- Home >
- www.slotdisney.com >
- Cerita Mesum Terbaru » Cerita Sex Abg 2019 » Cerita Sex Remaja » Cerita Sex Sedarah = Cerita Sex Terbaru = Kumpulan Cerita Sex 2019 = Kumpulan Cerita Sex Ngentot Dengan Model Cantik Dan Bohay
Cerita Mesum Terbaru » Cerita Sex Abg 2019 » Cerita Sex Remaja » Cerita Sex Sedarah = Cerita Sex Terbaru = Kumpulan Cerita Sex 2019 = Kumpulan Cerita Sex Ngentot Dengan Model Cantik Dan Bohay
Posted by : clarissaachan
Pada waktu tersebut aku masih duduk di SMP ruang belajar II, pernah terjadi kejadian yang sangat menyenangkan dan lebih baik ini tidak boleh ditiru. Pada masa-masa di SMP, aku tergolong anak yang lumayan nakal dan sekolahku tersebut pun adalah sekolah yang tidak sedikit menampung semua anak nakal, sampai-sampai tanpa kusadari aku pun dapat dibilang cukup nakalnya dari pada baiknya.
Saat tersebut ada seorang rekan sekelasku yang mempunyai nama Ika. Ika memang cewek yang sangat dekat dengan cowok dan terkenal sangat bandel pun nakal. Tidak jarang temanteman pun memutuskan bahwa dia cewek binal, sebab dia berpenampilan agak seronok dikomparasikan teman-temannya, yakni dengan baju sekolah yang tidak dimasukkan ke dalam, melainkan melulu diikat antar ujung kain dan memakai rok yang paling minim dan pendek, yakni satu telapak tangan dari lutut. Ika seorang gadis yang lumayan manis dengan ciri-ciri tinggi yang pada waktu tersebut sekitar 160 cm, berat badan 45 kg dengan kulit putih serta format wajah yang oval. Ika mempunyai rambut sebahu, hitam tebal, pokoknya oke punya tuh doi.
Setelah bel ruang belajar berbunyi yang tandanya masuk belajar, seluruh muridmurid masuk ke kelas. Tetapi anehnya, empat anak yang terdiri dari 3 cowok dan 1 cewek tersebut masih membual di luar ruang belajar yang lokasinya tidak jauh dari WC, dan kelihatannya terjadi kesepatan diantara mereka. Setelah latihan kedua selesai, temanteman cowok yang bertiga tersebut meminta ijin terbit untuk ke WC untuk guruku yang melatih di latihan ketiga, sampai-sampai membuatku curiga.
Di dalam hatiku aku bertanya, “Apa yang bakal mereka perbuat..?”
Tidak lama sesudah temanteman cowok meminta ijin ke WC tadi, justeru Ika juga meminta ijin untuk guru yang kebetulan guru latihan Bahasa Indonesia yang cukup boring. Rasa penasaranku makin meningkat dan temantemanku pun ada yang bertanyatanya tentang apa yang akan mereka lakukan di WC. Karena aku tidak dapat menyangka rasa penasaranku, kesudahannya aku juga meminta ijin guna ke WC dengan dalil yang pasti. Sebelum hingga di WC kulihat temanteman cowok kelasku yang bertiga tersebut kelihatannya sedang menantikan seseorang. Tidak lama lantas terlihat Ika mengarah ketempat temanteman cowok itu dan mereka bersama-sama masuk ke kamar WC secara bersamaan.
Rasa penasaranku mulai bertambah, sampai-sampai aku mendekati kamar WC yang mereka masuki. Terdengar suara keributan laksana perebutan makanan di ruangan tersebut. Akhirnya aku masuk ke kamar WC, secara perlahanlahan kubuka pintu kamar WC yang bersampingan dengan kamar WC yang mereka masuki, sehingga pembicaraan dan perbuatan mereka bisa terdengar dengan jelas olehku.
“Hai Tun, Sep, siapa yang bakal duluan..?” tanya Iwan untuk mereka.
Dijawab dengan serentak dari mulut Ika seorang cewek, dia membalas dengan nada menantang, “Ayo.., siapa saja yang bakal duluan. Aku mampu kok kalaupun kalian langsung bertiga..!”
Aku bertanya-tanya, apa sih yang mereka perundingkan, sampaisampai saling menunjuk dan menantang laksana itu. Tapi aku tetap terdiam berdiam diri sambil menyimak kembali, apa yang bakal terjadi.
Setelah itu, tidak lama lantas Asep membalas dengan nada ringan, “Yah udah, begini begitu Kita bertiga barengbareng ajah. Biar rame..!” katanya.
Langsung disambut perkataan Asep itu oleh Ika, “Ayo cepetan..! Nanti keburu kembali sekolah.”
Dan kesudahannya Utun juga berucap, “Ayo Kita mulai..!”
Setelah tersebut tidak tersiar suara pembicaraan mereka lagi, tetapi tersiar suara reslueting yang sepertinya dimulai dan pun suara orang membuka baju.
Tidak lama lantas terdengar suara riang mereka bertiga dengan perkataan menanyakan pada Ika, “Hey Ka.., Siapa sih yang sangat besar kelamin Kami bertiga ini..?”
Ika pun membalas dengan nada malumalu, “Kayanya sih Utun yang sangat gede, hitam lagi.” dengan tidak banyak nada menyindir dan langsung dibalas oleh Utun, “Hey Ka..! Cepetan buka tuh baju Kamu, biar cepet asik si Joni, Kita nih enggak powerful lagi..!”
Setelah tersir* Ika membuka bajunya, tidak lama lantas terdengar suara temanteman cowok bertiga, Utun, Asep, Iwan dengan nada ganas, “Wauw.., benarbenar body Kamu Ka, kaya putri turun dari langit..!”
Tidak lama lantas Asep bertanya pada Ika, “Ka.., bila Aku boleh tidak meraba buah dadamu ini yang laksana mangkuk mie ini Ka..?”
Ika pun membalas dengan nada enteng, “Yah sok aja, yang penting tidak boleh dirusak ajah..!”
Utun pun kelihatannya tidak inginkan kalah dengan Asep, dia juga bertanya, “Ka.., Aku bolehkan memasukkan kelaminku ke lubang gua rawamu ini kan Ka..?” seraya meraba-raba perangkat kelamin Ika.
Ika pun membalas dengan nada mendesak, sebab alat kelaminnya kelihatannya sedang diraba-raba oleh Utun, “Aahh.. uhh.. boleh Tun.. asal tidak boleh sangar yah tun..!”
Dan terakhir tersiar suara Iwan yang gak mau kalah juga, “Ka.., Aku boleh kan menciumimu mulai dari bibir sampai lehermu Ka.., boleh kan..?”
Ika membalas dengan nada laksana kesakitan, “Awww.. Uuuhh.. iyaiya, boleh deh semuanya..!”
Suarasuara tersebut tersiar olehku di samping kamar WC yang mereka isi, yang banyak sekali suarasuara tersebut menciptakan saya risih mendengarnya, seperti, “Aaahh.. eehh.. aawww.. eheh.. owwoowww.. sedap..!”
Dan tidak lama lantas terdengar suara Ika, “Kalian tidak boleh terlalu nafsu dong..!” kata Ika untuk temanteman cowok tersebut, “Karena Aku kan sendirian.., sementara Kalian bertiga enggak seimbang dong..!”
Tetapi mereka bertiga tidak membalas ucapan Ika tersebut, dan akhirnya tersiar suara jeritan kesakitan yang cukup keras dari Ika, “Aaawww.., sakit..!”
Ika lantas melanjutkan dengan ucapan, “Aduh Tun.., Kamu udah koyak keperawanan Saya..!”
Dijawab dengan cepat oleh Utun, “Gimana Ka..? Hebatkan Saya.”
Setelah disebut Utun juga mendesah laksana kesakitan, “Adu.. aduh.., kayanya kelaminku lecet deh dan akan keluar cairan penyubur.” kata-katanya ditujukan untuk temantemannya.
Tidak lama lantas Iwan bertanya untuk Ika, “Ka aku jenuh cuma menyiumi Kamu aja Ka.., Aku kan kepingin pun kaya Utun..!”
Iwan juga langsung bertukar posisi, yang herannya posisi Iwan tidak sama laksana yang dilaksanakan Utun, yakni memasukkan kelaminnya ke lubang pengasingan (anus) dari belakang, sampai-sampai Ika tidak lama lantas menjerit kedua kalinya.
“Aaawww.. Iiihh.. perih tahu Wan..! Kamu sih salah jalur..!” rintih Ika menyangga sakit.
Tetapi kelihatannya Iwan tidak menghiraukan perkataan Ika, dan terus saja Iwan berjuang ingin seperti Utun, hingga alat kelaminnya menjangkau klimaks dan mengeluarkan cairan penyejuk hati. Hanya dilangsungkan sebentar, Iwan juga menjerit kesakitan dan kelaminnya juga dikeluarkan dari lubang pengasingan dengan mengatakan, “Aaahh.., uuhh.., uuhh.., enaak Ka, makasih. Kamu hebat..!”
Asep yang setia melulu meraba-raba payudara Ika dan sekali-kali menggigit payudara Ika. Tetapi ternyata kesudahannya Asep jenuh dan hendak seperti kedua temannya yang menerbitkan cairan penyubur tersebut dan berkata, “Ka.., Aku pun mau kaya mereka dong, mari Ka..! Kita mainkan..”
Ika membalas dengan nada lemas, “Aduh Sep..! Kayanya Aku udah capek Sep, sorry yah Sep..!”
Akhirnya Asep kesal pada Ika dan langsung saja Asep unik tangan Ika untuk alat kelaminnya dengan menyodorkan kelaminnya.
“Ka.., pokoknya Aku enggak mo tahu.., Aku pinggin kaya mereka berdua..!”
Ika membalas* dengan nada lemas, “Aduh Sep.., gimana yah, Aku benar benar lemas Sep..!”
Aku tetap terdiam di kamar WC tersebut.
Ada selama 45 menit berlanjut, dan aku pun beranggapan apakah barangkali mereka melakukan oral seks sebab masih duduk di SMP. Hal ini mendorong rasa penasaran ku untuk menyaksikan apa yang sebetulnya terjadi. Akhirnya aku dapat menyaksikan mereka dari atas, sebab kamar WC di sekolahku pada waktu tersebut tembok pembaginya tidak tertutup hingga dengan atas langit, sampai-sampai aku dapat menyaksikan mereka berempat. Karena kesal ,Asep tidak dikasi permintaannya, kesudahannya Asep tarik kepala Ika ke depan kelaminnya yang telah tegang.
Asep berbicara dengan nada mengancam untuk Ika, “Ayo Ka..! Kalo gitu isap kelaminku sampai Aku menikmati enaknya seperti mereka..!”
Setelah berjuang memanjat untuk menyaksikan adgean secara langsung, aku dapat menyaksikan dengan jelas. Ika seorang cewek langsung saja menggarap apa yang diajak oleh Asep, sementara temannya yang berdua lagi, Utun dan Iwan duduk di lantai, tergeletak menyangga rasa enak bercampur sakit yang mereka rasakan tersebut.
Tidak dilangsungkan lama, Asep berbicara* kepada Ika, “Ka.., Ka.., Ka.., ahh.. aah.. awas Ka..! Aku akan tembak cairan penyuburku yang hebat ini..!”
Kulihat Ika langsung menyomot kelamin Asep dari mulutnya, dan tampak raut wajah Ika yang sayu dan sendu bercampur gembira sebab dapat duit dan sedih karna keperawanannya telah hilang oleh mereka bertiga. Dasar Asep sedang kesal, Asep menyemprotkan cairan penyuburnya ke Ika dan kedua temannya dengan mendesis kesakitan terlebih dahulu.
“Aaahh.., uuhh.., Awas cairan penyuburku ini diterima yah..!” kata Asep seraya tangannya tetap mengocokkan penisnya.
Kulihat Asep menyempotkan cairan penyubur tersebut dari kelaminnya secara kasar.
Setelah terdapat 15 menit sehabis Asep menerbitkan cairan penyuburnya, kulihat mereka langsung berpakaian kembali sesudah mereka menyopotkan bajubaju mereka hingga tidak tersisa sehelai kain pun. Sebelum mereka keluar, aku langsung cepat terbit dari kamar mandi itu secara perlahanlahan supaya tidak tersiar oleh mereka. Kemudian aku mengarah k* ke ruang belajar yang telah mengawali pelajarannya dari tadi. Hanya berselang beberapa menit, mereka masuk ke ruang belajar seorangseorang supaya tidak ketahuan oleh guru kami.
Hari tersebut tidak terasa lama hingga bel sekolah berbunyi. Kulihat mereka bertiga rekan cowokku, Asep, Iwan, Utun tidak banyak lelah, laksana kehabisan nafas dan herannya mereka berjalan laksana kehabisan tenaga.
Karena aku suka iseng ke temen, aku langsung bertanya ke mereka bertiga, “Hey Kalian kayanya pada lemes banget. Habis ngebuat su.., sumur yah..?”
Langsung dibalas dengan ringan oleh perwakilan mereka bertiga, yakni Asep, “Iya Bie, enak tahu kalo ngegali sumur itu dengan ramerame..!”
“Ohh gitu yah..?” jawabku dengan tersenyum sebab tahu apa yang mereka lakukan tadi.
Tidak jauh dari tempatku berdiri, kulihat Ika berlangsung sendirian dengan memegang tas kantongnya yang keseharian tasnya tidak jarang kali di atas pundaknya. Sekarang melulu dibawa dengan teknik dijingjing olehnya.
Langsung saja aku memanggilnya, “Ka.., Ika.. Ka.. tunggu..!”
Ika membalas dengan nada lemas, “Ada apa Bie..?”
Karena aku juga hendak iseng padanya, kulangsung bertanya, “Ka.., kayanya Kamu kecapean. Habis tertembak peluru nyasar yang menghajarmu, ya Ka..?”
Ika pun membalas dengan nada kesal, barangkali bahkan tersindir, “Yah.. Bie.., bukan peluru nyasar, namun burung gagak yang nyasar menyerang sarang tawon dan goa Hiro, tahu..!”
Mendengar nadanya yang tersinggung, aku langsung meminta maaf untuk Ika.
“Ka.., maaf. Kok gitu aja dirasakan serius, maaf yah Ka..?” kataku menenangkannya seraya tersenyum bersahabat.
Karena aku penasaran, aku langsung menyerempet supaya terpepet.
“Ka.., boleh enggak Ka, Aku jajaki masuk ke goa Hiro tersebut..? Kayanya sih asik.. dapat terbang kaya burung..!” pintaku seraya tertawa pelan.
Karena Ika telah kesal dan lelah, Ika menjawab, “Apa sih Kamu Bie..? Kamu inginkan goa Saya, nanti dong antri.., masih tidak sedikit burung yang inginkan masuk ke goaku, tahu..!”
Dan kesudahannya aku tertawa dengan rasa senang.
Ini adalah*pengalaman hidup saya yang dipastikan* asli.




