Popular Post

Popular Posts

Posted by : clarissaachan


Aku Hesty.Bisa dibilang aku maniak sex. Fantasiku untuk menggarap sex di luar pernikahan sangatlah liar.Awal aku mengenal sex bebas tersebut sebab pacarku waktu itu. Kami masih duduk di bangku SMA dan dia mengajak aku untuk petting di toilet sekolah. Rasanya sungguh nikmat sampai akhirnya kami jadi sering menggarap sex bebas dimanapun kami merasa aman untuk melakukannya.Sekarang kamu sudah tidak bersama lagi. Ternyata pacarku menghamili wanita lain dan tidak lama lagi akan segera menikah.



Terjadi sekitar 1 bulan yang lalu saat aku mengikuti tour ke luar kota.Aku memilih untuk duduk di baris ke dua di belakang sopir, namanya Guntur. Tubuhnya gelap layaknya sopir pada umumnya,perutnya cukup buncit dan mukanya tidak tidak sedikit berewokan.Aku Saat itu aku menggunakan pakaian yang kebesaran dengan celana hotpans jeans sehingga terlihat seperti tidak menggunakan celana. Selama perjalanan,aku mendapati Pak Guntur menatapku dari kaca spion mobil. Aku membalasnya dengan senyum.

Akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Semua peserta tour turun dari bus dan aku turun di urutan terakhir.Lagi-lagi kulihat Pak Guntur menatapku dari kaca spion.Aku cukup risih dibuatnya. Setelah turun dari bus,panitia memberikan pengumuman. Aku sibuk mengibas-ngibas bajuku karena kepanasan. Aku sadar Pa Guntur masih menatapku dari dalam bus. Aku berusaha mengabaikan.

Saat acara tour sudah berlangsung,aku merasa bosan dan mengantuk. Aku berusaha kabur dari keramaian dan menuju ke dalam bus. Aku menonton Pak Guntur sedang tidur,saat pintu bus kubuka Pak Guntur terbangun dan menonton aku naik ke dalam bus.Pikiranku langsung menjadi nakal,ingin mengerjai Pak Guntur. Aku pura-pura menjatuhkan barang dan membungkuk tepat mengarah ke mukanya. Dengan pakaianku yang kebesaran, paakaian dalamku terlihat jelas saat membungkuk.Aku menonton Pak Guntur berusaha menelan ludah melihatnya.

“Ada yang ketinggalan ya?” tanya Pa Guntur berusaha menyembunyikan kegugupannya.
“Enga kok Pak,acaranya bosen dan bikin ngantuk. Jadi mendingan kabur aja ke bus,mau numpang tidur.” jawabku sambil mengedipkan sebelah mata pada Pak Guntur.

Aku duduk di tempatku dan menutup kaca dengan kain gorden karena silau. Kursiku kuturunkan ke belakang agar enak untuk aku tidur,kedua kakiku kunaikan. Paha mulusku terlihat jelas,Pa Guntur memperhatikanku lewat kaca spion. Aku tersenyum nakal padanya lantas memejamkan mata. Aku tidak benar-benar tidur,karena aku tau ada Pak Guntur bersamaku di dalam bus.

Kudengar Pak Guntur berusaha menutup kain gorden di sekitar tempat dudukku. Aku sepertinya tau maksudnya,dan aku berusaha menyingkapkan baju kebesaranku sehingga pakaian dalamku yang berwarna merah terlihat jelas. Aku merasakan Pa Guntur mendekatiku,jantuungku berdegup cukup kencang dibuatnya.



Aku membuka mata,Pak Guntur terlihat kaget mendapati aku terbangun. Dengan cepat Pak Guntur menciumku dengan buas dan memegang kedua tanganku dengan kuat. Aku tidak berontak. Kunikmati lumatan bibirnya yang kasar.Pak Guntur mulai mengendurkan pegangannya dan beranjak memegang kedua bukit kembarku.Aku melepaskan ciumannya,menatapnya dan berdesah nikmat.


“ough”. Pak Guntur semakin bernafsu mendengarnya,meremas buah dadaku lebih keras.


Aku kembali berdesah dengan lebih keras sehingga Pak Guntur kembali menciumku dengan penuh nafsu. Tali Bhku dilepaskannya dan mulutnya mulai menyusuri leherku lantas ke buah dadaku. Aku merasakan kenikmatan,Pa Guntur menjilati putingku dan membuat bagian bawahku menjadi lembab. Kuarahkan tangannya ke celanaku dan dengan senang hati Pak Guntur meraba memekku dari luar.

Tanpa basa-basi,Pa Guntur membuka celana hotpansku. Ia cukup terkejut menonton celana dalamku yang berenda,sehingga dalamnya sudah langsung terlihat jelas olehnya.Ia kembali melumat buat dadaku sambil tangannya meremas-remas memekku.
“oughh,nikmat”

Pak Guntur meneruskan jilatannya ke bagian perutku,lalu membuka celana dalamku.Dijilatinya memekku dengan penuh nafsu.Aku semakin tidak karuan,tanaganku tanpa sadar meremas-remas rambutnya.Aku nyaris menjangkau orgasme dibuatnya.
“oughh,aku sampai sayang!!” bisikku lemas.

Pak Guntur berusaha menarik kepalaku dan mengindikasikan tanganku ke bagian celananya yang terlihat sudah penuh sesak. Aku merabanya dari luar,dengan tidak sabar,Pak Guntur membuka celananya sendiri dan mengeluarkan kontolnya yang sudah mengaceng.Cukup besar dan panjang.Aku menampik saat Pak Guntur memintaku untuk menjilati kontolnya.

Aku hanya tersenyum nakal sambil menyodori selakanganku ke arah kontolnya.Ia mengetahui apa yang aku mau sehingga tanpa pikir panjang,Pak Guntur berusaha memasukkan kontolnya ke memekku.



“jlebb” aku merintih lumayan keras,merasakan kesukaan yang dilakukan Pak Guntur.

Ia berusaha memasukkan kontolnya sedikit demi sedikit dan ketika sudah hampir masuk semua,Pak Guntur menekankan kontolnya kuat-kuat sehingga membuatku semakin tidak karuan. Aku berusaha membuat Pak Guntur bermain cepat denganku karena aku takut ada orang yang menonton kami.Aku merangsang Pak Guntur dengan menjulurkan lidahku untuk menggodanya.

Tangannya meremas-remas payudaraku,memainkan putingku dan aku tak powerful dengan permainannya ini.Aku meminta ia duduk dan dengan cepat aku duduk di pangkuannya,mengarahkan memekku ke kontolnya yang berdiri tegak dan ‘blesss”.
Pak Guntur menciumku dengan nafsu. Kugoyangkan dan kunaik turunkan pantatku,kali ini aku yang membuatnya tak karuan.


Pak Guntur kembali melumat payudaraku dan aku meremas-remas rambutnya.Ku rasakan aku hampir sampai.Aku mengelijang hebat ketika Pak Guntur menggigit kecil putingku.Pak Guntur mempercepat genjotannya sambil menciumku yang rasanya berkeinginan berteriak karena nikmat.Kulihat Pak Guntur nyaris menjangkau klimaks dan aku berusaha melepaskan kontolnya dari dalam memekku.Kucium bibirnya sambil kukocok kontolnya. Kuambil tissue dari dalam tasku agar muncratan air mmaninya tidak kemana-mana.

“ouhhh,ouhhh” bibirnya kembali melumat bibirku dengan nafsu.

Setelah dirasa semua air maninya keluar,aku kembali menggunakan pakaian dalamku dan celana hotpansku.Pak Guntur mengucapkan terima kasih padaku sambil tangannya kembali meremas buah dadaku. Aku bergegas turun dari bus dan mencari toilet untuk membasuh memekku dari genjotan Pak Guntur.


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © cerita sex - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -