Popular Post

Popular Posts

Recent post

Istriku Yang Siap Sedia Entot dimana Saja Dan kapan Saja

Cerita Sex- Perkenalkan namaku Sudrajat, lazim sahabat – sahabat memanggilku dengan Drajat, Saya telah berkeluarga, istri ku betul-betul indah walau telah memiliki tiga buah hati kulit dan mukanya masih terihat muda, putih dan bodi yang montok. Dian itu nama istri ku yang senantiasa siap sedia ngentot dimana saja dan kapan saja dengan ku. Kali ini saya siap untuk mencerita kan  sedikit kisah antara saya dan istriku, ini dikala kita masih di tempat duduk sekolah.

” Say hari ini tidak datang ya ” sambil cengegesan saya minta ke Dian.

” Kok tidak datang say? hm…. jangan – jangan kontol kau tegang ya ” sambil tersenyum mengoda Dian menjawab, saya malahan mengandeng Dian pergi.

Cerita Sex Terbaru - Kami malahan pergi sampai petang hari dan saya telp  minta izin ke orang tua Dian untuk nginap di rumah ku. Sebab saya dan Dian telah bertunangan malah telah merencanakan pernikahan sesudah lulus, karenanya saya tak canggung lagi sebab telah acap kali Dian nginap di rumah ku malah saya malahan acap kali Nginap dirumah Dian.

saya dan Dian menuju salah satu hotel mewah milik ayah ku yang sejenak lagi menjadi milik ku, dan saya memiliki kamar khusus yang acap kali ku gunakan buat ngentot dengan Dian. Setibanya dikamar saya memandang Dian membuka pakaian dan celananya, saya malahan seketika memeluk Dian dari belakang. ” Say kau ingin maen kini? Saya mandi dahulu biar wangi  jadi kau lebih nyaman ” Dian membalikan badan nya menghadap saya dan mengecup bibirku ” tidak apa say kau telah wangi kok ” saya malahan tersenyum ke Dian.

Di Baca Juga : Sex Dengan Mahasiswa Kedokteran

Saya membuka segala pakaian ku sampai bugil, Dan ku peluk kembali Dian sambil kulumat bibirnya yang seksi. Kontolku yang telah tegang dari tadi terus meraba dan mengosok memeknya yang menyeplakl dari balik cd transparan nya. Ku buka Bhnya Saya malahan kian bernafsu memandang toket nya yang besar dan pesat berisi, kuremas dan ku jilat pentil nya sekali – kali ku sedot dan ku gigit perlahan. Puas memainkan gunung kembarnya saya malahan jongkok dan memandang memeknya yang menyeplak, seketika ku kecup dan ku jilat memeknya dari luar cdnya.

Ku turun kan Cdnya, dan ku singkap memeknya sampai lipatanya terbuka, seketika ku lanjutkan menjilat memeknya sampai kelobang kenikmatannya tak lupa ku sedot dan ku tarik lipatan memeknya. ” akh…… ” Dian membenamkan kepalaku kedalam memeknya  sambil memejamkan mata  merasakan permainan lidah ku. Telah puas dan pegal lidah ku bermain, kusuruh Dian berpegangan di sofa dan ia tau sepatutnya bagaimana. Dengan posisi nungging ia melebarkan kedua pahanya sehinga memeknya agak terbuka, ku pegang kontol ku mencari lubang memeknya yang menghadap kebawah. ” akh…. ” Dian merintih sebab seketika ku benam kontolku, kupegang pinggangnya dan ku gerakkan maju mundur dengan tempo sedang.

Di Baca Juga : Gairah Sex Saat Ketemu Tante Mandi

Dengan kepala di sofa Dian meremas pantatku dan berupaya menolong saya supaya mempercepat gerakan ku, Saya malahan mempercepat gerakan ku sebab saya tau sekiranya Dian telah ingin keluar. ” Akh…….. ” Dian menjerit kenikmatan, Kulihat Dian telah lemas membendung getaran kenikmatan dan tubuhnya. Ku angkat badannya dan saya pu menghempaskan pantatku di sofa sambil ku pangku si Dian. Dalam posisi di pangku ku lebarkan kakinya, ku usulan lengan ku di antara pahanya dan ku angkat Dan Dian malahan mengarah kan kontolku ke memeknya. sebab telah berair memeknya lebih mudah dimasukin dan mulai ku naik turunkan Dian dengan posisi membelakangiku, Ini salah satu posisi yang membikin ku pesat memuntahkan laharku sebab saya menikmati kontolku masuk hingga mentok. .

” AH….Oh… say saya dah ingin keluar lagi ” Sambil meremas toketnya Dian mempercepat gerakan naik turunnya, saya malahan menikmati hal yang sama seperti ada yang memaksa keluar dari kontolku. Dan  “Akh…….. ” kurasakan cairan lengket Dian mengalir dan penuh. Ku percepat gerakan ku dengan kasar sebab saya malahan mau keluar “Akh….. ” akibatnya saya menyemprot laharku didalam lobang memeknya. ” terima beri ya sayang ” saya malahan menciun Dian, dan di balas dengan senyum. Saya malahan beristirahat sambil kontolku masih didalam memeknya, Dian malahan bersandar di badan ku dengan lemas.

Setelah rehat sejenak dan kontolku masih bangun tidak ingin tidur saya malahan mengajak Dian ngentot lagi. Walau Dian telah kecapaian melayani ku akan tapi ia tak pernah menolak untuk melayani ku. Malah kami pernah bermain di wc sekolah, ruang ganti di mall dan dimana saja asal kontolku tegang pasti kami mencari WC buat ngentot. Itu malahan masih kami lakukan hingga kini.


Game SLOT Online Terpercaya
-Bonus Member New Deposit 50%
-Bonus Next Deposit 20% tiap hari
-Bonus cash back 5% tiap hari
 tiap Seminggu
Min Deposit Rp.10,000,-
Min withdraw RP.50.000-
WhatsApp :+6281397014667
Link Alternatif : http://bit.ly/2SlxETN


Agen Poker-Nama aku James (samaran),  Aku seorang mahasiswa di suatu universitas swasta yang cukup familiar di Bandung, Suatu hari memasuki ujian akhir semester, aku diajak oleh adik kelasku untuk belajar bersama. Saya mendapatkan saja, sebab dari dahulu sejak dia masuk ke jurusanku, saya memang telah mau jadi pacarnya.

Posturnya cukup indah, dengan tubuh yang ramping terawat, dan tentunya kulit yang putih sebab dia keturunan Cina. Laura namanya. Itu Laura mengajakku, tentu saja kujawab, “Berkeinginan..” “Jam berapa?” tanyaku. “Jam 3 petang, di rumahku, jangan telat soalnya nanti nggak selesai belajarnya”, jawabnya. Wah, peluang nih, pikirku. Setahuku, dia tinggal berdua saja dengan asistennya sebab ayah dan ibunya yang sibuk mencari nafkah di luar pulau Jawa.

Judi Online -Pulang kuliah, saya lantas bergegas pulang, sebab kulihat telah jam 14:30 WIB. Dengan kencang kumasukkan buku yang apabila akan digunakan ke dalam ransel, sebab takut telat. Setibanya di rumah Laura, saya lantas memencet bel yang ada di gerbang depan rumahnya, rumahnya tak terlalu besar, namun cukup nyaman kelihatannya. Sempat saya bertanya, kok rumahnya sepi banget. Jika seperti itu berarti bonyoknya lagi pada pergi, jawabku dalam hati.

Tidak lama sesudah itu, Laura keluar membukakan pintu. Saya cukup terkejut dengan penampilannya yang menarik, kali ini ia menggunakan t-shirt yang cukup ketat dan celana pendek ketat. Ia tersenyum lebar padaku, sambil mempersilakan saya masuk. Dikala masuk, saya menikmati rumahnya benar-benar sepi. “Segera saja kita ke ruang tengah, yuk!” ajaknya.

Di Baca Juga : Bermain Sex Dengan Mantan Pengasuhku

Setibanya di ruang tengah, saya lantas duduk di karpet sebab tak ada sofa. Ruang tengahnya didesain ala Jepang dengan meja Jepang yang pendek yang disertai rak majalah di bawahnya.

“Tunggu yah, saya berkeinginan mandi dahulu”, katanya, “Habis keringatan abis senam nih!” Rupanya saya baru tahu seandainya badannya baik sebab dia acap kali senam. “Kau mulai aja dahulu, nanti terangin ke saya yah”, katanya. “Kalo berkeinginan minum, ambil aja sendiri, soalnya pembantuku sedang sakit, ia lagi tiduran di kamarnya.”

Cukup lama saya belajar sambil menunggunya dan kesudahannya saya bosan dan mengamati-lihat majalah yang ada di bawah meja di depanku. Kulihat semuanya majalah wanita, mulai dari kawanku, kosmo, dan majalah wanita berbahasa jepang. Tanpa sengaja, dikala kulihat-lihat kutemukan sebuah majalah yang berisikan foto cowok bugil dengan otot-otot yang baik di tengah majalah bahasa jepang itu. Saya sempat terkejut memandangnya. Berbarengan dengan itu, dia keluar dari kamar mandi yang lokasinya di sudut kamar tengah di mana saya duduk. Ia keluar menggunakan kimono kain handuk putih. Sebab keasyikan, saya tak sadar seandainya ia mendekatiku. Kurasa ia pasti masuk ke kamarnya untuk berpakaian terutama dulu. Saya sempat grogi, sebab saya belum pernah didekati oleh wanita yang cuma mengaplikasikan pakaian mandi, sebab di rumahku tak ada saudara perempuan, jadi saya merasa tak umum.

“Ih, kau, diperintah belajar pun liat-liat yang aneh-aneh.”
“Ini mah nggak aneh atuh”, kataku, “Saya juga punya, dan badanku juga kayak gini loh!” bisikku sambil menunjuk ke salah satu contoh cowok di majalah hal yang demikian.
Saya memang telah ikutan fitness semenjak kelas 2 SMU, tidak heran seandainya saya lebih familiar sebab badanku yang baik dibanding kegantenganku.
“Ah, masa?” katanya, “Gua nggak percaya ah.”
“Kau kok bendung sih liat-liat kaya beginian?” tanyaku.
“Mana ada yang bendung sih?” balasnya.
“Tadi lagi nunggu kau dateng ke sini saja saya sempet liat-liat dahulu majalah itu lho! Jadi kau tau khan, mengapa aku lama mandinya?” jawabnya sambil tersenyum mesum.
“Ihh, kau ini!” balasku, “Rupanya menyenangi juga ya sama yang gituan.”
“Iya dong, namun, James katanya kalo maen lantas lebih sedap ya dibanding masturbasi?” tanyanya. Aku sempat terkejut dikala ia tanya hal yang seperti itu dalamnya.

“Kata kau, kau mirip ama yang di foto majalah itu, buktiin dong.”
Wah, kurasa ini cewek telah horny banget. Saya sempat grogi untuk kedua kalinya, saya hanya dapat tersenyum.
“Iya sih katanya, namun khan…”
Belum selesai saya bicara, ia lantas mengecup bibirku.
“James, tau nggak kalo saya tuh sesungguhnya udah seneng banget ama kau sejak saya ketemu kau”, bisiknya sambil mengecup bibirku. Saya terkejut dan responku hanya dapat mendapatkan saja, soalnya sedap sih rasanya. Terus jelas saya belum pernah dikecup oleh cewek hingga seenak itu, ia benar-benar spesialis.

Tanpa sadar, posisinya telah berada di atas pangkuanku dengan paha yang menjepit perutku. Sambil menciuminya, kuelus-elus pahanya dari atas ke bawah, dan ia mendesah, “Akh… sedap sekali!” Kuteruskan aksiku hingga ke genitalianya, kuraba klitorisnya, dan kugosok-gosok. Desahannya kian keras, dan tiba-tiba ia stop. “Wah, kok stop?” saya bertanya dalam hatiku. Segera saja kubisikkan padanya bahwa saya juga betul-betul menginginkannya jadi pacarku semenjak permulaan bersua. “Lalu kenapa kau nggak bilang ama saya?” tanyanya. “Sebab saya takut seandainya perasaan kita berbeda”, jawabku. Ia sempat terdiam sebentar.

Segera muncul pikiran kotorku. “Udah tanggung nih”, pikirku. Batang kemaluanku betul-betul telah bedenyut-detak semenjak tadi. Segera saja kubuka pakaian mandinya, dan kukulum dan kuhisap buah dadanya. Ia mendapatkan saja, pun merasa keenakan, hal ini kelihatan dari ekspresi wajahnya. Putingnya menjadi mengeras dan tidak lama kemudian, ia mendesah, “Aakh…” dikala kupegang liang kewanitaannya yang mulai berair.

Saya kian terstimulus, batang kemaluanku benar-benar sakit rasanya. “Sayang, boleh kan seandainya saya menjilati lubang keramatmu?” Ia mengangguk pertanda sepakat. Segera saja kujilati liang kewanitaannya terutamanya tempat klitorisnya. Lumayan lama saya menjilatinya hingga saya merasa mulutku kering sekali. Akibatnya ia mendesah panjang, “Aakhhh… saya berkeinginan keluar James…” Kelihatan cairan putih keluar dari liang senggamanya, baunya benar-benar menstimulasi dan rasanya jauh lebih menstimulasi lagi.

“James, maen beneran yuk?” ajaknya.
“Wah, sinting juga nih cewek”, pikirku.
Sebab batang kemaluanku telah sakitnya bukan main, lantas saja saya iyakan. Lalu kubuka seluruh pakaian dan celanaku. Kubaringkan ia di lantai berkarpet, dan kulipat kakinya, kunaikkan ke bahuku, dan mulai kumasukkan batang kemaluanku yang telah tegak itu. Sempit sekali, hampir tak dapat jalan. Kutekan lebih keras. Ia menjerit kesakitan, “Berhenti James, sakit tau.” Saya tak menghiraukannya dan terus menekan batang kemaluanku hingga rasanya kepala batang kemaluanku menubruk sesuatu. Lalu saya mulai memaju-mundurkan badanku ke depan dan ke belakang.

Laura mulai merasa sedap, ia telah tak menjerit lagi.
“Tuh sedap kan”, kataku.
“Iyah”, jawabnya, “Bener! sedap sekali.. lebih cepet dong James.”
Kupercepat permainanku, dan ia mendesah, “Ah.. ah.. ah..” sebab merasa enak. Lama juga saya mengocoknya.
Tidak lama kemudian, “James.. saya berkeinginan keluar lagi.”
“Sama”, balasku.
“Sedikit lagi, James… Aakkhhh… sedap sekali James”, beriringan dengan itu, saya malah keluar dan kukeluarkan semua spermaku di dalam liang kewanitaannya. Batang kemaluanku terasa hangat dan enak bercampur jadi satu. Kutarik batang kemaluanku keluar dan kulihat tetesan darah di karpet. Saya sempat terkejut, berarti ia masih perawan. Saya sempat merasa bahagia banget waktu itu.

Laura bangun dan ia terkejut dikala mengamati batang kemaluanku yang cukup besar, panjang 15,5 cm diameter 3,5 cm. Segera ia kulum batang kemaluanku, yang telah berkeinginan tidur lagi. Itu dikulum, batang kemaluanku berdiri lagi sebab enaknya. Ia mainkan lidahnya di kepala batang kemaluanku dan menjilat semua komponen batang kemaluanku hingga masuk seluruh, hingga kesudahannya saya merasa ada dorongan yang kuat pada batang kemaluanku dan, “Creeet.. creeet.. creet..” spermaku keluar, ia hisap dan beberapa muncrat ke wajahnya. “Hmmm.. sedap sekali James”, kelihatan ekspresi wajahnya yang bahagia.

Kami malah kelelahan, dan terbaring bersama di ruang tengah sambil berpelukan dan menyatakan kata-kata sayang. Tanpa terasa waktu telah jam 6 petang. Kami mandi bersama, dan sesudah itu kami makan malam bersama. Saya disuruhnya menginap, sebab malammya kita berkeinginan mempraktekkan jurus yang lain katanya. Saya mengiyakan saja. Lalu kutelepon ke rumah dan bilang bahwa saya malam ini berkeinginan menginap di rumah sahabat, saya tak bilang itu rumah Laura, sebab telah pasti tak boleh.

Itu selesai, kita sempat ngakak bersama sebab kita tak belajar pun bermain seks. Melainkan tak permasalahan sekaligus buat penyegaran menuju ujian. Ia balas dengan senyum. Sebab kehabisan diskusi, kesudahannya kami mulai terstimulus lagi untuk berkecupan. Hingga ini aksinya lebih sinting. Sambil berkecupan kami saling membuka pakaian. Tidak tak ada satu benang malah melekat di badan kita. Lalu di bicara, “James, kita ke kamarku yuk, biar lebih asyik.” Kugendong ia ke dalam kamarnya, dan kita lanjutkan lagi dengan berkecupan. Tidak lama kemudian kupegang liang kewanitaannya, telah berair terbukti. Segera saja kubalikkan badannya dan kumasukkan batang kemaluanku dari belakang. Hingga tak susah. Ia mendesah sedap dikala kumainkan batang kemaluanku di lubang senggamanya. Kumainkan terus hingga saya dan ia berkeinginan keluar.

“Akkhhh…” kami berdua sama-sama keluar, kukeluarkan spermaku di luar, sebab takut ia hamil. Tenyata Laura belum puas, ia membaringkan tubuhku di kasurnya. Ia lantas berdiri di atas tubuhku dan mulai memasukkan batang kemaluanku ke dalam liang senggamanya. “Ahhhh.. ” desahnya, “Gini lebih sedap James..”

Saya benar-benar lemas namun sebab permainannya yang seperti itu hebat, saya hingga lupa. Ia teruskan hingga spermaku keluar, hanya sedikit kali ini, tak seperti sebelumnya. “James dikit lagi juga saya keluar”, bisiknya terbendung sambil menaik-turunkan tubuhnya di atas badanku. Akibatnya ia keluar juga. Batang kemaluanku terasa pegal sekali, badanku benar-benar lemas. Ia juga kelihatan lemas sekali. Kami tertidur nyenyak hingga pagi di kasurnya sambil berpelukan dengan tak berpakaian sebab baju kami ketinggalan di ruang tengah dan malas mengambilnya sebab telah capek.

Namun paginya, kami bangun bersama, mandi bersama, sarapan dan pergi ke kampus sama-sama.  itu kamipun acap kali belajar bersama, padahal ujung-ujungnya usai di kasur airnya yang empuk. Melainkan saya jarang menginap, sebab takut orang tuaku curiga, ini hanya rahasia kita berdua.

Cerita Sex -Janda Olla orangnya supel jadi dikala chat dengan ia dapat lama dan betah sebab orangnya ramah, bagus dan cukup dapat mencontoh gaya buah hati muda “gaul”, kadang juga ia menelpon rumah aku berkeinginan bercandaan denganku kadang juga buah hatinya ikut serta bicara denganku via telpon.

Suatu dikala Olla akan ada tugas dari kantornya ke Surabaya ia menelepon meminta dijemput di Bandar katanya, wah asyik nih saya dapat ketemu sekaligus dapat ngobrol dan bergurau.Pada dikala hari H ia telpon aku lagi ia bilang ia pake pakaian warna pink dan celana panjang hitam.Hmm setibanya di bandar udara saya keder sekali waktu saya lihat-lihat di kedatangan bandar udara yang pakaibaju pink dan celana hitam cuman ada satu orang itupun kaprah-kaprah masih sekitar usia 30 th menurutku.

Cerita sex Terbaru -Saya beranikan diri untuk menyapa,“Hmm selamat siang bu, ma’af ibu yang bernama Olla?” dengan senyum yang manis ia lantas menanggapi,“Apakabar Iwan”.
Aku lantas bengong sebab memperhatikan tampangnya yang masih indah dengan badan langsing tetapi gemuk
pada komponen yang penting tentunya. Tiba-tiba Olla lantas mengecup pipiku..

“Mmmuuaachh jangan pake ibu semua ya.. Panggil Olla aja!”.
Wah-wah aku lantas rada horny.. He.. he..he.. Seharian aku antar ia keliling ke kantor klien-kliennya, sesudah jam kerja berakhir, kita makan malam dan aku antar lagi ia ke bandar udara.

Di perjalanan tiba-tiba ia meminta stop di pinggir jalan. Aku tanya,
“Mengapa kok stop?” tanpa banyak bicara ia lantas mengecup bibir aku dan membuka retsletingcelana aku, penis aku lantas menegang tanpa basa-basi.
Sambil mengelus-elus batangku ia bergumam,“Hmm mantap juga batang kau ini”

Ukuran penisku tak terlalu besar sih sekitar 18 cm panjangnya, tetapi berdasarkan Olla, “helm proyek”-nya
ini dapat bikin nyesek.. He.. he.. he.. he..

Sesudah puas menggilas bibirku ia lantas menyedot batang kemaluanku yang dari tadi telah menunggu hisapan mulut sexinya, tidak tertinggal lidahnya menjilat-jilat batang penisku, saya tidak berharap tinggal membisu tanganku berupaya meremas dadanya yang cukup kenyal, tetapi ia menepis,

“Telah deh kali ini biar Olla yang kerja,”ya.. saya pasrah saja sambil merasakan sedotan bibirnya, tidak lama kemudian saya serasa melayang-layang dan kepala penisku serasa makin besar walhasil

“Oughh.. ahh..” Crott!! Spermaku keluar di mulut Olla,Ia makin edan menyedot segala batangku masuk ke mulutnya seakan nggak berharap ada spermaku yang lolos darimulutnya. Kepala penisku masih berdetak dikala Olla menyedotnya.

“Ahhmm nikmat banget batang kau, thank’s ya,” kata Olla,sambil tersenyum dan menciumku, ia benar-benar menyukai dengan penisku, sementara saya cuma dapat membisu dan masih terheran-heran memperhatikan kebinalannya,“Ayo jalan, ntar tertinggal pesawat nih.”

Tiba-tiba Olla protes memperhatikan saya cuma terdiam dan mengizinkan celanaku terbuka. Pada dikala saya tiba di parkiran bandar udara Olla berkata,

“Kau masih utang lho sama saya\\\"
“hmm…” saya cuma dapat senyum sambil kali in saya yang mengecup bibir sexy-nya.
Olla memelukku erat, kami seperti pasangan kekasih aja.

Sebulan sudah berlalu, kami konsisten terkait lewat telepon, relasi kami kian akrab, lalu aku
menetapkan untuk pergi ke Jakarta untuk berjumpa Olla. Kebetulan buah hati-buah hatinya sedang wisata sekolah,sekaligus aku bertugas mengajak buah hatinya jalan-jalan.

Dikala tiba di Jakarta aku menginap di sebuah hotel yang cukup tenar di tempat Senayan. Lalu kamibertemu dan jalan-jalan bersama kedua buah hatinya,“Hmm telah seperti keluarga aja nih” pikirku dan Olla nampak makin indah, lebih indah dari sebelumnya.
Sepulang dari jalan-jalan, tiba-tiba buah hati Olla yang berumur 7th minta aku untuk menginap di rumahnya, supaya kita dapat main playstation berdua. Asyik juga nih pikirku, sebab memang saya juga keranjingan main game. Aku dan Dodi (buah hati sulung Olla) telah 2 jam main playstation. Dikala itu telah jam 23.00, Dodi telah berharap tidur sementara Olla masih sibuk membereskan kamar yang akan aku tempati.

Kelar main PS dengan Dodi, aku lantas mandi sebab semenjak tadi aku belum mandi. Selesai mandi aku lihat Olla telah selesai beres dan duduk di sofa ruang keluarga sambil nonton Layar. Menawan sekali Olla dikala itu, dengen pakaian tidur warna ungu, wah.. yang bikin aku deg-degan dadanya yang berukuran 34b menyembul dibalik gaunnya, dan sesudah saya curi-curi pandang aku ia tak tidak bra.

“Kau masih hutang ama saya lho Wan”, Olla berkata aku dengen senyum manisnya.Ya saya lantas jawab aja,
“Iya deh pasti saya lunasin kok” wah kebeneran nih ngerasain aku janda..
Hehehehe biarpun telah usia 40-an tetapi badannya benar-benar sexy sebab memang hobbynya berenang.
“Kita sambil nonton bokep yuk Wan,” kata Olla.

Sewaktu Olla memasang VCD rada sedikit nungging, Hmm.. pahanya nampak mulus den belahan tampak nampak benar-benar bersih, saya tidak tidak lantas aja saya samperin dan menjilat belahan tampak dari belakang pantatnya turun ke selangkangan.

“Ahh sayangg.. Tabah donk.. Saya telah lama nggak diginiin” Olla mendesah sambil kakinya gemetaran.
Saya gendong saja ke sofa terus saya ciumin bibrnya, Olla menanggapi ciumanku dengan ganasnya,“Trampil juga nih terampil”, pikirku.
Sementara kedua tanganku mulai menyelusup ke dadanya yang semenjak tadi membusung sebab karena menahan,

“Oughh ahh.. Terusin sayang,” desahnya.
Tangan Olla mulai berupaya meraih batang penisku yang telah menegang dengan helm yang memerah,
“Eitt ini giliranku bayar hutang,” tanganku menepis tangan Olla dengan lembut, ia cuma tersenyum.

Sementara mulutku mulai menjilat-jilat puting Olla yang berwarna pink. Jemarinya mendekap erat kepalaku, sambil mendesah dan kakinya memeluk erat pinggulku,
“Suck my pussy baby” Olla cuma kepalaku ke arah vaginanya yang dari tadi cairannya membasahi dadaku.

Hmm asyik benar nih pikirku dalam hati. Dikala saya mulai menyapukan lidahku dari komponen bawah ke atas vaginanya saya aku cairan yang benar-benar sangat yang saya impikan semenjak pertama kali berjumpa Olla.

Saya hisap clitorisnya ia makin mengejang dan saya aku vaginanya sperti menghisap bibirku.
“Kecupan ama bibir atau aku sama enaknya nih,” pikirku.
“Oughh sayangghh nikmat,” gumamnya.

Lidahku mulai bergerak konstan di clitorisnya kian semakin, tampak bergerak naik turun mencontoh mencontoh lidahku, tiba tiba ia berteriak histeris.
“fish.. Ahh ahh oughh ah ahh ahh.. Iwann eghh.,” badan Olla mengejang, tangannya menekan kepalaku kevaginanya ia hidung dan hampir segala wajahku segala sebab cairan vaginanya.

Napasnya tersengal-sengal dadanya makin membusung (ini pengalaman pertamaku menjilat aku, sekarangaku menyukai sekali menjilat aku pantatnya lawan sex-ku sampai klimaks sebab jilatanku). Saya jilatiterus dan saya telan segala cairan vaginanya, rasanya nikmat banget!!

Sementara menahan Olla masih tersengal-sengal saya angkat kedua pahanya sehingga lobang tampak pantatnya berada di bibirku. Saya jilati lagi sisa-sisa cairan yang meleleh di lobang aku Olla sambil saya teruskan jilatanku ke atas dan turun lagi berulang-ulang. Tangan Olla makin menekan kepalaku, saya makin merasakan permainan ini dan saya lihat kepala Olla menegadah aku ia benar-benar merasakan jilatanku, pantatnya walhasil saya berbalik lagi menjilat komponen lobang vaginanya yang masih berdetak.

“Sayangghh terusinn saya hampir pantatnya lagi nihh,”gumamnya sambil menggerak-gerakan tampak.
Saya makin enjoy dengan rasa vaginanya yang seperti sayur lodeh.. Hehehehe. Saya hisap clitorisnya pantatnya walhasil ia mulai mengejang-ngejang..

“Oughh enakk sayangku..” Kuku jemarinya terasa perih di belakang leherku.

Olla sampai klimaks untuk kedua kalinya, tanpa menunggu-nunggu lagi saya tancapkan saja batang penisku yang dari tadi telah menunggu untuk bersarang, Terbukti tidak semudah itu, lobang vaginanya memang cukup sempit pertama kali cuma kepala penisku aja yang dapat masuk, lalu sesudah saya keluarkan dan saya masukkan lagi aku kali walhasil. BLESS..
“Eghh.. Sedap banget Wan,” gumamnya Olla lantas menciumi bibirku dengan penuh nafsu.
Saya mulai memompa vaginanya secara beraturan sambil menjilati puting susunya yang merah dan menegang, nikmat benar aku Olla, pikirku.

Selama 15 menit saya memompa, aku tetapi pasti aku Olla makin terasa makin menyempit, saya makin merasa nikmat.
“Ahh.. Ahh oughh” mendesah sambil tangannya mencengkeram pinggiran sofa.
Tiba-tiba cengkeramannya pindah ke punggungku sambil sedap berteriak Olla sampai klimaks yang ketiga kalinya,

“Aghh ahh I LOVE THE WAY YOU fish ME!!” Saya makin mempercepat gerakanku..Olla makin menggila.
“fish.. fish.. fish ME.. Oughh ahh ahh,” Olla benar meracau tidak karuan, untung jarak kamar tidur dengan ruang tengah cukup jauh sehingga teriakannya tak mengganggu tidur kedua buah hatinya.

Setalah Olla merasakan sisa-sisa klimaksnya saya ciumin bibrnyai ia dan ia tersenyum,“Thank’s ya, hutangmu lunas, tetapi kau belum keluar sayangku,” ia berkata sambil membalikkan badannya dan kedua tangannya ia sandaran sofa.
“fish me from behind,” ia ia penisku yang masih menegang ke arah lobang vaginanya yang telah segala kuyup.Seketika aja saya pompa vaginanya sebab saya telah tidak tidak berkeinginan semakin-semakin keluar, baru sepuluh kali keluar masuk, Olla mendesah berat dan vaginanya berdetak aku ia sampai klimaksanya,badannya seperti kehilangan mencapai, saya tidak tampak sambil terus saya pompa vaginanya.

Denyutan vaginanya aku saya merasa makin sangat. Dengan mata sayu Olla berkata,“Keluarin di mulutku sayangku, saya haus spermamu”.
Saya tak memperdulikan saya konsisten focus mengejar kenikmatanku sendiri pantatnya walhasil saya akan sampai puncak kenikmatan saya cabut penisku, dengan sigapnya Olla meraih batang penisku dan mengocok-ngocok di dalam mulutnya.

“Oughh.. Isepin penisku sayanghh ahh..” Crott!! Crott.. Crott..
Cairan spermaku meleleh di dalam mulutnya pantatnya keluar dari tepi bibir Olla.
Tiba-tiba ada sampai lenguhan yang cukup mengagetkanku
“ahh ahh ahh oughh..,” kami berdua terkaget-suara terkejut saya lihat aku Olla yang bernama Reny telah telah sambil mengejang di lantai, jemarinya nampak berada di dalam vaginanya, sementara tampak telah tak karuan. Saya baru sadar aku permainan kami kalau oleh aku yang kaprah-kaprah masih berumur 15 tahun. Melainkan badannya lumayan bongsor dan mulus, buah dadanya nampak membusung tampak sekali. Namanya Reny.

Terbukti Reny telah telah permainan kita semenjak tadi. Tanpa malu-malu lagi Olla memanggilnya,
“Sini kau!” sambil mukanya memerah Reny berjalan mendekat.
“Kau ngapain?” tanya Olla.
“Ya lihat Ibu sama Mas Iwan begituan,” jawabnya dengan lugu sambil melirik ke arah penisku yang masi tegak.

Olla berbisik,“Saya telah cape nih, saya rela kok kau main sama Reny, tuh penis kau masih tegak,” sambil menciumku
Olla membisikkan hal yang benar-benar saya inginkan dan cukup aku bagiku.

Sambil menunjuk ke arah VCD bokep yang sedang beradegan anal, Olla berkata mengagetkan Reny,
“Kau berharap ngent*t seperti di Layar itu ya Reny”Dengan muka makin memerah Reny menjawab dengan aku dan gemetaran,
“Eng.. Engga bu, ma’afkan Reny”.

Dengan nada sedikit layar kaca Olla perlahan
“Pokoknya kau menyuruh layani Mas Iwan pantatnya ia puas!! Siapa suruh ngelihat kita ngent*t sambil mainan aku pula, isepin tuh penis Mas Iwan!”.

Sambil aku-lahan mendekat, tangan Reny yang masih nampak segala sebab cairan vaginanya, meraih batang penisku, aku Reny mulai mengocok-ngocok sambil mengulum penisku.. Hmm nikmat sekali bibir perlahan Reny. Saya elus pipinya ia aku ke arahku, saya tanya si Reny,“Kau telah pernah ngent*t ya?”

Dengan senyum malu-malu Reny menjawab,
“Telah Mas, telah waktu Reny masih di kampung sama telah-telah”
“Hahh ama telah-telah?, rame-rame Donk?” saya bertanya kembali.
Reny cuma mengangguk lalu melanjutkan kulumannya.

Saya lihat Olla telah terlelap kecapean. Tanpa sadar saya meremas-remas payudara Reny sambil memelintir putingnya. Reny mendesah merasakan sambil terus berupaya mengulum penisku. Dengan lugu Reny berkata “Mass ahh merasakan donk berusaha, masukin Mass”.

Saya lantas mengangangkan kedua paha Reny dan Bless aku memang benar ia telah tak perawan lagi. Reny mendesah aku..
“Ouhh penis Mas besar sekali, baru kali ini aku ngent*t sama orang dewasa.”
Reny terus menggoyang-goyangkan tampak sambil meremas payudaranya sendiri. Wah..cukup pengalaman juga nih buah hati pikirku. Matanya terpejam sambil bibirnya mendesis seperti orang kebanyakan cabe..

“Ssshh ahh enakk Mass eghh.”
Tiba-tiba ia berupaya berdiri sambil cuma badanku,“Saya berharap diatas mass ahh saya berharap keluar”

Saya oke-in aja deh saya telah, Reny berjongkok sambil menggoyangkan tampak, ia menciumi leherku saya remas remas kedua payudaranya yang ranum denga puting kecoklatan. Genjotannya kian keras saya mengimbangi goyangan tampak, saya naik turunkan pinggulku juga. Reny mendesah tidak karuan sambil rebah di dadaku.



“Ahh mass ahh ahh oughh saya keluar Mass ahh saya berharap lagi Mass.. Ahh..,” bibirnya menggilas bibirku penuh nafsu, ia berdiri dan menghadap tembok.

“Ayo Mass, kita main lagi, saya berkeinginan dient*t sambil berdiri,” dengan sedikit mengangkat tampak saya lesakkan batang penisku ke dalam vaginanya.Reny menoleh ke arahku dan ia cuman tersenyum sambil berkata,

“Boleh nggak yang seperti di Layar Mas?”
Wah.. binal juga nih buah hati pikirku, dalam hati saya juga berkeinginan ngent*t aku nih, kebetulan.
Bokong Reny memang mau banget kenyal dan bulat, saya makin nafsu bokong. Reny baik penisku masik ke lobang aku, oughh sempit banget rasanya tetapi nikmat. Seketika aja saya dorong penisku keras-keras,

 “Arrghh oughh Mass enakk teruss mass”

Reny benar-benar sexy, bau badannya yang wangi rada asem dikit membuatku kian langsung, saya jilatin punggung dan leher komponen belakangnya sambil meremas payudaranya dari belakang. Gerakan terstimulasi benar-benar mirip Inul penyanyi dangdut.. Hehehe. Sambil terus mendesah, Reny meraih tanganku dan dibimbingnye masuk ke lubang vaginanya yang banjir semenjak tadi.

“Kocokin jarimu Mass di dalam vaginaku.. Ahh ahh oughh enakk!!”
Tiba-tiba tampak mengejang dan berdetak (baru kali ini saya tahu pantatnya aku dient*t juga dapat klimaks)

“Ahh Mass keluarin di pantatku, Mass aoughh saya keluar Mass.. Oughh ahh ahh” Reny meremas-remas payudaranya sendiri.Saya pompa tampak aku-aku sebab denyutan aku saya nggak tidak sementara tanganku terus bergerak keluar masuk vaginanya. Reny duburnya ke atas sambil terus meremas-remas payudaranya dan..

“Ahh mass saya keluar lagi.. Ahh ahh..”Mendengar desahannya saya makin bernafsu dan kepala penisku kian membesar berharap bongkar aku,
“Oughh Reny pantatmu enakk banget.. Ahh” Semprotan spermaku membasahi komponen dalam mau Reny yang masih berdetak.

Lutut Reny bergetar dan ia terkulai lemas di lantai, penisku juga mulai melemas, kami berpelukan kecapean. Benar-benar malam yang liar malam ini, waktu telah berdetak pukul 04.00 pagi..

Wah tak terasa telah hampir 5 jam saya bermain sex dengan dua wanita liar ini. Selama saya tinggal di rumah Olla, telah malam saya ngent*t dengannya dan paginya Reny aku menyediakanku sarapan pagi dan ia tak pernah tidak celana dalam, saya sarapan sambil ngent*t sama Reny. Hehehehe. Enakk tenan.-

Cerita Sex-mulanya saya tidak terlalu berminat dengan pasangan suami-istri muda yang baru tinggal di samping rumahku itu. Suaminya yang bernama Bram, berusia sekitar 32 tahun, adalah seorang pria dengan wajah tirus dan dingin. Amat mahal senyum.

Sedang istrinya, seorang wanita 23 tahun, bertubuh sintal yang mempunyai sepasang mata membola indah, raut wajah khas wanita Jawa. Tidak beda jauh dengan suaminya, ia juga nampak kaku dan tertutup. Melainkan watak itu, agaknya lebih disebabkan oleh sikap pendiam dan pemalunya. Sehari-harinya, ia senantiasa mengenakan baju kebaya. Latar belakang kehidupan pedesaan wanita berbulu ikal panjang ini, nampak masih cukup kental, Jakarta tidak membuatnya berubah.

Cerita Sex Terbaru-Saya cuma sempat bicara dan berjumpa lebih dekat dengan pasangan ini, dihari pertama mereka pindah. Ketika mengangkat barang-barangnya, saya kebetulan baru pulang dari jogging dan melalui di depan pintu pagar halaman rumah yang mereka kontrak. Sesudah itu, saya tidak pernah lagi kontak dengan keduanya. Saya juga tidak merasa perlu untuk mengurusi mereka. Perasaan dan pikiranku mulai berubah, terlebih kepada si Istri yang bernama Maryati, dikala suatu pagi bangun dari tidur saya duduk di balik jendela. Dari arah sana, secara kebetulan, juga via jendela kamarnya, saya menyaksikan si Istri sedang melayani suaminya dengan amat telaten dan penuh beri.

Mulai memandu makan, mengenakan baju, memasang t-shirt kaki, sepatu, mengoreksi letak pakaian, hingga dikala mengecup suaminya yang sedang bersiap-siap untuk turun kerja, segala itu kusaksikan dengan terang. Saya punya ringkasan wanita lumayan indah itu amat mencintai pasangan hidupnya yang berwajah dingin hal yang demikian. Entah kenapa, tiba-tiba saja timbul pertanyaan badung di otakku. Apakah Istri seperti itu memang mempunyai keloyalan yang benar-benar ikhlas dan jauh dari pikiran jenis-jenis kepada suaminya? Sebutlah seumpama berhayal pada suatu dikala dapat mengerjakan petualangan seksual dengan lelaki lain? Apakah seorang istri seperti itu sanggup bertahan dari godaan seks yang kuat, apabila pada suatu dikala, ia terposisikan secara paksa terhadap suatu keadaan yang memungkinkannya bermain seks dengan pria lain?

Di Baca Juga : Ngentot Kepnonakan Bapak Kos

Apakah dalam kondisi seperti itu, ia akan melawan, menolak secara sempurna sedangkan keselamatannya terancam? Atau apakah ia justru memandangnya sebagai kans untuk dimanfaatkan, dengan dalih ketidakberdayaan sebab berada dibawah ancaman? Pertanyaan-pertanyaan itu, secara kuat menyelimuti otak dudaku yang memang dekil dan menyenangi berhayal perihal penyimpangan seksual. Sekalian juga akibatnya melahirkan sebuah agenda biadab, yang terang sarat dengan resiko dosa dan tata tertib yang berat. Saya berharap memperkosa Maryati! Wuah! Melainkan itulah memang ambisi yang terbangun kuat di otak binatangku. Sesuatu yang membuatmu mulai hari itu, secara membisu-membisu mengerjakan pengamatan dan penelitian intensif kepada pasangan suami istri muda hal yang demikian.

Kuamati, kapan keduanya mulai bangun, mulai tidur, makan dan bercengkrama. Kapan saja si Suami bepergian ke luar kota lebih dari satu malam, sebab tugas perusahaannya sebuah distributor perlengkapan elektronik yang cukup besar. Dengan kata lain, kapan Maryati, wanita dengan sepasang buah dada dan pinggul yang montok sintal itu tidur sendirian di rumahnya. Untuk dikenal, pasangan ini tak punya asisten. Ketika itulah yang bakal kupilih untuk momentum memperkosanya. Merasakan bangun dan lekuk-lekuk tubuhnya yang memancing gairah, sambil menguji kekuatan bendung keloyalannya sebagai istri yang dapat kukategorikan lumayan loyal. Karena tiap-tiap suaminya bepergian atau sedang keluar, wanita ini cuma mengunci diri di dalam rumahnya.

Selama ini pun ia tidak pernah kulihat sedangkan cuma untuk duduk-duduk di selasarnya yang besar. Itu ciri Ibu Rumah Tangga yang konservatif dan kukuh membatasi adat istiadat sopan-santun tradisi wanita timur yang amat menghormati suami. Sedangkan mungkin mereka sadar, seorang suami, yang terkesan sesetia apa saja, apabila punya kans dan kans untuk bermain sinting, gampang terjebak ke sana. Saya tahu suaminya, si Bram senantiasa bepergian keluar kota satu atau dua malam, tiap-tiap hari Rabu. Apakah benar-benar untuk kebutuhan kantornya, atau dapat jadi menyambangi wanita simpanannya yang lain. Dan itu bukan urusanku. Segala penting, pada Rabu malam itulah saya akan menjalankan aksi biadabku yang mendebarkan. Saya jenjang perbuatan yang akan kulakukan kepada wanita yang di mataku kian menggairahkan itu, kususun dengan akurat.

Saya akan menyelinap ke rumahnya cuma dengan mengenakan celana training minus celana dalam, serta pakaian t-shirt ketat yang mengukir wujud tubuh bidangku. Buat Anda kenal, saya pria macho dengan penampilan menarik yang mudah memaksa wanita yang berpapasan denganku lazimnya melirik. Karena yang kupilih, yakni pada ketika Maryati akan tidur. Saya menurut hasil pengamatanku, cuma pada ketika itu, ia tak berkebaya, hanya mengenakan daster tipis yang (mungkin) tanpa kutang. Saya tidak terlalu pasti soal ini, sebab hanya dapat menyaksikannya sekelebat saja melalui sistem mengintip dari balik kaca jendelanya dua hari lalu. Saya Maryati hanya berdaster, berarti saya tidak perlu disibukkan untuk melepaskan stagen, pakaian, kutang serta kain yang membalut tubuhnya sekiranya lagi berkebaya.



Sedang kenapa saya hanya mengenakan training spack tanpa celana dalam, tahu sendirilah. Saya menyelinap masuk ke dalam rumahnya melalui pintu dapur yang terbuka sore itu. Ketika Maryati pergi mengambil jemuran di kebun belakangnya, saya pesat sembunyi di balik tumpukan karton kemasan barang-barag elektronik yang terdapat di sudut ruangan dapurnya. Dari sana, dengan tabah dan terus berupaya untuk memegang diri, wanita itu kuamati sebelum ia masuk ke kamar tidurnya. Dengan mengenakan daster tipis dan terbukti benar tanpa kutang selain celana dalam di baliknya. Si Istri Dia itu memeriksa kunci-kunci jendela dan pintu rumahnya. Dari dalam kamarnya terdengar bunyi acara TV cukup nyaring.

Nah, pada ketika ia akan masuk ke kamar tidurnya itulah, saya seketika menjelang jenjang berikut dari taktik memperkosa wanita bertubuh sintal ini. Ia kusergap dari belakang, sebelah tanganku menutup mulutnya, sedang tangan yang lain secara kuat mengunci kedua tangannya. Maryati nampak tersentak dengan mata terbeliak lebar sebab kaget sekalian panik dan ketakutan. Ia berupaya meronta dengan keras. Melainkan seperti adegan lazim di film-film yang memperagakan ulah para bajingan, saya pesat mengingatkannya untuk konsisten membisu dan tak berbuat bodoh mengerjakan konfrontasi. Saya bedanya, saya juga mengutarakan permintaan maaf. “Maafkan aku Mbak. Dia tak bendung untuk tak memeluk Mbak. Percayalah, aku tak akan menyakiti Mbak.

Dan aku bersumpah cuma mengerjakan ini sekali. Sekali saja,” bisikku membujuk dengan napas memburu pengaruh nafsu dan rasa tegang luar lazim. Maryati konsisten tak peduli. Ia berupaya mengamuk, menendang-nendang ketika kakiku menutup pintu kamarnya dan tubuhnya kepepetkan ke dinding. “Saya Mbak gaduh, akan ketahuaan orang. Kita berdua dapat hancur sebab malu dan terhina. Saya ini tak akan dikenal orang lain. Dia bersumpah merahasiakannya hingga mati, sebab aku tak ingin dikenal orang lain sebagai pemerkosa,” bisikku lagi dengan konsisten mengunci semua gerakan tubuhnya. Dia berikutnya, yakni menciumi komponen leher belakang dan alat pendengaran wanita berbau tubuh harum menstimulasi itu.

Sedang senjataku yang keras, tegang, perkasa dan penuh urat-urat besar, kutekankan secara keras ke belahan bokongnya dengan gerakan memutar, membikin Maryati kian terjepit di dinding. Ia mencoba kian kalap melawan dan meronta, tetapi apalah artinya energi seorang wanita, di hadapan pria kekar yang sedang dipegang nafsu hewan seperti diriku. Aksi menciumi dan menekan bokong Maryati terus kulakukan hingga lebih kurang sepuluh menit. Sesudah memandang ada kans lebih bagus, dengan gerakan secepat kilat, dasternya kusingkapkan. Celana dalamnya seketika kutarik hingga sobek ke bawah, dan sebelum wanita ini tahu apa yang akan kulakukan, belahan bokongnya seketika kubuka dan lubang duburnya kujilati secara buas.

Maryati terpekik. Sebelah tanganku dengan gesit kemudian menyelinap masuk diantara selangkangannya dari belakang dan menyentuh serta meremas komponen luar alat kelaminnya, melainkan membolehkan komponen dalamnya tidak terjamah. Strategiku mengingatkan belum waktunya hingga ke sana. Aksi menjilat dan meremas serta mengusap-usap ini kulakukan selama sebagian menit. Maryati terus berupaya melepaskan diri sambil memintaku menghentikan perbuatan yang disebutnya jahanam itu. Ia berulang-ulang menyebutku hewan dan bajingan. Tidak soal. Saya memang telah jadi hewan bajingan. Dan kini sang bajingan telah tanpa celana, telanjang beberapa. “Akan kulaporkan ke suamiku,” ancamnya kemudian dengan napas terengah-engah. Saya tidak menyahut sambil bangkit berdiri serta menciumi pundaknya.

Lalu melekatkan batang perkasaku yang besar, tegang dan panas diantara belahan bokongnya. Menekan dan memutar-mutarnya dengan kuat di sana. Sedang kedua tanganku menyusup ke depan, menyentuh, meremas dan memainkan puting buah dada besar serta montok wanita yang terus berjuang untuk meloloskan diri dari musibah itu. “Saya Mas Dartam, lepaskan saya. Kasihani saya,” ratapnya. Saya seketika menciumi leher dan belakang kupingnya sambil berbisik untuk membujuk, sekalian memprovokasi. “Kita akan sama-sama mendapatkan kepuasan Mbak. Kamu ada yang rugi, sebab juga tak akan ada yang tahu. Suamimu sedang keluar kota. Mungkin juga ia sedang bergulat dengan wanita lain. Apakah kamu percaya ia loyal seperti dirimu,” bujukku mesra. “Berikutnya bajingan terkutuk,” pekiknya dengan geram.

Sebagai jawabannya, tubuh putih yang montok dan harum itu (ciri yang amat kusenangi) kali ini kupeluk kuat-kuat, lalu kuseret ke atas ranjang dan menjatuhnya di sana. Kemudian kubalik, kedua tangannya kurentangkan ke atas. Tolong, ketiak yang berambut halus dan berair oleh peluh milik wanita itu, mulai kuciumi. Dari sana, ciumanku meluncur ke sepasang buah dadanya. Menjilat, menggigit-gigit kecil, serta menyedot putingnya yang terasa mengeras tegang. “Jangan Mas Darta. Jangan.. Saya lepaskan saya.” Wanita itu menggeliat-geliat keras. Masih konsisten berupaya untuk melepaskan diri. Saya saya terus berbuat kian jauh. Kali ini yang menjadi sasaranku yakni perutnya. Kujilat habis, sebelum perlahan-perlahan merosot turun lebih ke bawah lalu berputar-putar di bukit alat kelaminnya yang terbukti menggunung tinggi, mirip roti.

Sementara tanganku meremas dan mempermainkan buah dadanya, kedua batang paha putih dan mulusnya yang menjepit rapat, berupaya kubuka. Maryati dengan kalap berupaya bangun dan menyokong kepalaku. Kakinya menendang-nendang kasar. Saya pesat menjinakkannya, sebelum kaki dan dengkul yang liar itu secara telak membentur dua biji kejantannanku. Sekiranya celaka apabila itu terjadi. Saya saya semaput, wanita ini pasti lolos. Sesudah berjuang cukup keras, kedua paha Maryati akibatnya sukses kukuakkan. Kemudian dengan keahlian mengerjakan cunnilingus yang kumiliki dari hasil belajar, berteori dan berpraktek selama ini, lubang dan bibir kelamin wanita itu mulai menjadi target lidah dan bibirku. Tanpa sadar Maryati terpekik, ketika ciuman dan permainan ujung lidahku merekat kuat di klitorisnya yang mengeras tegang.

Kulakukan bermacam-macam sapuan dan dorongan lidah ke komponen-komponen amat peka di dalam liang senggamanya, sambil tanganku terus mengusap, meremas dan memijit-mijit kedua buah dadanya. Maryati menggeliat, terguncang dan tergetar, kadang menggigil, membendung akibat dari segala aksi itu. Kepalanya digeleng-gelengkan secara keras. Entah pernyataan menolak, atau apa. Sambil mengerjakan hal itu, mataku berupaya melihat permukaan perut Si Istri Dia ini. Dari sana saya dapat mempelajari respon otot-otot tubuhnya, kepada gerakan lidahku yang terus menyeruak masuk dalam ke dalam liang senggamanya. Dengan sentakan-sentakan dan gelombang di komponen atas perut itu, saya akan tahu, di spot dan komponen mana Maryati akan merasa lebih terstimulus dan sedap.

Gelombang stimulus yang kuat itu kusadari mulai melanda Maryati secara jasmaniah dan emosionil, dikala konfrontasinya melemah dan kaki serta kepalanya bergerak kian galau. Tidak ada bunyi yang keluar, sebab wanita ini menutup pun menggigit bibirnya. Geliat tubuhnya bukan lagi refleksi dari penolakan, melainkan (mungkin) ilustrasi dari seseorang yang mati-matian sedang membendung kenikmatan. Berulang kali kurasakan kedua pahanya bergetar. Rupanya banjir membasah. Tapi benar analitik  otak kotorku sebagian minggu lalu. Bahwa sesetia apa saja seorang Istri, ada ketika di mana benteng keloyalan itu roboh, oleh stimulus seksual yang dikerjakan dalam tempo relatif lama secara paksa, seketika, intensif serta tersembunyi oleh seorang pria rupawan yang spesialis dalam keadaan sulit seks. Maryati sudah menjadi model dari hal itu.

Mungkin juga ketidakberdayaan yang sudah membuatnya memilih untuk pasrah. Saya rasanya saya yakin lebih oleh gelora nafsu yang bangkit berharap mencari pelampiasan pengaruh stimulus yang kulakukan secara intensif dan spesialis di semua komponen peka tubuhnya. Aksiku berikutnya yakni dengan memutar tubuh, berada di atas Maryati, memposisikan batang kejantananku ideal di atas wajah wanita yang telah mulai membara dibakar nafsu libido itu. Saya berharap mengenal, apa reaksinya apabila terus kurangsang dengan batang perkasaku yang besar dan hangat ideal berada di depan mulutnya. Wajahku sendiri, masih berada diantara selangkangannyadengan lidah dan bibir terus menjilat serta menghisap klitoris dan liang kewanitaannya.

Paha Maryati sendiri, entah secara sadar atau tak, kian membuka lebar, sehingga memberikan kemudahan bagiku untuk merasakan kelaminnya yang telah membanjir berair. Mulutnya berulangkali melontarkan jeritan kecil terbendung yang bercampur dengan desisan. Aksi itu kulakukan dengan intensif dan penuh nafsu, sehingga berulang kali kurasakan paha serta tubuh wanita indah itu bergetar dan berkelojotan. Setia menit kemudian mendadak kupikir sebuah benda berair yang panas menyapu batang kejantananku, membuatku jadi agak tersentak. Aha, apalagi itu sekiranya bukan lidah si Istri Dia ini. Berarti, selesailah telah semua konfrontasi yang dibangunnya demikian termotivasi dan habis-habisan tadi. Wanita ini sudah menyerah.

Tak sayang, jilatan yang dikerjakannya tadi tak diulanginya, sedangkan batang kejantananku telah kurendahkan sedemikian rupa, sehingga memungkinkan mulutnya untuk menelan komponen kepalanya yang telah amat keras, besar dan panas itu. Boleh jadi wanita ini merasa ia sudah menghianati suaminya apabila mengerjakan hal itu, menghisap batang kejantanan pria yang memperkosanya! Tidak apa. Segala penting kini, saya tahu ia telah menyerah. Saya pesat kembali membalikkan tubuh. Memposisikan batang kejantananku ideal di depan bukit kewanitaannya yang telah merekah dan berair oleh cairan dan air ludahku. Saya mulai menciumi pipinya yang berair oleh air mata dan lehernya. Kemudian kedua belah ketiaknya. Maryati menggelinjang liar sambil buang wajahnya ke samping. Tidak berharap bertatapan denganku.

Buah dadanya kujilati dengan buas, kemudian berupaya kumasukan sedalam-dalamnya ke dalam mulutku. Tubuh Maryati mengejang membendung sedap. Hanya itu kupertahankan selama sebagian menit. Kemudian batang kejantananku kian kudekatkan ke bibir alat kelaminnya. Ah.., wanita ini agaknya telah mulai tak tabah mendapatkan batang panas yang besar dan akan memenuhi semua liang sanggamanya itu. Saya kupikir pahanya memrentang kian lebar, sementara pinggulnya agak diangkat membikin lubang sanggamanya kian menganga merah. “Mbak Mar amat indah dan menstimulasi sekali. Saya lelaki yang mujur bisa merasakan tubuhmu yang luar lazim ini,” gombalku sambil menciumi pipi dan lehernya.

“Kini punyaku akan menjelang punya Mbak. Saya akan memberikan kenikmatan yang luar lazim pada Mbak. Kini nikmatilah dan kenanglah momen ini sepanjang hidup Mbak.” Sesudah mengatakan hal itu, sambil menarik otot di sekitar dubur dan pahaku supaya ketegangan kelaminku kian meningkat tinggi, liang kenikmatan wanita desa yang bermata bulat jelita itu, mulai kuterobos. Maryati terpekik, tubuhnya menggeliat, melainkan kutahan. Batang kejantananku terus merasuk kian dalam dan dalam, hingga akibatnya karam penuh di atas bukit kelamin yang montok berambut itu. Untuk sesaat, tubuhku juga ikut serta bergetar membendung kenikmatan luar lazim pada ketika liang kewanitaan wanita ini berdetak-deyut menjepitnya.

Tubuhku kudorongkan ke depan, dengan bokong kian ditekan ke bawah, membikin pangkal atas batang kejantananku merekat dengan kuat di klitorisnya. Maryati melenguh gundah. Tangannya tanpa sadar memeluk tubuhku dengan punggung melengkung. Kudiamkan ia hingga agak lebih hening, kemudian mulailah gerakan alamiah untuk coitus yang membara itu kulakukan. Maryati kembali terpekik sambil meronta dengan mulut mendesis dan melengguh. Tembakan batang kejantananku kulakukan kian pesat, dengan gerakan berubah-ubah bagus dalam hal sudut tembakannya, ataupun formatnya dalam mengerjakan penetrasi. Kadang lurus, miring, juga memutar, membikin Maryati benar-benar seperti orang kesurupan.

Wanita ini kelihatanya telah sempurna lupa diri. Tangannya mencengkram pundakku, lalu mendadak kepalanya terangkat ke atas, matanyaterbeliak, giginya dengan kuat menggigit pundakku. Ia orgasme! Gerakan keluar-masuk batang kejantananku kutahan dan cuma memutar-mutarnya, mengaduk semua liang sanggama Maryati, supaya dapat meraba dan melumat komponen-komponen peka di sana. Wanita berpinggul besar ini meregang dan berkelonjotan berulang kali, dalam tempo waktu sekitar dua puluh detik. Semuanya kemudian usai. Mata dan hidungnya seketika kuciumi. Pipinya yang berair oleh air mata, kusapu dengan hidungku. Tubuhnya kupeluk kian erat, sambil mengatakan permintaan maaf atas kebiadabanku. Maryati hanya diam. Kami berdua saling berdiaman.

Kemudian saya mulai beraksi kembali dengan terpenting dulu mengecup dan menjilati leher, alat pendengaran, pundak, ketiak serta buah dadanya. Kocokan kejantananku kumulai secara pelan. Kepalanya kuarahkan ke komponen-komponen yang peka atau G-Kupikir wanita ini. Saya sebagian detik kemudian, Maryati kembali gundah. Kali ini saya bangkit, mengangkat kedua pahanya ke atas dan memrentangkannya dengan lebar, lalu menghujamkan batang perkasaku sedalam-dalamnya. Maryati terpekik dengan mata terbeliak, menyaksikan batang kejantananku yang mungkin jauh lebih besar dari milik suaminya itu, berulang-ulang keluar masuk diantara lubang berambut berair miliknya. Matanya tidak ingin lepas dari sana. Saya, wanita ini terbiasa untuk berlaku seperti itu, apabila bersetubuh. Wajahnya kemudian menatap wajahku. “Mas” bisiknya.

Saya mengangguk dengan perasaan lebih terstimulus oleh panggilan itu, kocokanbatang kejantananku kutingkatkan kian pesat dan pesat, sehingga tubuh Maryati terguncang-guncang dahsyat. Pada puncaknya kemudian, wanita ini menjatuhkan tubuhnya di tilam, lalu menggeliat, meregang sambil meremas sprei. Saya tahu ia akan kembali menjelang ketika orgasme keduanya. Dan itu terjadi ketika mulutnya melontarkan pekikan nyaring, menyelesaikan bunyi Krisdayanti yang sedang berdendang di pesawat TV di samping ranjang. Pertarungan mengasyikan itu kembali berakhir. Saya terengah dengan tubuh bermandi peluh, di atas tubuh Maryati yang juga berair kuyup.

Matanya kuciumi dan hidungnya kukecup dengan lembut. Dia jantungku terasa mengasah demikian kuat. Kurasakan batang kejantananku berdetak-detak kian kuat. Saya tahu, ini ketika yang bagus untuk mempersiapkan orgasmeku sendiri. Tubuh Maryati kemudian kubalikkan, lalu punggungnya mulai kujilati. Ia mengeluh. Sesudah itu, bokongnya kubuka dan kunaikkan ke atas, sehingga lubang duburnya ikut serta terbuka. Jilatan intensifku seketika kuarahkan ke sana, sementara jariku memilin dan mengusap-usap klitorisnya dari belakang. Maryati berulang kali menyentakkan badannya, membendung rasa ngilu itu. Tak sebagian menit kemudian, kemauan bersetubuhnya bangkit kembali.

Tubuhnya seketika kuangkat dan kuletakkan di depan kamar kecil ideal menghadap cermin besar yang ada di depannya. Ia kuminta jongkok di sana, dengan membuka kakinya agak lebar. Sesudah itu dengan agak tak tabah, batang kejantananku yang terus membesar keras, kuarahkan ke kelaminnya, lalu kusorong masuk hingga ke pangkalnya. Maryati kembali terpekik. Dan pekik itu kian tak jarang terdengar dikala batang kejantananku keluar masuk dengan pesat di liang sanggamanya. Saya wanita itu benar-benar menjerit berulangkali dengan mata terbeliak, sehingga saya kuatir suaranya dapat didengar orang di luar. Wanita ini kelihatannya amat terstimulus dengan style bersetubuh seperti itu.

Saya batang kejantananku terasa lebih dahsyat menerobos dan menggesek komponen-komponen sensitifnya, ia juga dapat menyaksikan wajahku yang tegang dalam memompanya dari belakang. Dan tak seperti sebelumnya, Maryati kali ini dengan bunyi gemetar mengatakan ia akan keluar. Saya pesat mengangkat tubuhnya kembali ke ranjang. Menelentangkannya di sana, kemudian menyetubuhinya habis-habisan, sebab saya juga sedang mempersiapkan ketika orgasmeku. Saya akan melepas bendungansperma di kepala kejantananku, pada ketika wanita ini menjelang orgasmenya. Dan itu terjadi, sekitar lima menit kemudian. Maryati meregang keras dengan tubuh bergetar. Matanya yang indah terbeliak. Saya orgasmeku seketika kulepas dengan hujaman batang kejantanan yang lebih lambat tetapi lebih kuat serta merasuk sedalam-dalamnya ke liang kewanitaan Maryati.

Kedua mata wanita itu kulihat terbalik, Maryati meneriakkan namaku ketika spermaku menyembur berulang kali dalam tenggang waktu sekitar delapan detik ke dalam liang sanggamanya. Tangannya dengan kuat merangkul tubuhku dan tangisnya seketika timbul. Kenikmatan luar lazim itu sudah memaksa wanita ini menangis. Saya memejamkan mata sambil memeluknya dengan kuat, menikmati nikmatnya orgasme yang bergelombang itu. Ini yakni orgasmeku yang pertama dan penghabisanku dengan wanita ini. Saya seketika berdaya upaya untuk berangkat esok hari ke Kalimantan, ke daerah pamanku. Mungkin seminggu, sebulan atau lebih menginap di sana.

Cerita Sex--Akibatnya kulalui malam ini dengan sendiri lagi..dan kesudahannya rasa ngantuk menyerangku sampai saya terlelap dan di buai oleh mimpi-mimpi cantik bersama mbak Anun..

Surya sudah terbit,saya terbangun oleh gaduhnya suasana didepan kontrakanku..kucoba untuk bangun dari daerah tidurku untuk sekadar mengenal, kucoba untuk mengintip dari celah gorden kaca depan,rupanya mbak anun baru datang..dan eh siapa itu..oooo rupanya sahabat mbak Anun..

Saya kembali ketempat tidurku,baru sebagian langkah ..pintu diketuk seseorang

“ ardi..ardi kau telah bangun.?” Bunyi itu tidak lain ialah bunyi Mbak Anun.
“iya ..Mbak.” kataku kemudian saya melangkah kedepan pintu dan kubuka pintu .”
“ada apa mbak?”kataku
“ kau hari ini ada agenda berkeinginan jalan gak?” katanya..
”kayanya gak ,mbak..mengapa” kataku,
“ dapat temanin kami gak..itu temanku berkeinginan ngajak jalan-jalan keLoksado..”katanya,
“kapan, hari ini?”kataku..
”tahun depan..ya hari ini lah..rencananya kami berkeinginan nginap disana”katanya lagi sambil tersenyum.
” Ok ..saya mandi dahulu ya mbak..”kataku..
”ya telah kami tunggu kau..jangan lama-lama “ katanya
” ok mbak..”kataku sambil berlalu.

Cerita Sex Terbaru--Sesudah segala siap kami berangkat menuju daerah liburan Loksado,di perjalan kami cuma bertiga saya nyetir dan mbak anun dan sahabatnya duduk diibelakang .mereka asik bersenda gurau dan diskusi mereka mengarah diskusi sex..saya cuma senyum-senyum aja mengamati tigkah laku mereka..kadang-kadang mbak Anun tersenyum padaku..o iya nama sahabat mbak Anun ini Nita..orangnya gak keok menawannya sama mbak Anun ..toketnya lumayan gede melainkan yang bikin berbeda sama mbak Anun ialah bokongnya yang besar,kadang-kadang saya melirik dari kaca ..pikiranku telah kemana-mana memikirkan apa yang akan terjadi di sana.

Satu jam telah perjalan menuju Loksado kesudahannya kami hingga di daerah liburan hal yang demikian..dan lantas mengorder kamar peginapan yang ada disana.

”mbak , berkeinginan berapa kamar..dua?kataku..saja gak papakan..?”katanya
“gak papalah..pun saya bergembira..”sambil tersenyum..

terus saya ngambil kunci kamar ,,dan masuk kamar yang telah tersedia ditiru oleh mbak anun danmbak nita..kubuka pintu kamar dan memasukan barang turunan kami..mereka lantas merebahkan diri di kasur yang empuk..

” eh cape banget nih di, berkeinginan gak pijitin saya” kata mbak anun..
”boleh, apanya yang dipijit..mbak..?” kataku
“punggunku rasanya pegel banget di “ katanya sambil membuka pakaian nya..dan sekarang ia cuma gunakan BH..

Di Baca Juga :  Menjaga Putra Tunggal Ku

”ok ..mbak..” saya mulai memijit dari pundaknya..pijitannku kulakukan sebaik mungkin
“ ooh di pijitanmu sedap banget ,,rasanya urat-urat pada pundakku yang tdi tegang telah rada enakan,di kalo Bhnya ngalangin pijitan kau ..buka aja .gpp kok”katanya..

dengan kencang kelepaskan bhnya dari tubuh mbak anun..dari pundak pijitanku kuturunkan kepunggung mbak anun.kadang-kadang tanganku meraba pinggiran gundukan gunung kembar yang masih padat dan cepat..

”eeh ardi tangan kau jahil,ya..”katanya manja..
”melainkan menyukai kan mbak” kataku..dan tanganku masih memijat punggungnya..
”iya sih abis pijitan kau sedap bgt ,di”
“berkeinginan yang lebih sedap lagi ya mbak?” kataku dan tanganku telah ada di gundukan kembar itu dan sambil meremas gundukan itu terdengar ritihan kecil dari mulut ia
”ooh di sedap bgt remasan kau..ooh di terus di “rintihnya..

kemudian ia membalikanbadan dan tengadah dantampaklah bukit kembar yang memikat di hadapanku dan lantas saja kulumat gundukan itu dan diapun mengelinjang

” ouuh di ..libas terus isep yang kecang di..ouuhh enak banget .

”mulutku kuturunkan kebawah dan kesudahannya hingga kesela-jeda selangkangannya..dan mulai kujulurkan lidahku diantara belahan memeknya yang bersih..

”ouuhhh..diii.enak baget ya terus terus dii jilat terus ..ya yang itu di enak banget ouuhh oouughh .dii saya hmapir gak bendung dii saya berkeinginan keluar”tubuhnya mengejang ngejang.

dan kesudahannya..menyeburlah cairan jernih dari dalam memeknya dengan derasnya dan membasahi muka ku..dan dengan besemangat saya jilat hingga licin cairan itu.

” ouuh di..enak banget,kau piawai sekali menjilatnya..” katanya tersenyum..

Mbak nita yang dari tadi memandang kami cuma senyum-senyum.dan kesudahannya ia mendekat kekami dan ia melepaskan segala pakainanya hingga bugil..dan ak terpana akan bodynya yang duhai..

”boleh saya ikutan” katanya
” gabung aja ta..”kata mbak anun..
” di kini giliran kau..lantas saja mbak anun meraih kontolku yang sedari tadi telah tegak berdiri di lumatnya dengan ganas tidak tertinggal biji nya dijilat dan di emutnya..
”oohhh mbak ..sedap bgt “saya cuma dapat terpejam meninkmati jilatan dan isapan mltnya..

dan mbak nita kini telah ada di hadapanku sampil membimbing memeknya di hadapan mukaku dan lantas saja kuisep dan kujilat memek itu.

“oohh dii sedap bgt enak bgt dii oohhh..terus di” mbak nita meracau..
”mbak..memek kau sedap banget,ooh “ memek itu terasa legit dan saya menjilatnya samapi puas .
” di..saya gak bendung lagi, maikan sodokan kontolmu ke memek ku di..” kata mbak Anun..

saya mengubah posisi kini saya tengadah dan mbakanun siap mengangkagi saya dan memberi nasihat kontolku ke lobang kenikmatannya dan kesudahannya masuklah kontolku ke lobang itu.”uoohh di enak …punyamu keras banget di..ia sambil menaik turunkan tubuhnya..dengan kencang dan kadang-kadang ia gayangkan dan terasa kontolku terputar-putar, tidak lama kemudian ia mengejang tubuhnya kelojotan kaya cacing kepanasan.
“ di saya gak bendung lagi..berkeinginan keluar dii.. uooohhhgg enak ..di terasa ada yang berdetak detak memijit kontolku..”sementara itu saya masih asik mengisap memek mabak nita.
” Di kini giliranku ,sodokan punya kau di saya telah gak bendung nih..”mbak anun terkapar lemas di samping kami..

dan mbak nita siap mendapatkan sodokanku dengan gaya nungging..dan kuarahkan kontolku ke lobangnya dan “ bless” masuklah segala kedalam memeknya dan mulai ku genjot secara perlahan perlahan dan kadang-kadang ku goyangkan kontolku dalam

“ oohhh di..enak banget…kontolmu dapat bergerak dalam memekku..oggghhhh nikamat iya terus di sodok yang cepat..
”memek mbak juga enak banget..”kataku..tak berapa lama
” dii..saya telah berkeinginan keluar..di kau masih lama kah.” Katanya
” iya, mba melainkan kalo mbak berkeinginan aku keluarin kini ayo juga” ok di kita bareng keluarnya ya…
” he eh mba” sodokanku kupercepat
“ di..kini dii…ooohhhggghhh…saya keluar..enak di..ouuhhh “ terasa hangat cairan yang keluar dari dalam lobang memek itu
” iya mbak sejenak lagi sodokanku kian kupercepat dan kesudahannya” oooohhhhgg mbak saya berkeinginan keluar.
” di keluarin dimana mbak..?”
“Di luar aja di..saya berkeinginan minum peju kau” katanya..

dan kucabut kontolku dari dalam memeknya dan ia lantas mengulum dan mengisap dengan buasnya..

” iya mbak…saya keluar..croot croot dan tumpahlah pejuku dalam mulutnya dan ditelannya hingga habis..” peju kau sedap banget di..banyak lagi..hingga luber di mulutku..”katanya sambil terus sibuk menjilat sisa mani yang masih ada hingga bersih.

Cerita Sex-Kali ini akan menceritakan saat diriku pergi kerumah dosen seksiku untuk mengurus kebutuhannya. Ingin tahu kelanjutan ceritanya? Lantas aja yuk baca dan simak bagus-bagus cerita dewasa ini.

Kisah ini terjadi dikala saya masih duduk dibangku kuliah. Saya dikala itu sungguh-sungguh pemalu dan tdk banyak sahabat wanita. Pada waktu ujian tengah semester, saya dipanggil ke rumah dosen wanita yg masih muda, sekitar 27 tahun. Dipinta ke rumahnya sebab saya diperintah utk mengurus kebutuhan ia, sebab ia akan ke luar kota. Malam harinya aku malah ke rumahnya sekitar jam 19.30 malam. Ketika itu rumahnya cuma ada pembantu rumah tangga. Suaminya saat itu belum pulang dari kantor.

Cerira sex Terbaru-Ketika saya membuka pintu rumahnya, saya terkejut sebab ia mengaplikasikan pakaian tidur yg tipis, sehingga kelihatan toketnya menyumbul keluar. Ketika saya amati, ia rupanya tdk mengaplikasikan bra. Tampak dikala itu toketnya yg masih keras berdiri, tdk turun. Puting toketnya jg kelihatan besar dan kemerahan, sepertinya mempunyai ukuran sekitar 36B.

Sewaktu saya sedang mengamati bu dosen, saya kepergok oleh asistennya yg rupanya dari tadi mengamati diriku. saya jadi gugup, namun kemudian asisten itu malahan mengedipkan matanya padaku, dan berikutnya dia memberikan minuman padaku. Toketnya jadi kelihatan (sebab bajunya agak pendek), dan sama seperti dosenku ukurannya jg besar.

Kemudian bu dosen yg telah duduk di depanku berkata, (mungkin sebab saya memandang belahan toket asisten itu)
“Kau pingin “netek” ya sama toket yg kenyal..?”

Saya malah tergagap dan menjawab,
“Eh… enggak kok Bu..!”
Lalu ia bilang,
“Nggak papa kok kalo kau pingin.., Ibu jg bersedia netekin kau.”

Mungkin sebab dia ku anggap bersenda gurau, saya bilang saja,
“Oh.., boleh jg tuh Bu..!”

Tanpa diduga, dia malah mengajakku masuk ke ruang kerjanya.

Ketika kami masuk, dia berkata,

“Rony, bantu liatin di punggung Ibu ada apanya sih nih..!”

Kemudian saya berdasarkan saja, ku lihat punggungnya. Sebab tdk ada apa-apa, saya bilang,
“Nggak ada apa-apa kok Bu..!”

Di Baca Juga : Istri Selingkuh GangBang Dengan Mantan-Mantannya

namun tanpa dikira, dia malahan membuka seluruh pakaian tidurnya, dgn konsisten membelakangiku. Ku lihat punggungnya yg semacam itu putih dan mulus. Kemudian dia menarik tanganku ke toketnya, wow sungguh kenyal dan besar. Kemudian saya merayap ke putingnya, dan benar perkiraanku, putingnya besar dan masih keras.

Kemudian ia membalikkan tubuhnya, dia tersenyum sambil membuka cdnya. Tampak di sekitar meqinya banyak ditumbuhi bulu yg lebat.

Kemudian saya berkata,
“Mengapa Ibu membuka pakaian..?”

Dia malahan berkata,
“Sdh..,santai saja! Pokoknya puaskan saya malam ini, sekiranya perlu sampai pagi.”

Sebab saya mau juga menikmati tubuhnya, saya malah tanpa basa-basi terus mencumbu toketnya. Ku hisap sampai dia menggeliat keenakan. Kemudian dia membuka pakaianku, dia malah kaget dikala dia memandang k0ntolku.

“Wow, sungguh-sungguh besar dan panjang..!

Dosenku malah sdh mulai kelihatan aktif, dia menjilat dan mengulum penisku sampai biji alat vital.

“Oh.. ahh Bu… sedap sekali, terus Bu, saya belum pernah dihisap seperti ini..!” desahku.

Sebab dipuji,ia malah terus motivasi memaju-mundurkan mulutnya. Akupun terus meremas-remas toketnya, sedap sekali kata dosenku. Kemudian dia mengajakku utk berubah posisi ke posisi 69.

Akupun terus menjilati meqinya dan terus memasukkan jariku.
“Oh.. Rony, saya sdh nggak kuat ..! Pesat masukkan k0ntolmu..!” katanya.
“Bagus Bu..!” jawabku sambil mencoba memasukkan k0ntolku ke meqinya.
“Oh.., rupanya masih sempit jg ya Bu..! Jarang dientot ya Bu..?” tanya aku.
“Iya Rony, suami Ibu jarang bercumbu dgn Ibu, sebab itu Ibu belum punya momongan, dia malah jg sejenak mainannya.” jawabnya.
Kemudian ia terus menggeliat dikala dimasukkannya k0ntolku sambil berkata, “Ahh… ohhh… besar sekali k0ntolmu, tdk masuk ke meqiku”

“Achh nggak kok Bu lazim aja..” jawabku sambil terus berupaya memasukkan k0ntolku.
Kemudian, utk melonggarkan lubang meqinya, saya malah memutar-mutar k0ntolku dan jg mengocok-ngocoknya dgn kemauan membuka meqinya. Dan betul, meqinya mulai membuka dan k0ntol kejantananku sdh masuk setengahnya.

“Ahhh… ohhh… Terus Rony, masukkan terus, jangan stop..!” katanya memohon.
Sesudah memutar dan mengocok k0ntolku, hasilnya masuk jg ke meqinya.
“Aahh pssfff… oha hhah.. ah…” desahnya yg ditiru dgn teriakannya,
“Oh my good..! Ahhh..!”
Saya malah mulai mengocok k0ntolku keluar masuk. Tdk hingga semenit kemudian, dosenku sdh orgasme.
“Oh Rony, Ibu keluar…” terasa hangat dan kental sekali cairan itu.
Cairan itu jg memudahkanku utk terus menggenjot k0ntolku. Sebab cairan yg dikeluarkan terlalu banyak, terdengar suara,
“Crep.. crep.. sleppp.. slepp..” sungguh-sungguh keras.

Sebab saya mengerjakannya sambil menghadap ke arah pintu, sehingga terdengar hingga ke luar ruang kerjanya. Ketika itu saya sempat memandang asistennya mengintip permainan kami. Rupanya asisten itu sedang meremas-remas toketnye sendiri (mungkin sebab bernafsu memandang permainan kami). Oh, alangkah bahagianya saya sambil terus mengocok k0ntolku maju mundur di meqiku dosenku. Saya juga memandang tontonan tidak dipungut bayaran ulah asistennya yg sedang masturbasi sendiri, dan baru kali ini saya memandang wanita masturbasi.

Sesudah lima belas menit bermain dgn posisi saya berada di atasnya, kemudian saya memerintah dosenku pindah ke atas ku kini. Dia malah kelihatan agresif dgn posisi seperti itu.

“Ciiiha.. ha.. ha…” dia berkata seperti sedang bermain rodeo di atas tubuhku.
Lima belas menit kemudian ia rupanya orgasme utk yg kedua kalinya.
“Oh, pesat sekali ia orgasme, walaupun saya belum sekalipun orgasme.” batinku.

Kemudian sesudah orgasmenya yg kedua, kami berganti posisi kembali. Ia di atas meja, meskipun saya berdiri di depannya. Saya terus bermain lagi hingga menikmati batas dinding rahimnya.
“ahh.. oh.. Rony, perlahan-perlahan..!” katanya.

Kelihatannya ia memang belum pernah dimasukan batang alat vital suaminya sampai sedalam ini. 15 menit kemudian ia rupanya mengalami orgasme utk yg ketiga kalinya.

“Oh Rony, saya keluar, Oh… ah… ahhh… sedap..!” desahnya sambil memuncratkan kembali cairan alat vitalnya yg banyak itu.

Sesudah itu dia mengajakku ke kamar mandinya. Ia ingin supaya di bath-tub saya dapat orgasme, sebab ia kelihatannya tidak mampu lagi membalas permainan yg ku berikan. Di bath-tub yg diisi separuh itu, kami mulai menerapkan sabun mandi utk mengusap-usap badan kami. Sebab dosenku sungguh-sungguh bersuka ria diusap toketnya, ia kelihatan terus-terusan bergelinjang. Ia membalasnya dgn meremas-remas buah zakarku menerapkan sabun.

Sesudah lima belas menit kami bermain di bath-tub, kami hasilnya berdua menempuh klimaks yg keempat bagi dosenku dan yg pertama bagiku.

“Oh Rony, saya ingin keluar lagi..!” katanya.

Sesudah terasa penuh di ujung kepala k0ntolku, kemudian saya keluarkan k0ntolku dan kemudian mengeluarkan cairan lahar panas itu di atas toketnya sambil mengusap-usap lembut.

“Oh Rony, kau sungguh kuat dan pasangan bercumbu yg dahsyat, kau tdk pesat orgasme, sehingga saya bisa orgasme berkali-kali. ini pertama kalinya bagiku Rony. Suamiku umumnya cuma bisa membuatku orgasme sekali saja, kadang-kadang tdk sama sekali.” ujar dosenku itu.

Kemudian sebab kekelalahan, ia terkulai lemas di bath-tub hal yang demikian, dan saya keluar ruang kerjanya masih dlm situasi telanjang mencoba mengambil pakaianku yg berserakan di sana.

Di luar ruang kerjanya, saya lihat asisten dosenku terkapar di lantai depan pintu ruangan itu sambil memasukkan jari-jarinya ke dlm meqinya. Sebab memandang tubuh asisten itu yg jg montok dan putih bersih, saya mulai membayangkan jikalau saya bisa bersetubuh denganya. Yg menarik dari tubuhnya yaitu sebab toketnya yg besar, sekitar 36D. Walhasil saya berdaya upaya, biarlah saya main lagi di ronde kedua bersama asistennya. Asisten itu malah jg tampaknya bergairah sesudah memandang permainanku dgn majikannya.

Saya segera menindih tubuhnya yg montok itu dgn sungguh-sungguh bernafsu. Saya mencoba mengerjakan perangsangan terutama dahulu ke komponen sensitifnya. Saya mengecup dan menjilat semua toketnya dan turun sampai ke bibir meqinya yg ditumbuhi hutan lebat itu. Tdk berapa lama kemudian, kami malah sdh mulai saling memasukkan alat kelamin kami.

Kami bermain sekitar separuh jam, dan tampaknya asisten ini lebih kuat dari majikannya. Ternyata dikala kami sdh 30 menit bermain, kami baru mengeluarkan cairan alat vital kami masing-masing. Oh, rupanya saya sdh bermain seks dgn dua wanita bernafsu ini selama satu separuh jam. Saya malah hasilnya pulang dgn rasa lelah yg luar lazim, sebab ini yaitu pertama kalinya saya menikmati bercumbu dgn wanita.

Ketika ini saya malah sedang mencoba bermain seks melewati chatting dgn orang bule di dunia maya. Tapi saya mau menikmati bermain seks cewek igo



Sexs Dengan Dua Tante

Cerita Sex-Saya di mulai sesudah sekolah saya diperintah jaga kios Milik Tante Girang XXX yang hakekatnya bukan tante asliku, ia merupakan sahabat dari dari ibu sodaraku jauh, ribet deh kalodiceritain, saya menjaga kios itu telah sekitar 2 pekan. Sebab kios milik Tante Girang XXX memasarkan sembako, karenanya pembelinya bahkan kebanyakan ibu-ibu maupun perempuan. Aku yang bertugas untuk mengambilkan barang-barang seperti beras, gula ya cuma bersikap cuek saja kepada banyaknya pembeli itu.

Inilah cerita dewasa panas yang paling mengasyikan. Ucap Tante Lina pemilik kios di sebelah tokonya Tante Girang XXX yang sepertinya juga ragam Tante Girang Binal, ia acap kali datang petang hari tiap kios akan ditutup. Ia lazimnya saling omong-omong, bersenda gurau dengan Tante Girang XXX, dan kalau sudah seperti ini tentu lama sekali usainya. Dan seperti lazimnya, saya pulang duluan ke rumah sebab Tante Girang XXX lazimnya dijemput oleh suaminya atau si kecilnya.

Cerita Sex Terbaru-Cerita Sex TerbaruNamun suatu dikala, saat berharap pulang saya teringat bahwa mesti mengantarkan Indomie ke pelanggan, saya pesat-pesat balik ke kios. Dan memang kios telah sepi, pintu bahkan cuma ditutup tanpa dikunci. Saya bahkan seketika masuk menuju daerah penyimpanan Indomie. Rupanya saya menyaksikan momen yang tak kuduga sama sekali, kulihat Tante Girang XXX dengan posisi tetelentang di antara tumpukan karung beras sedang dioral alat vitalnya oleh Bu Lina. Tante Girang XXX betul-betul merasakan dengan rintihannya yang dibendung-bendung dan tangannya mengontrol kepala Bu Lina untuk dirapatkan ke selangkangannya.

Sebab kaget atas kedatanganku, karenanya keduanya bahkan stop dengan menampilkan wajah sedikit malu-malu. Namun tak hingga lima detik, mereka bahkan tersenyum dengan penuh artii

Kau belum pulang to Her (Hery namaku), kebetulan lho kita dapat rame-rame, ya kan Bu Lina..?” sebut Tante Girang XXX sambil menariktangan Bu Lina ke arah kedua dadanya yang terbuka.

“Ayo sini Her.., jangan malu, ughh, ahh..!” desah Tante Girang XXX lagi, kali ini tangannya melambai ke arahku.


Dan saya bahkan sempat linglung tak tahu mesti bertingkah apa, tetapi sebab kedua wanita dalam kondisi tanpa baju seperti itu memanggilku, nafsu kelelakianku bangkit meskipun saya belum pernah menikmati sebelumnya. Pelan saya mendekati keduanya sambil memandang mereka berdua. Cuma seorang raja saya bahkan disambut, mereka yang tadinya tengadah dan menindih sekarang mereka bangkit dan duduk sambil merapikan rambutnya masing-masing.

Saya lima langkah saya bahkan hingga di hadapanya, dan dengan lihai mereka berdua seketika meremas selangkanganku.

“Her, ini pernah masuk ke sarangnya belum..?” tanya Tante Girang XXX manja.

“Be.., belum Tante..!” jawabku polos sambil membendung rasa geli yang semacam itu enak.

“Wah.., hebat dong belum pernah. Pertama kali seketika bisa dua lubang..!” canda Bu Lina, sementara tangannya menarik lepas celanaku sampai saya benar-benar telanjang di hadapan mereka.

Dan sesaat kemudian saya menikmati kehangatan padabatang kemaluanku. Terdengar srup, srup ahh. Tante Girang XXX dan Bu Lina seakan berharap berebut untuk merasakan batang kemaluanku yang berukuran normal-normal saja.

“Ayo Bu.., hisap yang lebih kenceng biar keluar isinya..!”

“Iya Bu.., ini kontol kok nikmat banget sih..?”

“Cupp.., crupp..!” kata mereka berdua saling menyahut.

Saya cuma pasrah merasakan perlakuannya dan sekali-sekali kuusap pipi-pipi kedua Tante-Tante itu dengan nafsu juga.

Saya hingga 10 menit, saya menikmati sesuatu kenikmatan luar lazim yang lazimnya terjadi dalam mimipi, badanku menegang, mataku terpejam untuk menikmati sesuatu yang keluar dari kemaluanku. Tumpahan maniku memuncrat mengenai wajah Bu Lina dan Tante Girang XXX, dan dengan serta merta Tante Girang XXX mengalihkan lumatan dari punyaku ke wajah Bu Lina. Dengan buas sekali mereka saling berkecupan bibir, berebutan untuk menelan air kenikmatan punyaku. Saya bahkan berjongkok dan membuka paha Tante Girang XXX, Tante Girang XXX cuma berdasarkan.

“Saya apa kamu Sayang..?” desah Tante Girang XXX.

Saya cuma membisu saja dan memberi nasehat wajahku ke arah selangkangannya yang beraroma amis dan nampak mengkilap sebab telah berair. Saya mencoba untuk mengerjakan seperti di film-film. Kumasukkan lidahku ke dalam rongga-rongga vaginanya serta menyedot-nyedot klitorisnya yang kaku itu. Kurasakan saat saya menyedot benda kecil Tante Girang XXX, Tante Girang XXX senantiasa menggelinjang dan mengangkat bokongnya, sehingga kadang hidungku turut mengecup benda kecil itu.

“Her.., kau kok pinter banget sih, terus, terus uggh.. ughh.. ahhh, ehh, aahhh..!” ceracau Tante Girang XXX.

“Terus Her, terus..! Saya Tantemu surga kenikmatan, ayo Her..!” sebut Bu Lina yang memilin dan mengemut puting susu Tante Girang XXX.

“Terus Bu..! Her.., saya berharap muncrat! Ayo Her.., sedot yang keras lagi..!” pinta Tante Girang XXX.

Saya bahkan kian liar memainkan vaginanya, dan dengan teriakan Tante Girang XXX, “Aghh.., ughh..!” lidahku menikmati ada cairan kental keluar dari organ intim wanita Tante Girang XXX. Saya pesat-pesat menangkapnya dan sedikit ragu untuk menelannya.

“Her, telah Her.., Tante telah puas nih..! Kau gantian dengan Bu Lina ya..!” sebutnya sambil tangannya mengusap cairannya yang keluar dari liang senggamanya.

Saya bahkan tak sadar bahwa batang kemaluanku telah bangun lagi, tegak dengan total meskipun sedikit terasa ngilu.

“Bentar Her.., kau disini dahulu ya..!” pinta Bu Lina sambil keluar ke daerah tumpukan koran dan mengambil sebagian lembar.

Kemudian Bu Lina masuk ke gudang lagi dengan menggelar koran yang dibawanya. Saya kaprah-kaprah cukup, Bu Lina menelentangkan tubuhnya dan memanggilku, “Ayo kini giliran aku dong Her..!” katanya sambil tangannya meremas susunya sendiri.

Saya bahkan seketika mengangkanginya dan kedua tangan bahkan mengganti tangannya untuk meremas susu-susunya yang masih kenyal. Lembut, halus, nikmat rasanya mengontrol payudara orang dewasa.

“Her.., masukin dong tuh burung kau ke lubang Lina, ayo dong Her..!” bisiknya lembut.

|| intermezooo….Silahkan lanjutkan baca Cerita Ngentot Tante Girang nya ya…

Saya bahkan berupaya untuk memberi nasehat masuk ke liangnya, tetapi dasar memang masih amatir, terasa terpeleset terus.

“Ayo Lina tolong biar nggak salah target..!” sebutnya.

Dan tangannya bahkan mengontrol batang kemaluanku dengan lembut dan memberikan kocokan sejenak, dan akibatnya diarahkan masuk ke lubang kenikmatannya.

Saya pertama kali kurasakan penisku masuk ke sarangnya. Terasa hangat, lembab, enak dan seperti ditarik-tarik dari dalam kamaluan Bu Lina. Secara naluri saya bahkan mulai menggerakkan pantatku maju mundur secara perlahan dan berirama.

“Terus Her.., masukkin lagi yang lebih dalam, ayooo, ughh..!” desah Bu Lina.

Tangan Bu Lina bahkan sudah mengontrol pantatku dan menekan-nekan agar doronganku lebih keras, padahal kakinya sudah melingkar di pinggangku.

Saya-kaprah cuma 10 menit berlalu, Bu Lina menjerit sambil menggaruk punggungku dengan keras, “Ooohhh.., saya ngejrot.., Her..! Yeess.., uhhh..!”

Kemudian tubuhnya lunglai dan melepaskan kakinya yang melingkar di pinggangku. Saya bahkan bangkit meninggalkan Bu Lina yang tengadah dan nampak dari liang kenikmatannya betul-betul banyak cairan yang keluar. Kuhampiri Tante Girang XXX yang mulai menutup pintu-pintu tokonya. Saya bahkan ikut membantunya untuk mengemasi barang-barang.

Saya sebagian menit menunggu jemputan, terdengar telpon berdering. Saya kuangkat terbukti kendaraan beroda empat yang diterapkan menjemput diterapkan suaminya untuk ngantar tetangga pindahan. Kemudian saya bahkan menawarkan untuk mengantarkan ke rumah Tante Girang XXX dengan Impresa 95 kesayanganku.

Di dalam perjalanan, Tante banyak bercerita bahwa relasi lesbinya dengan Bu Lina telah 3 tahun, sebab Omku menyukai pulang malam (mabuk-mabukan, judi, nomor buntut, dan sebagainya) sehingga tak puas kalau dicumbu oleh Omku. Sesudah Bu Lina memang janda sebab suaminya minggat dengan wanita lain.

Saya di rumah Tante Girang XXX, suasananya memang sepi sebab si kecilnya kuliah dan Omku sedang menemani tetangga pindah rumah. Saya saya angkat-angkat barang ke dalam rumah, saya bahkan lalu pamitan berharap pulang terhadap Tante Girang XXX. Saya kaget, terbukti Tante Girang XXX bukannya memperkenankan saya pulang, tapi bahkan menarik tanganku menuju kamar Tante Girang XXX.

“Her.., Tante bantu dipuasin lagi ya Yang..!” pintanya sambil memelukku dan merekatkan kedua buah dadanya ke tubuhku.

Saya bahkan mengecup bibirnya yang terbuka dan mengulumnya dengan nafsu, demikian pula Tante Girang XXX. Kemudian dengan dorongan, jatuhlah tubuh kami berdua di kasurnya, dan dengan termotivasi kami saling menyentuh, menindih, merintih. Sampai akibatnya saya melepaskan maniku ke dalam genitalia Tante Girang XXX.

Saya bahkan pamitan pulang dengan mengecup bibirnya dan meremas susunya dengan lembut. Kemudian dari laci lemari diambilnya uang seratus ribuan, dan diberi kepadaku, “Untuk rahasia kita..!” katanya.

 Saya dikala ini lebih dari 2 tahun saya berprofesi di kios Tante Girang XXX, dan relasi badanku dengan Tante Girang XXX dan Bu Lina masih berlangsung. Dan yang menyenangkan merupakan Tanti, si kecil Bu Lina berharap kupacari, dan saya berharap menjadikannya sebagai istri

- Copyright © cerita sex - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -