Popular Post

Popular Posts

Posted by : clarissaachan



agenslot-Pekan petang hampir pukul empat. Sesudah menonton CD porno semenjak pagi penisku tidak berkeinginan diajak kompromi. Si adik kecil ini kepingin lantas disarungkan ke organ intim wanita. Masalahnya, rumah sedang kosong melompong. Istriku pulang kampung semenjak kemarin hingga dua hari akan datang, sebab ada kerabat punya hajat menikahkan buah hatinya.

Kecil tunggalku turut ibunya. Saya mencoba menenangkan diri dengan mandi, lalu meringkuk di ranjang. Melainkan penisku konsisten tidak berkurang ereksinya. Bahkan kini terasa berdetak-denyu­t komponen pucuknya. “Wah gawat gawat nih. Nggak ada target lagi. Salahku sendiri nonton CD porno seharian “, gumamku.

Saya bangkit dari tiduran menuju ruang tengah. Mengambil segelas air es lalu menghidupkan tape deck.Lumayan, tegangan agak mereda. Melainkan saat ada video klip musik barat agak seronok, penisku kembali berdetak-detak. Nah, belingsatan sendiri jadinya. Sempat terpikir untuk jajan saja. Tetapi kencang kuurungkan. Takut kena penyakit kelamin.

Salah-salah dapat ketularan HIV yang belum ada obatnya hingga kini. Kuingat-ingat kapan terakhir kali barangku terpakai untuk menyetubuhi istriku. Ya, tiga hari lalu. Layak sekarang adik kecilku uring-uringan tidak karuan. Soalnya dua hari sekali sepatutnya nancap. “Kini meminta alokasi..”. Sambil terus berupaya menenangkan diri, saya duduk-duduk di selasar depan membaca surat informasi pagi yang belum tersentuh.

bandarslot-Tiba-tiba pintu pagar berbunyi dibuka orang. Refleks saya mengalihkan pandangan ke arah bunyi.Renny buah hati tetangga mendekat. “Selamat petang Om. Tante ada?” “Petang.. Ooo Tantemu pulang kampung hingga dua hari setelah hari ini. Ada apa?” “Wah gimana ya..” “Silakan duduk dahulu. Baru ngomong ada kebutuhan apa”, kataku ramah. ABG perawan berusia sekitar lima belas tahun itu berdasarkan.Ia duduk di tempat duduk kosong sebelahku.

“Nah, ada perlu apa dengan Tantemu? Mungkin Om dapat tolong”, tuturku sambil menyusuri badan gadis perawan yang mulai mekar itu. “Anu Om, Tante komitmen berkeinginan minjemi majalah terkini..” “Majalah apa sich?”, tanyaku.Mataku tidak lepas dari dadanya yang kelihatan mulai tampak. Wah, telah sebesar bola tenis nih. “Apa saja. Pokoknya yang terkini”. “Oke silakan masuk dan pilih sendiri”. Kuletakkan surat informasi dan masuk ruang dalam.

Ia agak ragu-ragu mencontoh.Di ruang tengah saya stop. “Cari sendiri di rak bawah TV itu”, kataku, kemudian membanting bokong di sofa. Renny lantas jongkok di depan TV mengungkap-bong­kar tumpukan majalah di situ. Pikiranku mulai usil. Kulihati dengan leluasa tubuhnya dari belakang. Formatnya sungguh-sungguh baik untuk ABG perawan seusianya. Pinggulnya padat berisi. Bra-nya membayang di pakaian t-shirtnya. Kulitnya putih bersih.


Ah alangkah asyiknya bila saja dapat merasakan tubuh yang mulai berkembang itu. “Nggak ada Om. Tapi lama segala”, katanya menyentak lamunan nakalku. “Nggg.. mungkin ada di kamar Tantemu. Cari saja di sana” Selama ini saya tidak semacam itu memandang buah hati itu padahal kerap kali main ke rumahku. Melainkan kini, saat penisku uring-uringan tiba-tiba baru kusadari buah hati tetanggaku itu ibarat buah mangga sudah mulai mengkal. Mataku mencontoh Renny yang tanpa sungkan-sungkan­ masuk ke kamar tidurku.

Setan berbisik di telingaku, “inilah kans bagi penismu supaya stop berdetak-detak.Tetapi ia masih kecil dan buah hati tetanggaku sendiri? Persetan dengan itu segala, yang penting birahimu terlampiaskan “. Telah saya bangkit menyusul Renny. Di dalam kamar kulihat buah hati itu berjongkok mengungkap majalah di sudut. Pintu kututup dan kukunci perlahan-perlahan. “Ingin ketemu Ren?” tanyaku. “Belum Om”, jawabnya tanpa menoleh. “Aku lihat CD baik nggak?” “CD apa Om?” “Filmnya baik kok. Ayo duduk di sini.” Gadis perawan itu tanpa curiga lantas berdiri dan duduk pinggir ranjang.

Saya memasukkan CD ke VCD dan menghidupkan TV kamar. “Film apa sih Om?” “Lihat saja. Pokoknya baik”, kataku sambil duduk di sampingnya. Ia konsisten hening-hening tidak menyimpan curiga. “Ihh..”, jeritnya semacam itu memperhatikan intro berisi potongan-potongan adegan orang bersetubuh. “Kamu kan?” “Tapi kan film porno Om?!”

“Iya. Menjelang menyukai kan?” Ia terus ber-ih.. ih saat adegan syur berlangsung, namun tidak berupaya memalingkan pandangannya. Kamu adegan kedua saya tidak bendung lagi.Saya memeluk gadis perawan itu dari belakang. “Menjelang mau begituan nggak?”, bisikku di alat pendengarnya. “Jangan Om”, katanya tetapi tidak berupaya mengurai tanganku yang melingkari lehernya. Kucium sekilas tengkuknya.

Ia menggelinjang.”­Aku nggak gituan sama Om? Menjelang belum pernah kan? Ia lo..” “Tetapi.. tetapi.. ah jangan Om.” Ia menggeliat berupaya lepas dari belitanku. Tapi saya tidak peduli. Tanganku lantas meremas dadanya. Ia melenguh dan hendak memberontak.badannya kurebahkan di ranjang namun kakinya konsisten menjuntai. Mulutku tidak tabah lagi lantas mencercah pangkal pahanya yang masih dibalut celana warna hitam.

“Ohh.. ahh.. jangan Om”, erangnya sambil berupaya merapatkan kedua kakinya.Melainkan saya tidak peduli. Bahkan celana dalamnya kemudian kupelorotkan dan kulepas. Saya terpana memperhatikan panorama itu. Pangkal kenikmatan itu semacam itu imut, berwarna merah di tengah, dan dihiasi bulu-bulu lembut di atasnya. Klitorisnya juga imut.Maka menunggu lebih lama lagi, bibirku lantas menyerbu vaginanya.

Kuhisap-hisap dan lidahku mengaduk-aduk liangnya yang sempit. Wah masih perawan ia. Renny terus menggelinjang sambil melenguh dan mengerang keenakan.Kaosnya­ kemudian kakinya menjepit kepalaku, seolah-olah minta dikerjai lebih dalam dan lebih keras lagi. Oke Non. Setelah lidahku malahan makin dalam milik ABG perawan itu kuhajar dengan mulutku.

Kuhitung paling tak ia dua kali orgasme. Lalu saya merangkak naik. Nikmat kulepas perlahan-perlahan. Menyusul kemudian BH hitamnya berukuran 32. Sesudah kuremas-remas buah dadanya yang masih keras itu sebagian ketika, ganti mulutku berprofesi. Menjilat, memilin, dan mengecup putingnya yang kecil. “Ahh..” keluh gadis perawan itu.

Tangannya meremas-remas rambutku membendung kenikmatan tiada tara yang mungkin baru kini ia rasakan.”Ia kan beginian?” tanyaku sambil menatap wajahnya. “Iii.. iya Om. Tetapi..” “Menjelang pengin lebih sedap lagi?” Tanpa menunggu jawabannya saya lantas mengendalikan posisi badannya. Kedua kakinya kuangkat ke ranjang. Ia ia kelihatan tengadah pasrah.Penisku malahan telah tidak tabah lagi mendarat di target.

Tapi saya sepatutnya hati-hati. Ia masih perawan sehingga sepatutnya tabah supaya tak kesakitan. Mulutku kembali bermain-main di vaginanya. Sesudah kebasahannya kuanggap cukup, penisku yang sudah tegak kutempelkan ke bibir vaginanya. Ia ketika kugesek-gesekka­n hingga Renny makin terstimulus. Kemudian kucoba masuk pelan-lahan ke celah yang masih sempit itu. Sedikit demi sedikit kumaju-mundurka­n sehingga makin melesak ke dalam.Butuh waktu lima menit lebih supaya kepala penisku masuk seluruhnya.


Nah rehat sejenak sebab ia kelihatan membendung nyeri. “Aku sakit bilang ya”, kataku sambil mengecup bibirnya sekilas. Ia mengerang. Kurang sedikit lagi saya akan menjebol perawannya.Genj­otan kutingkatkan padahal konsisten kuusahakan perlahan dan lembut. Nah ada kemajuan. Leher penisku mulai masuk. “Auw.. sakit Om..” Renny menjerit terbendung. Saya stop sebentar menunggu liang vaginanya terbiasa mendapatkan penisku yang berukuran sedang. Satu menit kemudian saya maju lagi. Aku seterusnya. Selangkah demi selangkah saya maju. Aku alhasil.. “Ouuu..”, ia menjerit lagi. Saya merasa penisku menembus sesuatu. Wah saya sudah memerawani ia. Kulihat ada sepercik darah membasahi sprei.

Saya meremas-remas payudaranya dan menciumi bibirnya untuk menenangkan. Sesudah agak hening saya mulai menggenjot buah hati itu. “Ahh.. ohh.. asshh”, ia mengerang dan melenguh saat saya mulai turun naik di atas tubuhnya. Genjotan kutingkatkan dan erangannya malahan makin keras.

Mendengar itu saya makin bernafsu menyetubuhi gadis perawan itu. Berkali-kali ia orgasme. Tandanya merupakan saat kakinya dijepitkan ke pinggangku dan mulutnya menggigit lengan atau pundakku. “Nggak sakit lagi kan? Kini terasa sedap kan?” “Ouuu sedap sekali Om” Khususnya saya mau mempraktekkan bermacam-macam posisi senggama. Tetapi kurasa untuk kali pertama tidak perlu jenis-jenis dahulu.

Tapi ia mulai dapat merasakan.mengg­erayangi dinding vaginanya yang mulai berair. Lima menit lebih barang kenikmatan.Lain­ kali kan itu masih dapat dikerjakan. Sekitar satu jam saya menggoyang tubuhnya habis-habisan sebelum spermaku muncrat membasahi perut dan payudaranya.

Aku nikmatnya menyetubuhi perawan. Sungguh-sungguh­ mujur saya ini. “Gimana? Betul sedap seperti kata Om kan?” tanyaku sambil memeluk tubuhnya yang lunglai sesudah sama-sama menempuh klimaks. “Tetapi takut Om..” “Nggak usah takut. Takut apa sih?” “Hamil” Saya ketawa. “Kan air mani Om nyemprot di luar vaginamu. Nggak mungkin hamil dong ” Kuelus-elus rambutnya dan kuciumi wajahnya.



Saya tersenyum puas dapat meredakan adik kecilku. “Aku pengin sedap lagi bilang Om ya? Nanti kita belajar bermacam-macam gaya melalui CD “. “Aku ketahuan Tante gimana?” “Ya jangan hingga ketahuan dong” Ia ketika kemudian birahiku bangkit lagi.  ini Renny kugenjot dalam posisi menungging. Ia telah tidak menjerit kesakitan lagi.

Penisku leluasa keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya.Beta­pa nikmatnya memerawani ABG tetangga.

Agen SLOT Online Terpercaya
-Bonus New Member Deposit 80%
-Bonus second deposit 20% tiap hari
-Bonus Cashback 5% Setiap Seminggu
Minimal Deposit Rp.10,000,-
Minimal withdraw RP.50.000-
-Line :+6281397014667
-WhatsApp :+6281397014667
#gameslot #slotgameindonesia #jokergaming #kingkongslot #agenslotindonesia
#AGENSLOT
#BANDARSLOT
#AGENSLOTONLINE
#JUDISLOTONLINETERPERCAYA
#SLOTGAMEONLINETERPERCAYA

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © cerita sex - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -