku,
“saya sudah nggak aku keluarin sudah ya Rin..”
“croooottt..crrrrooottt…crroooottt…”
Hendra menyemprotkan cairan ideal di luar ideal didepan lubang memekku. Enak banget rasanya udah lama tubuhku ini sampai enak pria. Hendr amengambil tisu mencuci tubuhku. Saya diraba lemas Hendra mendekatiku mencoba menyerahkan selimutnya. Udara yang dingin menjadikan gairahku hadir kembali,
“Hen lagi dong..”
Tanpa bersuara Hendra membelai payudaraku, putting ia putar-putar memang sengaja menggairahkanku kembali. “semakin banget Hen..aku dong biar enak sampai..” dia putingku paling lama, di belahan dadaku ia dia hingga ada mengecup bibir merahnya.
“saya boleh nggak emut penismu..”
“boleh Rin apa aja boleh anda sama-sama merasakan..”
Hendra diraba saya yang memainkannya, saya kocok penisnya sembari mulutku dia penisnya. Nggak lama menjadikan penis Hendra berdiri, mengecup banget deh. Saya mengulum dengan nampak, penis yang panjang hal yang demikian tak masuk sepenuhnya di mulutku,
“ahhhhh..ahh Rinn” Desahan Hendra sambil mengurangi kepalaku agar lebih dalam mengulum penisnya.
Sebab paling sampai Hendra sampai kuasa enak terbit kembali tak itu. “croooottt..crooooott…” mengairi mulutku, tak sedikit dan tak banyak asin saya telan tak. Kenikmatan tersendiri bagiku merasakan tak pria. Saya dan ia sampai aku telah paling capek. Kita rehat berdua di ranjang dengan posisi masih telanjang.
Tangan Hendra tak lepas dari dekapan ia terus memelukku mencengkeram payudaraku seakan tak inginkan saya tinggalkan. Sampai anda tertidur pulas, alarm berbunyi ideal jam 5. Saya membangkitkan Hendra guna mandi. Saya dan ia mandi bersama di bath up, disitu anda aku sempet ngeseks di air. Sesudah hal yang demikian saya bergegas membangkitkan Bik Sumi guna pulang.
Jam 8 anda chek in dari villa, saya melowongkan pergi ke taman biar putriku bermain disana. Waktu kian senja saya menagajak Hendra pulang. Sepanjang perjalanan kembali saya terus menilik kejadian semalam. Semenjak ketika hal yang demikian saya menjalin tersebut dengan Hendra. Bik Sumi juga tau hubunganku, karena Hendra tak jarang menginap di rumahku. Perselingkuhan berjalan hingga Mas Seno meninggal dunia dan saya menikah sampai dengan Hendra.
Kenangan Sex Di Masa Sma Dulu
AgenPlaytech-Siang itu suasana di salah satu SMU negeri di Denpasar amat hiruk-pikuk oleh ramainya pengumuman bagi siswa kelas 3 yang akan mengakhiri hari terakhir mereka di sekolah tercinta. Salah seorang gadis yang berbaju abu-abu dengan rambut panjang ikut serta berjubel diantara kerumunan murid-murid lainnya. Ia bernama Udiyani siswa kelas 3 jurusan pariwisata, dengan tinggi yang 169 cm mempermudah bagi dirinya untuk memperhatikan papan pengumuman, tanpa seharusnya berada di kerumunan paling depan.
Udiyani ialah pacarku dikala saya masih berprofesi di sebuah travel agent di Bali, sebelum saya pindah ke Lombok untuk menjadi pemain musik di restoran. Dengan senyum kemenangan ia mendatangi saya yang sedang berdiri tidak jauh dari daerah parkir sepeda motor.
“Mas Adiet.. Saya lulus..,” teriaknya sembari memeluk saya.
Sesudah saya sambut dengan mengulurkan tangan dan mendekapnya erat.
“Syukur deh.. Sayang kau dapat lulus” ujarku ikut serta senang.
judi bola-Pantas agenda sebelum acara pengumuman, Udiyani mengajaku ke Kintamani sekiranya ia lulus. Sebagai ungkapan kegembiraannya atas berhasilnya ia menuntaskan masa SMU dengan bagus.
Tanpa menunggu waktu lagi saya dan Udiyani berangkat ke Kintamani, yang kebetulan siang itu udaranya cukup segar dan memang sebagai lokasi tamasya yang menawarkan panorama alam pegunungannya, Kintamani senantiasa adem, apalagi memasuki senja dinginnya hingga menikam tulang.
Di Baca Juga : Kecanduan Sex Dengan Adik Kandung Ku
Dengan mengendarai motor, saya mengerjakannya tanpa perlu terburu-buru, sebab saya nggak berkeinginan melewatkan ketika-ketika terindah berdua terlewatkan seperti itu saja. Tangan Udiyani memeluk pinggangku erat, adakalanya ia mencumbu belakang telingaku mesra. Tanpa terasa penisku yang berlapiskan celana jeans biru kesukaanku bergerak perlahan, menggambarkan gejolak kelakianku mulai terpengaruh dengan adanya cumbuan-cumbuan Udiyani yang lembut.
Perjalanan ke Kintamani lewat jalan yang berliku-liku, dikanan jalan ada panorama danau bedugul yang amat menawan dengan airnya yang bening, namun sayang petang itu udaranya agak berkabut, sehingga mengganggu jarak pandang kita.
DI Baca Juga : Main Dengan Putri Keraton
Saya dan Udiyani mempertimbangkan untuk stop sesaat, sambil merasakan udara petang itu di Sebuah restoran kecil di tepian jalan yang panoramanya lantas menghadap ke Danau Bedugul. Sambil mengorder minuman hangat, saya mengeluarkan sebatang rokok kesukaanku dan menyalakannya sesaat, sebelum saya menghisapnya dalam-dalam.
Saya dan Udiyani Duduk memilih duduk di daerah yang agak ke pojok, sebab kebetulan juga tempatnya cukup menguntungkan buat merasakan panorama ke Danau. Sesudah menunggu sebagian ketika minuman orderan kita malahan datang. Tanpa menunggu sebagian ketika, sebelum pelayan pergi Udiyani telah secara khusus dahulu meminumnya hal ini di karenakan udara pegunungan yang berkabut telah mulai terasa menikam tulang belulang.
Dengan lembut saya memeluk Udiyani yang nampaknya mulai kedinginan.
“Kau kedinginan sayang?” Tanyaku
“Iyah nih Mas..” katanya perlahan.
Sambil memeluk Udiyani saya membisikan kata-kata mesra.
“Adiet hangatkan yah sayang..!” kataku lembut di belakang alat pendengaran.
Udiyani cuma tersenyum manis, tanpa berkomentar sambil mengedipkan matanya petunjuk sepakat. Udara sepertinya amat menyokong sekali sehingga saya dan Udiyani kian rapat berpelukan. Saat ada keheningan sesaat diantara obrolan kita, tidak pernah saya melewatkan untuk mencium bibir Udiyani yang ranum tanpa terpoles lisptick.
“Ohh.. Mas..” desahnya dikala ciuman lembutku mengantarkannya menjulang.
Kemesraan kita di restoran tidak berlangsung lama, dikarenakan hari mulai memasuki senja. Sesudah membayar minuman yang kita pesan, saya menggandeng tangan Udiyani dengan mesra untuk meninggalkan restoran dan mencari penginapan di sekitar Kintamani yang memang telah dekat dari restoran hal yang demikian.
Tidak lama bersela saya menemukan sebuah hotel yang tempatnya seperti itu layak berdasarkan kita berdua.
Di Hotel itu tersedia restaurant yang pada malam harinya memperkenalkan acara live accustic musik.
Sengaja saya memilih Hotel yang ada fasilitasnya seperti itu, sebab saya juga pemain musik di restoran yang posisiku di band pemegang rythm sekalian vokal.
Sesudah urusan dengan resepsionist selesai, saya mengajak Udiyani berjalan ke arah kamar. Kamar kami amat romantis, di depan ada taman dan pancuran air kecil dari sumber mata air sekitar Kintamani dan ada daerah duduknya yang di hiasi lampu temaram. Di dalam kamar saya lantas rebahan di daerah tidur, sebab perjalanan kita dari denpasar sedikit melelahkan membikin pegal-pegal di persendian.
“Mas.. Saya berkeinginan mandi dahulu yah,” katanya.
“Ntar keburu kedinginan, kini aja mulai terasa nih udaranya,” sahutnya lagi.
“Bila seperti itu kita sekaligus aja mandi bareng,” godaku.
“Boleh.. Siapa takut..” tantangnya kemudian.
Dengan berlari kecil saya mengejar Udiyani yang telah hingga di depan kamar mandi. Setibanya di dalam kamar mandi, saya lantas membuka kaosku dan cuma mengenakan celana pendek.
“Sayang.. Ini kan hari senang kau sesudah kau lulus” kataku kemudian.
“iya saya tahu itu.. Langsung mengapa sayang?”tanya Udiyani mesra.
“Saya berharap memanjakan kau dengan metode memandikan kau mulai dari menggosok semua tubuh kau, menyabuninya dan menyirami dengan shower,” kataku lagi.
“Muachh..” langsung Udiyani mencium bibirku lembut.
“Makasih sayang.. Kau telah manjain saya,” sahutnya lagi.
Dengan lembut saya mulai membuka seragam SMU Udiyani yang masih dikenakan ketika itu. Di mulai dari hemnya saya buka kancing atasnya secara pelan, sambil saya memandangi wajahnya yang manis serta dengan senyumnya yang penuh pesona. Sesudah kancing kedua saya buka, karenanya terpampanglah estetika bukit payudaranya yang berukuran 36b itu mencuat keluar kontras dengan branya yang berwarna hitam. Saya memecahkannya dengan kancing terakhir, sembari saya mencium kecil bukit payudaranya yang lembut.
Tinggallah rok abu-abunya yang belum saya sentuh. Sesaat saya mencium kembali bibirnya yang menantang dengan sorot matanya yang pasrah. Kembali dengan pelan saya membuka rok Udiyani, yang saya awali dengan menurunkan ziper di belakangnya.
“Srett..” suara ziper roknya dikala saya turunkan.
Dengan sekali rengkuh, terlepaslah rok Udiyani meraba lantai. Udiyani ketika itu mengenakan CD warna hitam juga, yang dikombinasikan renda di pinggir dan di komponen tengahnya, sehingga terpampanglah dengan transparan rerumputan hitam lebat via renda Cdnya.
Dengan kedua tangan saya melanjutkam menurunkan CD hitamnya dan terpampanglah panorama yang membikin saya menelan air liur sebagian ketika dan membikin kelakianku terpengaruh. Celana pendek yang saya kenakan sudah nampak sebelum saya melucuti bajunya, ditambah lagi kini ia telah telanjang bulat di depanku.
Dengan lembut saya mulai menyiramkan air dari shower ke semua tubuhnya. Sesudah saya lanjutkan dengan mulai menyabuni punggungnya, pinggulnya yang bahenol, serta betisnya yang tahapan. Sesudah membikin Udiyani menggelinjang perlahan.
“Ohh.. Mas..” desahnya perlahan.
Sesudah komponen belakang selesai saya sabuni, tinggallah komponen depan yang membikin kelakianku kian menggelegak. Saya mulai menggosok komponen lehernya secara khusus dulu, sebab saya tahu, komponen ini yakni komponen yang cukup peka di samping komponen peka yang lainnya yang ada di tubuh Udiyani.
Sesudah tanganku mulai menyentuh sedikit demi sedikit leher tahapan nan mulus miliknya, dengan telapak tanganku yang penuh dengan busa sabun. Saya terdengar desahan lembut Udiyani yang merasakan tiap-tiap gerakan tanganku yang menyusuri permukaan kulit halusnya.
“Ohh.. Mas,” desahnya lembut.
Kemudian tanganku bergerak turun ke arah dadanya yang membusung dan licin sembari kembali menuangkan sabun cair di sekitar payudaranya sekalian ke putingnya yang mulai nampak keras. Sengaja gerakan tanganku di dadanya sedikit melambat, hal ini saya lakukan sekalian menyabuni dan menstimulus payudaranya secara lembut.
Kembali desahan lembut terdengar olehku.
“Ohh.. Mas.. Teruskan”desahnya dengan mata terpejam.
Sesudah cukup bermain di komponen dadanya, kembali tanganku bergerak turun ke arah perutnya yang datar yang cuma sebagian ketika lamanya. Dan usai di tempat yang berambut lebat nan hitam, namun tersusun dengan rapi menyerupai wujud CD. Saya menuangkan sedikit shampoo ke tanganku, kemudian saya lanjutkan dengan menggosok bukit vaginanya dengan lembut. Sesudah tanganku meraba clitorisnya lembut yang memunculkan sensasi tersendiri buat Udiyani.
“Ssshshshshsh..” desisnya perlahan.
Tidak lama saya lanjutkan untuk menggosok untuk lebih ke bawah lagi merupakan di komponen pangkal pahanya yang mulus dan saya menuntaskan tugas terakhir memandikannya di komponen betisnya yang bak bulir padi itu. Sesudah segala komponen tubuh Udiyani penuh dengan busa sabun, kembali saya menyiraminya dengan gagang shower ke semua permukaan tubunya untuk tahap akhir, sebelum saya mencumbu tubuhnya.
“Thanks ya.. Mas.. telah di manjain,” katanya perlahan.
“Dengan bahagia hati kok sayang.. Saya lakukan buat kau,” jawabku mesra.
Kemudian saya memeluk tubuh Udiyani mesra, sembari membimbingya untuk duduk di pinggiran bathtub.
Dan berikutnya saya nyalakan kran airnya. Sembari menunggu airnya penuh, saya jongkok di depannya yang lagi duduk sembari menaikkan salah satu kakinya di pinggiran bathtub. Lidahku mencumbu semua permukaan kakinya yang kemudian saya lanjutkan dengan menghisap lembut jemari kakinya yang lentik dan wangi itu.
Udiyani terpejam mendapatkan perlakuanku yang seperti itu lembut, sehingga melambungkan nafsunya yang memang telah amat terstimulus semenjak permulaan. Lidahku begerak naik menyusuri betisnya yang tahapan dan usai di pahanya yang mulus. Gerakan lidahku kian liar melainkan lembut, sesudah hingga di pangkal pahanya. Saya menjulurkan lidahku kembali ke arah lekukan pangkal pahanya dan hal ini berdampak sekali untuk tubuh Udiyani mendapatkan stimulus dariku.
Dengan kedua tanganku saya mulai menyibak vaginanya yang wangi-wangiannya khas sekali, dan kemudian saya julurkan lidahku yang berair ke permukaan clitorisnya yang mulai nampak perlahan. Kembali tubuh Udiyani mengelinjang perlahan penuh kenikmatan mendapatkan perlakuan ini.
“Hekk.. Sshh.. Mas,” desahnya tidak teratur.
Saya tahu jikalau Udiyani seperti itu merasakan dan suaranya parau melainkan terdengar cukup sensual. Sesudah dengan gerakan mantap saya julurkan lidaku menerobos liang vaginanya yang mulai berair oleh lendir kenikmatan yang keluar dari vaginanya. Tiba-tiba gerakan tangan Udiyani seperti itu pesat merengkuh belakang kepalaku dan menariknya untuk lebih dalam ke permukaan vaginanya.
“Ohh.. Mas.. Saya berkeinginan keluar,” teriaknya kecil.
Tanpa stop gerakan lidahku terus menerobos kian ke dalam dan ini memunculkan sensasi yang lebih hebat untuknya dan di akhiri dengan teriakannya yang panjang.
“Ohh.. Mass..” Udiyani mendesah lembut.
Sesudah menempuh orgasmenya yang kesekian kalinya, saya memberikan peluang buatnya untuk rehat sebentar, sambil saya berdiri menutup kran air yang terbukti telah penuh. Kemudian saya berjalan ke pinggiran bathtub dan duduk disamping Udiyani untuk mencumbunya kembali. Sesudah tubuh Udiyani merosot ke bawah ke arah selangkanganku dan dengan gerakan lembut mulutnya melahap ujung penisku yang memang telah amat keras dari permainan permulaan.
Lidahnya bermain dengan perpaduan hisapan dan liukan ujungnya di rongga mulut miliknya yang imut. Saya mendesah lembut mendapatkan perlakuannya ini.
“Ohh.. Sayang.. Perlahan sekali,” desahku dengan napas terbendung.
Sesudah dengan lembut saya angkat tubuhnya dan memeluk pinggangnya untuk membelakangiku. Dengan lembut tanganku meremas payudaranya dari belakang dan menarik tubuhnya untuk mengambil posisi duduk. Udiyani melebarkan kakinya sembari jemari tangannya yang lentik mengendalikan batang penisku dan menasihatinya ideal di lubang vaginanya yang telah berair oleh lendir. Sesudah Udiyani menurunkan pinggulnya secara lembut, karenanya melesaklah semua batang penisku yang telah menempuh ereksi optimal.
“Ohh.. Shhss,” desah kami beriringan.
Sesudah penisku menembus komponen dalam vaginanya. Tanganku kembali meremas kedua payudaranya dari belakang dan lidahku menjilati punggungnya yang penuh dengan butir-butir air. Jemari tanganku yang kiri memilin ujung putingnya yang keras dan ini membikin bibirnya mendesah perlahan.
“Ssshh..” desahnya penuh erotis.
Sementara tangan kananku menarik wajahnya mendekat ke wajahku. Saya mengulum bibirnya yang masih terbuka membendung enak dengan lembut. Udiyani tidak tinggal membisu dengan menggerakkan pinggulnya memutar seirama dengan gerakan pinggulku yang menghujam vaginanya lebih dalam.
Desahan dan teriakan kecil diantara romansa kami adakalanya terdengar. Dan ini memunculkan kesan erotis tersendiri buat kita. Sesudah sebagian ketika lamanya adegan ini berlangsung. Tiba-tiba tubuh Udiyani bergetar dan kian pesat gerakan pinggulnya.
“Mas.. Saya berkeinginan keluar,” teriaknya.
“Kita keluarkan bersama sayang..” sahutku
“Saya juga berkeinginan keluar nih,” timpalku lagi.
Kembali tanganku menarik wajahnya dan mengulum bibirnya dengan lembut. Dan tanganku satunya memilin ujung puting payudaranya. Dengan erat saya memeluk tubuhnya seperti itu saya menikmati cairan hangat menyirami batang penisku. Dan tidak berlangsung lama penisku juga menyemburkan air mani ke dalam rongga vaginanya.
“ohh.. Mass.. Saya keluar,” teriaknya bergetar.
“Saya juga.. Sayangg..” dengan napas tidak teratur.
Masih dengan posisi saya memeluk tubuhnya dari belakang saya mengulum bibirnya kembali hingga tetes terakhir spermaku dan di akhiri dengan mengecilnya penisku di dalam organ intim wanita Udiayani. Percintaanku dan Udiyani berlangsung kembali sesudah acara makan malam di restoran yang malam itu pengunjungnya cukup ramai.
Selama makan malam berlangsung saya memilih meja yang meghadap lantas ke pentas dan ada di deretan tengah agak di ujung. Di atas meja saya nyalakan sebatang lilin untuk mengantar makan malam kami. Malam itu kian berkesan buat Udiyani, sebab saya mendonasikan sebuah nyanyian karanganku di acara live musik di restoran hal yang demikian untuk dirinya yang sengaja khusus buat dirinya.
Begitulah kisah cintaku yang hingga ketika ini saya masih menyimpanya di dalam hati sebagai kenangan yang manis di dalam hidupku.
Saya Anis, kembali akan berdonasi suatu kisah perihal sepasang suami istri yang baru saja menikah lalu tinggal di suatu tempat pegunungan yang jauh dari keramaian dengan kemauan supaya mereka dapat terhindar dari pergaulan, bahaya lalu lintas dan kesalahpahaman dengan orang lain. Di samping itu, dia juga menghindarkan istrinya dari gangguan laki-laki lain yang menyukainya sebab istrinya betul-betul indah sehingga jadi rebutan di kampung asalnya.
Mereka berdua hidup dalam kesunyian, tapi dia tak kesusahan makanan sebab kecuali dia berkebun dan bertani, juga dia rajin ke sungai untuk menangkap ikan sebagai lauknya. Sebagian bulan kemudian, sang istri mulai mengidam, sehingga memerlukan makanan tertentu pantas selera dan kemauannya sebagaimana layaknya perempuan lainnya yang mengidam.
Suatu hari, sang istri menonjol tak sedap perasaannya dan senantiasa emosional dampak dampak dari bayi dalam kandungan yang dikandungnya.
“Mas, boleh ngga meminta bantu sama kau?” tanya sang istri lembut.
“Soal apa dinda?” sang suami balik bertanya dengan lembut pula.
“Saya berharap sekali makan kepiting, Mas. Boleh ngga Mas mencarikan saya?”
“Wah, wah, wah, bagaimana mungkin kita dapat menerima kepiting di puncak gunung seperti ini?” kata sang suami.
“Bantu cari donk. Berusahalah. Pasti Mas dapat menemukannya. Apabila saya nggak permasalahan, namun yang ini nih,” desak sang istri sambil menunjuk bayi dalam kandungan yang ada dalam perutnya.
Sesudah dia menemukan suatu lubang yang agak besar dan dalam, dia lalu memasukkan tangannya ke dalam lubang itu. Malah mencoba mengeluarkan air dan lumpurnya sampai lubang itu bertambah besar dan dalam, hingga-hingga semua badannya dapat masuk. Suluruh tubuhnya berair kuyup dengan lumpur bercampur peluh sebab dia merasa penasaran dan yakin sekali seandainya dalam lubang itu ada kepitingnya.
Dia gemetar betul-betul ketakutan sehingga dengan tanpa sengaja kencingnya menetes keluar lewat kontolnya yang tergantung lemas.
“Wah, ini ada buah-buahan langka dan nampak cantik sekali” sang suami itu mendengar bunyi dari salah seorang yang kakinya nampak itu. Malah orang itu sempat menyentuh dan menarik-narik kontol sang suami yang dikiranya buah-buahan, sehingga sang suami itu kian ketakutan sampai menyebabkan air kencingnya tambah banyak keluar. Dia tidak berharap bergerak sebab takut dikenal seandainya dia yaitu manusia.
“Buah apa itu sahabat?” tanya salah seorang dari mereka yang berdiri itu sambil turut membatasi dan menarik-narik buah tergantung itu.
Kok demikian itu Mas. Ada apa? Mengapa lari seperti orang ketakutan? Mana kepitingnya?” Pertanyaan sang istri bertubi-tubi pada sang suami, tapi dia konsisten belum cakap menjawab sebab betul-betul lelah dan ketakutan.
“Mm.. maaf dinda, saya tak sukses menangkap kepitingnya” jawab sang suami dengan napas terengah-engah.
“Mengapa Mas? Ada permasalahan apa di sungai?” desak sang istri.
“Anu.. Anu dinda. Susah dicokok sebab lubangnya terlalu dalam. Setelah saja yah,” rayu sang suami pada istrinya.
“Masa cuma kepiting tidak dapat dicokok. Apabila gitu kita gantian saja. Mas jaga rumah dan aku yang akan menangkap kepitingnya” ujar sang istri tak tabah.
Setibanya di sungai hal yang demikian, sang istri turun dan hasilnya menemukan lubang yang baru saja disantroni suaminya. Dia juga merasa penasaran dan yakin seandainya dalam lubang itu ada kepitingnya, sehingga buru-buru dia melepaskan semua bajunya supaya tak dekil lalu masuk ke lubang itu dengan posisi seperti posisi suaminya tadi sewaktu dalam lubang. Belum sempat dia memasukkan tangannya ke lengang-lubang kecil yang ada dalam lubang besar itu, tiba-tiba dia mendengar bunyi orang sedang bicara, malah kedengarannya berjalan menuju ke arahnya.
“Wah, celaka sahabat. Kita didahului orang lain. Buah busuk-busuk itu telah tak ada di tempatnya. Rasanya baru saja dipetik orang lain dengan mengaplikasikan pisau tajam. Dia nyatanya” kata salah seorang dari mereka yang berdiri persis di dekat bokong sang istri itu sambil menyentuh, mengelus dan menikam-nusuk lubang genitalia sang istri sebab dianggapnya sebagai bekas petikan/potongan buah tadi.
Kedua orang hutan itu tak ragu lagi seandainya baru ‘buah’ itu baru saja dipetiknya sebab sewaktu dia menyentuh tempatnya, dia menikmati sedikit berair, berlubang dan halus seperti bekas potongan pisau tajam.
“Untung saja vaginaku halus, mulus, putih tanpa ditumbuhi bulu sehelaipun, sehingga mereka tak curiga seandainya itu yaitu daging montok wanita yang sedang berair sebab ketakutan sehingga mengeluarkan air kencing”, demikian pikir sang istri.
“Ayo sahabat, kita cari dan kejar si pemetik buah cita-cita kita itu. Dia pasti belum jauh dari daerah ini, sebab bekas petikannya masih berair dan getahnya masih menetes” ajak salah seorang dari orang hutan itu.
Kamu mereka langsung pergi dan setuju mencari orang yang dicurigai sudah memetik buah busuk-busuk cita-cita mereka itu.
“OK, kita bagi target. Dia ke kiri dan saya ke kanan. Dia pasti masih berada di sekitar sini sebab bau buah-buahan itu masih betul-betul terasa busuknya”. Kata orang hutan yang satunya lagi seperti yang didengar oleh sang istri dikala keduanya baru saja meninggalkan lubang kepiting itu.
Pikir sang istri, bau busuk itu tentunya yaitu bau kentut. Sesudah itu, sang istri terburu-buru keluar lalu pergi meninggalkan lubang itu sambil berlari menenteng bajunya. Setibanya di rumah, keadannya persis sama dengan situasi suaminya dikala mengalami hal serupa. Dia tidak cakap berkata-kata dan susah dia membeberkan kejadian tadi. Mereka saling menyembunyikan apa yang dialaminya di sungai tadi, sedangkan dalam hati mereka saling curiga perihal kemungkinan kejadian yang sama.
Keesokan harinya, sang suami bersama sang istri setuju untuk berangkat bersama-sama ke sungai mencari kembali kepiting dengan keyakinan seandainya kedua orang hutan kemarin itu tak bakal via di situ lagi sebab buah impiannya telah dianggap tak ada lagi. Keduanya segera menuju ke lubang yang masih diyakini ada kepitingnya.
“Mas, coba sekali lagi. Dia saja yang masuk biar aku yang jaga di luar seandainya-seandainya ada orang yang mengamati kita. Sebaiknya buka saja bajunya Mas biar tak dekil” kata sang istri dikala mereka hingga di dekat lubang itu.
“Bagaimana Mas? Saya bisa kepitingnya?” tanya sang istri pada suaminya sambil membungkuk untuk mengamati situasi suaminya dalam lubang.
“Belum dinda, namun telah hampir kutemukan. Sabarlah sejenak dinda”
“Dia kepitingnya Mas. Jika telah menangkapnya” canda sang istri sambil membatasi dan menarik-narik benda yang tergantung di selangkangan sang suami sambil mengakak terbahak-bahak.
Nampaknya sang istri tidak berharap melepas ‘kepiting’ yang dicokoknya itu, bahkan dia kian memainkannya, mengelus dan mengocoknya sampai kepitingnya itu kian keras, membengkak dan membikin pinggul sang suami bergerak-gerak.
“Sudahlah dinda. Jangan ganggu saya dahulu. Kepitingku itu tidak susah dicokok sebab akan datang sendiri ke rumah, malah sejenak di rumah pasti kuserahkan untuk kau makan sepuasnya” canda sang suami.
Saya sang suami telah tidak bendung lagi dipermainkan kontolnya sementara sang istri tidak berharap stop memainkannya, bahkan terlihat menginginkannya dikala itu, karenanya sang suami menentukan keluar dahulu.
“Apabila gitu kita gantian cari kepitingnya dinda. Saya kecapean” kata sang suami sambil keluar dari lubang itu dan digantikan oleh si istri sesudah dia juga menelanjangi dirinya sebab takut akan dekil bajunya.
“Dia yang jaga di luar yah Mas. Bilang seandainya ada orang lain yang mengamati kita, namun jangan variasi-variasi loh..,” kata sang istri.
Sesudah posisi sang istri sama dengan posisi sang suami tadi, tiba-tiba sang suami menyentuh-raba bokongnya lalu turun ke selangkangan dan terus ke genitalia sang istri dan memainkannya seperti halnya dia dipermainkan tadi.
“Wah, ini ‘kepiting’ betinanya telah kutangkap dinda. Suara sekali dan pasti enak dimakan. Boleh saya makan dinda?” tanya sang suami sambil mengelus dan menikam-nusuk lubang genitalia istrinya yang sedang menungging dalam lubang.
Sang istri menonjol menikmatinya dengan menggerak-gerakkan pinggulnya dalam lubang. Sementara sang suami yang semenjak tadi terstimulus dari dalam lubang tidak berharap stop memainkan, malah adakalanya mengecup dan menjilatinya lalu mengatakan seandainya dia sedang memakan kepitingnya mentah-mentah.
“Ayo Mas. Mana kepitingnya? Adu donk ‘kepiting’nya dengan ‘kepiting’ku” canda sang istri namun menonjol serius sebab memang dia betul-betul telah terstimulus.
Sang suami langsung menasihati mulut ‘kepiting’nya ke mulut ‘kepiting’ sang istri lalu mengadunya. Hasilnya namun pasti, kedua buah langka itu saling bersentuhan di mulut lubang kepiting. Mula-mula sungguh-sungguh susah masuknya sebab ‘kepiting’ sang istri agak masuk ke dalam, tapi sebab sang istri paham dan memang memerlukannya, karenanya bokongnya malahan terdorong sedikit keluar sehingga berada di luar lubang sampai sang suami betul-betul gampang memasukkan kepala ‘kepiting’nya ke dalam mulut ‘kepiting’ sang istri. Melainkan yang dimunculkan dari pertarungan antara kedua ‘kepiting’ langka itu, betul-betul cantik dan terang terdengar sebab berada di mulut lubang, apalagi sedikit berair sebab percampuran antara air khas ‘kepiting’ dengan air sungai serta air lumpur.
“Akhh.. Uuhh.. Ikkhh.. Ookkhh.. Eennakk. Nikkmat sekali kepitingnya Mas. Terus.. Teruss.. Ayo hantam teruss Mass” erang si istri tersentak-sentak sambil menggerak-gerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Si suami juga mengerang hal yang serupa.
Mungkin sebab sang istri sudah merasa lelah menungging, dia minta sang suami untuk stop bergerak sebentar, namun sang suami tak menghiraukannya. Kamu sang istri menarik bokongnya masuk lebih dalam sehingga ‘kepiting’ sang suami dengan sendirinya keluar dan lepas dari lubang ‘kepiting’ sang istri, malah perut sang suami dengan keras menghantam mulut lubang yang disantroni sang istri hal yang demikian. Setelah tidak lama sesudah itu, sang istri kembali menjulurkan keluar bokongnya dalam situasi terbalik yaitu tengadah dalam lubang, sehingga mempermudah sang suami memasukkan kembali ‘kepiting’nya ke dalam mulut ‘kepiting’ sang istri. Pertarungan malahan diawali kembali yang diiringi dengan musik khas yang keluar dari pertarungan kedua ‘kepiting’ itu.
“Decak.. Decukk.. Decikk.. Plagg.. Plugghh.. Pologg” bunyi itulah yang mewarnai kesunyian di sungai itu yang dibarengi pula dengan bunyi napas saling mengejar dari kedua mulut pasangan suami istri yang sedang mengidamkan kepiting itu.
“Maass.. Mass, ‘kepiting’ku berharap pipis” kata sang istri dikala sang suami dengan gencarnya menghentakkan ‘kepiting’nya keluar masuk ke mulut ‘kepiting’ sang istri tanpa menghiraukan kata-kata sang istri.
“Biar saja pipis, sebab ‘kepiting’ku juga berharap pipis, biar berbarengan saja” kata sang suami sambil konsisten mempercepat kocokannya dan menyentuh-raba serta meremas-remas kedua benda kenyal yang ada di dada sang istri, sedangkan tanpa memandangnya sebab lokasinya agak ke dalam.
“Nnikkmatnnya kepitingnya yach” secara serentak kedua pasangan itu tiba-tiba menyuarakan kalimat yang sama dikala ‘kepiting’ keduanya berbarengan mengeluarkan cairan hangat yang dianggapnya sebagai air pipis ‘kepiting’.
Kamu keduanya tergolek di tempatnya masing-masng. Sang suami tergolek di luar lubang sementara sang istri di dalam lubang. Sesudah terdiam sebentar, sang istri lalu keluar dan mengecup pipi dan bibir sang suami yang masih tergolek di pinggir sungai.
“Mas, ayo bangun. Kita pulang aja yuk. Kita telah tangkap dan nikmati kepitingnya. Saya telah puas sekali dan tidak bergairah lagi mencari kepiting beneran” kata sang istri sambil membangunkan suaminya dengan bunyi sedikit berbisik di kupingnya.
“Wah kita terlalu jauh mencari kepiting dinda, meskipun ada kepiting yang kita bawa masing-masing. Lebih enak lagi memakannya, malah tidak pernah habis. Ayo dinda, nanti di rumah kita makan lagi kepiting ini.. Ha.. Hha.. Hha” kata sang suami sambil menata kembali bajunya bersama sang istri lalu keduanya mengakak terbahak sambil berpelukan dan berkecupan, lalu kembali ke rumah.
di rumah, mereka kembali mengadu ‘kepiting’nya sebagian kali dengan posisi yang lebih membuatnya leluasa bergerak. dikala itu, sang istri tidak pernah lagi minta suaminya untuk mencari kepiting di sungai dan semenjak itu pula kemauannya kepada kepiting sungguhan sirna.
Mereka berdua hidup dalam kesunyian, tapi dia tak kesusahan makanan sebab kecuali dia berkebun dan bertani, juga dia rajin ke sungai untuk menangkap ikan sebagai lauknya. Sebagian bulan kemudian, sang istri mulai mengidam, sehingga memerlukan makanan tertentu pantas selera dan kemauannya sebagaimana layaknya perempuan lainnya yang mengidam.
Suatu hari, sang istri menonjol tak sedap perasaannya dan senantiasa emosional dampak dampak dari bayi dalam kandungan yang dikandungnya.
“Mas, boleh ngga meminta bantu sama kau?” tanya sang istri lembut.
“Soal apa dinda?” sang suami balik bertanya dengan lembut pula.
“Saya berharap sekali makan kepiting, Mas. Boleh ngga Mas mencarikan saya?”
“Wah, wah, wah, bagaimana mungkin kita dapat menerima kepiting di puncak gunung seperti ini?” kata sang suami.
“Bantu cari donk. Berusahalah. Pasti Mas dapat menemukannya. Apabila saya nggak permasalahan, namun yang ini nih,” desak sang istri sambil menunjuk bayi dalam kandungan yang ada dalam perutnya.
Sesudah dia menemukan suatu lubang yang agak besar dan dalam, dia lalu memasukkan tangannya ke dalam lubang itu. Malah mencoba mengeluarkan air dan lumpurnya sampai lubang itu bertambah besar dan dalam, hingga-hingga semua badannya dapat masuk. Suluruh tubuhnya berair kuyup dengan lumpur bercampur peluh sebab dia merasa penasaran dan yakin sekali seandainya dalam lubang itu ada kepitingnya.
Dia gemetar betul-betul ketakutan sehingga dengan tanpa sengaja kencingnya menetes keluar lewat kontolnya yang tergantung lemas.
“Wah, ini ada buah-buahan langka dan nampak cantik sekali” sang suami itu mendengar bunyi dari salah seorang yang kakinya nampak itu. Malah orang itu sempat menyentuh dan menarik-narik kontol sang suami yang dikiranya buah-buahan, sehingga sang suami itu kian ketakutan sampai menyebabkan air kencingnya tambah banyak keluar. Dia tidak berharap bergerak sebab takut dikenal seandainya dia yaitu manusia.
“Buah apa itu sahabat?” tanya salah seorang dari mereka yang berdiri itu sambil turut membatasi dan menarik-narik buah tergantung itu.
Kok demikian itu Mas. Ada apa? Mengapa lari seperti orang ketakutan? Mana kepitingnya?” Pertanyaan sang istri bertubi-tubi pada sang suami, tapi dia konsisten belum cakap menjawab sebab betul-betul lelah dan ketakutan.
“Mm.. maaf dinda, saya tak sukses menangkap kepitingnya” jawab sang suami dengan napas terengah-engah.
“Mengapa Mas? Ada permasalahan apa di sungai?” desak sang istri.
“Anu.. Anu dinda. Susah dicokok sebab lubangnya terlalu dalam. Setelah saja yah,” rayu sang suami pada istrinya.
“Masa cuma kepiting tidak dapat dicokok. Apabila gitu kita gantian saja. Mas jaga rumah dan aku yang akan menangkap kepitingnya” ujar sang istri tak tabah.
Setibanya di sungai hal yang demikian, sang istri turun dan hasilnya menemukan lubang yang baru saja disantroni suaminya. Dia juga merasa penasaran dan yakin seandainya dalam lubang itu ada kepitingnya, sehingga buru-buru dia melepaskan semua bajunya supaya tak dekil lalu masuk ke lubang itu dengan posisi seperti posisi suaminya tadi sewaktu dalam lubang. Belum sempat dia memasukkan tangannya ke lengang-lubang kecil yang ada dalam lubang besar itu, tiba-tiba dia mendengar bunyi orang sedang bicara, malah kedengarannya berjalan menuju ke arahnya.
“Wah, celaka sahabat. Kita didahului orang lain. Buah busuk-busuk itu telah tak ada di tempatnya. Rasanya baru saja dipetik orang lain dengan mengaplikasikan pisau tajam. Dia nyatanya” kata salah seorang dari mereka yang berdiri persis di dekat bokong sang istri itu sambil menyentuh, mengelus dan menikam-nusuk lubang genitalia sang istri sebab dianggapnya sebagai bekas petikan/potongan buah tadi.
Kedua orang hutan itu tak ragu lagi seandainya baru ‘buah’ itu baru saja dipetiknya sebab sewaktu dia menyentuh tempatnya, dia menikmati sedikit berair, berlubang dan halus seperti bekas potongan pisau tajam.
“Untung saja vaginaku halus, mulus, putih tanpa ditumbuhi bulu sehelaipun, sehingga mereka tak curiga seandainya itu yaitu daging montok wanita yang sedang berair sebab ketakutan sehingga mengeluarkan air kencing”, demikian pikir sang istri.
“Ayo sahabat, kita cari dan kejar si pemetik buah cita-cita kita itu. Dia pasti belum jauh dari daerah ini, sebab bekas petikannya masih berair dan getahnya masih menetes” ajak salah seorang dari orang hutan itu.
Kamu mereka langsung pergi dan setuju mencari orang yang dicurigai sudah memetik buah busuk-busuk cita-cita mereka itu.
“OK, kita bagi target. Dia ke kiri dan saya ke kanan. Dia pasti masih berada di sekitar sini sebab bau buah-buahan itu masih betul-betul terasa busuknya”. Kata orang hutan yang satunya lagi seperti yang didengar oleh sang istri dikala keduanya baru saja meninggalkan lubang kepiting itu.
Pikir sang istri, bau busuk itu tentunya yaitu bau kentut. Sesudah itu, sang istri terburu-buru keluar lalu pergi meninggalkan lubang itu sambil berlari menenteng bajunya. Setibanya di rumah, keadannya persis sama dengan situasi suaminya dikala mengalami hal serupa. Dia tidak cakap berkata-kata dan susah dia membeberkan kejadian tadi. Mereka saling menyembunyikan apa yang dialaminya di sungai tadi, sedangkan dalam hati mereka saling curiga perihal kemungkinan kejadian yang sama.
Keesokan harinya, sang suami bersama sang istri setuju untuk berangkat bersama-sama ke sungai mencari kembali kepiting dengan keyakinan seandainya kedua orang hutan kemarin itu tak bakal via di situ lagi sebab buah impiannya telah dianggap tak ada lagi. Keduanya segera menuju ke lubang yang masih diyakini ada kepitingnya.
“Mas, coba sekali lagi. Dia saja yang masuk biar aku yang jaga di luar seandainya-seandainya ada orang yang mengamati kita. Sebaiknya buka saja bajunya Mas biar tak dekil” kata sang istri dikala mereka hingga di dekat lubang itu.
“Bagaimana Mas? Saya bisa kepitingnya?” tanya sang istri pada suaminya sambil membungkuk untuk mengamati situasi suaminya dalam lubang.
“Belum dinda, namun telah hampir kutemukan. Sabarlah sejenak dinda”
“Dia kepitingnya Mas. Jika telah menangkapnya” canda sang istri sambil membatasi dan menarik-narik benda yang tergantung di selangkangan sang suami sambil mengakak terbahak-bahak.
Nampaknya sang istri tidak berharap melepas ‘kepiting’ yang dicokoknya itu, bahkan dia kian memainkannya, mengelus dan mengocoknya sampai kepitingnya itu kian keras, membengkak dan membikin pinggul sang suami bergerak-gerak.
“Sudahlah dinda. Jangan ganggu saya dahulu. Kepitingku itu tidak susah dicokok sebab akan datang sendiri ke rumah, malah sejenak di rumah pasti kuserahkan untuk kau makan sepuasnya” canda sang suami.
Saya sang suami telah tidak bendung lagi dipermainkan kontolnya sementara sang istri tidak berharap stop memainkannya, bahkan terlihat menginginkannya dikala itu, karenanya sang suami menentukan keluar dahulu.
“Apabila gitu kita gantian cari kepitingnya dinda. Saya kecapean” kata sang suami sambil keluar dari lubang itu dan digantikan oleh si istri sesudah dia juga menelanjangi dirinya sebab takut akan dekil bajunya.
“Dia yang jaga di luar yah Mas. Bilang seandainya ada orang lain yang mengamati kita, namun jangan variasi-variasi loh..,” kata sang istri.
Sesudah posisi sang istri sama dengan posisi sang suami tadi, tiba-tiba sang suami menyentuh-raba bokongnya lalu turun ke selangkangan dan terus ke genitalia sang istri dan memainkannya seperti halnya dia dipermainkan tadi.
“Wah, ini ‘kepiting’ betinanya telah kutangkap dinda. Suara sekali dan pasti enak dimakan. Boleh saya makan dinda?” tanya sang suami sambil mengelus dan menikam-nusuk lubang genitalia istrinya yang sedang menungging dalam lubang.
Sang istri menonjol menikmatinya dengan menggerak-gerakkan pinggulnya dalam lubang. Sementara sang suami yang semenjak tadi terstimulus dari dalam lubang tidak berharap stop memainkan, malah adakalanya mengecup dan menjilatinya lalu mengatakan seandainya dia sedang memakan kepitingnya mentah-mentah.
“Ayo Mas. Mana kepitingnya? Adu donk ‘kepiting’nya dengan ‘kepiting’ku” canda sang istri namun menonjol serius sebab memang dia betul-betul telah terstimulus.
Sang suami langsung menasihati mulut ‘kepiting’nya ke mulut ‘kepiting’ sang istri lalu mengadunya. Hasilnya namun pasti, kedua buah langka itu saling bersentuhan di mulut lubang kepiting. Mula-mula sungguh-sungguh susah masuknya sebab ‘kepiting’ sang istri agak masuk ke dalam, tapi sebab sang istri paham dan memang memerlukannya, karenanya bokongnya malahan terdorong sedikit keluar sehingga berada di luar lubang sampai sang suami betul-betul gampang memasukkan kepala ‘kepiting’nya ke dalam mulut ‘kepiting’ sang istri. Melainkan yang dimunculkan dari pertarungan antara kedua ‘kepiting’ langka itu, betul-betul cantik dan terang terdengar sebab berada di mulut lubang, apalagi sedikit berair sebab percampuran antara air khas ‘kepiting’ dengan air sungai serta air lumpur.
“Akhh.. Uuhh.. Ikkhh.. Ookkhh.. Eennakk. Nikkmat sekali kepitingnya Mas. Terus.. Teruss.. Ayo hantam teruss Mass” erang si istri tersentak-sentak sambil menggerak-gerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Si suami juga mengerang hal yang serupa.
Mungkin sebab sang istri sudah merasa lelah menungging, dia minta sang suami untuk stop bergerak sebentar, namun sang suami tak menghiraukannya. Kamu sang istri menarik bokongnya masuk lebih dalam sehingga ‘kepiting’ sang suami dengan sendirinya keluar dan lepas dari lubang ‘kepiting’ sang istri, malah perut sang suami dengan keras menghantam mulut lubang yang disantroni sang istri hal yang demikian. Setelah tidak lama sesudah itu, sang istri kembali menjulurkan keluar bokongnya dalam situasi terbalik yaitu tengadah dalam lubang, sehingga mempermudah sang suami memasukkan kembali ‘kepiting’nya ke dalam mulut ‘kepiting’ sang istri. Pertarungan malahan diawali kembali yang diiringi dengan musik khas yang keluar dari pertarungan kedua ‘kepiting’ itu.
“Decak.. Decukk.. Decikk.. Plagg.. Plugghh.. Pologg” bunyi itulah yang mewarnai kesunyian di sungai itu yang dibarengi pula dengan bunyi napas saling mengejar dari kedua mulut pasangan suami istri yang sedang mengidamkan kepiting itu.
“Maass.. Mass, ‘kepiting’ku berharap pipis” kata sang istri dikala sang suami dengan gencarnya menghentakkan ‘kepiting’nya keluar masuk ke mulut ‘kepiting’ sang istri tanpa menghiraukan kata-kata sang istri.
“Biar saja pipis, sebab ‘kepiting’ku juga berharap pipis, biar berbarengan saja” kata sang suami sambil konsisten mempercepat kocokannya dan menyentuh-raba serta meremas-remas kedua benda kenyal yang ada di dada sang istri, sedangkan tanpa memandangnya sebab lokasinya agak ke dalam.
“Nnikkmatnnya kepitingnya yach” secara serentak kedua pasangan itu tiba-tiba menyuarakan kalimat yang sama dikala ‘kepiting’ keduanya berbarengan mengeluarkan cairan hangat yang dianggapnya sebagai air pipis ‘kepiting’.
Kamu keduanya tergolek di tempatnya masing-masng. Sang suami tergolek di luar lubang sementara sang istri di dalam lubang. Sesudah terdiam sebentar, sang istri lalu keluar dan mengecup pipi dan bibir sang suami yang masih tergolek di pinggir sungai.
“Mas, ayo bangun. Kita pulang aja yuk. Kita telah tangkap dan nikmati kepitingnya. Saya telah puas sekali dan tidak bergairah lagi mencari kepiting beneran” kata sang istri sambil membangunkan suaminya dengan bunyi sedikit berbisik di kupingnya.
“Wah kita terlalu jauh mencari kepiting dinda, meskipun ada kepiting yang kita bawa masing-masing. Lebih enak lagi memakannya, malah tidak pernah habis. Ayo dinda, nanti di rumah kita makan lagi kepiting ini.. Ha.. Hha.. Hha” kata sang suami sambil menata kembali bajunya bersama sang istri lalu keduanya mengakak terbahak sambil berpelukan dan berkecupan, lalu kembali ke rumah.
di rumah, mereka kembali mengadu ‘kepiting’nya sebagian kali dengan posisi yang lebih membuatnya leluasa bergerak. dikala itu, sang istri tidak pernah lagi minta suaminya untuk mencari kepiting di sungai dan semenjak itu pula kemauannya kepada kepiting sungguhan sirna.
Bermain sex dengan teman ibu saya
Agen Poker - Panggil saja saya Beni, dahulu saya memiliki kategori belajar yang senantiasa rutin belajar di salah satu rumah sahabat kami, Faris. Saya, Faris, Yadi dan Boby. Tiap-tiap ada tugas atau akan ulangan kami berempat senantiasa belajar kategori hingga menginap, sebab pada dikala itu, si kecil kelas satu masuk sekolah pada siang hari.
Temanku yang bernama Faris dari keluarga yang dapat dibilang kaya dibanding sahabat-sahabat yang lain. Ia yakni si kecil kedua dari 2 bersaudara alisa si kecil ragil. Ayahnya seorang pejabat Depkeu dan ibunya adalah dokter di salah satu RS ternama di kota S, kami umumnya memanggil dengan sebutan tante Imel. Seandainya belajar kami sampi malem otomatis kami bertiga menginap di rumah Faris. Bahkan kadang kami kerap kali diajak bertamasya sama keluarnya Faris.
Agen Slot - Rumah Faris terdiri dari dua lantai. Jika Faris telah tidur di kamarnya yang berada di lantai bawah, kami bertiga kerap kali mendiskusikan kakaknya yang bernama Mela. yang kami diskusikan tak lain yakni wajah ayunya serta body seksi yang disertai kulit putih mulus terawat. Tetapi anehnya, saya malahan berminat memperhatikan tante Imel, yang usianya kaprah-kaprah 40tahun. Jika memperhatikan tante Imel muncullah impian fantasi sesku yang membikin darahku berdesir tidak menentu. Berhubung tante Imel adalah ibu kandung dari sahabat baikku jadi saya cuma dapat berimajinasi dan hanya dapat memendam rasa ini, saya tak berani cerita pada orang lain.
Semua member kelurga Faris penyuka olahraga, karenanya tiap-tiap pekan senantiasa diisi dengan kesibukan berolahraga. Terutamanya olahraga tenis. Kebetulan saya juga piawai dalam bidang tenis, karenanya saya senantiasa diajak bermain tenis bersama.
Di Baca Juga : Sex Bebas Seorang Anak Kuliahan Di Kampus
Saya yang dianggap paling pintar, karenanya saya kerap kali dipasangkan dengan tente Imel seandainya bermain double. Tante Imel mempunyai body yang proporsional dengan tinggi badan sekitar 167cm, baju yang dikenakan tante Imel sewaktu bermain tenis memang senantiasa seksi. Dengan menerapkan rok pendek serta atasan teladan tank top. Kami kerap kali berpelukan serta bersentuhan seandainya kami memenangkan permainan. Dan itu membikin jantungku berdegub tidak menentu serta muncul impian sex kepada tante Imel. Kadang sesudah selesai olahraga, saya seketika masturbasi dengan membayangkan wajah dan tubuh tante Imel yang seksi.
Pada waktu malam pekan, sebab tidak mempunyai pacar saya menghabiskan malamku dengan berkeliling rumit memakai kendaraan beroda empat papaku sendirian. Seluruh temanku pada ngapel termasuk Faris. Ideal di depan rumah Faris, entah apa yang terjadi dengan kendaraan beroda empat yang kubawa tiba-tiba terbatuk-batuk seperti kehabisan BBM. Walaupun waktu itu hujan betul-betul lebatnya dan SPBU terdekat kaprah-kaprah 3km dari lokasi daerah mobilku mogok. Walhasil saya menetapkan untuk meminjam telpon di rumah Faris untuk menelpon papaku atau siapa saja untuk membantuku membelikan BBM.
Di Baca Juga : Hotnya Tubuh Semok Bu Ria
Sambil hujan-hujanan saya berlari menuju rumah Faris, demikian itu hingga diteras rumahnya, tampak suasananya sepi tidak ada kendaraan beroda empat atau terdengar bunyi dari dalam rumah membuktikan jika rumahnya sedang kosong. Padahal demikian itu saya konsisten saja mencoba memencet bel rumah 2x, namun tidak lama kemudian terdengar bunyi dari dalam rumah.
“Ya…siapa?”. Itu mendengar jawaban itu hatiku seketika berdegub sebab saya betul-betul ketahui dengan bunyi itu
“Beni, tante…maaf tante malem-malem ganggu. Saya kehabisan bensin di depan rumah tante dan berniat berharap pinjam telpon untuk menghubungi papa aku” jawabku.
Kemudian terdengar bunyi langkah menuju pintu dan dikala pintu terbuka tampaklah sesosok wanita separo baya yang tampak betul-betul cantik.
“Beni…malem-malem gini hujan-hujanan, ayo masuk dahulu, seketika masuk saja ke kamar Faris utnuk cari pakaian ganti, terus jika telah selesai ke ruang tengah ya biar tante buatin teh anget” kata tante Imel.
Di dalam kamar dan berganti pakaian, saya masih terbayang tante Imel yang pada waktu malam itu menggunmakan gaun tidur yang tipis yang menampakkan tubuh seksinya.
Itu selesai ganti pakaian saya seketika menuju ruang tengah seperti yang diperintah tante Imel. Kuminum teh hangat bikinan tente Imel, dan kemudian bertanya padanya,
“Kog sepi tante pada kemana?”
“Om, lagi ke rumah saudaranya yang sedang sakit, meskipun Mela tadi dijemput pacarnya berharap diajak jalan dan Faris kau tau sendiri donk kemana ia” jelas tante Imel.
“Kog tante gak ikut serta Om?” tnyaku penasaran.
“Kebetulan mbak Minah(asisten rumah tante Imel) sedang ijin pulang kampung, jadi tante patut jaga rumah deh” jawabnya.
“Oh iya tante, saya berharap pinjem telpon jadi lupa nih” kataku.
“Hahahaa…emang kau lagi mikiran apa kog jadi lupa jika berharap pinjam telpon” kata tante Imel sambil ngakak.
“Hehehee…gak mikir apa-apa kog tante?” jawabku agak malu.
Saya seketika saja menuju ruang keluarga dan lantas telpon ke rumahku namun sama sekali tidak ada jawaban. AKu mencobanya berulang kali konsisten saja tidak ada yang menjawab telponku. Dari belakang tiba-tiba terdengar bunyi tante Imel,
“Gak diangkat Ben?” tanyanya.
“Gak tante, mungkin telah pada tidur” jawabku.
“Ya udah kau tunggu Faris aja, sembari nemenin tante” katanya.
“Iya tante” jawabku singkat.
Kemudian tante Imel mengajakku ke duduk di sofa depan Layar. Sebelum saya sempat duduk di sofa, tante Imel berkata padaku,
“Oya Ben, aku donk ajarin tante tolong Cellin Dion yang My Heart Will Go On, jari-jari atnte masih kagok untuk nyanyiannya-pindah”
“Kapan tante?” tanyaku.
“Kini aja yuk, mumpung kau disini…” ajaknya.
Kami berdua lalu berjalan menuju piano dan duduk berdampingan di kamu piano yang tak terlalu besar. Sebab saya aku perpindahan jari-jari tangan otomatis saya senantiasa senantiasa jari tante Imel yang halus dengan kuku yang terawat dengan memegang. Denyut jantungku terasa makin berdegub apalagi ditambah menghirup bau parfum dari tubuh tante Imel yang membikin batang kontolku jadi mengeras secara membuat.
“Lhoh Ben pelan suaramu jadi bergetar gitu, kau kedinginan ya?” tanya tante Imel.
“Gakpap kok tante, saya cuma…” jawabku terpotong.
“Jangan-jangan kau gak berharap ngajarin tante ya? Atau mungkin kau ada kamu malam pekan dengan pacar kau?” tante tanye Imel penasaran.
“Saya belum punya pacar tante, gak kayak Faris dan yang lainnya” jawabku.
Indah tante Imel aku merapat padaku dan tiba-tiba kepalanya bersandar di bahuku dan ia bertanya padaku,
“Ben, pernah gak Faris bercerita padamu jika ayahnya punya istri lagi yang jauh lebih seksi dan muda dari tante, usianya 27tahunan kaprah-kaprah”
Baca Juga : Olin Remaja Mau Jelita
Mendengar itu saya jadi aku separo mati masak sih ayahnya Faris punya istri lagi walaupun menurutku tante Imel nyaris padahal.
“Masak sih tante, jika saya lihat sih tante sama om mesra-mesraan terus” kataku.
Lagi-lagi duduk tante Imel aku merapat padaku, tangannya diletakkan diatas pahaku dan dengan tak sengaja tanganya tidak batang kontolku yang meraba tadi makin mengeras saja, tante Imel sejak lalu berteriak kecil,
“Ah…”. Tante Imel seketika menatapku yang menunduk malu. Dengan wajah sendu dan sensual ia kembali bertanya padaku,
“Ben, jawab jujur yaaah, kau telah pernah telah intim belum?”
Dan dengan aku dan gugup saya menjawab, “Be..be…belum pernah tante”
“Aku gak jika tante ajarin…sebagai gantinya kau ngajarin tante main piano” katanya.
Saya tidak kuasa menjawab pertanyaan tante Imel tidak namun tiba-tiba tente Imel seketika menyosor mulutku secara liar. Lidahnya terus lantas menjilat segala seluruh mulutku. Setibanya cuma itu tangannya sejak terus meremas bahkan dan rambutku.
“Beni sayang, ayo kita pindah ke kamar aja yuk” ajaknya. Mendengar itu saya aku aku bercampur kaget sebab karena lagi saya dapat dapat kehangatan tubuh tante Imel yang telah lama saya idamkan.
Selanjutnya di kamar tante Imel seketika mendorongku ke kasur dan menindih badanku. Tidak tante Imel seketika melucuti pakaian tidurnya dan terbentanglah toket montok dengan puting kemerahan. Dalm pakaian masih bengong, tiba-tiba tangan tante Imel menarik tanganku dan seketika lantas ke arah toketnya. Tanpa menyia-nyiakan waktu, saya seketika meremas dengan halus sambil memilin putingnya yang makin tegak dan mengeras.
“Sssthhh…oohhh…terus Ben, puasin tante Ben…” racaunya. Sadar saya masih menerapkan pakaian kemudian tante Imel lantas melucuti segala pakaianku dan mengelus-elus selakanganku dan mulai meremas lembut batang kontolku.
“Burungmu besar juga ya Ben…boleh gak tante jilat?”
“Boleh saja jika tante berharap…”
Dengan beringas tante Imel seketika turun dan mulai mejilati batang kontolku. AKu dapat kenikmatan yang luar menikmati sekali. Tante Imel menjilati dan mengulum kontolku dengan piawai sekali. Kurasakan kepala kontolku hingga tidak ujung kerongkongannya. Setibanya lama kemudian tante Imel tidak posisinya menjadi 69. Terlihatlah suatu mengubah panorama, bulu hitam dengan belahan merah dan segumpal daging merah kecil yang berkilau.
“Ayo jilat memek tante Ben” pintanya.
Tanpa sungkan-sungkan dan indah, seketika saja kuarahkan lidahku untuk menjelajah sambil terus menghirup harumnya lantas tante Imel yang bagaikan candu itu.
Dia permainan saling menjilat, tante Imel lantas lantas dan memintaku untuk berdiri sambil tangannya terus menggenggam batang kontolku dan berbaring ke arah memeknya.
“Ayo Ben, bermigrasi sekarang burungmu ke dalam lubang memekku” pintanya. Tante Imel membimbingku dengan menekan tubuhku masukan batang kontolku tidak ke bibir memeknya dan dengan sedikit dorongan alhasil ” Bleeesss….”
“Aaaahhh….” desah tante Imel memecah kesunyian.
Sambil terus menyodokkan kontolku tidak lupa saya meremas-remas toket tante Imel secara bergantian. Tanpa berkata apa-apa, tante Imel tiba-tiba membantingku dan menduduki tubuhku. Ia mulai bergerak turun naik memutar. Saya aku takjub saja memperhatikan keagresifan tante Imel ini. Untuk mengimbangi permainan tante Imel, kuangkat pinggulku melihat kontolku dapat masuk lebih dalam dan tidak lupa tanganku terus memilin putingnya. Mulut kami terus meracau dengan kata-kata yang tidak kepuasan, tante Imel memintaku untuk membalikkan badannya ke posisi semula sambil memintaku untuk menyodoknya lebih menampilkan. Tidak lama kurasakan batang kontolku aku kian dan memek tante Imel juga kurasakan hal yang sama. Usai lama kemudian tubuh kami mengejang dan seperti di komando kami berdua berteriak,
“Arrgghhh…aaahhh….oohhh….”
Dari kemaluanku kurasakan keluar cairan tidak dengan enak kenikmatan dari dalam memek tante Imel dan kami saling berpelukan erat dengan denyut yang memburu sambil terus nafas kenikmatan yang tak tidak dilukiskan dengan kata-kata yang baru saja saya raih bersama tante Imel. Wanita yang selama ini menjadi fantasi sex ku.
Dia adegan yang tidak mungkin kuhapuskan dari ingatanku, tante Imel bertanya,
“Gimana Ben, puas gak? jika lain waktu kita ulang lagi kau keberatan gak?”
“Puas banget tante…iya saya berharap, berharap tante butuh seketika saja kontak saya”
“Makasih ya” katanya sambil aku mesra pipiku.
Usai itu saya dan tante kembali aku dan kemudian kami berdua duduk di beres-beres menunggu Faris pulang untuk mengantarku mencari bensin.
Dia kejadian itu kami masih terus usai mengerjakan terlarang ini secara kekerabatan-kekerabatan. ini mengumpet dikala saya menetapkan untuk menikah 4 tahun yang lalu.
Tante Imel sejak berpesan padaku, “Jangan pernah khianati istrimu, sebab tante telah dapat bagaimana sakitnya dikhianati suami.”
Dan hingga bermigrasi kami masih telah memegang, bersilaturrahmi dan saling memberi spirit di dikala kami merasa jatuh. Saya betul-betul menghormati mengerjakan ini, sebab pada dasarnya saya betul-betul menghargai tante Imel sebagai istri dan ibu yang memegang.
Sex Dengan Ibu Kost Yang Hot
Trus sesampai dirumahnya terbukti sepi sekali. Saya kaprah tak ada orang di rumah. Melainkan saya liat pagar tak dikunci, jadi inisiatif saya buka aja kemudian saya ketuk pintu rumah bu Edi…
“Pagi bu” sapaku
“Eh, mas leo…,masuk..”
Ceita Sex Terbaru - Saya malahan lantas masuk kedalam rumah, kulihat Bu Edi pagi itu demikian itu seksi dengan menerapkan daster tanpa lengan yang serba tipis dan mini sehingga tampak tubuh bu edi yang montok..”Wah kalo kayak gini dapat kacau ni otak…” kataku dalam hati
“Ini bu, aku berkeinginan bayar listrik untuk bulan ini dan bulan depan. Aku dobel aja, kebetulan ada rejeki…” saya mengawali diskusi.
“Oalah….mengapa kok pake didobel semua sih mas?? Gak apa2 kok bayar satu aja dahulu, khan tanggalnya jg msh muda gini, barangkali ada kebutuhan mendadak khan dapat digunakan dahulu…” katanya.
Di Baca Juga : Sex Dengan Liza Janda Binal
“Ah gak apa2 kok bu. Mumpung lagi ada aja. Ketimbang ntar kepakai bln depan aku jd linglung bayarnya….” Jawabku.
“Mas leo ini dapat aja..keadaan sulit itu mah mudah mas dapat dikontrol…lagian tetangga dekat aja kok. Santai aja lah” serunya ramah.
“Iya bu gak apa kok…dibayar dobel aja.” Kataku lagi.
“Kalo gitu tunggu ya,,ibu ambil catatannya dahulu..Oh iya mas leo berkeinginan minum apa? Panas apa dingin??” tanyanya lagi.
“Ah gak usah repot2 bu….bentar lagi juga pulang kok..” seruku.
“Udah gak apa2…kopi ya?? Biar gak buru2 pulang…” katanya lagi.
“Boleh deh bu, terima beri…..” jawabku sambil tersenyum.
Ibu Edi malahan lantas masuk kedapur, Sementara saya cuma terdiam sambil menghitung uang dari dompetku untuk memastikannya tak kurang.
Ibu Edi keluar dari dapur dengan membawa secangkir kopi.
“Silakan diminum mas…”
“Terima beri bu..” Jawabku.
Bu Edi duduk disampingku sambil membuka2 lembaran buku catatan pembayaran listrik bulan lalu. Saya mengecup bebauan wangi sekali, ditambah panorama cantik krn daster bu edi agak rendah sehingga saya dapat memandang belahan dadanya yg putih dan padat berisi. Nampaknya bu edi baru selesai mandi. Saya menikmati ****** saya mulai membesar memandang panorama yahud ini…
“Nah ini mas, totalnya masih sama seperti bulan kemarin, delapan puluh lima ribu. Jadi dibayar dobel kah?”
Saya agak kaget sebab pikiranku masih melayang entah kemana.
“Eh….oh…iya bu, jadi bayar dobel. Berarti totalnya berapa bu??” Jawabku sekenanya.
“Berarti ya seratus tujuh puluh ribu…” kata bu edi sambil senyum.
“Oh…eh….ii….iya bu aku bayar segala. Ini a…ada dua ratus ribu aku titipkan segala aja..” kataku gugup. Bagaimana tak. Saat menceritakan jumlah tadi, pose bu edi betul-betul menantang, dengan belahan dada yg terlihat terang dan paha yg menganga..
“Lho kok terkejut?? Mengapa?? Dibayar satu dahulu aja gak apa2 kok mas” katanya.
“eh…anu….nggak kok bu. Beneran aku ada kok. Aku bayar segala aja..” kataku sambil melirik belahan dada bu edi yg demikian itu menantang..
Nampaknya bu edi mengenal saya menyelidiki dadanya yg sekal itu..Melainkan bu edi cuma tersenyum tanpa berupaya menutupinya. “Ya udah kalo gitu gak apa2 deh. Emang mas leo liatin apa sih koq kayaknya jadi gak fokus gitu??”
“Oh…eh…nggak kok bu.., anu….” aduh saya mulai linglung, sementara bu edi tersenyum mengamati ku. “Kopinya diminum gih mas,, keburu dingin lho” serunya sambil tersenyum. “Permasalahan duitnya ntar aja deh, keliatannya mas leo lagi linglung gitu…” katanya sambil tersenyum badung.
Tiba2 bu edi meraba pahaku, “dari tadi ngliatin ini aja mengapa mas??” Tanya bu edi sambil menunjuk dadanya.
“Oh….eh….anu…itu….gak sengaja bu…” jawabku makin gugup
“Gak sengaja apa gak sengaja?? Koq diliatin terus hingga gak berkedip gitu..?” katanya sambil kian mendekat ke saya.
“Menyenangi ya???” Tanyanya lagi
“Berkeinginan??” saya kian tak dapat menjawab. Melainkan kontolku kian tegang krn bu edi mengelus-elus pahaku.
“Eh..m..m…maksud ibu??” Srup bibirnya bu edi lantas melibas bibirku dan tangannya meramas-remas ****** ku, pikiranku betul-betul kacau, saya masih linglung dan belum percaya kalo dikala ini saya berasmara dengan bu edi, yang senantiasa jadi fantasi sex ku. Birahiku malahan mulai bangkit, saya malahan mulai meremas-remas payudara bu edi yang tadinya cuma saya liatin saja. Kami saling melibas dan tangan bu edi terus meremas-remas kontolku. Tanganku malahan mulai menelusup dari jeda-jeda daster bu edi dan masuk ke dalam BHnya. Saya mainkan dan saya pilin-pilin puting susu bu edi yang mulai mengeras.
“Terus mas leo…ssshhs, nikmat banget..” dan tangan bu edi mulai membuka celana jeans ku, saya malahan membantunya dan kemudian kulepas kaosku sehigga sekarang tinggal cd yang merekat.
“Mas…kita ke kamar aja ya…jangan disini nanti diliat orang..” Dan kemudan mengecup bibirku.
Bu edi lantas masuk kekamar dan membuka dasternya, tubuh bu edi sekarang tinggal berbalutkan BH dan cd saja. Kemudian sambil menatapku badung bu edi mulai membuka bh dan cd nya. Sekarang bu edi sudah telanjang bulat dihadapanku…
“Wow bener2 seksi nih….” Gumamku sambil memelototi tubuh bu edi satu per satu dari atas hingga bawah. Tubuh bu edi memang betul-betul mulus, kulitnya putih, payudaranya demikian itu menantang dengan puting kemerahan yg mengacung. Apalagi memek bu edi, demikian itu cantik dengan klitoris yg kelihatan, serta tak ada satu helaipun bulu jembutnya..terlihat sehabis dicukur.
“Kok bahkan bengong mas leo….sini dong”
Bu Edi duduk di tepi ranjang dan kemudian saya mendekat dan menunduk mengecup bibirnya. Tangan bu edi melepaskan cd ku dan keluarlah kontolku.
“Waaahhh….. mas…ini besar banget, apa seperti ini ya kalo orang arab?” Kebetulan memang saya keturunan arab….”lebih besar dari punya suamiku nih….wah muat gak ya??” kata bu edi sambil mengelus-elus ****** ku, kadang-kadang dijilati ujung sampai buah pelirku jg tidak lepas dari jilatan bu edi.
Saya cuma terpejam merasakan servis dari bu edi ini. Bu edi kemudian berdiri dan menciumku kemudian turun kedadaku, putingku di hisap dan dijilati.
Ouh..bu nikmat banget bu, terus bu.
Kemudian bu edi berjongkok dihadapan ku dan menjilat kontolku seperti menjilat es krim.
Kemudian memasuk kan kontolku kemulutnya. Ia malahan mengulum kontolku dengan lihai. Sedap sekali rasanya, lebih enak dari hisapan istriku….
“ahh….Terus bu”, saya malahan mulai memompa kontolku didalam mulut bu edi sehingga mulut bu edi tampak penuh. Adakalanya bu edi menerapkan giginya untuk mengulum kontolku…aaaauuhhhh rasanya benar-benar enak.
Sekitar 10 menit bu edi mengoralku, sebelum kesudahannya menciumi buah pelirku, menjilatinya lalu berdiri dan kembali mengecup bibirku.
Terbukti bu edi betul-betul menyukai foreplay. Rupanya berkali-kali ia menjilat leher sampai belakang telingaku dan memainkan lidahnya di putingku. Bener-bener sensasi yang luar umum. Saya malahan tak tinggal membisu. Sekarang saya remasi payudara bu edi sambil saya jilat lehernya. Payudara nya jg tidak luput dari jilatan dan remasanku hingga saya mulai mengulum putingnya. Bu edi cuma mengeliat-mengeliat dan mendesah mendapatkan perlakuan ini dariku. Adakalanya saya gigit2 kecil putingnya dan bu edi melenguh enak maka….
Pelan saya baringkan bu edi sambil terus melumati payudaranya. Ciumanku turun ke perutnya..”Bener2 putih dan perfect tubuh ini” batinku. “Ahhhh…..sssssshshhh…..ouh…..terus mas….ahhhhh….nikmat banget lidahmu….ahhh….mas leo pinter…..eeehmm..” bu edi mengeliat.
Saya malahan menjulurkan lidahku ke memeknya, asin, terbukti cairannya bu edi banyak banget keluar. Memek yang kemerahan itu bener-bener berair oleh ludahku yg bercampur lendirnya..
Saya malahan mengangkangkan kakinya supaya dapat menjilat lebih dalam, ku jilat klitorisnya lalu saya kulum-kulum dan kadang-kadang kugigit perlahan-perlahan.
Ouch…enak banget mas……terus…..auhhh…ouhhh…, hisap terus mas…”
Saya malahan menjilatnya dan kemudian ku masukkan jari ku kadalam memeknya dan bu cantik malahan menggelinjang keenakan….
Ouch..mas….ahhhhhh….terusin mas…saya gak pernah senikmat ini……jari kau nikmat banget ahhh pinter mas…..shhhh…”
Tidak lama kemudian bu edi menjepit kepalaku dan menjambak rambutku dan saya malahan mepercepat permainan fucking finger ku di memeknya..
“Shhhhh…,uhhhhffff…saya berkeinginan keluar mas..oouuuuhh….hisap terus mas….,ohh……”
Akupun menghisap kuat kuat lubang kenikmatan itu dan “cret..cret..”
Cairan bu edi menyemprot mulutku dan saya malahan menjilatnya hingga bersih.
Bu edi keliatan lemas….saya malahan kembali berjongkok di atas kepala bu edi dan kembali ku sodorkan kontolku..
Bu edi malahan menghisap dengan kuat kontolku..saya membalikkan badanku sehingga posisi kami kini 69, saya membendung badanku dengan lutut dan terus memompa mulut bu edi. Sementara memek bu edi kembali berair dan saya terus mengelus elusnya.
Saya malahan membetuli posisiku dan sekarang kami sama-sama meringkuk..
Kulumat bibir bu edi yang sensual dan menggemaskan, sambil tanganku memainkan klitorisnya..
“Shh..uhf.. enak banget mas…aaahh….masukin kini mas….auuhhhh..cepet mas saya udah ga bendung nih..gatel banget rasanya.”
Bu edi malahan kusuruh mengangkang dan mengangkat kakinya kedepan sampai terlipat meraba payudaranya…
Sekarang bibir memek bu edi timbul keluar dan menganga seakan berteriak meminta dientot. Saya malahan memberi nasihat kontolku ke organ intim wanita bu edi dan mulai menggesek-friksinya..
”sssshhhh….aaahh…uuuhhh ayo maas masukin dong…ahhhhh”.. Saya malahan menancapkan kontolku dengan kencang masuk ke dalam organ intim wanita bu edi yang telah berair.
“Ouhhhh….perlahan-perlahan mas….ahhhhhhhhhh……kontolmu gede banget mas….”. Terbukti memek bu edi masih sempit dan nikmat banget kontolku serasa dipilin-pilin. Saya malahan memompa terus memek bu edi…kian lama kian kencang..
“Ouh..terus mas…..iih…ahhh….sshhhh…”. Kemudian saya stop dan menancapkan kontolku sedalam-dalamnya lalu saya diamkan…..saya ciumin payudara bu edi…lalu saya kulum putingnya…Dan secara tiba2 saya goyang lagi dengan gerakan menekan dan memutar. “Shhhhhh…..ahhhhhh,,,masss pinter banget kau…a.oooohhh…..nikmat mas….” Bu edi meracau tidak karuan. Kemudian tubuh bu edi mengejang dan kontolku terasa dijepit kuat sekali..
“Ouh..saya keluar lagi mas…..nikmat mas…..nikmat banget,”
Saya malahan membalikkan badan bu edi dan terbukti bu edi lantas paham apa mauku dan ia malahan lantas menungging dan sekarang kami dogy style..saya malahan memasukan kontolku kedalam memek bu edi.. “Ouhh…..mas….kau kuat banget….ahhhhhh…..leo…..terus sayang…..enak banget ”
Saya terus memompa memek bu edi sambil meremas-remas payudara bu edi yang bergelantungan..
”Ouh..ahh..terus mas….,saya gak bendung lagi mas….ahhhhh….. “ rintih bu edi. Saya malahan merasa ada yang berkeinginan keluar dari kontolku,,,,saya kian mempercepat kocokanku di memek bu edi. “huffft….aahhh….oh….sayang….saya berkeinginan keluar nih…” seruku. Saya tidak peduli lagi dengan beda umur kami. Saya panggil bu edi dengan sayang. “ahhhh….uuhhh….iya sayang gak apa-apa terusin aja….shhhshhhh…” teriaknya. Ternyata tidak bisa kutahan lebih lama lagi. Dengan tikaman terakhir saya stop dan cret…cret…..cret….ahhhh…..sayang…..uuuhhhh” teriakku mengiringi semprotan spermaku ke memek bu edi. “Auuuuuuuhhhh……oooooohhhh……” rintih bu edi. Saya merasa ada rasa hangat di sekujur kontolku…nampaknya bu edi orgasme lagi..
“aahh….” Kami berdua rebahan di kasur…bu edi tersenyum puas…lalu saya cium bibirnya…..
“makasih mas……nikmat bgt…..” ujar bu edi.
“Iya sayang….saya juga merasa nikmat bgt….puaaaassss sama km….” seruku sambil lalu mengulum bibirnya lagi. Tanganku mulai menyentuh payudaranya lagi.
“mas….aahhhh udah dahulu mas…..capek….ssshhh..”
“Iya sayang,,,,saya cm gemes aja sama ini …” jawabku sambil mencubit payudaranya..
Kami malahan berpakaian lagi. Saat hendak pamit, bu edi melibas bibirku dan meremas kontolku….
“Uangnya dibawa aja dahulu ya…..bln depan aja bayarnya…..” kata bu edi di sela2 kecupan kami.
“Saya balas meremas payudaranya lalu saya kulum lagi bibirnya.
“kalo bulan depan kelamaan….ini gak betah “ kataku sambil menunjuk kontolku.
“Iya mudah….ntar saya sms kalo rumah lagi sepi….ok sayang…..”jawabnya..
“Dengan bersuka ria hati” jawabku dan saya kulum bibirnya lagi sambil saya maikan puting payudaranya….
Saya malahan pamitan pulang. Semenjak itu kami jadi kerap kali ML kalo rumah bu edi lagi sepi. Pun pernah juga di hotel kalo bener2 gak bendung tetapi di rumah lagi ada si kecil-buah hatinya. Dan saya juga kerap kali dibebaskan bayar listrik sebab bu edi puas dengan pelayanan yang saya berikan…
Navigation






