Popular Post

Popular Posts

Posted by : clarissaachan





agenslot-Pagi itu, sesudah bermain golf di Ciracas, badanku terasa gerah dan lelah sekali sebab, saya memecahkan delapan belas hole, umumnya saya cuma mampu bermain sembilan hole, namun sebab Ryan memaksaku untuk meneruskan permainan, karenanya saya jadi kelelahan seperti kini ini.

Kupanggil Sumi pembantuku yang telah lazim memijatku, saya benar-benar merasa lelah sebab semalamnya saya sempat dua kali “bertempur” dengan kenalanku di Mandarin, pasti enak rasanya dipijat dan berikutnya berendam di air panas, lantas saya membuka pakaianku sampai cuma tinggal celana dalam dan lantas meringkuk di atas daerah tidurku.

Tapi agak lama juga Sumi tidak timbul di kamarku memenuhi panggilanku via interkom tadi, umumnya Sumi benar-benar bergembira jika saya suruh memijat sebab disamping persenan dariku besar, ia juga sering kali kupijat balik yang membikin ia juga bisa menikmati kenikmatan yang satu itu.
Dikala kudengar langkah menjelang kamarku, saya lantas berkata, “Kok lama sih Mar, apa masih sibuk ya, ayo pijat yang enak!”. Tiba-tiba kudengar bunyi perempuan lain, “Maaf Pak, Mbak Sumi masih belum kembali, apa dapat aku saja yang memijat?”.

Saya meloncat duduk dan menoleh ke arahnya, rupanya di depanku berdiri asisten lain yang belum pernah kukenal. Kuperhatikan asisten baru ini dengan seksama, wajahnya manis khas gadis desa, dengan bibir tipis yang menstimulasi sekali.


bandarslot-Dia tersenyum gugup dikala memandang saya memperhatikannya dari atas ke bawah itu. Saya tidak peduli, mataku jalang menatap belahan dasternya yang agak rendah sehingga menampilkan beberapa payudaranya yang montok itu. Dengan perlahan kutanyai siapa namanya dan kapan mulai berprofesi.
Terbukti ia ialah famili Sumi dari Kerawang namanya Lastri dan ia ke Jakarta sebab berharap berprofesi seperti Sumi. Saya cuma mengangguk-angguk saja, dikala kutanya apakah ia dapat memijat seperti Sumi, ia cuma tersenyum dan mengangguk.

Kuperintahkan ia untuk menutup pintu kamar, sesungguhnya tak perlu pintu kamar itu ditutup sebab pasti tidak ada seorangpun di rumah, isteriku juga sedang pergi entah ke mana dan pasti malam hari baru pulang, tujuanku hanyalah menguji Lastri, apakah ia takut dengan saya atau benar-benar berani. Kuambil cream untuk menggosok tubuhku dan kuberikan pada Lastri sambil berkata “Coba gosok dahulu badanku dengan minyak ini, baru nanti dipijat ya!”.

Saya membuka celana dalamku dan lantas tengkurap di daerah tidur, sengaja pada waktu berjalan saya menghadap Lastri sehingga Lastri bisa juga memandang penisku, rupanya ia membisu saja. Dikala saya telah meringkuk, ia lantas membubuhkan lotion itu di punggungku dan menggosokannya ke punggungku. Sambil memejamkan mata merasakan elusan tangan Lastri yang halus, saya mengingatkan ia supaya menggosoknya rata ke semua badanku. Sambil meringkuk saya meminta Lastri menceriterakan perihal dirinya.



agenslot-Terbukti Lastri seorang janda yang belum memiliki si kecil, suaminya lari dengan perempuan lain yang kaya raya dan meninggalkan ia. Sebab itu ia lebih menyukai ke Jakarta sebab malu. Saya berkata kepadanya, “Jangan khawatir, apabila seperti itu kapan-kapan kau seharusnya kembali ke desamu dengan banyak uang agar bekas suamimu tahu apabila kau kini telah kaya dan dapat membeli laki-laki untuk jadi suamimu!”.

Lastri mengakak mendengar perkataanku itu. Dikala itu Lastri telah mulai menggosok komponen pantatku dengan lotion, tangannya dengan lembut meratakan lotion hal yang demikian ke semua pantatku malah juga di jeda-jeda pantatku dikasihnya lotion itu sehingga kadang-kadang tangannya menyenggol ujung pelirku.

Saya jadi tegang dengan gosokan Lastri ini, namun saya membisu saja melainkan kesudahannya posisiku jadi tak sedap, sebab posisiku yang telangkup membikin penisku yang berdiri tegak itu jadi tertekan dan sakit sekali. Saya jadi resah sebab penisku rasanya mengganjal. Lastri yang memandang saya resah itu bertanya apakah gosokannya kurang betul. Saya cuma menjawab dengan gelengan kepala.

Dikala saya bertanya lagi apakah isteri baru suaminya itu indah, Lastri cuma menjawab dengan mengakak katanya, “Indah atau tak yang penting uangnya banyak, kan suami aku dapat numpang enak!”, Dikala Lastri telah menggosok badanku hingga ke kaki, ia bertanya, “Apa kini mulai dipijat pak?”.

bandarslot-Saya lantas berbalik tengadah sambil berkata, “Kini yang komponen depan juga dikasih minyak ya!”. Saya sengaja memejamkan mata sehingga saya tidak tahu bagaimana sikap Lastri memandang komponen depan tubuhku yang telanjang itu, apalagi penisku telah berdiri penuh mendongak ke atas dengan ujungnya yang seperti jamur raksasa itu.

Lastri tak banyak berbincang-bincang, namun dia mulai menggosok komponen dadaku dengan lotion yang harum itu, dikala saya membuka mata, kulihat buah dadanya yang montok ideal berada di depan mataku, malah sebab potongan dusternya rendah, saya dapat memandang celah buah dadanya yang terjepit diantara beha yang diaplikasikannya.

Dikala gosokan Lastri hingga di selangkanganku, Lastri membubuhi sekitar bulu penisku dengan lotion hal yang demikian, seperti itu juga dengan buah pelirku yang dengan lembut dikasihnya lotion hal yang demikian. Dikala itu Lastri berkata “maaf pak, apakah burungnya juga digosok?”. Saya tidak menyahut namun saya cuma mengangguk saja.

Tanpa ragu Lastri membubuhi ujung penisku dengan lotion hal yang demikian, terasa dingin, kemudian Lastri mulai meratakannya ke semua batang penisku dengan lembut sekali, malah ia menarik kulit penisku sehingga lekukan di antara kepala dan batang kenikmatanku juga dikasihnya minyak.

Dikala itulah saya membuka mataku dan melihat Lastri, dikala dipandangnya saya melihatnya, Lastri tersenyum dan tertunduk sementara tangannya terus mengurut penisku itu. Saya telah tidak kuat lagi membendung keinginanku, kutahan tangannya dan kusuruh Lastri untuk membuka bajunya. Lastri yang telah janda terbukti lantas mengerti dengan keinginanku, wajahnya memerah, namun dia lantas bangkit dan membuka dusternya.

Saya duduk di tepi daerah tidur memandang badan Lastri yang cuma dilapisi beha mini dan celana dalam mini yang kupikir pasti pemberian isteriku. Aku dadanya membusung keluar sebab beha yang dikasih isteriku nampaknya kekecilan sehingga tidak bisa menampung payudaranya yang montok itu.



Saya berdiri mendekati Lastri dan kupeluk ia serta kubuka pengait behanya, payudaranya yang montok dan kenyal itu tergantung bebas menampilkan garis merah bekas terjepit beha yang kekecilan itu, namun payudaranya sungguh kenyal dan gempal sama sekali tak turun dengan putingnya yang mendongak ke atas. Dikala kurogoh celana dalamnya kurasakan bulu vaginanya cukup rimbun sementara dikala jariku meraba clitorisnya,

Lastri seperti terlonjak dan merapatkan badannya ke dadaku, kurasakan organ intim wanita Lastri kering sekali sama sekali tidak basah. Kukecup puting susu Lastri sambil kedua tanganku menurunkan celana dalamnya itu. Dikala kutarik Lastri ke daerah tidur, Lastri meronta katanya,

“Pak aku takut hamil!” Kujawab enteng, jangan khawatir, apabila hamil tanggung jawab Bapak!”. Mendengar hal ini barulah ia ingin kubaringkan di atas daerah tidurku, sambil menutupi matanya dengan tangan. Kupuaskan mataku melihat kemolekan gadis desa ini, saya lantas menyerbu vaginanya yang ditutupi bulu yang cukup rimbun itu, kuciumi dan kugigit pelahan bukit cembung yang penuh bulu itu,

Lastri merintih perlahan, apalagi dikala tanganku mulai mengembara meraba puting susunya. Lastri cuma menggigit bibir sementara tangannya konsisten menutupi wajahnya, mungkin ia masih malu. Dikala saya sukses menemukan clitorisnya, saya lantas menjilatinya seperti itu juga dengan bibir vaginanya kujadikan target jilatan.

Mungkin sebab merasa geli yang tidak tertahankan, tangan Lastri mensupport pundakku supaya saya tidak meneruskan gerakanku itu, seperti itu juga dengan pahanya yang terus akan dirapatkan, namun seluruh ikhtiar Lastri tidak sukses sebab tanganku membendung supaya kedua pahanya itu tidak merapat. Tetapi Lastri cuma dapat menggerak gerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan membendung geli.

Memperhatikan lama-kelamaan justru saya yang jadi tidak bendung dengan seluruh ini, kuhentikan jilatanku dan langsung kutindih Lastri sambil memberi pengarahan penisku ke liang vaginanya. Ketika saya kesusahan memasukkan ujung penisku, Lastri dengan malu-malu memberi nasihat penisku ke arah liangnya dan menepatkannya di ujung bibir vaginanya. Dikala itu ia berbisik, “Aku tepat pak”.

Saya lantas mensupport pantatku supaya agar penisku dapat masuk yang disambut juga oleh Lastri dengan sedikit mengangkat pahanya sehingga.., sleep.., bles.., penisku terbenam seluruhnya di liang organ intim wanita Lastri yang seret itu, belum sempat saya menggerakkan penisku, Lastri telah mulai memutar mutar bokongnya sehingga ujung penisku rasanya seperti dilibas oleh liang organ intim wanita Lastri itu.

Saya mendengus keenakan, bibirku mencari puting susu Lastri dan mulai mengulumnya. Sambil mendesah desah Lastri berkata, “Ayo pak, digoyang, biar sama sama enak nya!”. Saya kaget memandang keberanian Lastri memerintah saya berprofesi sama dalam permainan ini.


Memperhatikan justru ini membikin saya makin terstimulasi, padahal profesinya cuma asisten, namun metode main Lastri benar benar memuaskan. Vaginanya tidak henti henti meremas penisku membikin saya jadi ngilu, saya telah mengerti bahwa orang desa secara naluri telah memiliki kesanggupan seks yang hebat, jadi untuk saya kesanggupan Lastri benar benar susah dicari bandingannya.

Dikala kurasakan air maniku hampir memancar, saya berbisik pada Lastri supaya stop menggoyang bokongnya agar saya bisa lebih menikmati kenikmatan ini. Memperhatikan Lastri justru makin kencang menggoyangkan bokongnya serta meremas-remas penisku sehingga tanpa bisa dibendung lagi air maniku memancar dengan derasnya memenuhi organ intim wanita Lastri.

Dikala itu juga Lastri mencengkeram punggungku keras keras dan kurasakan vaginanya menjepit penisku dengan erat sekali, matanya terbeliak sambil mendesis. Setelah saya dan Lastri menempuh puncaknya pada dikala yang beriringan. Sekarang sebagian menit membisu, kurasakan Lastri perlahan perlahan mulai meremas-remas punggungku sambil melekatkan pipinya ke pipiku.

Dengan tersipu-sipu ia bercerita apabila ia bergembira dapat memperoleh rejeki ditiduri olehku, sebab semenjak di desa dahulu ia memang nafsunya besar, sehingga suaminya hingga kerepotan melayani nafsunya yang luar lazim itu. Kini ini ia benar-benar baru menikmati puas yang sesungguhnya sesudah main denganku.



Saya terhanyut oleh caranya yang mesra itu, melainkan saya tidak berharap main lagi dikala itu sebab saya tadinya benar-benar cuma ingin pijat dan melemaskan ototku, apabila hingga semestinya seperti ini, semuanya cuma gara-gara ada organ intim wanita baru di rumah yang tentunya tidak bisa saya biarkan. Sekarang kuberi ia uang 200 ribu, kusuruh Lastri keluar, Lastri benar-benar kaget memandang jumlah uang yang kuberikan, dia berkali-kali mengungkapkan terima beri dan keluar dari kamarku.

Sekeluarnya Lastri, saya kembali meringkuk telanjang bulat diatas ranjangku sambil memejamkan mata, badanku terasa enteng sebab terlalu banyak seks.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © cerita sex - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -