- Home >
- www.slotdisney.com >
- Cerita Mesum Terbaru » Cerita Sex Abg 2019 » Cerita Sex Remaja » Cerita Sex Sedarah = Cerita Sex Terbaru = Kumpulan Cerita Sex 2019 = Kumpulan Cerita Sex Ngentot Dengan Model Cantik Dan Bohay
Cerita Mesum Terbaru » Cerita Sex Abg 2019 » Cerita Sex Remaja » Cerita Sex Sedarah = Cerita Sex Terbaru = Kumpulan Cerita Sex 2019 = Kumpulan Cerita Sex Ngentot Dengan Model Cantik Dan Bohay
Posted by : clarissaachan
“Pagi kak Delon, apa kabar, maaf tadi malam Olin kecapekan gak jadi ikut jemput kakak. Silakan kak nasgornya dimakan ini special Olin buat untuk kakak lho..” katanya seraya tersenyum manis. Dan tersebut membuatku semakin terpana.
“Eehmm…ini beneran Olin yang dulu yang masih ingusan?” kataku mengeledek.
“Iya kak, pangkling ya…?” katanya genit.
“Lama gak ketemu sekarang anda udah gede dan kian cantik ya..” godaku lagi.
“Hhehehe…” jawabnya tertawa.
“Sekarang anda* kelas berapa?”
“Kelas 2 SMA kak?
“Pasti udah punya pacar ya?” godaku lagi.
“Belum boleh sama papa tuh sebenarnya kan udah SMA..” jawabnya seraya mulutnya mencibir.
“Emang Olin dan siap berpacaran?” tanyaku pelan.
“Belum pun siih” jawabnya ringan sambil melahap nasgor bikinannya. Akupun pun lalu melahap nasgor buatan Olin. Selama sarapan mataku tak pernah lepas memandangi gadis cantik yang duduk di depanku ini.
“Om sama tante dimana kog gak ikut sarapan?” tanyaku penasaran, seraya kepalaku clingak-clinguk ke kiri dan ke kanan.
“Ohya tadi mama nitip surat ini guna dikasihkan kakak. Katanya mama ada urusan yang penting” jawab Olin sambil memberiku selembar kertas yang ditulis dengan tangan.
Aku kemudian membaca isi surat tersebut. Yang isinya mengatakan bila om yadi dan tante Sari ada hal kantor di Surabaya sekitar seminggu. Jadi mereka menitipkan Olin kepadaku. Dengan kata beda aku diajak menjaga lokasi tinggal dan mengawal Olin sekitar seminggu.
“Kamu tidak jarang ditinggal kayak gini ya Lin” tanyaku.
“Bukan melulu sering kak, nyaris setiap hari malahan…hahahaha…dulu aku justeru pernah ditinggal sebulan” jawabnya seraya tertawa.
“Ooh gitu, mulai kini aku yang mengawal Olin dan lokasi tinggal selama seminggu, apapun yang Olin butuhkan langsung bilang saja sama kakak” kataku memperjelas.
“Oke kak, kini tugas kesatu kakak ialah mengantar aku jalan-jalan ke mall. Gimana kak?” katanya manja.
“Baik, mari kita berangkat sekarang” jawabku seraya bangkit guna bersiap-siap mengantar Olin jalan-jalan.
Hari tersebut Olin kelihatan cantik sekali menggunakan celana jeans ketat dan kaos oblong ketat berwarna merah menyala. Semua yang digunakan serba ketat sampai-sampai tubh seksinya tampak jelas.
Hampir seharian anda jalan-jalan, sampai lokasi pukul 19.00 wib. Olin tampak kecapekan. Dia langsung pergi mandi dan pamit guna tidur. Sedangkan aku yang telah terbiasa istirahat larut malam pergi ke ruang TV sesudah mandi. Hampir pukul 23.00 aku mematiakn TV karena jenuh dengan acaranya, namun tiba-tiba aku terkenang akan VCD porno yang aku bawa.
Sebelum memutar VCD itu aku meyakinkan Olin telah tertidur pulas. Lalu aku mengobarkan TV dan playernya kulihat VCD porno tersebut, lumayan dapat menghilangkan kejemuan dan ketegangan dampak melihat bodi Olin siang tadi.
Karena keenakan menonton, aku tak menyadari ternyata Olin pun melihatnya selama 30 menit. Dan tiba-tiba,
“Argghhh…” teriak Olin saat dia menyaksikan adegan seorang laki-laki memasukan kontolnya ke dalam memek seorang perempuan. Tentu saja aku jadi kaget dan gak enak hati begitu mendengar suara Olin dari arah belakang. Dengan sigap aku langsung mematikan VCD tesebut.
“Maaf Lin, anda udah lama ya berdiri disitu?” tanyaku gugup.
“Sebenarnya tadi Olin inginkan pipis namun Olin mendengar suara desahan jadi Olin menggali sumber suara tersebut” jawabnya polos.
“Kak Delon gak usah takut, Olin gakpapa kog. Olin kebetulan pernah dengar kisah dari temankalau film porno tersebut asyik dan ternyata benar juga. Dan yang menciptakan Olin kaget tadi tuh terdapat tikus lewat.hehehhe” jawabnya lagi yang buat aku lega.
“Jadi gimana Olin inginkan lihat lagi?” pertanyaanku yang menuju hal yang nakal.
“Waaah, ingin sekali donk kak” jawabnya semangat. Langsung saja aku mengobarkan lagi TV dan VCDnya.
Olin terlihat paling meresapi masing-masing adegan. Aksi nakalku mulai kujalankan, perlahan aku mendekati Olin, aku duduk tepat disampingnya. Iseng-iseng aku bertanya padanya Olin
“Pernah gak Olin mengerjakan adegan itu?”
“Boro-boro kak, pacar aja belum punya” jawabnya seraya matanya tetap melotot pada TV.
“Kalau kakak ajarin inginkan gak? Enak lhoh rasanya…coba lihat cewek yang di TV itu, dia kelihatan sangat merasakan adegan itu…” tanyaku merayu.
“Emang kakak dapat kayak gitu?” tanyanya menantang.
“Kamu nantangin kakak ya?” tanyaku dan langsung mendekap Olin dari samping. Olin diam saja. Terasa sekali nafasnya mulai mengejar tanda dia telah* terangsang sebab melihat film porno itu. Tiba-tiba kudengar Olin berbisik di telingaku,
“Ayo kak ajarin Olin…” aku yang mendengar laksana disambar petir di siang hari.
“Yang bener Lin?” tanyaku meyakinkan. Tanpa membalas Olin juga langsung melumat bibirku dengan lembut. Kubiarkan Olin memainkan bibirku. Setelah sejumlah menit dia mencungkil lumatanya dan Olin berbicara padaku lagi,
“Beneran kak, Olin telah sudah terangsang banget nih…”.
Mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut Olin dengan segera aku melumat bibir Olin dengan ganasnya, Olin pun menjawab lumatanku. Tak berlama-lama kami kemudian melepas baju kami setiap sehingga kami berdua telanjang bulat. Ternyata Olin lebih cantik bila disaksikan dalam suasana telanjang bulat. Aku meneliti setiap lekuk tubuh Olin. Dari ujung rambut hingga ujung kaki terlihat paling sempurna. Toketnya yang montok terlihat paling menantang.
“Kog cuma disaksikan aja kak?” tanyanya yang membuyarkan lamunanku. Aku merasa tertantang oleh kata-katanya. Akupun langsung membaringkan dia di sofa. Kulumat lagi bibirnya seraya tanganku meremas toketnya yang montok. Olin juga mendesah tak karuan. Lumatan bibirku sekarang beralih ke putting Olin, sesekali aku menghisapnya.
“Ooohhh kak, enak sekali kak..aahhh…” desah Olin yang menciptakan nafsuku semakin membara. Tak hingga situ jilatanku semakin turun, kujilati pusarnya dan lantas turun hingga pada gundukan kecil yang ditumbuhi bulu halus.
“IIhh, geli kak…ahhh…” desahnya seraya menggeliat. Kujilati klitorisnya yang telah mengeras. Sementara tanganku masih asyik meremas toketnya. Beberapa menit lantas Olin teriak dan mendesah panjang,
“Auughh,,,nikmat kaaaak…” . Memek Olin menerbitkan cairan tidak sedikit sekali. Itulah orgasme kesatu bikin Olin. Kujilat dan kutelan cairan itu, rasanya gurih namun nikmat.
“Pagi kak Delon, apa kabar, maaf tadi malam Olin kecapekan gak jadi ikut jemput kakak. Silakan kak nasgornya dimakan ini special Olin buat untuk kakak lho..” katanya seraya tersenyum manis. Dan tersebut membuatku semakin terpana.
“Eehmm…ini beneran Olin yang dulu yang masih ingusan?” kataku mengeledek.
“Iya kak, pangkling ya…?” katanya genit.
“Lama gak ketemu sekarang anda udah gede dan kian cantik ya..” godaku lagi.
“Hhehehe…” jawabnya tertawa.
“Sekarang anda* kelas berapa?”
“Kelas 2 SMA kak?
“Pasti udah punya pacar ya?” godaku lagi.
“Belum boleh sama papa tuh sebenarnya kan udah SMA..” jawabnya seraya mulutnya mencibir.
“Emang Olin dan siap berpacaran?” tanyaku pelan.
“Belum pun siih” jawabnya ringan sambil melahap nasgor bikinannya. Akupun pun lalu melahap nasgor buatan Olin. Selama sarapan mataku tak pernah lepas memandangi gadis cantik yang duduk di depanku ini.
“Om sama tante dimana kog gak ikut sarapan?” tanyaku penasaran, seraya kepalaku clingak-clinguk ke kiri dan ke kanan.
“Ohya tadi mama nitip surat ini guna dikasihkan kakak. Katanya mama ada urusan yang penting” jawab Olin sambil memberiku selembar kertas yang ditulis dengan tangan.
Aku kemudian membaca isi surat tersebut. Yang isinya mengatakan bila om yadi dan tante Sari ada hal kantor di Surabaya sekitar seminggu. Jadi mereka menitipkan Olin kepadaku. Dengan kata beda aku diajak menjaga lokasi tinggal dan mengawal Olin sekitar seminggu.
“Kamu tidak jarang ditinggal kayak gini ya Lin” tanyaku.
“Bukan melulu sering kak, nyaris setiap hari malahan…hahahaha…dulu aku justeru pernah ditinggal sebulan” jawabnya seraya tertawa.
“Ooh gitu, mulai kini aku yang mengawal Olin dan lokasi tinggal selama seminggu, apapun yang Olin butuhkan langsung bilang saja sama kakak” kataku memperjelas.
“Oke kak, kini tugas kesatu kakak ialah mengantar aku jalan-jalan ke mall. Gimana kak?” katanya manja.
“Baik, mari kita berangkat sekarang” jawabku seraya bangkit guna bersiap-siap mengantar Olin jalan-jalan.
Hari tersebut Olin kelihatan cantik sekali menggunakan celana jeans ketat dan kaos oblong ketat berwarna merah menyala. Semua yang digunakan serba ketat sampai-sampai tubh seksinya tampak jelas.
Hampir seharian anda jalan-jalan, sampai lokasi pukul 19.00 wib. Olin tampak kecapekan. Dia langsung pergi mandi dan pamit guna tidur. Sedangkan aku yang telah terbiasa istirahat larut malam pergi ke ruang TV sesudah mandi. Hampir pukul 23.00 aku mematiakn TV karena jenuh dengan acaranya, namun tiba-tiba aku terkenang akan VCD porno yang aku bawa.
Sebelum memutar VCD itu aku meyakinkan Olin telah tertidur pulas. Lalu aku mengobarkan TV dan playernya kulihat VCD porno tersebut, lumayan dapat menghilangkan kejemuan dan ketegangan dampak melihat bodi Olin siang tadi.
Karena keenakan menonton, aku tak menyadari ternyata Olin pun melihatnya selama 30 menit. Dan tiba-tiba,
“Argghhh…” teriak Olin saat dia menyaksikan adegan seorang laki-laki memasukan kontolnya ke dalam memek seorang perempuan. Tentu saja aku jadi kaget dan gak enak hati begitu mendengar suara Olin dari arah belakang. Dengan sigap aku langsung mematikan VCD tesebut.
“Maaf Lin, anda udah lama ya berdiri disitu?” tanyaku gugup.
“Sebenarnya tadi Olin inginkan pipis namun Olin mendengar suara desahan jadi Olin menggali sumber suara tersebut” jawabnya polos.
“Kak Delon gak usah takut, Olin gakpapa kog. Olin kebetulan pernah dengar kisah dari temankalau film porno tersebut asyik dan ternyata benar juga. Dan yang menciptakan Olin kaget tadi tuh terdapat tikus lewat.hehehhe” jawabnya lagi yang buat aku lega.
“Jadi gimana Olin inginkan lihat lagi?” pertanyaanku yang menuju hal yang nakal.
“Waaah, ingin sekali donk kak” jawabnya semangat. Langsung saja aku mengobarkan lagi TV dan VCDnya.
Olin terlihat paling meresapi masing-masing adegan. Aksi nakalku mulai kujalankan, perlahan aku mendekati Olin, aku duduk tepat disampingnya. Iseng-iseng aku bertanya padanya Olin
“Pernah gak Olin mengerjakan adegan itu?”
“Boro-boro kak, pacar aja belum punya” jawabnya seraya matanya tetap melotot pada TV.
“Kalau kakak ajarin inginkan gak? Enak lhoh rasanya…coba lihat cewek yang di TV itu, dia kelihatan sangat merasakan adegan itu…” tanyaku merayu.
“Emang kakak dapat kayak gitu?” tanyanya menantang.
“Kamu nantangin kakak ya?” tanyaku dan langsung mendekap Olin dari samping. Olin diam saja. Terasa sekali nafasnya mulai mengejar tanda dia telah* terangsang sebab melihat film porno itu. Tiba-tiba kudengar Olin berbisik di telingaku,
“Ayo kak ajarin Olin…” aku yang mendengar laksana disambar petir di siang hari.
“Yang bener Lin?” tanyaku meyakinkan. Tanpa membalas Olin juga langsung melumat bibirku dengan lembut. Kubiarkan Olin memainkan bibirku. Setelah sejumlah menit dia mencungkil lumatanya dan Olin berbicara padaku lagi,
“Beneran kak, Olin telah sudah terangsang banget nih…”.
Mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut Olin dengan segera aku melumat bibir Olin dengan ganasnya, Olin pun menjawab lumatanku. Tak berlama-lama kami kemudian melepas baju kami setiap sehingga kami berdua telanjang bulat. Ternyata Olin lebih cantik bila disaksikan dalam suasana telanjang bulat. Aku meneliti setiap lekuk tubuh Olin. Dari ujung rambut hingga ujung kaki terlihat paling sempurna. Toketnya yang montok terlihat paling menantang.
“Kog cuma disaksikan aja kak?” tanyanya yang membuyarkan lamunanku. Aku merasa tertantang oleh kata-katanya. Akupun langsung membaringkan dia di sofa. Kulumat lagi bibirnya seraya tanganku meremas toketnya yang montok. Olin juga mendesah tak karuan. Lumatan bibirku sekarang beralih ke putting Olin, sesekali aku menghisapnya.
“Ooohhh kak, enak sekali kak..aahhh…” desah Olin yang menciptakan nafsuku semakin membara. Tak hingga situ jilatanku semakin turun, kujilati pusarnya dan lantas turun hingga pada gundukan kecil yang ditumbuhi bulu halus.
“IIhh, geli kak…ahhh…” desahnya seraya menggeliat. Kujilati klitorisnya yang telah mengeras. Sementara tanganku masih asyik meremas toketnya. Beberapa menit lantas Olin teriak dan mendesah panjang,
“Auughh,,,nikmat kaaaak…” . Memek Olin menerbitkan cairan tidak sedikit sekali. Itulah orgasme kesatu bikin Olin. Kujilat dan kutelan cairan itu, rasanya gurih namun nikmat.
“Gimana enak gak Lin?” tanyaku seraya mencubit putingnya.
“Enak sekali kak, rasanya Olin laksana terbang ke surga” jawabnya seraya CDnya. Aku yang melihat tersebut langsung mencegahnya.
“Tunggu dulu Lin, masih terdapat yang lebih dahsyat dan nikmat lagi, kakak inginkan ajarin Olin laksana yang di TV itu” kataku seraya menunjuk adegan di TV dimana seorang cewek sedang menghisap kontol seorang laki-laki.
“Gimana Lin, mau?” tanyaku.
“Oke kak, Olin mau..” jawabnya dan langsung meraih kontolku. Olin mulai mengocok dan membelai kontolku laksana yang terdapat di TV. Lalu dengan malu-malu dia memasukkannya ke mulutnya, dengan lembut dimenjilat dan menyedot kontolku. Rasanya sungguh nikmat. Setelah 10 menit kemudian kuangkat tubuh Olin dan aku berbicara padanya,
“Sekarang kuajari yang adegan yang special yang bakal membuatmu menikmati nikmat” kataku seraya kujilat telinganya. Olin menurut keterangan dari aja saat dia kubaringkan di atas karpet. Olin juga diam aja saat aku mulai menindih tubuhnya dan menggesekkan kontolku di mulut memeknya.
Karena telah kering kembali, kesudahannya memek Olin kubasahi dengan air liurku. Dengan pelan aku mendorong batang kontolku ke dalam lubang memeknya.
“Aduh, sakiit kak, auuuu….” Jerit Olin saat kepala kontolku memcoba menembus keperawanannya. Dengan lembut kuciumi bibir Olin agar dia tenang. Setelah tersebut aku pulang mendorong pinggulku supaya batang kontolku dapat menembus keperawanannya.
“Tahan tidak banyak ya Olin…kesatu memang sakit namun setelah tersebut kamu bakal merasakan kesenangan yang teramat sangat…” kataku menenangkannya. Olin melulu memejamkan matanya sambil menyangga sakit di memeknya. Kuterus mengupayakan mendorong kontolku perlahan dan kesudahannya “Sleeeeppp…” kontolku sukses menembus keperawanan Olin.
“Argghhh….sakit kak…” jerit Olin saat aku sukses menembus keperawanannya. Kumulai memaju mundurkan kontolku dengan perlahan. Kulumat bibir Olin biar dia merasa tenang.
“Sssthhh..ahhh…” desah Olin seraya menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, nafsanya juga mulai tak beraturan. Kujilati putingnya biar Olin semakin bernafsu. Terasa sekali kontolku laksana* diremas-remas oleh memek Olin.
“Aduuh Olin enak sekali memekmu ini…ahhh…” desahku nikmat.
“Huum kak aku pun merasakan nikmat…oohh..ahhh…” jawab Olin seraya mendesah.
Setelah tidak cukup lebih 20 menit kontolku menggenjot memek Olin, tiba-tiba tubuh Olin mengejang.
“Kak, Olin rasanya inginkan pipis…aahh..” katanya tersengal-sengal.
“Ditahan dulu Olin, Kita pipis bersama ya…oohh…” kataku seraya mempercepat sodokanku.
“Ayo sekrang Lin anda pipis bareeeng…aahhh….” jeritku bersamaan dengan semburan spermaku. Olin juga teriak dan orgasme barengan denganku.
Terasa sekali kontolku diguyur dengan air maninya. Setelah cairan spermaku berakhir lalu aku turun dari menindih tubuh Olin, kami berbaring bersebelahan. Kulihat Olin begitu lemas, saldo darah perawan masih mengalir dari lubang memeknya. Lalu aku bangkit guna menggambil tisu dan membersihan darahnya. Setelah bersih aku lalu menghirup keningnya seraya berkata,
“Makasih ya Olin,karna telah menyerahkan hal berhargamu padaku, Kamu menyesal gak Olin?” kataku bertanya. Olin menggelengkan kepalanya dan berkata,
“Sama-sama kak, Olin gak menyesal kog, Olin justeru senang dapat belajar sex malam ini, Dan Olin menyerahkah keperawanan Olin sebab Olin tahu kak Delon menyayangi Olin” jawabnya seraya mengecup pipiku.
Kemudian kami berdua mandi bersama malam tersebut juga. Di kamar mandi kusabuni semua tubuh Olin. Aku merasa kasian sebab* dia kelihatan paling lemas. Setelah berlalu mandi kami lalu menggunakan baju kami kembali. Kami berdua langsung istirahat di kamar masing-masing.
Tapi sesudah kejadian malam tersebut kami berdua selalu mengerjakan sex masing-masing malam hari sekitar seminggu, hingga om dan tante kembali kembali. Mereka tak membubuhkan curiga sedikitpun.
Kalau terdapat kesempatan, kami tidak jarang melakukkannya di dalam kamarku sekitar sebulan kami membangun hubungan terlarang ini. Sampai kesudahannya aku mesti kembali ke Jawa. Olin menangis sebab kepergianku. Tapi ku berjanji padanya bakal kembali lagi dan menyerahkan Olin kesenangan yang tiada taranya.
#slotdisney #gameslot #slotgameindonesia #jokergaming #kingkongslot #agenslotindonesia




