- Home >
- Agen Playtech , agenslot , Casino Online , Game Play , Joker123 >
- Cerita Sex Pengalaman Perkosa Tante Sendiri di Dapur
Posted by : clarissaachan
agenslot-ini berawal ketika saya masih duduk dikelas 3 smu. Oh ya Namaku Wawan, umurku kini 26 tahun. Ada sebuah Cerita Dewasa Seks yang hingga saaat ini masih saja terus kukenang dan senantiasa kuingat. yakni sebuah kejadian cerita dewasa yang masih terus kuingat hingga ketika ini. Ketika sma aQu dititipkan terhadap seorang tanteku. Tanteku ini indah dan tubuhnya mulus wahai bikin segala pria yang liat pasti pengen seketika terkait tubuh dengannya. Oke deh segera aja pada inti cerita kali ini. Yuk kita simak aja gimana sih adegan seks sedarah yang aku lakukan dengan tanteku ini ?
Tanteku namanya Yuni, ia ini seorang Single parent dengan tiga orang buah hati; dua perempuan dan satu laki-laki. Suaminya telah meninggal sebab kecelakaan kendaraan beroda empat. Suaminya ini memang seorang pembalap lokal yang tak familiar namanya. Dengan tiga orang buah hati dan umurnya yang telah 37 tahun, tanteku ini masih saja tampak seksi. Tubuhnya terawat, sebab dengan situasi keuangannya yang mapan, tanteku secara teratur senam. Kesudahannya, padahal dengan tiga orang buah hati,
tubuhnya konsisten terawat dengan bagus. Bokongnya besar dengan pinggul yang juga besar tetapi pahanya kecuali putih dan mulus juga singset tanpa ada tumpukan lemak sedikitpun. Payudaranya lumayan besar, entah kaprah-kaprah berapa ukurannya akupun tak tahu tetapi yang terang masih sekal tak kendor layaknya seorang Ibu yang telah melahirkan tiga orang buah hati.
Kejadiannya bermula pada ketika yang tak diduga sama sekali. Ketika itu di rumah sedang tak ada orang cuma ada tanteku yang sedang asyik memasak untuk hidangan makan siang, kebetulan hari itu jadwal mendidik tanteku cuma satu mata kuliah saja. Sepulang sekolah, saya menemukan tanteku didapur sedang asyik memasak. Dengan langkah gontai sebab kecapekan, saya segera menghampiri meja makan.
Tante Yun, belum siap yah makanannya? tanyaku kelaparan.
Belum Wan, tabah yah. Ini lo si Suti (asisten tanteku) pulang tadi pagi, jadinya ya gini nih repot sendiri keluh tanteku
Di dahinya menonjol cucuran peluh, belum lagi tangannya yang belepotan dengan bermacam jenis bumbu yang sedang diraciknya. Terlihat sekali seandainya tanteku tak pernah kerja Sekeras ini. Meski semacam itu, entah mengapa menonjol sekali wajah tanteku kian indah. Ketika itu ia cuma menerapkan daster pendek yang hakekatnya tak ketat tetapi sebab format bokong dan pinggulnya yang besar, daster itu jadi tampak agak ketat dan memetakan garis dari celana dalamnya seandainya ia sedang membungkukkan badannya. Ah, seksi sekali pikirku dekil.
bandarslot-Wawan bantuin ya Tante? tawarku.
Boleh Wan, sini! terbukti tanteku tak keberatan.
Tak ada angin tak ada hujan, belum hingga saya mendekat, entah sebab apa tiba-tiba kran air di cucian piring copot dari pangkalnya. Otomatis air yang segera dari tandon air yang penuh menyembur dengan derasnya mengenai tanteku yang kebetulan ada didepannya.
Aduh Wan, bantu.., gimana ini? tanteku dengan paniknya berupaya menutupi saluran air yang menyembur dengan tangannya.
Sebab tubuh tanteku tak terlalu tinggi, untuk menempuh saluran itu ia mesti sedikit membungkuk. Menonjol sekali dasternya yang telah berair kuyup itu sekali lagi memetakan bokongnya yang besar. Garis celana dalamnya sekarang menonjol lebih terang.
Dengan tergesa-gesa, tanpa pikir-pikir lagi saya seketika mendekat dan membantunya menutup saluran air itu dengan tanganku juga. Tanpa saya sadari terbukti posisi tubuhku ketika itu seperti memeluk tubuhnya dari belakang. Dapat di bayangkan, tanpa sengaja juga kontolku mengenai belahan bokongnya yang sekal. Kondisi ini bertahan sebagian lama. Sampai memunculkan sesuatu yang dekil dipikiranku.
Aduh Wan gimana ini? tanya tanteku tanpa dapat bergerak.
Duh gimana ya Tante, saya juga kebingungan. kataku mengulur waktu.
Ketika itu, sebab friksi-friksi yang berlebihan di kontolku, saya jadi tak dapat membendung gairah untuk menikmati tubuhnya. Perlahan-perlahan saya melepas satu tanganku dari saluran air itu, pura-pura menyentuh-raba disekitar cucian piring, mencari sesuatu untuk menutup saluran air itu sementara. Tanpa sepengetahuannya saya justru melepas celanaku berikut juga celana dalamku. Memang agak sulit tetapi walhasil saya sukses dan dengan konsisten pada posisi semula sekarang komponen bawahku telah tak tertutup apa-apa lagi.
Wah, nggak ada yang dapat buat nutup Tante. Sejenak Wawan carikan dahulu yah
Sekarang niatku telah tak dapat dibendung lagi, perlahan-perlahan saya melepas peganganku di saluran air.
Pegang dahulu Tante,kataku sedikit terengah membendung gairah.
Yah, gih sana cepetan, Tante telah pegal nih sungut tanteku.
Kemudian tanpa pikir panjang, secepat kilat saya menyingkap dasternya, kemudian secepat kilat juga berupaya untuk melorotkan celana dalamnya yang entah warnanya apa, sebab telah berair kuyup oleh air, warna aslinya jadi tersamar.
Ehh.. apa-apan ini Wan, jangan gitu dong!? tanpa sadar tanteku melepas pegangannya disaluran air untuk membendung tanganku yang masih berupaya melepaskan celana dalamnya. Air menyembur lagi.
Auhh.. ohh bunyi tanteku jadi tak terang sebab mulutnya kebobolan air. Tanpa sadar juga tanteku berupaya untuk menutup saluran air dengan tangannya lagi, otomatis tanganku telah tak ada yang membendung lagi.
Peluang pikirku, dengan satu sentakan celana dalam tanteku melorot hingga diujung kakinya.
Auwch.. duh Wan jangan, saya ini tantemu, jangann.. Mohon tanteku.
Kepalang tanggung, saya segera jongkok. Saya lalu menyibak bokongnya yang besar dan mencari liang senggamanya. Kudekatkan kepalaku, kujulurkan lidahku untuk menempuh vaginanya.
Auwchh.. Wan.. ahh.. jilatan pertamaku terbukti membuatnya bergetar tanpa dapat beranjak dari daerah semula, seandainya bergerak air pasti akan menyembur lagi.
Lidahku kian leluasa menikmati wangi-wangian dari vaginanya, kian kedalam membikin tanteku bergetar hebat. Entah mengapa telah tak ada lagi bahasa tubuhnya yang menonjolkan penolakan, yang ada kepalanya kian menggeleng-geleng tak keruan. Kecari klitorisnya, memang agak susah, sesudah bisa kuhisap habis, dua jariku juga turut menikam liang vaginanya. Tak terkira jumlah lendir yang keluar, tidak lama kemudian, terasa bokongnya bergetar hebat.
Ahh..hh Wann.. ahh aouhh.. dengan erangan keras, terbukti tanteku telah menempuh orgasme. Tubuhnya segera lunglai tetapi tanpa melepas pengangannya dari saluran air.
Aduh saya belum apa-apa pikirku.
Seketika saya berdiri, kusiapkan senjataku yang telah mengacung dengan keras. Dengan dua tanganku saya coba menyibakkan kedua belahan bokongnya sambil kudekatkan kontolku kevaginanya. Kudorongkan sedikit demi sedikit. Itu telah betul-betul ideal dimulut liang kenikmatannya, tanpa ba-bi-bu segera kulesakkan dengan kasar.
Ahh sakit Wan.. perlahan.. auh kepala tanteku segera melonjak keatas, tanpa sengaja pegangannya di saluran air terlepas. Air menyembur dengan deras. Kepalang berair, semacam itu mungkin pikir tanteku sebab berikutnya ia cuma berpegangan dipinggiran cucian piring. Telah tak ada penolakan pikirku.
Kudiamkan sejenak kontolku yang telah masuk sampai pangkalnya didalam Miss V tanteku, ku nikmati benar-benar bagaimana terbukti Miss V yang telah mengeluarkan tiga orang manusia ini masih saja sedap menggigit. Sensasi yang amat luar awam sekali. Perlahan-perlahan kutarik, kemudian kudorong lagi.
Oohh.. Wan nikmat, terus sayang..yang pesat aouhh.. ahh.. terus sayang bokongnya bergoyang melawan arah dari kocokanku.
Nah gitu Wan, ouhh.. ya gitu teruuss.. Pinta tanteku.
Saya terus mengocokkan kontolku dengan pesat. Sejenak kemudian tubuhnya mulai bergetar hebat.
Yang pesat Wan, Tante telah berharap keluar lagi.. ouhh.. terus kepalanya kian menggeleng-geleng tak karuan.
Cepatt.. cepatt truss.. ouchh.. Tante kelluaarr.. aghh Orgasmenya sudah hingga dibarengi dengan kepalanya yang melonjak naik, tangannya mencengkeram pinggiran cucian piring dengan erat.
Cabut dahulu Wan.. Tante linuu.. pinta tanteku, sebab menikmati saya yang masih mengocoknya dari belakang.
Akan wawan cabut, tetapi komitmen nanti diteruskan ya Tante? kataku.
Iya, tetapi kini dari depan aja yah komitmen tanteku.
Tubuhnya kemudian berbalik. Wajahnya telah awut-awutan dan berair kuyup. Kemudian ia duduk diatas cucian piring sambil menghadapku. Saya mendekat, segera kucari bibirnya dan kemudian kami berpagutan lama. Sambil kami berkecupan, satu tangannya memberi nasihat kontolku kearah liang vaginanya. Tanpa diperintah dua kali kudorongkan pantatku dibarengi dengan masuknya juga kontolku.
Ahh.. oohh.. erang tanteku, kecupan kami terlepas.
Kocokkan yang cepatt wann.. pinta tanteku sambil pahanya kian dilebarkan.
Ini Tante.. Kataku sambil mengocokkan kontolku dengan pesat.
Sinting kau Wann.. kuaatt sekalii kamuu.. sambil satu tangannya menarik satu tanganku, kemudian ditaruhnya di komponen atas vaginanya. Saya tahu berharap maksudnya.
Yahh yang ituu.. teruss Wann.. ohh enakk.. Wan teeruss.. rintih tanteku dikala sambil kontolku mengocok vaginanya tanganku juga memelintir klitorisnya.
Ohh Wan, Tante hampir hingga.. tubuhnya mulai bergetar agak keras.
Saya juga hampir hingga Tante.. ohh punya Tante eenakk.. saya mulai tak dapat memegang lagi, orgasmeku tinggal sejenak lagi.
Dikeluarin dimana Tante? tanyaku meminta ijin.
Udah nggak usah mikirin itu, ayoo teruss.. didalemm jugaa nggakk Papa
Ayoo..Tante udah diujung nihh wann..
Ouhh.. enakk.. cepatt Wann.. yangg cepatt rintih tanteku.
Goyang Tante, kita barengan ajaa.. oghh orgasmeku telah diujung.
Kian kupercepat kocokanku, tanteku juga mengimbangi dengan menggoyang bokongnya. Sambil berpegangan pada belakang bokongnya, kukeluarkan air maniku.
Saya keluarr tantee.. aughh.. sambil kubenamkan dalam-dalam.
Tante juga Wann.. oughh akhh.. gilaa.. uenakknya.. erangnya sambil jemarinya mencengkeram bahuku.
Hasilnya kami berdua terkulai lemas. Kudiamkan dahulu kontolku yang masih ada didalam vaginanya. Kulirik ada sedikit lelehan air mani yang keluar dari vaginanya. Kamu tersadar dari dosa, tanteku mensupport badanku.
Namun bandel Wan, berani sekali kau bertingkah ini sungut tanteku.
Tante juga menikmatinya kan? belaku.
Tanpa berkata apa-apa, ia kemudian turun, meraih celana dalamnya kemudian berlalu kekamar mandi. Saya berupaya mengejarnya tetapi ia telah lebih dahulu masuk kamar mandi kemudian menguncinya.
Tante air di tandon tadi telah habis loh candaku dari luar kamar mandi tetapi tak ada balasan dari dalam.




