- Home >
- Agen Playtech , agenslot , bandarslot , Casino Online , Game Play , Joker123 , slotgameonlineterpercaya , www.disneyslot.com , www.slotdisney.com >
- cerita sex :Terbaru Dengan Wanita Gym Yang Super Sexy
Posted by : clarissaachan
agenslot-Cerita ini berawal dikala saya sedang bertamasya ke bandung,saya sempat meluangkan diri untuk berolahraga disebuah daerah gym yang mana fasilitas hal yang demikian disediakan oleh pihak hotel untuk tetamu-tamunya.
maklum saja,sebab pekerjaanku benar-benar memerlukan tubuh yang fit.karenanya sedangkan wisata saya konsisten meluangkan diri untuk berolahraga agar tubuhku konsisten sehat.ohya…sebelum melanjutkan ke kisah saya karenanya saya perkenalkan terutamanya dulu diriku,saya bernama hary yang umum di dalam dilingkungan saya dengan sebutan ary.saya belum menikah dan dikala ini saya berusia 28 tahun hampir mendekati usia 30 tahun. tentu hal hal yang demikian ku manfaatkan untuk merasakan masa bujangku lebih lama,having fun and get life guys…
permulaan kisah mesum saya dengan seorang gadis gym sexy itu dikala saya sedang iseng turun dari kamar hotelku dan segera ke daerah gym dikala itu menunjukan waktu pukul 16.30. tujuan utamanya emang berharap mengamati wanita-wanita mengunakan pakaian senam yang ketat,namun apa kekuatan dikala itu daerah gym sedang kosong,alhasil sebab daerah itu sepi dan cuma ada sebagian orang saya mempertimbangkan untuk berolahraga dan alhasil malahan ketagihan nge-gym, sambil saya mengangkat bobot-bobot sampai semua otot tubuhku mulai sedikit terasa menyusun sixpack.
waktu demi waktu terus berjalan sampai sesudah selang 1 jam kurag 10 menit tepatnya dikala itu pukul 17.20 petang dua wanita masuk. Ok, this isn’t my unlucky day after all. Saya makin motivasi menarik bobot. Dicontoh sebagian wanita lainnya, yang tentunya berpakain senam, warna-warni, ada yang menggunakan celana panjang cutbray dan t-shirt ketat, short pants dan atasan figur sport bra, menambah cantiknya panorama daerah fitness hal yang demikian. Sebagian di antara mereka ada yang duduk, ada yang ngobrol, cekikikan, dan mencoba sebagian alat. Oh, mungkin mereka berharap ber-aerobic, pikirku.
Betul saja dikala seorang wanita berpakaian seperti mereka masuk dan memutar nyanyian, dan terdengarlah bunyi musik house dengan tempo pesat. Masing-masing mereka membentuk barisan dan mulai bergerak meniru instruktur. Gerakan demi gerakan mereka ikuti. Masih pemanasan.
Tiba-tiba seorang wanita masuk, benar-benar indah dibanding mereka, tinggi 165 kaprah-kaprah, rambut panjang diikat buntut kuda, menggunakan baju senam bahan lycra mengkilat warna krem dengan figur tank top dan g-string di bokongnya.
Bongkahan bokongnya tertutup lycra ketat warna krem lebih muda, sehingga menyerupai warna kulit tangannya yang kuning langsat sampai kaki yang tertutup t-shirt kaki dan sepatu. Woow, benar-benar seksi. Tidak sengaja kulihat komponen dadanya sebab handuk yang menggantung di pundak ditaruhnya dikursi dekat dengan alat yang kupakai.
Tonjolan putingnya menonjol terang sekali, menghiasi tonjolan menawan yang kaprah-kaprah 36 b ukurannya. Sedikit melirik ke arahku lalu alhasil mencari barisan yang masih kosong dan meniru gerakan instruktur. Dadaku berdegup cepat pada dikala ia melirik sedangkan cuma sedetik.
bandarslot-Gerakan demi gerakan instruktur dicontohnya, mulai dari gerakan pemanasan sampai gerakan pesat melompat-lompat sehingga bongkahan payudaranya bergerak turun naik. Batangku mulai membengkak seiring dengan lincahnya gerakan si ia. Mataku terus tertuju pada si ia.
Posisiku kebetulan sekali menyusun 45 derajat dari samping kirinya agak ke belakang. Hmm alangkah mujurnya diriku. Sampai alhasil ia mengerjakan gerakan pendinginan. Peluh membasahi pakaiannya, tercetak terang di punggung dan dadanya, sehingga tonjolan puting itu menonjol terang sekali, dikala ia memutar badan ke kiri dan ke kanan.
Sampai alhasil saya diciptakan malu. Saat saya mengamati ia, ia malahan memperhatikanku via pantulan kaca cermin yang berada di depannya dikala saya mengalihkan pandangang ke kaca. Ia tersenyum kepadaku via pantulan cermin. Entah berapa lama ia memandangku sebelum saya sadar dipandangi. Saya segera memalingkan muka dan beranjak dari alat yang kupakai.
Saya seketika berganti baju untuk berenang. Langsung kuceburkan diri untuk mendinginkan otak. Dua atau tiga balikan kucoba berganti gaya sampai alhasil balikan ke empat gaya punggung, kepalaku menubruk seseorang dan terjatuh menyelam ke air.
Sama-sama kami berbalik dan sesudah berbalik ku sadar yang ku tabrak merupakan bokongnya si ia yang sudah berganti baju renang, potongan high cut di pinggul dengan warna floral biru yang seksi. Sekarang tonjolan putingnya tersembunyi dibalik cup pakaian renangnya, membuatku sedikit kecewa.
“Eh, maaf Mbak, nggak menonjol, habis gaya punggung sih” kataku minta maaf.
“Nggak kok Mas, saya yang salah, nggak lihat trek orang berenang”, jawabnya sambil mengusap muka dan rambutnya ke belakang.
Si ia tersenyum kembali ke arahku, sambil lirikan matanya menyapu dari muka sampai komponen pusarku.
“Kenalan dong, saya Aryo, umum dipanggil Ary”, kataku sambil menyodorkan tangan.
Dijabatnya tanganku sambil berkata”nina,”, jawabnya.
Kami menepi ke bibir kolam, sambil mencelupkan diri se batas leher masing-masing. Kami duduk bersampingan.
“Baru disini Mas?”, nina mulai lagi membuka diskusi.
“Iya, namun jangan panggil Mas, Ary aja cukup kok. Saya absah Bandung, namun memang baru kes***** Saya kerja di Jakarta. Kau Lin?”, ku balik bertanya.
“Saya absah Bandung juga, kerja di bank B**, jadi CS. Deket sini kok, seberangan. Saya umum aerobic dan renang disini, duahari sekali, yang ada jadwal aerobicnya saja”.
Diskusi kami berkembang dari hal kerjaan mengarah ke hal-hal yang lebih pribadi. Nina baru putus dengan pacarnya, kaprah-kaprah dua pekan yang lalu. Keluarga pacarnya tak sependapat dengan Nina dan pacarnya dijodohkan dengan orang lain alternatif keluarganya. Agak sedih Nina bercerita sampai..
“Lin, balapan yuk ke seberang, gaya bebas”, ajakku.
“Hayo, .. siapa takut?”, jawabnya.
Kami berdua bertanding hingga sebrang. Saya sedikit curang dengan mensupport bahunya ke belakang sehingga Nina sedikit ketinggalan. Pada dikala saya duluan di seberang..
“Ari, kau curang, kau curang”, rengeknya sambil memukul-mukul tanganku.
agenslot-Saya ngakak-tawa dan bergerak mundur menjauhi Nina. Ia mengejarku, hingga alhasil”Byurr, .”., saya terjatuh kebelakang. Kakiku menyenggol kakiknya sampai diapun terjatuh dan kami berdua tak sengaja berpelukan. Dadanya yang empuk meraba dadaku, membikin batangku kembali membengkak. Saat sama-sama berdiri, kami masih berpelukan walau agak renggang.
Kami saling pandang, kemudian Nina memelukku kembali. Kans ini tak ku sia-siakan dengan balas memeluknya. Udara Bandung yang dingin pada petang yang beranjak malam hal yang demikian, menambah kuatnya pelukan kami.
Batangku yang sedari tadi mengeras meraba perut komponen bawahnya Nina, atau tepatnya diatas alat kelamin Nina sedikit. Bokong Nina bergerak mensupport, sampai batangku geli terjepit antara perut Nina dan perutku. Berulang-ulang Nina mengerjakan itu, sehingga darahku berdesir.
“Emhh.”., Nina bergumam.
Sadar saya berada di daerah awam, sedangkan kolam renang agak sepi, cuma ada tiga orang kecuali kami, membuatku agak sedikit melepaskan pelukan walau sayang untuk dikerjakan.
“Lin, mending kita sauna hotel yuk!”, ajakku menetralkan suasana.
Nina menonjol agak kecewa dengan sikapku yang sengaja kulakukan.
“Oke!”, jawabnya singkat.
Kami berdua mengambil handuk di bangku pinggir kolam, dan berjalan berbarengan, menuju ruang sauna hotel yang tidak jauh dari kolam renang. Terbayang apa yang dikerjakan Nina dikala di kolam, membuatku menerawang jauh membentuk agenda dengan Nina berikutnya.
“Kosong.”., kataku dalam hati mengamati ruang sauna hotel.
Kami berdua masuk, dan saya sengaja mengambil daerah duduk dekat pintu, sehingga orang lain tak bisa mengamati kami berdua via jendela kecil pintu sauna hotel.
“Lin.”., belum sempat saya bicara, Nina menciumku di bibir.
Bibir kami saling berpagut mengerjakan french kiss. Penetrasi lidah Nina di mulutku, menampilkan ia benar-benar berpengalaman. Tangan Nina mengendalikan dadaku, kemudian mengusap menelusuri perut sampai hingga pada batangku yang telah berdiri dari tadi. Nina meremas batangku yang masih terbalut celana renang, sementara kuremas dua gunung montok. Alangkah kenyal dan cepat sekali payudaranya.
Suhu ruang sauna hotel menambah panasnya hawa disana. Kubalik Nina membelakangiku. Kuciumi tengkuknya, dan ku remas payudaranya”.Emhh.. Ary.. ahh”, Nina melenguh. Ku susupkan tanganku ke payudaranya, dari celah pakaian renangnya. Ku pilih putingnya, dan membikin Nina
sedikit menjerit, dan menggelinjang. Untungnya ruangan sauna hotel kedap bunyi.
“Ary, saya butuh kau Ry, .. malam ini saja.. ahh.”., Nina berbisik di telingaku, sambil masih kumainkan putingnya.
“Lanjutkan di kamarku yuk, ..!” ajakku.
Punggung Nina menjauhi badanku dan berbalik.
“Kau cek in di s*****.?”, tanyanya dengan muka sedikit senang.
“Bukannya kau.”.
“Ya sayang.”., sambil alhasil kutempatkan jari telunjukku di mulutnya.
Alhasil kujelaskan alasanku.
agenslot-Satu-satu kami keluar dari ruang sauna hotel. Nina bergegas ke ruang ganti. Begitupun diriku. Sesudah siap, Nina menjinjing ranselnya dan kami malahan berjalan berbarengan. Kami berjalan sambil memeluk pinggang masing-masing, layaknya sepasang kekasih yang telah lama pacaran. Stelah mengambil key card dari recepsionist, kami naik ke kamarku di 304.
Sesudah masuk, pintu ditutup, dan segera kami merebahkan diri di ranjang. Untung ku pilih daerah tidur sharing. Nina masih menggunakan pakaian seragam banknya, komplit dengan blazer, sepatu hak tinggi dan stocking hitam menarik hati. Seksi sekali!
Nina di bawah sementara saya diatasnya menciumi bibimnya. Kadang-kadang kujilat leher dan alat pendengarnya. Nina meracau memanggil-manggil namaku. Kubuka blazernya. Dari blouse putih tipis yang masih merekat, menonjol terang puting berwarna cokelat menerawang.
Hmm, sengaja tak menggunakan bra pikirku. Kubuka kancingnya satu persatu. Kujilati dadanya. Lidahku menyapu dua bukit kembarnya yang mengencang. Rambutku diusapnya sambil ia melenguh dan memanggil namaku berkali-kali. Kadang-kadang kugigit putingnya.
Roknya kusingkapkan, terbukti dibalik stocking hitamnya itu, Nina tak menggunakan CD lagi. Ku jilat alat kelamin Nina yang masih terhalang stocking. Noda berair di bibir organ intim wanita tercetak terang di pantyhosenya. Nina kian mecarau dan menggelinjang. Ku gigit sobek komponen yang menutupi vaginanya yang berair. Kujilati labia mayoranya. Pelan kusapu bibir organ intim wanita merah merekah itu. Kucari klitorisnya dan kumainkan lidahku di sana.
Nina mengejang hebat, pedoman orgasme pertamanya.
“Emhh Arryy.. ahh”, Nina sedikit berteriak terbendung.
“Makasih sayang.. oh.. benar-benar enak..!”.
“Pokoknya ganti stocking ku mahal nih”, nina merengek sambil cemberut.
“Oke, namun puaskan dahulu saya Lin, .”., jawabku sambil rebahan di ranjang.
Nina kemudian berbalik dan berada di atasku. Blouse terbuka yang masih merekat itu disingkirkannya. Sampai terpampanglah dua bukit menggantung di atasku. V berair Nina terasa di perutku. Rok yang tersingkap dilepasnya via atas. Tinggal stocking yang masih merekat, sepatunya malahan sudah lepas.
Nina kembali menciumiku. Lidahnya menyapu dadaku dan putingku. Kadang-kadang digigitnya, membuatku juga menggelinjang kegelian. Kemudian lidahnya menyapu perutku sampai hingga ke batang penisku yang tegak. Nina mengocoknya pelan.
Ujung lidahnya menarikan di lubang kencingku. Rasa hangat itu terasa manakala lidahnya menyapu semua permukaan penisku. Segala batang penisku terbenam di mulut Nina. Sambil dikocok, keluar masuk mulutnya Nina.
“Ohh..!” saya malahan tidak luput meracau.
Hampir terasa puncakku tercapai, ku dorong Nina menjauhi penisku, saya bangun dan berlutut di belakang Nina.
“Masukkin Ry, fuck me please, Ohh.. arrghh.. Arryy!”, Nina berteriak seiring dengan masuknya batang penisku sedikit-demi sedikit via celah stocking yang kugigit tadi.
“Bless.”..Bokong Nina bergerak maju mundur, demikian juga pantatku, saling berlawanan.
“Oh.. ooh.. ahh.. ahh.. God, .. fuck me harder.. Aaahh.. Ary.. yes”, begitulah kalinat tidak beraturan meluncur dari mulut Nina, berbarengan dengan kian capatnya gerakanku.
Ku remas-remas bongkahan bokong seksinya. Nina menjilati jari-jarinya sendiri.
“Mmhh.. Aaahh.. mmh.”., desah Nina yang membuatku kian bernafsu untuk menggenjot pantatku.
Kemudian kami berganti posisi. Saya terbaring dan Nina berada di atasku. Nina mengambil ancang-ancang untuk memasukkan penisku ke dalam organ intim wanita berairnya. Nina
terutamanya dulu mengusap-usapkan penisku di bibir vaginanya. Saya makin kelojotan dengan perlakuan Nina. Centi demi centi penisku dilahap organ intim wanita Nina.
“Blessh.”., komplit telah penisku dilahap vaginanya.
Nina bergerak turun naik beraturan. Payudaranya bergoyang turun naik pula. Panorama menawan terebut tak kulewatkan dikala badanku bangun, dan wajahku menghampiri payudaranya. Kuremas dua gunung kembar yang begoyang meniru melodi siempunya. Kujilati dan kusedot bergantian.
“Errgh.. erghh.. ahh.”., Nina mendesah pedoman merasakan genjotannya sendiri.
Sekarang kutarik tubuh nina sehingga ikut serta terbaring di atas tubuhku. Ku mulai menggenjot pantatku dari bawah.Nina teridam dan menengadahkan kepalanya, dan sesaat kemudian Nina berteriak meracau.
“Arrgghh.. oohh.. aah.. enakkhh.. aahh.. nikmathh.. ooh.”., serunya.
Kuyakin posisi seperti ini membuatnya menikmati sensasi yang tiada duanya.
5 menit dengan posisi seperti itu, Nina mengejang, dan berteriak panjang”, AARRGHH.. Shit.. Uuuhh.. Ary.. aaihh.”., pedoman ia menempuh orgasme.
Terlepas penisku dari vaginanya tatkala Nina roboh di sisiku. Nina ngos-ngosan kecapean. Sekarang giliranku untuk menerima kepuasan dari Nina. Kubalik tubuh penuh peluh yang mengkilat terkena sinar lampu.
Sungguh seksi sekali ia dikala itu. Kubuka kedua kakiknya, dan ku lucuti stocking hitam yang masih merekat di kakinya yang mulus. Tampak menawan kaki nan putih mulus dari bokong sampai betis. Kujilati lubang dubur Nina, dan membikin ia sedikit mengangkat bokongnya keatas.
“Please.. Ary.. not now.. Give me a break.. Ohh.”., ratapnya dikala mendapatkan perlakuanku.
Saya tidak mempedulikan ratapannya. Justru saya kian edan dengan perlakuanku, menjilati lubang duburnya dan membikin penetrasi di lubangnya dengan lidahku. Zona perineumnya malahan tidak luput ku jilati. Sampai alhasil kuputuskan untuk mensodomi Nina, sebab kulihat lubang dubur Nina agak sedikit besar dibanding orang yang belum pernah disodomi.
“Lin, siap ya.”., kataku sambil mengusapkan ludahku di penis yang masih berdiri tegak.
“Apa.., berharap apa Ry.. kau ma.. AAHH, .. Aryy.. Janng.. aahh”, belum selesai Nina bicara, saya sudah menancapkan penisku di duburnya.. seperti itu hangat, sempit dan lembut.
Kutarik kembali pelan dan kumasukkan lagi. Iramanya ku percapat. Nina pasrah, dan meracau tidak karuan.
“Eh.. Ehh.. gimana, .. eh.. nikmat.. lin..?, tanyaku sambil menggenjot bokong Nina seksi nan wahai.
“Ohh.. Arriieh.. aagh.. enak rii.. ah.. Shitt.. C’mon.. harder baby.”., jawabnya.
10 menit saya memompa batang penisku di duburnya, terasa cairan air mani telah ada di ujung kepala penisku. Buru-buru kutarik keluar penisku, dan kubalik Nina menghadapku. Sambil kukocok, spermaku muncrat di muka Nina.
Nina yang tak siap mendapatkan spermaku di mukanya, mengelengkan kepala kiri dan kanan, sampai spermaku membasahi rambut dan pipinya. Sampai alhasil mulutnya terbuka, dan sisa semprotan spermaku masuk di mulutnya. Sesudah spermaku habis, ia mengulum penisku. Saya yang masih merasa geli tetapi enak, kian merasakan sisa-sisa oragasme panjangku.
“God.. Thank you dear.. Nina.”., kataku sesaat sesudah ambrol ke samping Nina.
“Curang lagi kau Ry, .. Tau gitu ku minum semuanya.. kasi tau kek berharap mucrat di muka, gitu”, Nina cemberut menjawabnya.
Saya cuma tersenyum. Tidak terasa kami bercumbu cukup lama, sampai jam 10 malam.
Alhasil Nina mempertimbangkan untuk bermalam di kamarku. Kami masih mengerjakannya sebagian kali sampai subuh. Toh, hari itu akhir minggu dan Nina memang libur di hari Sabtu. Pertemuan pertama itulah pula yang membikin kami berpacaran selama 6 bulan sampai alhasil kami putus.






